Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Kamis, 31 Mei 2012

Pancasila : Ketua KWI: Tidak Boleh Semua Diagamakan

Sandro Gatra | Heru Margianto | Jumat, 1 Juni 2012 | 11:56 WIB
KOMPAS/AGNES RITA SULISTYOWATIKetua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. Martinus Dogma Situmorang.

 
JAKARTA, KOMPAS.com — Agama dinilai dapat dengan mudah jatuh ke dalam ketertutupan dan ekslusivistik. Untuk itu, agama tidak boleh berdiri sendiri dan tidak boleh semua diagamakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai luhur agama harus saling melengkapi dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
Keburukan, kelemahan, kemerosotan dalam moralitas, ketidakadilan, konflik-konflik, serta manipulasi faktual tidak akan seburam dan sebanyak ini jika Pancasila kita pegang dan hayati.
Hal itu dikatakan oleh Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Martinus D Situmorang ketika memberikan pidato dalam peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (1/6/2012).
Peringatan itu dihadiri beberapa mantan petinggi negara, seperti mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, tiga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Try Sutrisno, dan Hamzah Haz. Hadir pula istri Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah Wahid, para pimpinan MPR, jajaran menteri kabinet, dan pejabat tinggi negara.
Martinus mengatakan, mengamalkan Pancasila juga termasuk menghayati iman. Melalui Pancasila, kata dia, kita dapat mengembangkan persaudaraan dengan siapa saja, termasuk dengan mereka yang memusuhi kita. Pertentangan dapat diselesaikan dengan Pancasila. Begitu pula dengan ketertutupan dapat dibuka dengan Pancasila.
Namun, lanjut dia, dalam pertemuan dengan pimpinan dan tokoh lintas agama mencuat bahwa Pancasila sepertinya tidak lagi dibicarakan, tidak lagi menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila dikhawatirkan akan terus tergusur.
"Keburukan, kelemahan, kemerosotan dalam moralitas, ketidakadilan, konflik-konflik, serta manipulasi faktual tidak akan seburam dan sebanyak ini jika Pancasila kita pegang dan hayati sebagai nilai kebangsaan dan kemasyarakatan, termasuk di kehidupan keagamaan," kata Martinus.
Ia menambahkan, kemajuan bangsa akan jauh lebih besar jika Pancasila menjadi acuan. Untuk itu, lanjutnya, ke depan perlu ada pendidikan, penyegaran, pendalaman, peresapan, penghayatan, dan penerapan nilai-nilai Pancasila.
"Perlu pertobatan nasional, perlu kembali ke basic. Sebagai warga bangsa, menurut keyakinan iman masing-masing, patut mensyukuri nikmat Pancasila sebagai anugerah yang amat berharga dari Tuhan. Jika tidak, kita melecehkan diri kita, menghina the founding fathers, menjual diri kepada pasar politik dan ekonomi global," papar Martinus.
sumber:Kompas.com/Jum'at,1 juni2012

Rabu, 30 Mei 2012

Korupsi : Mantan Istri Laporkan Brigjen Y ke KPK

Icha Rastika | Tri Wahono | Rabu, 30 Mei 2012 | 16:43 WIB
ICHA RASTIKA Mantan model, Anita Agnes Alexandra melaporkan mantan suaminya,anggota Badan Intelijen Nasional, Brigadir Jenderal Polisi Y ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (30/5/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Badan Intelijen Negara Brigadir Jenderal Polisi Y dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh mantan istrinya, Anita Agnes Alexandra, Rabu (30/5/2012).
Anita yang menyambangi gedung KPK, Kuningan, Jakarta dengan didampingi seorang stafnya tersebut mengaku membawa bukti-bukti dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Bridjen Y saat mantan suaminya itu menjabat Kepala Satuan Polisi Air dan Udara di Polda Riau pada 2002.
"Dia korupsi illegal logging. Ada 97 kontainer kayu dijual, lelangnya diatur," kata Anita di gedung KPK, Jakarta.
Namun Anita tidak menjelaskan lebih rinci soal dugaan korupsi yang dia tuduhkan ke mantan suaminya itu.
"Korupsinya banyak. Saya enggak bisa menjawab soal itu," katanya saat ditanya berapa nilai uang yang menurutnya dikorupsi Y.
Anita menjelaskan, dia melaporkan Y ke KPK karena mantan suaminya itu kerap mengancam dirinya dan dua anaknya terkait masalah rumah tangga mereka. Anita pun mengaku pernah dilaporkan Y ke polisi atas tuduhan pencurian.
"Saya dari 2004 sampai sekarang pisah rumah. Karena dia sudah juga melaporkan saya dengan bukti yang tidak kuat, saya akan buka semua, penganiayaan terhadap kedua anak saya," ujar Anita yang juga mantan model ini.
Sebelumnya, Anita juga melaporkan Y ke Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri atas tuduhan melakukan tindak kekerasan terhadap kedua anaknya.
Selain ke Polri, Anita mengaku telah melapor ke Komisi Nasional Perlindungan Anak serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
 sumber:Kompas.com/30 Mei 2012

Lady Gaga Batal Konser, Indonesia Tidak Berdaulat

Lady Gaga Batal Konser, Indonesia Tidak Berdaulat
Hindra Liu | I Made Asdhiana | Minggu, 27 Mei 2012 | 15:35 WIB
Dibaca: 57466

 
KOMPAS/AGUS SUSANTOMahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia berunjuk rasa menolak konser Lady Gaga di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (24/5/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembatalan konser Lady Gaga yang bertajuk "Born This Way Ball Tour" menunjukkan bahwa Indonesia bukan negara yang sepenuhnya berdaulat. Pengekangan kebebasan berekspresi masih terjadi di negara yang telah merdeka selama 67 tahun ini.
"Ada tarik ulur izin. Ini sudah bukan wilayah hukum lagi, melainkan komoditas politik. Dan yang paling nyata, kedaulatan aparat hukum sudah dikalahkan kepentingan kelompok tertentu, yang tidak mewakili rakyat Indonesia," ujar Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi, kepada Kompas.com, Minggu (27/5/2012).
Hendardi juga mengatakan, pembatalan ini menunjukkan kemenangan kelompok tertentu yang tidak menghargai keberagaman di Indonesia. Kenyataan ini terasa ironis mengingat upaya pemerintah yang mengklaim penegakan hak-hak kelompok minoritas berjalan dengan baik.
Menurut Hendardi, pembatalan konser Lady Gaga membuat penegakan HAM di Indonesia mundur satu langkah, serta ketiadaan sikap tegas pemerintah Indonesia. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, kedaulatan hukum di Indonesia akan semakin buruk.
Sebelumnya, kuasa hukum promotor Big Daddy Entertainment, Minola Sebayang, mengatakan, pihak manajemen Gaga meminta konser dibatalkan lantaran faktor keamanan yang menurut mereka tidak terjamin. "Kalau alasan sangat complicated, pihak manajemen Lady Gaga mempertimbangkan dengan kondisi menit ke menit, dengan adanya ancaman-ancaman yang membahayakan bila konser itu diselenggarakan. Akhirnya pihak Lady Gaga membatalkan konser di Jakarta," kata Minola di Jakarta.
"Ini bukan hanya keamanan Lady Gaga, tapi semua keamanan yang menonton Lady Gaga," lanjutnya.
sumber: http://nasional.kompas.com/read/2012/05/27/15354764/Lady.Gaga.Batal.Konser.Indonesia.Tidak.Berdaulat

Sabtu, 26 Mei 2012

Bhineka: Maarif Award Teguhkan Kearifan Lokal

| Jodhi Yudono | Jumat, 11 Juni 2010 | 03:07 WIB
KOMPAS.COM/M SUPRIHADI
Di antara rutinitas sehari-hari, kesenian tidak dilupakan masyarakat Sewukan, Dukun, Magelang, seperti nanggap karawitan untuk acara hajatan.
MAGELANG, KOMPAS.com--Salah seorang peraih Maarif Award 2010, Romo Vincentius Kirjito, Pr., mengatakan bahwa penghargaan yang diterimanya meneguhkan kesadaran komunitas Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terhadap kearifan lokal mereka karena kebudayaannya bernilai pendidikan untuk pembangunan karakter bangsa.
"Semangat pluralitas yang mereka kembangkan selama ini dan kearifan lokal yang mereka lestarikan mampu merespons tantangan hidup, dan menjadi poin penting bagi pembangunan karakter bangsa," katanya ketika dihubungi dari Magelang, Kamis malam.
Romo Kirjito, budayawan Merapi yang juga Kepala Gereja Katolik Santa Maria Lourdes Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, di lereng barat Gunung Merapi itu salah satu di antara dua penerima "Maarif Award 2010" yang diselenggarakan oleh Maarif Institute.
Penerimaan penghargaan itu di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Kamis malam, oleh pendiri Maarif Institute, Syafi`i Maarif. Seorang penerima lainnya adalah Habib S. Ali Al-Habsyi berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan yang juga telah dinilai oleh Tim Kerja Maarif Award 2010 telah mengabdikan diri, memberdayakan komunitas setempat.
Kirjito mengaku, ditemani Penasihat Unio (Persaudaraan Para Imam Praja) Keuskupan Agung Semarang yang juga pastor Gereja Tumpang, Kecamatan Sawangan, Magelang, Romo Modestus Supriyanto, Pr., Kepala Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Yatin, dan seorang petani Merapi, Gimin, saat menerima penghargaan itu. Kardinal Julius Darmaatmadja S.J., juga hadir pada kesempatan itu.
"Penghargaan ini untuk masyarakat Merapi yang selama ini, dengan kesederhanaan sebagai orang desa dan gunung, telah bergulat menghadapi berbagai tantangan zaman," katanya.
Ia menyebut penghargaan itu sebagai pupuk atas semangat perjuangan masyarakat Merapi dalam menggali kearifan lokalnya.
"Seperti tanaman yang disirami dan dipupuk. Ini (Maarif Award, red.) menjadi dukungan yang luar biasa," katanya.
Ia mengaku tidak menyangka bahwa kiprahnya selama ini bergaul dengan berbagai kalangan masyarakat terutama di kawasan Merapi ternyata mendapat perhatian besar dari Maarif Institute yang didirikan tokoh nasional, budayawan, dan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Syafi`i Maarif itu.
"Apa yang saya lakukan kecil-kecilan saja, ternyata ada yang memperhatikan dari jauh, oleh lembaga independen dengan pengurus yang kredibel, dewan juri yang independen," katanya.
Supriyanto mengatakan, sejak sekitar 10 tahun terakhir, Romo Kirjito (57) memimpin sekitar tiga ribu umat Katolik lereng barat Gunung Merapi di Kabupaten Magelang dan sebagian kecil di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
Selain sebagai rohaniwan yang memimpin umat Katolik setempat, Kirjito juga bergaul secara akrab dengan berbagai kalangan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, kebudayaan, kemanusiaan, dan perdamaian.
Kirjito, katanya, bersama-sama masyarakat setempat antara lain mengembangkan kebudayaan lokal, kesenian rakyat, pemberdayaan masyarakat, gerakan peletarian lingkungan dan cinta air di kawasan lereng Merapi.
Ia mengatakan, selama beberapa tahun terakhir ini, Kirjito mengembangkan Program "Live In" di Desa Mangunsuko dan Ngargomulyo, Kecamatan Dukun yang ternyata menjadi daya tarik berbagai kalangan terutama para siswa berasal dari sejumlah kota besar.
Peserta program itu tinggal selama beberapa hari di rumah-rumah penduduk setempat. Mereka bergaul, menikmati keseharian hidup petani, berkesenian bersama komunitas petani setempat, belajar cinta air dan alam Merapi.
Ia mengemukakan, pemberian penghargaan itu membuktikan bahwa tindakan nyata yang bermanfaat bagi kemajuan kemanusiaan dan perdamaian oleh seseorang di setiap tempat, mampu mengantar seseorang itu menjadi tokoh dan teladan atas banyak orang.
"Ini menjadi pendorong kerja kemanusiaan secara berkelanjutan. Menjadi tokoh tidak harus memiliki nama besar dan bergaya hidup mewah tetapi sikap keseharian yang sederhana itu juga salah satu karakter ketokohan. Di gunung pun orang bisa berkiprah yang bermanfaat bagi upaya perdamaian dan kemanusiaan, yang penting ada tindakan tulus dan nyata. Harus selalu disadari bahwa desa adalah `ibu`," katanya.

http://nasional.kompas.com/read/2010/06/11/0307477/function.simplexml-load-file
Sumber :
ANT

Senin, 21 Mei 2012

Koruptor : Karena Brotoseno, Akses Jenguk Angie Dibatasi?

TEMPO.CO , Jakarta:- Komisi Pemberantasan Korupsi gemas juga lama-lama. Tersangka kasus Wisma Atlet, Angelina Patricia Pingkan Sondakh, sering didatangi sejumlah orang di tahanan di luar waktu besuk.

Salah seorang tamu adalah Brotoseno, seorang perwira polisi yang disebut-sebut kekasih Angie, sapaan Angelina. Sumber Tempo mengatakan dia datang pada akhir April lalu ketika politikus Partai Demokrat itu baru saja ditahan KPK. »Pertemuan mereka di ruang besuk terekam kamera CCTV,” katanya akhir pekan lalu.

Angie dijebloskan ke tahanan sejak 27 April lalu, setelah diumumkan status tersangkanya pada 3 Februari 2012. KPK menyangkanya menerima suap dalam penyusunan anggaran untuk proyek Wisma Atlet di Palembang dan pengadaan alat laboratorium untuk sejumlah universitas negeri.

Sumber lain di KPK bercerita, tamu istimewa Angie kerap berkunjung pada akhir pekan ketika kantor KPK sepi karena libur. "Sepertinya untuk menghindari sorotan media," ucapnya. Tapi pria tersebut pernah kepergok oleh wartawan ketika datang ke gedung KPK beberapa waktu lalu.

Akhirnya, pemimpin KPK memerintahkan agar kunjungan tahanan dilakukan hanya pada waktu jenguk, yakni Senin dan Kamis. "Pimpinan pun sepakat agar tak ada lagi kunjungan di luar waktu jenguk," ujar sumber itu.

Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., menyatakan tak tahu perihal kedatangan tamu bandel Angie. "Nanti saya cek," ucapnya kemarin.

Komisaris Raden Brotoseno adalah orang yang pernah dikabarkan memiliki hubungan khusus dengan Angie. Ia juga diberhentikan sebagai penyidik KPK lantaran kedekatan hubungan itu. Broto kembali ditugaskan di Markas Besar Kepolisian RI. Ia tak bisa dihubungi karena nomor teleponnya tak diaktifkan kemarin.

Arman Jauhari, pengacara Angie, tak mau berkomentar tentang Brotoseno. Ia menjelaskan, waktu besuk untuk keluarga ditambah pada hari libur nasional, selain Senin dan Kamis. Maka Arman dicegah membesuk oleh petugas pada Jumat lalu. »Sebelumnya tak begitu,” ujarnya kemarin. Sebelumnya, Teuku Nasrullah, juga pengacara Angie, mengatakan kliennya diperlakukan diskriminatif.

Kepala Divisi Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha membenarkan lembaganya mengetatkan penjagaan di tahanan dengan menambah personel. Penjaga baru juga diambil dari kepolisian, termasuk dua polisi wanita untuk mengawal tahanan. Namun ia tak menjelaskan mengapa penjagaan harus diperketat.
l TRI SUHARMAN | ANANDA BADUDU
sumber : http://id.berita.yahoo.com/karena-brotoseno-akses-jenguk-angie-dibatasi-215210817.html

Jumat, 18 Mei 2012

Opini : Parasut Itu Ada, Kenapa Laporan Anggota Kopassus Dibantah?

Parasut Itu Ada, Kenapa Laporan Anggota Kopassus Dibantah?


Pray, sejak 2002 menjadi purnawirawan, penulis artikel intelijen dan politik. Mulai Sept. 2008 menulis di Kompasiana,oleh admin diangkat menjadi Bapak Publik Blog. "Old Soldier Never Die", itulah semboyan yg memberinya semangat di usia senja. Pada masa tua ini terus menyumbangkan pemikiran yang sedikit diketahuinya Sumbangan ini kecil artinya dibandingkan mereka-mereka yang jauh lebih ahli. Yang penting, karya ini keluar dari hati yang bersih, jauh dari kekotoran. Mencintai negara dengan segenap jiwa raga. Tulisannya "Intelijen Bertawaf" telah diterbitkan oleh Grasindo menjad...
Kompasianer menilai aktual
1337131427993853507
Pesawat Sukhoi Superjet 100/Kompasiana (KOMPAS.com/AFP/NATALIA KOLESNIKOVA)
Kemelut berita tentang parasut yang ditemukan oleh Sertu Abdul Haris dan enam anggotanya saat melakukan pencarian korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet di Gunung Salak akhirnya terjawab sudah. Sertu Haris melaporkan saat menuruni jurang dengan kemiringan sudut 85 derajat bermodalkan tali, telah menemukan Jasad yang tergantung di pohon dengan parasut. Penulis terkejut dan kita semua juga terkejut. mulailah berkembang bermacam-macam spekulasi berita. Penulis membuat artikel dengan judul “Pilot Sukhoi Pakai Parasut? Ada Hijacking?” (http://hankam.kompasiana.com/2012/05/13 )
Banyak yang membantah kalau  ditemukan parasut pada saat pencarian korban. Penulis percaya info tersebut bahwa keterangan Sertu Haris sebagai anggota pasukan elit yang dibanggakan informasinya tidak salah. Salah satu syarat menjadi anggota Kopassus adalah sudah mengikuti Separkoad (Sekolah Para dan Komando TNI AD), artinya dia juga penerjun. Nah, disitulah asumsi penulis mengatakan bahwa Haris faham dan bisa membedakan yang namanya parasut dengan perlengkapan terbang lainnya. Penjelasan Sertu Abdul Haris dapat disimak dari video ini (di menit 2.16) http://www.youtube.com/watch?v=fnMM25ZPg94 . Aneh, itulah yang kita rasakan, bahwa informasi kecil itu akan menjadi sangat penting dalam penyelidikan kecelakaan pesawat terbang.
Memang setelah menemukan jasad yang diduganya penerbang pesawat, para anggorta Kopassus jelas dengan susah payah menurunkan dari pohon dan melepaskan dari parasut yang katanya menggantung. Setelah itu jenazah di angkat dan digeser ke posko dengan susah payah, hingga sempat menginap semalam di perjalanan dan baru keesokan harinya ketujuh anggota itu sampai ke Posko. Pembantahan soal parasut juga terjadi di RS Polri, tidak ada jenazah pakai parasut. Secara logika, para anggota Kopassus tadi tidak mungkin membawa jenazah serta parasutnya. Tugas mereka melakukan evakuasi korban, dan lagipula, pada lereng yang demikian terjal, siapa yang berfikir untuk menyelamatkan parasut  yang juga berat. Disitulah logika berfikirnya. Bagi mereka yang pernah mengikuti latihan gunung hutan pasti bisa merasakan betapa beratnya medan sangat terjal  dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. Nafas sampai di leher dan kaki serasa mau putus, itu yang juga penulis rasakan saat mengikuti Introduction Latihan Komando Paskhasau.
Penjelasan soal adanya parasut yang mengembang di lokasi jatuhnya Sukhoi SSJ100 dibenarkan dan dijelaskan oleh Ketua KNKT Rusia, Serge Korostiev, yang mengatakan parasut memang menyatu dengan peralatan untuk bertahan hidup (survival kit), yang disimpan pesawat bersama peralatan lainnya.”Parasut berada di dalam satu boks kontainer yang merupakan survival kit kalau pesawat harus mendarat secara darurat,” kata Korostiev melalui penerjemah saat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Selasa (15/5).
Survival kit itu berisi minuman, makanan dan peralatan obat. “Adanya ledakan, banyak spare part pesawat banyak jatuh dari tempat kecelakaan dan parasut secara otomatis terbuka,” katanya. Dia menjelaskan bahwa parasut itu bukanlah alat untuk menyelamatkan diri pilot seperti yang ada di pesawat tempur. ”Parasut ada, tapi bukan untuk pilot meloncat dari pesawat, bukan untuk eject seperti di kursi pilot. Tapi sebagai survival kit.” demikian penjelasannya.
Kini kita menjadi jelas bahwa SSJ100 tersebut memang dilengkapi dengan parasut, berarti informasi dari Sertu Abdul Haris benar adanya. Hanya yang belum jelas dan perlu penjelasan bagaimana parasut terpasang ketubuh pilot itu. Yang jelas parasut dengan survival kit terlempar saat terjadi impact dan mungkin terlempar bersama-sama dengan pilot, atau pilot sudah memakai parasut sebelum terjadinya impact. Itulah misteri yang belum terjawab, dan ini penting sekali nilai  informasi intelijennya.
Apa yang terpenting dari kasus ini? Pimpinan team penyelamat selain melakukan evakuasi juga sebaiknya memberikan pembekalan kepada anggota team apa yang harus dikerjakan, kalau bisa dengan bukti foto. Setiap informasi yang dikumpulkan oleh team lapangan diterima dan menjadi fakta oleh analis. Bisa saja terjadi sebuah kecelakaan karena sebuah pembajakan dan pesawat ditabrakkan ke gunung oleh pembajak. Peristiwa 911 adalah pelajaran yang sangat berharga dan mungkin saja itu terjadi disini. Juga kemungkinan lain adanya sabotase. Jangan dikesampingkan kemungkinan-kemungkinan ekstrim seperti ini.
Dari penjelasan Marsda TNI (Purn) Soenaryo, perwakilan PT Trimarga pada acara Indonesia Lawyers Club, TV One malam in (15/5) mengatakan saat ditanya oleh Pak Karni Ilyas, apakah sebagai agen Sukhoi mengetahui apa kegiatan crew pada malam sebelum penerbangan. Dijelaskannya bahwa PT Trimarga saja tidak mengetahui di hotel mana crew menginap, dan tidak tahu apa kegiatan crew malam itu. Dikatakannya rahasia. Nah, apakah informasi tersebut tidak berharga? Mengapa pihak Rusia merahasiakan penginapan crew dan rombongannya kepada agennya sekalipun. Aneh bukan? Apakah mereka merasa ada ancaman? Apakah hanya sekedar kehati-hatian.
Ini adalah proyek prestise bangsa Rusia, merupakan kebangkitan investasi dan pembangunan industri penerbangan pesawat komersial yang proyeknya berharga milyaran dollar. Ini bukan sebuah proyek kecil, tetapi proyek raksasa dan merupakan masa depan sebuah negara.  Tidak semua pihak menyukai kesuksesan kecermelangan proyek Sukhoi Superjet 100 ini. Kita semua faham, apakah tidak mungkin ada tangan-tangan jahil dan berlumuran darah yang berusaha menggagalkannya. Kenapa di Indonesia? Tolong diukur, apakah sistem sekuriti penerbangan dan bandara sudah memadai? Sangat mungkin sesuatu digarap di Indonesia karena sense of security kita lemah.
Olah karena itu, jangan dibantah dahulu penemuan team yang berada di lapangan. Setiap informasi sekecil apapun sebaiknya dijadikan fakta, hargai anggota team yang sudah demikian berat dan berkorban tenaga serta daya dalam operasi penyelamatan itu. Bagi yang tidak faham sebaiknya jangan memberikan pendapatnya, terlebih di media elektronik, lebih-lebih main bantah. Rasanya tidak cukup penyelidikan hanya dibebankan kepada KNKT semata, sebaiknya dengan adanya indikasi yang tidak wajar, libatkan Badan Intelijen, baik BIN, Bais TNI ataupun Intelijen Polri, agar penyelidikan lebih komprehensif. Karena apabila nanti terbukti kecelakaan disebabkan karena sesuatu yang ekstrim, bangsa Indonesia juga yang akan malu. Nah, black box yang sudah ditemukan malam tadi mudah-mudahan akan menjawab semua misteri ini.  Semoga bermanfaat.
Prayitno Ramelan ( www.ramalanintelijen.net )
sumber: http://hankam.kompasiana.com/2012/05/16/parasut-itu-ada-kenapa-laporan-anggota-kopassus-dibantah/

Kamis, 17 Mei 2012

Bhineka : Kemerdekaan Beribadat Terampas

Kemerdekaan Beribadat Terampas
Selasa, 8 Mei 2012 | 14:29
Belum lagi persoalan perizinan GKI Yasmin, Bogor, Jawa Barat, tuntas, sejumlah persoalan kerukunan hidup antarumat beragama bermunculan, bahkan semakin mengkhawatirkan. Persoalan intoleransi yang muncul selama era reformasi dan tak pernah sungguh-sungguh diselesaikan membuktikan pemerintah tak sanggup melindungi warganya. Bila sudah begini, tak salah bila belakangan muncul pengharapan akan hadirnya pemimpin bangsa yang tegas dan kuat, sehingga mampu melindungi seluruh warga bangsa, khususnya kaum minoritas.  

Setelah kasus GKI Yasmin yang tak terselesaikan selama lebih dari empat tahun, jemaat Filadelfia, Bekasi, Jawa Barat, pun mengalami nasib serupa. Ritual ibadat mereka pada Minggu (6/5) terpaksa dihentikan karena ancaman massa yang intoleran. Aparat Kepolisian tak sanggup bertindak tegas dan terkesan membiarkan massa bertindak sesukanya. Wibawa pengayom dan pelindung masyarakat itu pun luntur seketika, berganti menjadi alat bagi kelompok tertentu. Alasan bahwa aparat tak bisa bertindak tegas di tengah emosi massa seolah menjadi pembenar atas tak hadirnya tangan-tangan negara untuk melindungi warganya.  

Tak hanya menyangkut aktivitas massa yang kita duga digerakkan pihak-pihak tertentu, intoleransi juga ditunjukkan beberapa kepala daerah. Wali Kota Bogor, Diani Budiarto, merupakan saksi hidup dalam kasus GKI Yasmin. Ketidakmampuan pemerintah pusat dan elite parpol “menundukkan” si wali kota membuat kepala daerah di wilayah lain pun berulah serupa. Berdasarkan informasi beberapa aktivis pendukung pluralitas, di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, gereja Katolik Napagaluh disegel bupati setempat.  

Gereja Katolik St Ignatius di Pasir Pagarayan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, yang sedang dibangun dan memiliki izin mendirikan bangunan (IMB), juga tiba-tiba dihentikan bupati setempat.  

Tak hanya itu, jemaah Ahmadiyah hingga kini masih terus diusik kelompok tertentu. Kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya pun terampas!   Bagi kita, setidaknya ada tiga sumber persoalan yang membuat kebebasan beragama di negeri Pancasila belakangan semakin tercabik.

Pertama
, kehadiran kelompok-kelompok masyarakat dan organisasi massa (ormas) yang intoleran. Sebetulnya kelompok-kelompok ini sudah teridentifikasi dan kerap melakukan tindakan polisional terhadap kelompok umat beragama minoritas. Sayangnya, aparat tak pernah tegas menindak mereka, bahkan terkesan membiarkannya.

Kedua, terkait hal itu, aparat Kepolisian sesungguhnya menjadi salah satu sumber persoalan. Keengganan aparat menindak tegas dan membawa kasus-kasus penyerangan terhadap umat beragama tertentu ke meja hijau, membuat pelaku seolah mendapat dukungan. Penegakan hukum yang lemah menjadi biang kerok terkoyaknya kebebasan beragama.

Ketiga,
faktor kepala daerah yang juga intoleran. Sejumlah kasus membuktikan kepala daerah menjadi aktor utama pelanggaran hak-hak warga negara untuk beribadah.  

Bertolak dari ketiga persoalan itu, kita mendesak pemerintah pusat, khususnya Presiden SBY sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, segera mengambil kebijakan tegas untuk menjamin kebebasan beragama. Presiden juga bisa memerintahkan Kapolri dan jajarannya menindak tegas semua pelaku aksi intoleran. Kita yakin aparat Kepolisian mampu bertindak tegas di lapangan untuk menjamin kebebasan beragama, asal diperintahkan langsung oleh atasannya.  

Sejalan dengan itu, kita mendorong Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) untuk menginventarisasi ormas-ormas yang selama ini kerap terlibat aksi-aksi intoleran. Bila akhirnya terbukti, ormas tersebut harus dibubarkan dan pimpinannya wajib mempertanggungjawabkan semua perilaku organisasi selama ini di pengadilan.  

Selain itu, pemerintah dan DPR juga harus memperketat syarat pendirian ormas, termasuk mengevaluasi keberadaan semua ormas, terkait rencana revisi UU 8/1985 tentang Organisasi Massa. Dalam revisi UU tersebut hendaknya dicantumkan kewenangan pemerintah membekukan ormas yang mencederai empat pilar bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.  

Sedangkan bagi kepala daerah yang intoleran, kita mengingatkan sumpah jabatan yang mereka ucapkan saat pelantikan. “Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai kepala daerah/wakil kepala daerah dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, danbangsa.”  

Kepala daerah yang bertindak semena-mena terhadap umat beragama minoritas jelas melanggar sumpah jabatannya. DPRD setempat bisa memproses pemberhentian kepala daerah yang melanggar sumpah. Preseden kepala daerah yang diberhentikan karena melanggar sumpah diharapkan bisa memberi efek jera terhadap koleganya yang ingin melakukan tindakan serupa.  

Sudah terlalu lama para pemimpin negeri ini, termasuk aparat Kepolisian, membiarkan kemerdekaan beribadat sebagian warga negara dirampas oleh sekelompok orang, ormas, dan juga kepala daerah. Semua itu harus segera dihentikan melalui penegakan hukum yang konsisten!   Sumber :  http://www.suarapembaruan.com/tajukrencana/kemerdekaan-beribadat-terampas/19936

Rabu, 16 Mei 2012

Bhineka :Trans TV Disomasi Terkait Pelecehan 'Wayang Bandel'

President The Hindu Center of Indonesia, Arya Wedakarna mengungkapkan kalau banyak masyarakat Hindu komplain melalui telepon, namun pihak Trans TV tidak merespon, terkait sitkom Wayang Bandel yang dinilai melecehkan figur suci umat Hindu.
Karena itu perwakilan umat Hindu di Indonesia dan Internasional berniat untuk melayangkan somasi terhadap Trans TV, selaku pihak yang menayangkan program Wayang Bandel.
"Kami melihat telah terjadi pelecehan secara terbuka terhadap simbol agama Hindu. Untuk itu, kita akan kirimkan somasi hari ini ke pihak Trans TV secara resmi," tegas Arya Wedakarna saat menggelar jumpa pers di Komala's Cafe, Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2012).
Program sitkom Wayang Bandel mengangkat tema Sastra Mahabrata, pada Sabtu (12/5/2012) lalu. Saat itu program yang dibintangi Olga Syahputra, Jessica Iskandar, Ayu Dewi dan Yadi Sembako itu, menampilkan dialog antara Pandawa dan Kurawa dengan latar belakang Istana Hastanipura dan Istana Indraprasta.
Mereka yang sebenarnya memerankan figur suci dalam kitab Weda, yaitu Yudhistira, Drupadi, Duryodhana dan Dursasana, justru bersikap main-main yang syarat pelecehan. Kata-kata kasar dari dialog tidak mencerminkan tokoh suci, bahkan jauh dari nilai kepatutan. Mereka dinilai melecehkan simbol-simbol suci agama Hindu.
Dengan nada setengah mengancam, Arya mengingatkan pihak Trans TV untuk menanggapi somasinya. Jika tidak, hukum karma yang diyakini oleh umat Hindu akan dirasakan.
"Kita percaya hukum karma ya. Karena karma tanpa kekerasan. Kalau nanti di Bali ada perempuan yang demonstrasi ya terserah saja, kalau bisa ya terima kasih sudah ditanggapi. Kita minta lembaga resmi Hindu Indonesia memberikan teguran, sebelum lembaga itu turun kami meminta respon dulu," kata Arya. (kpl/buj/dar)
Sumber: http://id.omg.yahoo.com/news/trans-tv-disomasi-terkait-pelecehan-wayang-bandel-150800147.html

Berita Terkait :

Pihak Trans TV Siap Meminta Maaf Pada Umat Hindu

Jakarta-C&R/OMG- Program Wayang Bandel yang mendapatkan teguran dari perwakilan President The Hindu Center of Indonesia. Sehubungan dengan itu pihak TransTV melalui Hardiansyah Lubis selaku Manager Public Relation mengaku siap untuk meminta maaf pada umat Hindu di Indonesia. Hal tersebut terkait dengan penampilan kisah Sastra Mahabrata yang dinilai melecehkan tokoh yang disucikan oleh pemeluk agama Hindu.
"Saya sudah dapat informasi itu secara lisan, tapi belum secara langsung menerima surat keberatan, mungkin surat keberatan yah bukan teguran," seraya menambahkan. "Kalau yang kemaren sudah tayang, kami mengakui adanya kekeliruan dan dengan ini juga kami menyampaikan permohonan maaf," ujarnya lagi saat dihubungi wartawan pada Selasa (15/5/2012).
Pihak TransTV juga berjanji akan memperbaiki dan mengevaluasi acara yang akan ditampilkan agar kelak tidak terulang kembali kesalahan serupa. "Sejak awal mendapat informasi, kami sudah sampaikan kembali kepada ke bagian produksi. Kita sudah melakukan evaluasi dan tindakannya untuk tayangan berikutnya sudah melakukan perbaikan," pungkasnya. (Rere)
sumber : http://id.omg.yahoo.com/news/pihak-trans-tv-siap-meminta-maaf-pada-umat-015132472.html

Bahan Tembaga (istilah lain bahan penghantar atau Batu sinaber)




Selasa, 15 Mei 2012

Kesehatan : 5 Alasan Perlu Minum Kopi


5 Alasan Perlu Minum Kopi

Bramirus Mikail | Asep Candra | Senin, 30 Januari 2012 | 13:52 WIB
shutterstock
KOMPAS.com - Untuk beberapa orang, meminum segelas kopi dapat menjadi cara ampuh untuk menghilangkan rasa kantuk atau pun hanya sekedar untuk memuaskan hobi. Tetapi sayangnya, kopi juga tidak pernah lepas dari isu negatif. Beberapa riset mengatakan bahwa kopi dapat menyebabkan kecemasan dan insomnia pada beberapa orang.
Tetapi di balik itu semua, kopi sesungguhnya juga memiliki manfaat sebagai penunjang kesehatan. Beth Reardon, direktur nutrisi dari Duke Integrative Medicine mengatakan bahwa, kopi mengandung senyawa antioksidan penting lebih kuat dari sumber lainnya, seperti buah-buahan dan sayuran. Berikut adalah lima alasan terbaik mengapa Anda harus minum kopi :

1. Memangkas risiko diabetes tipe 2.

Berbagai riset menunjukkan, semakin sering seseorang minum kopi, semakin kecil pula kemungkinan mereka terkena diabetes tipe 2. Sebagai contoh, wanita pascamenopause yang minum setidaknya empat cangkir kopi sehari lebih mungkin terhindar dari penyakit diabetes tipe 2, menurut sebuah studi para peneliti UCLA School of Public Health and Medicine yang melibatkan lebih dari 700 perempuan pada 2011.

Bahkan, para ahli di Australia yang mempublikasikan penelitiannya dalam Archives of Internal Medicine mencatat, setiap tambahan satu cangkir kopi dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 7 persen.

2. Melindungi kerusakan akibat sel kanker
Dalam riset terdahulu, kopi pernah "dituduh" sebagai penyebab kanker. Namun temuan itu tidak terbukti kebenarannya, karena dalam riset peneliti tidak memperhitungkan faktor pencetus lainnya seperti alkohol dan merokok. Tetapi kini, ada bukti bahwa kopi dapat melindungi terhadap kanker tertentu, dengan meningkatkan perbaikan DNA.

Beberapa studi telah menemukan hubungan terbalik antara konsumsi kopi dan risiko kanker hati. Bahkan pada tahun 2011, misalnya, peneliti dari Harvard menemukan bahwa perempuan yang minum beberapa cangkir kopi sehari (berkafein atau decaf) memiliki risiko lebih rendah terkena kanker endometrium. Studi lain juga melaporkan bahwa pada pria yang mengkonsumsi enam cangkir kopi sehari, mempunyai risiko lebih kecil menderita kanker prostat, yakni sebesar 60 pesen.

Studi-studi lainnya juga telah mengaitkan minum kopi dengan penurunan risiko kanker usus, kanker dubur, kanker mulut, dan kanker esofagus.

3. Menurunkan risiko demensia
Para ilmuwan sejauh ini tidak sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan perubahan otak terkait dengan perkembangan penyakit Alzheimer. Tapi mereka belajar lebih banyak tentang faktor risiko demensia - dan kebiasaan minum kopi terlihat memiliki pengaruh dalam menurunkan risiko demensia.

Peneliti asal Swedia dan Denmark telah melacak dampak konsumsi kopi pada 1.400 orang paruh baya selama rata-rata 21 tahun. Mereka menemukan hubungan yang jelas bahwa peserta yang minum 3-5 cangkir kopi sehari memiliki risiko lebih rendah mengembangkan demensia (65 persen).

4. Melindungi terhadap penyakit Parkinson
Untuk pria, tampaknya jelas bahwa kopi membantu menurunkan kemungkinan mengidap penyakit Parkinson. Mereka yang minum kopi sekitar 2-3 gelas sehari memiliki risiko 25 persen lebih rendah mengidap Parkinson ketimbang yang tidak sama sekali. Temuan tersebut merupakan hasil kesimpulan dari 26 penelitian yang melihat hubungan antara konsumsi kopi dan Parkinson. Tetapi, peneliti ini belum melihat hubungan yang kuat pengaruh minum kopi untuk perempuan.

5. Mencegah depresi
Para peneliti di Harvard School of Public Health melacak 50.000 perawat dalam Nurses Health Study selama lebih dari seperempat abad. Pada tahun 2011, peneliti melaporkan bahwa mereka yang minum empat cangkir kopi atau lebih per hari memiliki risiko 20 persen lebih rendah untuk mengalami depresi, dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah minum kopi. Sementara, mereka yang menenggak dua sampai tiga cangkir sehari memiliki risiko 15 persen lebih rendah mengalami depresi.
sumber: http://health.kompas.com/read/2012/01/30/13525924/5.Alasan.Perlu.Minum.Kopi

Senin, 14 Mei 2012

Kesehatan : Habis Makan, Jangan Langsung Sikat Gigi

Habis Makan, Jangan Langsung Sikat Gigi

Menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung sodium fluoride dan zinc citrate bisa membantu kurangi 8 masalah gigi dan mulut.
KOMPAS.com — Semua orang tentu ingin memiliki napas yang berbau segar. Begitu pentingnya bau mulut yang segar itu sehingga tak sedikit orang yang tak tahan untuk segera menyikat gigi segera setelah makan. Padahal, idealnya menyikat gigi sehabis makan dilakukan 20 menit kemudian.
Menurut penjelasan Prof drg Melanie Djamil, pakar kesehatan gigi dan mulut dari Universitas Trisakti Jakarta, tingkat keasaman saliva (ludah) akan menurun saat kita makan. "Ketika makan, pH akan turun dari yang normalnya 6,8 menjadi 4. Namun, secara perlahan-lahan, pH-nya akan naik kembali dalam waktu sekitar 20 menit," paparnya.
Itu sebabnya, jika kita terburu-buru menyikat gigi setelah makan, maka struktur saliva akan rusak. Padahal, saliva ini memiliki fungsi sebagai penyeimbang dan membantu proses pencernaan. Untuk menetralkan kadar keasaman mulut, drg Melanie menyarankan agar kita berkumur dengan air putih setelah makan. Berkumur dengan air putih setelah makan, khususnya makanan manis dan asam, juga disarankan untuk mengurangi jumlah bakteri di dalam mulut.
Sebenarnya penyebab napas berbau pada makanan adalah makanan yang menghasilkan uap minyak dengan bau khas yang kuat, misalnya bawang merah dan bawang putih. Ada juga sayuran dan rempah yang bisa menyebabkan napas berbau busuk. Setelah makanan tersebut dicerna, uap makanan itu diserap dan ikut dengan peredaran darah dan dibawa ke paru-paru. Di sini gas itu ikut diembuskan bersama napas.

BERITA TERKAIT :

Jadwal Menggosok Gigi yang Baik
Sebaiknya jadwal menyikat gigi anda diubah, karena masih kurang tepat. Frekuensi menyikat gigi yang baik minimal 2 kali sehari, dengan waktu yang tepat untuk menyikat gigi adalah pada saat pagi setelah sarapan, dan sebelum tidur malam.
Dalam waktu 4 jam, bakteri mulai bercampur dengan makanan dan membentuk plak gigi. Menyikat gigi setelah makan bertujuan untuk menghambat proses ini.
Lebih baik lagi, jika anda menambah waktu menyikat gigi anda setelah makan siang, atau minimal berkumur air putih setiap habis makan.
Sumber: helath Kompas.com dan berbagai sumber

Koruptor : Ari Haryo Wibowo Hardjojudanto alias Ari Sigit, Jadi Tersangka Penggelapan Dana


Hidayatul Fajri | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Senin, 14 Mei 2012 | 17:06 WIB
Dibaca: 82751
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA Ari Sigit
JAKARTA, KOMPAS.com Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan dan penipuan dana proyek senilai Rp 2,5 miliar, Ari Haryo Wibowo Hardjojudanto alias Ari Sigit belum diperiksa karena masih berada di luar negeri. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Markas Polda Metro Jaya, Senin (14/5/2012).
Rikwanto mengatakan, polisi sudah memanggil Ari Sigit, dan seharusnya minggu lalu sudah diadakan pemeriksaan. "Lawyer yang bersangkutan menyatakan, yang bersangkutan, Saudara Ari Sigit, masih di luar negeri urusan bisnis, kemudian dijanjikan minggu ini akan dihadapkan kepada penyidik untuk diadakan pemeriksaan," tambahnya.
Rikwanto menambahkan, selain Ari Sigit, polisi juga telah memeriksa karyawan PT Dinamika Andalan yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berinisial A, S, dan B. "Ini tersangka. Namun, belum kita adakan penahanan," lanjutnya.
Saat ini polisi masih melakukan pencarian terhadap SH, Direktur PT Dinamika Daya Andalan. "Ini akan kita telusuri, kenapa pengurukan tidak dilaksanakan, kemudian uangnya dikemanakan saja. Jadi, keterangan mereka akan kita konfirmasikan masing-masing, apakah mereka terlibat semuanya, apa mereka dapat bagian masing-masing, dan jumlahnya berapa; nanti kita tunggu pemeriksaan sampai lengkap, terutama terhadap Saudara Ari Sigit itu sendiri," ungkap Rikwanto.
Rikwanto juga mengatakan, keterangan Ari Sigit masih dibutuhkan untuk melengkapi keterangan tiga orang sebelumnya. "Jadi, apakah nanti mereka ini sama-sama bersepakat, dan sama-sama menikmati hasil penggelapan, nanti setelah pemeriksaan Ari Sigit mudah-mudahan bisa membuatnya lebih jelas," tambahnya.
Ari Sigit dilaporkan oleh rekan bisnisnya, Sutrisno, yang merupakan direksi di PT Rido Adi Sentosa, atas dugaan penipuan dan penggelapan dana Rp 2,5 miliar dalam kerja sama dengan PT Dinamika Daya Andalan. Ia dijerat Pasal 378 KUHP jo Pasal 372 KUHP.
Uang tersebut merupakan dana proyek pengerjaan pengerukan tanah milik PT Krakatau Wijatama di Cilegon, Banten. Pekerjaan pengerukan tersebut tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya oleh PT Dinamika Daya Andalan sebagai pemenang tender proyek. Ari Sigit adalah komisaris PT Dinamika Daya Andalan, sedangkan PT Rido Adi Sentosa merupakan subkontraktor PT Krakatau Wijatama.
 sumber: kompas.com/Senin, 14 Mei 2012

Sabtu, 12 Mei 2012

DATABASE 1028 ONLINE








    Logo RAPI

   

    Database 1028 Online
Radio Antar Penduduk Indonesia



   
   
   


Jumat, 11 Mei 2012

Kekerasan atas nama agama : RUU Kerukunan Umat Beragama Dinilai Bermasalah



foto
Seorang jemaat gereja melintas di kantor Menko Kesra sebelum melakukan demonstrasi menuntut dikembalikan nya gereja Yasmin yang disegel sejak 2010 di depan Istana Negara, Minggu 12 Februari 2012. Bangunan Gereja GKI Yasmin disegel karena dianggap memliki masalah pada surat Ijin Mendirikan Bangunan oleh pemerintah daerah Bogor. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

RUU Kerukunan Umat Beragama Dinilai Bermasalah

TEMPO.CO, Jakarta- Draf tentang RUU Kerukunan Umat Beragama yang kini ada di Dewan Perwakilan Rakyat menurut praktisi hukum Todung Mulya Lubis bermuatan timbulnya masalah. "Rancangan Undang-undang baru ini cenderung dapat disalahgunakan," katanya dalam acara diskusi 'Peran Negara Menjamin Kebebasan Beragama Dalam Tertib Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara' di Jakarta 24 April 2012. "Nggak usah ada lah (UU Kerukunan Umat Beragama), kita tidak perlu Undang-Undang baru."

Musababnya menurut dia, negara sudah terlalu jauh mengatur persoalan pribadi dan tidak menyentuh esensi permasalahan mendasar yakni kebebasan beragama. "Tidak menyentuh esensi malah terjebak pada simplifikasi pengaturan isu-isu yang sering muncul ke permukaan," katanya. Adapun simplifikasi itu merujuk aturan-aturan yang mengatur perayaan hari keagamaan, pemakaman jenazah, penyiaran agama dan pendidikan agama.

Ia juga menyayangkan bunyi pasal 25 ayat 3 yang berbunyi dalam pendirian rumah ibadah, kepala daerah harus meminta pendapat organisasi keagamaan dan pemuka agama. 
"Organisasi agama dan pemuka agama yang mana?," ujarnya. Ia mencurigai pendirian rumah ibadah GKI Yasmin dan lainnya jadi pemicu munculnya RUU Ini. "Di banyak kasus, kepala daerah cenderung mendukung kelompok yang berpendirian 'keras' dan menolak gereja."

Senada dengan Todung, Hakim Konstitusi Harjono juga skeptis tentang rancangan ini. "Jangan dengan dalih kerukunan lalu dipaksakan, kalau mau atur kerukunan atur dulu kebebasan (beragama)," katanya. Pernyataan ini kemudian diperkuat oleh Peneliti Senior The Wahid Institute, Rumadi. Ia mengkhawatirkan justru dengan adanya regulasi baru malah memperburuk keadaan. "Jangan sampai sesuatu yang sudah baik justru rusak karna adanya regulasi baru," ujarnya. "Regulasi belum tentu menghilangkan permasalahan, malah bisa menambah."

Anggota Komisi VII DPR, Ali Maschan Moesa mengakui bahwa rancangan undang-undang ini bernuansa pro kontra. "Belum dibahas saja sudah ada masukan luar biasa. Karena ini masalah agama, kami hati-hatilah tidak perlu tergesa-gesa," katanya. "Draf itu belum diprioritaskan," katanya.
http://www.tempo.co/read/news/2012/04/24/173399482/RUU-Kerukunan-Umat-Beragama-Dinilai-Bermasalah
ANANDA PUTRI

Kekerasan atas nama agama : Kronologis Penghadangan Jemaat HKBP Filadelfia


foto
Korban peristiwa pelarangan ibadat HKBP Filadelfia Antowi Anwari (kanan) saat konfrensi pers di Jakarta, Minggu (6/5). Tantowi Anwari dari Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) menjadi korban penyerangan dan pemukulan massa FPI saat meliput peristiwa pelarangan ibadah terhadap jemaat HKBP Filadelfia di Bekasi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Kronologis Penghadangan Jemaat HKBP Filadelfia

TEMPO.CO, Jakarta -- Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pendeta A.A. Yewangoe mengajak jemaat HKBP untuk berdoa, terkait peristiwa yang menimpa ibadah jemaat HKBP Filadelfia, Tambun, Bekasi, hari ini. "Kepada umat HKBP, mari kita sama-sama berdoa," ujar Yewangoe dalam konferensi pers di kantor PGI hari Minggu, 6 Mei 2012.


Minggu 6 Mei 2012 pagi tadi, jemaat HKBP Filadelfia dihadang ketika hendak beribadah. Berikut ini kronologis penghadangan tersebut.

Pukul 08.30:
Jemaat HKBP Filadeldia yang datang dengan sepeda motor, dihadang massa, Satpol PP, polisi, dan bus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, yang memblokir jalan. Massa mulai berteriak-teriak.

Pukul 09.00:
Terjadi dialok antara Pimpinan Jemaat HKBP Filadelfia, Pendeta Palti Panjaitan, pengacara gereja tersebut, yaitu Saor Siagian dan Anto Simanjuntak, dengan Ketua Kesatuan dan Kebangsaan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi, Atang, serta Ketua Satpol PP Kabupaten Bekasi, Agus Rismanto. Jemaat akhirnya membubarkan diri dan pulang.

Pukul 09.20:
Saat jemaat telah pulang, massa meneriaki dengan berbagai makian. Massa pun mengejar dua orang jemaat yang berada di barisan terakhir, serta melempari mereka dengan tanah, dan menghalang-halangi sehingga kaca spion jemaat tersebut pecah.

Pukul 09.30:
Massa bergerak menuju Villa Bekasi Indah 2, tempat mayoritas jemaat HKBP Filadelfia. Massa berpikir jemaat akan beribadah di sana. Di depan pintu masuk perumahan tersebut, massa berorasi, serta memintai Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari orang-orang yang tidak mereka kenal.
Sumber :http://www.tempo.co/read/news/2012/05/06/214402024/Kronologis-Penghadangan-Jemaat-HKBP-Filadelfia
MARIA YUNIAR

FPI : Kekerasan atas nama agama


foto
Jemaat gereja HKBP Pondok Timur Indah, tetap menggelar kebaktian di lahan kosong di Bekasi, Jawa Barat. TEMPO/Hamluddin

Polisi Bantah Membiarkan Konflik Rumah Ibadah  

TEMPO.CO, Jakarta- Kepolisian RI membantah anggotanya melakukan pembiaran ketika massamelakukan penganiayaan dan penyerangan terhadap anggota jemaat yang melakukan ibadah. Hal ini disampaikan sebagai tanggapan atas dugaan bahwa anggota Polri hanya diam meski hadir saat massamelakukan kekerasan dan penyerangan pada jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia, Jejalen Jaya, Tambun Utara, Bekasi, Jawa Barat pagi ini.

“Tidak benar, fungsi kami mencegah terjadinya konflik horizontal antara massa dan jemaat,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum, Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Ahmad saat dihubungi, Ahad, 6 Mei 2012.

Boy menyatakan, setiap anggota kepolisian sudah diberikan perintah untuk melakukan pencegahan terhadap konflik yang sering terjadi mengenai hak guna gedung ibadah. Hal ini juga dinyatakan untuk menjelaskan posisi Polri yang berada netral termasuk dalam konflik GKI Yasmin, Bogor yang belum juga selesai. “Ini masalah petugas Pemerintah Daerah, jadi biar mereka yang selesaikan,” kata Boy.

Polisi yang bertugas, menurut Boy, berusaha untuk menghindari terjadi konflik antar warga yang dapat berakibat jatuhnya korban lebih banyak. Terkait dengan kisruh HKBP Filadelfia, Boy menyatakan, belum menerima laporan secara detil. Ia juga menyerahkan koordinasi ini kepada Polda Metro Jaya untuk memeriksa beberapa dugaan peran polisi dalam kisruh HKBP Filadelfia.

Sebelumnya, Koordinator Eksekutif Komisi untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan (Kontras), Haris Azhar menyatakan, polisi adalah titik lemah terjadinya penyerangan jemaat HKBP Filadelfia. Peristiwa kekerasan dan penyerangan terhadap jemaat HKBP Filadelfia sudah terjadi berbulan-bulan dan semakin meningkat sejak bulan April 2012, akan tetapi tidak ada tindak antisipasi dari kepolisian setempat.

Berdasarkan laporan yang diperoleh Kontras setiap ibadah pada hari minggu sejumlah anggota Polsek Tambun bahkan Kepala Polsek Tambun turut hadir di tempat kejadian perkara. Tetapi mereka hanya diam saja dan membiarkan.

Polisi saat ini juga dinilai memiliki double standar. Polisi juga lebih melindungi kelompok-kelompok kuat dan mayoritas. Polisi tidak berada dalam polisi yang netral untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Berhadapan dengan kelompok-kelompok tertentu, polisi seolah takut dan diam saja. Hal ini menjadi keprihatinan Kontras terkait dengan gerakan keamanan dan penegakan hukum nasional. Polisi yang menjadi pelaksana fungsi keamanan dan penegak hukum justru tampil sangat meragukan.

Pada 12 Januari 2010, Pemerintah Kabupaten Bekasi menyegel lahan rumah ibadah jemaat HKBP Filadelfia di RT 01 RW 09 Dusun III, Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penyegelan ini menyebabkan, jemaat HKBP Filadelfia melakukan kegiatan ibadah di trotoar depan pagar lokasi rumah ibadah.

Penyegelan ini juga dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati (SK) Kabupaten Bekasi No.300/675/Kesbangponlinmas/09 pada tanggal 31 Desember 2009 mengenai Penghentian Kegiatan Pembangunan dan Kegiatan Ibadah HKBP Filadelfia. Pada Maret 2010, Jemaat HKBP Filadelfia kemudian mengajukan gugatan terhadap SK Bupati tersebut melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Bandung.

PTUN Bandung pada 2 September 2010 akhirnya mengeluarkan putusan melalui putusan nomor 42/G/2010/PTUN-BDG. PTUN mengabulkan gugatan jemaat HKBP Filadelfia seluruhnya, membatalkan SK Bupati, memerintahkan Bupati Bekasi mencabut SK-nya, dan memerintahkan Bupati Bekasi untuk memproses permohonan izin mendirikan rumah ibadah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Keputusan yang sama juga diputuskan dalam proses banding ke PTUN DKI Jakarta. Jemaat HKBP Filadelfia kembali menang melalui putusan Nomor 255/B/2010/PT.TUN.JKT, pada 30 Maret 2010. Dua putasan itu yaitu putusan PTUN Bandung dan putusan PT.TUN DKI Jakarta sendiri sudah final dan berkekuatan hukum tetap.

Akan tetapi, Bupati Bekasi hingga saat ini belum melaksanakan putusan pengadilan. Jemaat HKBP Filadelfia justru semakin mengalami teror gangguan, ancaman, dan intimidasi dari sekelompok massa saat melaksanakan ibadah atau kebaktian. Tindakan massa itu dikabarkan sudah terjadi sejak tahun 2011 dan semakin sering terjadi setiap minggu sejak awal tahun 2012.
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/05/07/214402083/Polisi-Bantah-Membiarkan-Konflik-Rumah-Ibadah
FRANSISCO ROSARIANS

MMI Anarkis : Irshad Manji: Mereka Pengecut!

TEMPO.CO, Jakarta - Penulis asal Kanada, Irshad Manji, menyebut para penyerang diskusinya sebagai pengecut. Sebab para kriminal penyerang peserta diskusi itu menyembunyikan wajah mereka di balik masker dan helm. “Mereka adalah pengecut!” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo pada Kamis, 10 Mei 2012.

Rabu, 9 Mei 2012 malam, massa Majelis Mujahidin merangsek masuk ke area pendopo LKiS (Lembaga Kajian Ilmu Sosial), Bantul, untuk membubarkan diskusi Irshad Manji, pengarang buku Allah: Liberty and Love. Namun Direktur Moral Courage Project, Universitas New York, ini tak beranjak dari tempat duduknya, begitu puluhan orang, yang rata-rata menutupi mukanya dengan helm, itu mengusir seluruh peserta diskusi.

Massa yang ikut dalam penyerangan, yang berlangsung singkat selama 15-an menit, itu pun tak dapat menemukan keberadaan Irshad Manji yang sebenarnya masih ada di pendopo LKiS. Puluhan penyerang itu justru berinisiatif menendangi piring tempat jajanan, pot bunga, dan memecahkan candela kaca-kaca kantor LKiS. Mereka juga menyerang peserta yang sebagiannya wanita dengan memukul dan menyuruh mereka pergi dari lokasi diskusi.

Beberapa massa penyerang hanya saling berteriak bersahutan menghujat Irshad Manji. “Irshad Manji, jangan rusak agama kami” dan “Jangan pernah menghina lagi agama kami dengan kampanye gay dan lesbi”, begitu mereka berteriak.

Melihat kejadian ini, Irshad merasa Indonesia berubah dari sisi toleransi agama. Saat ia datang empat tahun lalu, ia merasakan sebuah negara yang penuh dengan toleransi, keterbukaan, dan pluralisme. Oleh karena itu, ia menyebut Indonesia dalam bukunya berjudul Allah, Liberty and Love sebagai negara yang patut ditiru negara lain. “Namun sekarang banyak hal yang berubah,” kata wanita berambut cepak ini.
http://www.tempo.co/read/news/2012/05/10/063402916/Irshad-Manji-Mereka-Pengecut
MITRA TARIGAN

Berita Terkait
Mantan Fundamentalis Agama Bentuk Jaringan Damai
Irshad Manji: Toleransi di Indonesia Sudah Berubah

Diserang, Irshad Manji Tak Beranjak dari Duduk
Asisten Dipukuli, Irshad Manji Kena Pecahan Piring

Peserta Diskusi Irshad Manji di Bantul Dipukuli

Massa MMI Obrak-abrik Acara Diskusi Irshad Manji

Diskusi Irshad Manji Bubar karena Diserang MMI

Anarkis : Diskusi Irshad Manji, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Dilaporkan ke Polda


foto
Panitia diskusi buku "Allah: Liberty and Love" dan aktivis dari Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) menemui perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Yogyakarta, Kamis (10/5). Mereka mengadukan pembubaran paksa diskusi buku tersebut yang dilakukan oleh massa Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang juga mengakibatkan 7 orang peserta diskusi terluka. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta - Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) Yogyakarta beserta tujuh korban melaporkan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ke Kepolisian Daerah DI Yogyakarta, Kamis, 10 Mei 2012. "Kami laporkan MMI atas tuduhan perusakan dan penganiayaan kepada Polda DIY," kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum DIY Syamsudin Nurseha, kuasa hukum korban.

LBH DIY juga akan melaporkan insiden tersebut kepada Komnas HAM pada Jumat, 11 Mei. Itu buntut dari penyerangan dan perusakan kantor LKiS di Jalan Pura Sorowajan, Bantul, oleh sekitar 100 massa MMI pada 9 Mei malam lalu. Massa MMI juga memukul peserta diskusi buku "Allah, Liberty, dan Love" karya aktivis feminis asal Kanada, Irshad Manji, yang juga hadir kala itu.

Ketujuh korban pemukulan adalah Dewi, Asmi, Bee, Lutfi, Ina, Dewi, dan Emily. Rata-rata mengalami luka akibat pukulan tangan kosong dan menggunakan tongkat besi. Mereka ada yang luka pada bagian mulut, tangan, juga bocor pada kepala. Asisten Irshad Manji, Emily, yang berkewarganegaraan Perancis, luka pada bagian tangan terkena pukulan besi.

Hampir semua kaca jendela kantor LKiS pecah, dua monitor komputer rusak, satu set soundsystem, kursi lipat, dan beberapa piring pecah. "Kasus ini harus dibawa ke pengadilan," kata Koordinator Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK) Tri Wahyu KH.

Direktur LKiS Farid Wajidi menjelaskan bahwa kegiatan itu adalah program diskusi rutin dua mingguan atau biasa disebut Reboan. Lantara itu pula, menurut Farid, tidak perlu LKiS melayangkan surat pemberitahuan ke kepolisian setempat terkait diskusi yang digelar. "Kalau tiap diskusi, kami harus member surat pemberitahuan, ya rumit. Tapi kami sudah memberitahukan kegiatan kami kepada tokoh masyarakat sekitar secara lisan," kata Farid.

Secara terpisah, Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Anshor DIY dan Satuan Koordinator Wilayah Barisan Serba Guna (Banser) DIY juga mengadukan penyerangan MMI terhadap kantor LKiS kepada Polda DIY. Alasannya, kantor LKiS adalah bagian dari asset Nahdhlatul Ulama. "Kami kutuk aksi kekerasan itu," kata Ketua PW GP Anshor DIY Fairuz Achmad di Polda DIY.
sumber :http://www.tempo.co/read/news/2012/05/10/063403134
PITO AGUSTIN RUDIANA

FPI : Polisi Tak Berhak Bubarkan Acara Irshad Manji

| Tri Wahono | Sabtu, 5 Mei 2012 | 16:20 WIB
Dibaca: 25032

KOMPAS IMAGES/MUNDRI WINANTO Irshad Manji warga negara Kanada Director of the Moral Courage Project di New York University dievakuasi oleh Polisi saat FPI membubarkan acara kuliah umum dan peluncuran buku "Allah, Liberty, and Love" di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (4/5/2012). Alasan FPI membubarkan acara ini dan mengusir Irshad Manji adalah terdapat paham kebebasan homo dan lesbian dalam bukunya.

JAKARTA, KOMPAS.com — Zainal Abdin, aktivis Elsam, menganggap kepolisian tidak berhak membubarkan acara peluncuran buku berjudul Allah, Liberty, and Love karya Irshad Manji, di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (4/5/2012) malam.
Pada konferensi pers pengecaman pembubaran acara Irshad Manji di Komunitas Salihara, Sabtu (5/5/2012), ia mengatakan, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 13 hanya mengatur tugas pokok kepolisian, yang seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat.
Malam tadi, sebelum pembubaran acara, Kapolsek Pasar Minggu Komisaris Adri Desas Furianto mengatakan, acara peluncuran tersebut tidak memiliki izin, baik izin keramaian maupun izin pembicara warga negara asing. Adri menjelaskan bahwa pihaknya sudah memberi peringatan kepada panitia.
Atas imbauan itu, acara pun dibubarkan dan setelah itu ratusan massa dari Front Betawi Rempug (FBR) dan Front Pembela Islam (FPI) datang menuntut warga negara Kanada itu untuk angkat kaki.
Zainal menambahkan bahwa acara malam tadi hanya dihadiri sekitar 150 peserta, dan bukan diselenggarakan di fasilitas negara dan komunitas Salihara adalah ruang publik.
"Jadi sebenarnya kepolisian tidak berhak. Praduga saya ini lebih ke desakan dorongan masyarakat sehingga polisi menggunakan dalil-dalil," ujarnya.
Aning Nurjanah, Program Manager Komunitas Salihara, mengatakan, pihaknya tidak pernah sama sekali diperingatkan atas acara tersebut oleh kepolisian. Polisi baru datang beberapa saat menjelang acara dimulai, dan mengatakan bahwa masyarakat menolak serta adanya potensi ricuh.
"Acara ini juga sudah kita umumkan jauh hari, dan bukan acara mendadak," ujarnya.
Sitok Srengenge, salah satu aktivis Salihara, dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya menyesalkan tindakan kepolisian yang berpihak kepada ormas.
"Sampai detik ini kita belum diperoleh kesepakatan, apakah nanti menempuh jalur hukum atau tidak. Tapi, berkaitan dengan program yang kami rancang, apa pun yang terjadi akan kami laksanakan," tandasnya. (Nurmulia Rekso Purnomo)

Kamis, 10 Mei 2012

FPI : Lagi-lagi, Massa FPI Protes Diskusi Irshad Manji

Hindra Liu | Tri Wahono | Sabtu, 5 Mei 2012 | 21:25 WIB
Dibaca: 23159
KOMPAS IMAGES/MUNDRI WINANTO Irshad Manji, warga negara Kanada Director of the Moral Courage Project di New York University dievakuasi oleh Polisi saat FPI membubarkan acara kuliah umum dan peluncuran buku "Allah, Liberty, and Love" di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (4/5/2012). Alasan FPI membubarkan acara ini dan mengusir Irshad Manji adalah terdapat paham kebebasan homo dan lesbian dalam bukunya.
JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan orang beratribut Front Pembela Islam (FPI) mendatangi acara diskusi media dan peliputan agama yang digelar di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Sabtu (5/5/2012), dengan pembicara, di antaranya, feminis Islam asal Kanada, Irshad Manji.
Massa FPI yang berdatangan dengan menggunakan sepeda motor sempat melakukan aksi protes tak jauh dari lokasi acara. Aksi protes kali ini berlangsung tanpa adanya tindak kekerasan.
Acara diskusi yang berlangsung sekitar 90 menit ini diamankan sekitar 50 anggota Banser DKI. Massa FPI dan Banser DKI sempat melakukan dialog.
"Ada dialog antara kami (Banser) dengan FPI supaya ada kebersamaan. Wadah kita sama, Islam. Kami jelaskan bahwa acara yang kami jaga sesuai dengan UUD 1945," kata Wakil Komandan Banser DKI Jakarta Abdul Mufid kepada para wartawan seusai acara diskusi.
Selain Banser, aparat kepolisian gabungan dari Polres Metro Jakarta Selatan, Polsek Pasar Minggu, dan Polsek Pancoran, turut berjaga-jaga di sekitar lokasi acara. Mereka berjaga-jaga di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Pasar Minggu dan sekitarnya.
Tak lama setelah acara usai, Irshad Manji langsung pulang.
Ketua AJI Jakarta Umar Idris mengatakan, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Imam Sugiarto sempat meminta panitia mempercepat acara. Alasannya, massa FPI semakin dekat ke markas AJI.
"Namun, saat itu memang acara sudah hampir selesai. Acara diskusi sudah berjalan maksimal," kata Umar.

Daftar Nama 50 Penumpang Sukhoi Superjet 100 (The name list of 50 Sukhoi Superjet 100 Passenger)

Maria Natalia | Laksono Hari W | Kamis, 10 Mei 2012 | 01:47 WIB
Dibaca: 69982

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Anggota keluarga dari korban menunggu kabar di area crisis center, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (9/5/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com — Dari 50 orang yang terdaftar sebagai penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hilang pada Rabu (9/5/2012), belum diketahui nama-nama yang tidak ikut serta dalam penerbangan tersebut.
Konsultan dari PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, Rabu malam, mengatakan, ke-50 orang tersebut tercatat dalam buku tamu sebelum pesawat Sukhoi Superjet 100 melakukan demo penerbangan pada Rabu siang. Ia tak dapat memastikan apakah semua nama itu benar-benar masuk dalam pemberangkatan Sukhoi tersebut. Nama mantan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, misalnya, tercatat di urutan ke-35 pada daftar itu. Suharso akhirnya tidak ikut dalam penerbangan naas tersebut.
"Daftar manifes dibawa oleh salah satu orang, namanya Pak Yudi. Dia menjadi salah satu penumpang pesawat Sukhoi yang hilang itu. Jadi kita belum dapat pastikan siapa yang ikut dan tidak. Saya mohon maaf sebesar-besarnya, mudah-mudahan saya harapkan, ada yang termasuk dalam list, tapi tidak ikut terbang," kata Sunaryo.
Sunaryo memastikan, delapan dari 50 nama tersebut merupakan awak Sukhoi dari Rusia. Berikut nama-nama yang terdaftar dalam buku tamu penerbangan pesawat tersebut:
  1. Ahmad Fazal (Indo Asia)
  2. Insan Kamil (Indo Asia)
  3. Edward Edo M (Indo Asia)
  4. Ismie (TransTV)
  5. Aditya Sukardi (TransTV)
  6. Indra Halim (PT KAL)
  7. Riefyan S (PT KAL)
  8. Dody Aviantara (Majalah Angkasa)
  9. Yusuf (Majalah Angkasa)
  10. Femi (Bloomberg)
  11. Stephen Kamaci (Indo Asia)
  12. Kapt Aan (Kartika Air)
  13. Yusuf Ari Wibowo (Sky)
  14. Maria Marcella (Sky/Italia)
  15. Henny Stevani (Sky)
  16. Mai Syarah (Sky)
  17. Dewi Mutiara (Sky)
  18. Sussana Vamella (Sky/Italia)
  19. Nur Ilmawati (Sky)
  20. Rossy Withan (Sky)
  21. Anggi (Sky)
  22. Aditya (Sky)
  23. Kornel M Sihombing (DI)
  24. Edi Satriyo (Pelita Air)
  25. Darwin Pelawi (Pelita Air)
  26. Gatot Purwoko (Airfast)
  27. Budi Rizal (Putera Antha Dirgantara)
  28. Syafruddin (Carpedrem Mandiri)
  29. Peter Adler (Sriwijaya/AS)
  30. Herman Suladji (Air Maleo)
  31. Donardi Rahman (Aviastar)
  32. Arief Wahyudi (TR)
  33. Nam tran (Snecma/Perancis)
  34. Rully Sarmawan (Indo Asia)
  35. Suharso Monoarfa (Manhattan)
  36. Haidir Bachsin (PT Catur Daya Prima)
  37. Yalbloncev Sukhoi (Rusia)
  38. Kirkin
  39. Kocheikov
  40. Rakhimov
  41. Shvestov
  42. Martishenko
  43. Grebenshokov
  44. Kurzhupova
  45. Salim (Sky)
  46. Ade Arisanti
  47. Raymond Sukando
  48. Santi
  49. Edy Saryoko (Gatary)
  50. Ganis Arman Zuvianto (Indonesia Air Transport)

Sumber :http://regional.kompas.com/read/2012/05/10/01475165/Daftar.Nama.50.Penumpang.Sukhoi

Cari Blog Ini