Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Kamis, 26 April 2018

Cara Mencegah Radikalisme dan Terorisme


oleh : B. Alboin Pangaribuan, SE

Pro Ecclesia et Patria

Masalah Radikalisme dan Terorisme saat ini sudah marak terjadi di mana-mana, termasuk di NKRI.  Pengaruh radikalisme yang merupakan suatu pemahaman yang dibuat-buat oleh pihak tertentu tentang  agama, sosial, dan politik, seolah menjadi semakin rumit karena berbaur dengan tindak terorisme yang cenderung melibatkan tindak kekerasan. Berbagai tindakan terror bahkan  memakan korban jiwa manusia,dan  harta benda seakan menjadi cara dan senjata utama bagi para pelaku radikaldan terorisme dalam menyampaikan pemahaman mereka dalam upaya untuk mencapai sebuah perubahan sesuai selera mereka.
Dalam hal ini, seharusna bukan hanya pihak pemerintah saja yang harus mengambil bagian untuk mencegah dan mengatasinya, tetapi semua rakyat harusnya juga ikut terlibat dalam usaha mencegah gerakan  radikal dan terorisme itu, terutama para kaum pemuda-pemudi. Sebab para pemudalah yang kelak menjadi generasi penerus bangsa ini sekaligus menjadi ujung tombak untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan tindakan radikalieme dan terorisme.
Ada berbagai cara untuk  mencegah radikalisme dan terorisme agar tidak semakin menjamur, terutama di NKRI  ini, antara lain:


1.     Meminimalisir Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial yang terjadi juga dapat memicu munculnya pemahaman radikalisme dan tindakan terorisme. Maka  kesenjangan sosial haruslah diminimalisir. Misalnya faktor Ekonomi.  Faktor ekonomi adalah faktor yang paling banyak menyebabkan masalah sosial. Di antara faktor ekonomi yang menyebabkan masalah sosial, yaitu kurangnya lapangan pekerjaan dan pendapatan masyarakat yang tidak layak.  Fasilitas umum, terutama fasilitas kesehatan ,  pendidikan di kota lebih baik daripada di desa


2.     Menjaga Persatuan Dan Kesatuan

Menjaga persatuan dan kesatuan juga bisa dilakukan sebagai upaya untuk mencegah pemahaman radikalisme dan tindakan terorisme di kalangan masyarakat. Di dalam NKRI terdapat keberagaman dan kemajemukan dari berbagai masyarakat (SARA). Oleh karena itu, menjaga persatuan dan kesatuan dengan adanya kemajemukan tersebut sangat perlu dilakukan untuk mencegah masalah radikalisme dan terorisme. Salah satu yang bisa dilakukan dalam kasus Indonesia ialah memahami 4 Pilar Kebangsaaan Indonesia.

1.     Pancasila
2.     Bhineka Tunggal Ika
3.     Undang – Undang Dasar 1945
4.     Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)


3. Ikut  mendukung Aksi Perdamaian

Aksi perdamaian mungkin secara khusus dapat dilakukan untuk mencegah tindakan terorisme. Jika Radikal dan terorisme sudah terjadi, maka sebagai usaha agar tindakan tersebut tidak semakin meluas dan dapat dihentikan. salah satu cara untuk mencegah agar hal tersebut (pemahaman radikalisme dan tindakan terorisme) tidak terjadi ialah dengan cara memberikan dukungan terhadap setiap aksi perdamaian yang dilakukan, baik oleh pemerintah (Negara), organisasi/ormas maupun perseorangan.

4.     Menyebarkan Virus Damai di Dunia Maya
Pengguna internet di Indonesia yang berasal dari kalangan anak-anak dan remaja diprediksi mencapai puluhan jutaan orang. Mereka ini menggunakan internet hanya untuk mencari informasi, untuk terhubung dengan teman (lama dan baru) dan untuk hiburan. Hal inilah yang menjadi celah bagi para penyebar paham radikalisme untuk menyebarkan pahamnya di dunia maya. Oleh sebab itu, dibutuhkan aksi dari pemuda sebagai pengguna internet terbanyak di Indonesia untuk menangkal informasi-informasi yang menyesatkan dengan menyebarkan dan meng_unggah konten Damai di sosial media seperti tulisan, komik, dan meme. Sehingga konten-konten damai yang bertebaran di dunia maya dapat mengalahkan konten-konten radikal yang disebarkan oleh kelompok-kelompok radikal,.


5. Ikut Aktif  Dalam Melaporkan Radikalisme Dan Terorisme

Peranan yang dilakukan di sini ialah ditekankan pada aksi melaporkan kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan apabila muncul pemahaman radikalisme dan tindakan terorisme, entah itu kecil maupun besar. Contohnya apabila mendengar ujaran kebencian  SARA atau ceramah  bersifat adu-domba atau penghinaaan tentang keagamaan di masyarakat yang bisa menimbulkan keresahan dan konflik , maka tindakan yang pertama yang bisa dilakukan ialah segera melaporkan ke aparat yg berwenang (Polisi , TNI) berikut membawa bukti rekaman atau foto kegiatan nya  atau berkonsultasi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di lingkungan tersebut. Dengan demikian, diharapkan pihak tokoh-tokoh dapat mengambil tindakan pencegahan awal, seperti misalnya melakukan diskusi tentang pemahaman baru yang muncul di masyarakat tersebut dengan pihak yang bersangkutan.



5.     Meningkatkan Pemahaman Akan Hidup Kebersamaan

Meningkatkan pemahaman tentang hidup kebersamaan juga harus dilakukan untuk mencegah munculnya pemahaman radikalisme dan tindakan terorisme. Dengan terus mempelajari dan memahami tentang artinya hidup bersama-sama (Berbaur & tidak eksklusif) dalam bermasyarakat  bahkan bernegara yang penuh akan keberagaman. Sehingga sikap toleransi dan solidaritas perlu diberlakukan, di samping mentaati semua ketentuan dan peraturan yang sudah berlaku di masyarakat dan Negara. Dengan demikian, pasti tidak akan ada pihak-pihak yang merasa dirugikan karena kita sudah paham menjalan hidup secara bersama-sama berdasarkan ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan di tengah-tengah masyarakat dan Negara.


6.     Menyeleksi  Berita  Yang Didapatkan

Biasakan menyaring informasi yang didapatkan juga merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah pemahaman radikalisme dan tindakan terorisme. Hal ini dikarenakan informasi yang didapatkan tidak selamanya benar dan harus diikuti, terlebih dengan adanya kemajuan teknologi seperti sekarang ini, di mana informasi bisa datang dari mana saja. Sehingga penyaringan terhadap informasi tersebut harus dilakukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, di mana informasi yang benar menjadi tidak benar dan informasi yang tidak benar menjadi benar (Hoax). Oleh karena itu, kita harus bisa menyaring informasi yang didapat sehingga tidak sembarangan membenarkan, menyalahkan, dan terpengaruh untuk langsung mengikuti informasi tersebut.

8. Mendeteksi dini gejala timbulnya gerakan Radikalisme dan Terorisme
Memahami bahayanya gerakan  radikalisme dan terorisme bagi kehidupan, terutama kehidupan yang dijalani secara bersama-sama dalam dasar kemajemukan atau keberagaman. Oleh karena itu melakukan pendeteksian  dini gejala timbulnya Radikalisme Dan Terorisme adanya adalah sangat penting. Langkah preventif yang dapat dilakukan adalah melaporkan segera mungkin kepada pihak yang berwenang  (Kepolisian, TNI )  para oknum atau kelompok yang sengaja menyebarkan ujaran kebencian tersebut.
Demikianlah beberapa cara mencegah radikalisme dan terorisme yang mungkin saja  muncul di kalangan masyarakat di sekitar kita. Cara pencegahan ini harus diketahui dan dilakukan oleh siapapun, terlebih generasi muda yang merupakan ujung tombak penerus bangsa di masa depan.  Semoga uraian singkat ini bisa bermanfaat.  Mari kita kawal NKRI ini dan jangan terpengaruh dan menolak keras  paham radikalisme dan terorisme yang penuh kekerasan dan konflik di bumi Indonesia tercinta  ini.  Pertahankan  4  Pilar kebangsaan : Pancasila.  Bhineka Tunggal Ika,  Undang – Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).     Kita  butuh hidup  nyaman, aman serta kedamaian.  Sebab  DAMAI  ITU  INDAH.

Minggu, 08 Oktober 2017

Budaya Kekerasan

Budaya Kekerasan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Oleh: Agus Prasetyo
Kita semua setuju bahwa budaya kekerasan tidak baik.Ledakan bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton adalah bentuk budaya kekerasan. Oleh karena itu semua orang (kecuali teroris tentunya) mengutuknya.
Namun pernahkah kita berpikir bahwa budaya kekerasan telah menyelinap masuk demikian jauh dalam kehidupan kita sehari-hari? Bentuk-bentuk umum dari kekerasan adalah perang, atau bentrokan antara demonstran dengan polisi atau peristiwa penggusuran.
Ada baiknya kita mulai berpikir apakah tindakan kita termasuk bentuk kekerasan atau tidak. 1. Dalam Masyarakat Tindakan penggusuran tentu diamini adalah bentuk kekerasan. Namun pernahkah kita berpikir bahwa perilaku berkendaraan yang buruk di jalan seperti menyalip atau melanggar lampu merah adalah juga bentuk kekerasan?
Perilaku bunuh diri juga merupakan bentuk kekerasan yang ditujukan pada diri sendiri.
2. Dalam Pendidikan Syarat kelulusan yang sebetulnya baik sering dipakai sebagai dalih untuk beban keuang

Wiro Sableng #1 : Empat Berewok Dari Goa Sanggreng

Wiro Sableng #1 : Empat Berewok Dari Goa Sanggreng Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : EMPAT BEREWOK DARI GOA SANGGRENG

"Ini!" kata laki-laki berkumis melintang itu dengan suara kasar. "Berikan sama dia! Aku harus terima jawaban hari ini juga, Kalingundil!! Kau dengar!?" Orang yang bernama Kalingundil mengangguk. Diambil surat yang disodorkan.

"Kalau dia banyak bacot.....," kata laki-laki berkumis melintang itu pula, "bikin beres saja. Berangkat sekarang, jika perlu bawa Saksoko!" Kalingundil berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Dan bila Kalingundil baru saja lenyap di balik pintu maka menggerendenglah Suranyali, laki-laki yang berkumis tebal itu.

"Betul-betul perempuan laknat! Perempuan haram jadah!" Dibulatkannya tinju kanannya dan dipukulkannya meja kayu jati di hadapannya.

"Brakk!!"

Papan meja pecah. Keempat kaki meja amblas sampai tiga senti ke dalam lanci ubin dan ubin sendiri retak-retak! Kemudian dia berdiri. Tubuhnya menggeletar oleh am
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #1 : Empat Berewok Dari Goa Sanggreng Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Cari Blog Ini