Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Kamis, 04 November 2010

Tips : Ingin Bisnis, tapi Enggak Bakat?

Meskipun banyak orang di sekeliling Anda meremehkan usaha Anda, tetaplah konsisten dengan bisnis yang Anda pilih.
Senin, 18/10/2010 | 13:54 WIB
KOMPAS.com — Anda mungkin telah memikirkan untuk mulai berwirausaha. Namun, keinginan ini selalu terhambat oleh pikiran bahwa Anda tidak mempunyai pengalaman berbisnis, tidak datang dari keluarga pewirausaha, dan tidak memiliki bakat "menjual", atau melakukan bidang pemasaran. Akibatnya, keinginan ini sekadar menjadi keinginan.

Namun, untuk memulai sesuatu yang baru, Anda memang harus keluar dari zona nyaman diri Anda. Sadari bahwa wirausaha merupakan langkah yang baru sehingga Anda harus bersedia belajar. Untuk itu, kenali lebih dulu langkah awal untuk memulai wirausaha, seperti disampaikan Saptuari Sugiharto, Direktur Kedai Digital Corp, pada seminar "Kiat Sederhana Menjadi Pengusaha Sukses di Usia Muda" di Borobudur Room, Hotel Santika Premiere, Semarang, Kamis (14/10/2010) lalu.

1. Berani malu
Untuk memulai suatu usaha, Anda harus "berani mati". Meskipun banyak orang di sekeliling Anda meremehkan usaha Anda, teguhkan niat dan tetaplah konsisten dengan bisnis yang Anda pilih. Anda tidak perlu malu dalam memasarkan produk Anda, dan tidak perlu malu jika menemui sebuah kegagalan.

2. Berani kepepet
Suatu keadaan yang mendesak merupakan motivasi dalam berwirausaha. "Sembilan puluh tujuh persen orang termotivasi (untuk berwirausaha) karena kepepet. Faktor ini merupakan energi tambahan bagi seseorang untuk mencapai kesuksesan," kata Saptuari.

3. Berani sukses dan tidak takut gagal
Kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda, demikian kata bijak yang sering Anda dengar. Melalu serangkaian kegagalan, Anda dapat menambah pengetahuan sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama.
"Habiskanlah jatah kegagalan Anda. Setelah itu, Anda akan menuai keberhasilan dan kesuksesan. Jangan takut dengan kegagalan yang terus-menerus," lanjut Saptuari.

4. Berani gila dan kreatif
Untuk berwirausaha, Anda harus kreatif dan banyak memberikan inovasi untuk bisnis Anda. Ketika pasar mulai bosan dengan produk yang Anda keluarkan, itu tandanya Anda harus mulai berinovasi dengan produk yang baru, atau varian baru.
Cara memulai kreativitas:
* Mengaktifkan otak kanan
Mengaktifkan otak kanan berarti Anda harus bermain dengan mimpi-mimpi yang harus Anda wujudkan. "Beranikan diri untuk bermimpi dan menuliskan visi-misi dalam hidup yang harus dikerjakan," ujar Saptuari.
* Belajar kepada siapa pun
Belajar kepada banyak orang yang telah menjadi sukses. Membaca biografi orang sukses juga bisa menjadi salah satu cara untuk belajar.
* Terapkan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi)
"ATM boleh! Namun, jangan menjiplak dan mencuri ide dan produk orang lain,"  lanjut Saptuari. Anda juga harus mengetahui di mana Anda akan menjual produk "tiruan" Anda.
* Berani bikin teori sendiri
Tidak ada teori yang pasti dalam berwirausaha. Setiap wirausahawan pasti memiliki teori yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Anda dapat membuat teori yang dapat Anda terapkan untuk bisnis Anda sendiri. Tentu hal ini akan Anda temukan setelah Anda terjun langsung memulai usaha.
M05-10
Editor: Dini
Sumber : Kompas.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar, masukan yang sifatnya membangun blog ini.

Cari Blog Ini