Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.
Tampilkan postingan dengan label Jenderal polisi kaya-raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jenderal polisi kaya-raya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2013

Mutasi Polri


Mutasi Polri Dinilai Regenerasi Positif
Inno Jemabut | Sabtu, 08 Juni 2013 - 11:43:31 WIB
: 243


(dok/SH)
Mutasi itu diharapkan bisa membuat kapolda-kapolda baru matang pada waktu pengamanan pemilu nanti.

JAKARTA – Mabes Polri kembali menggelar mutasi besar-besar menjelang pergantian Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Mutasi kali ini juga mencakup pergantian 10 kapolda, di antaranya Kapolda Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim).
Menyikapi mutasi itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane, kepada SH di Jakarta, Sabtu (8/6) pagi ini menyatakan, mutasi tersebut dianggap positif untuk kemajuan Polri ke depan. Sejumlah perwira muda, baik yang belum pernah memegang jabatan di suatu wilayah atau yang selama ini hanya bergelut di sektor pendidikan, kini dipercaya menjadi kapolda.
“Secara umum mutasi jabatan kapolda tersebut positif. Ini regenerasi biasa, tetapi banyaknya perwira muda yang dipercaya cukup baik,” katanya.
Beberapa perwira yang selama ini bergelut di sektor pendidikan dipercaya menjadi kapolda menunjukkan bahwa lembaga pendidikan bukan lagi tempat buangan bagi yang berkarier sebagai polisi. “Siapa pun yang profesional dalam menjalankan tugas bisa dipercaya. Tidak perlu lagi cemas, kalau kerja di lembaga pendidikan, karier akan mentok,” tegasnya.
Ia berharap mutasi yang dilakukan jauh sebelum pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) bisa membuat Kapolda-kapolda tersebut matang pada waktu pengamanan pemilu nanti. Setidaknya, semangat muda para Kapolda tersebut bisa menjadikan aparat kepolisian lebih netral dalam menjalankan tugas terkait dukung mendukung kepentingan politik.
Sebelumnya, surat telegram Mabes Polri bernomor ST/1194/VI/2013 yang diterima Sabtu (8/6) pagi ini menyebutkan, terdapat 76 perubahan posisi di lingkungan Polri. Banyak jenderal yang menempati posisi baru. Mutasi kali ini juga mencakup pergantian 10 kapolda, di antaranya Kapolda Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim).
Salah satu yang dimutasi adalah Kapolda Jatim Irjen Hadiatmoko. Dia selanjutnya menjadi Perwira Tinggi Mabes Polri dan digantikan oleh Kakorbrimob Irjen Unggung Cahyono.
Yang paling mencolok adalah pergantian Kapolda Jabar Irjen Tubagus Anis Angkawijaya. Anis diangkat menjadi Kepala Divisi Teknologi Informasi Polri. Jabatannya di Jawa Barat diserahkan ke Irjen Suhardi Alius yang sebelumnya menjabat Kepala Divisi Humas Mabes Polri.
Lainnya, Kapolda Jambi Brigjen Husen Karta Dipoera akan menjadi Widyaiswara Utama Sespim Lemdikpol Polri. Dia digantikan oleh Brigjen Satriya Hari Prasetya yang sebelumnya menjabat Karorenmin Bareskrim, Kapolda Sumut Irjen Wisnu Amat Sastro menjadi Wakabaharkam Mabes Polri. Posisinya digantikan oleh Irjen Syarief Gunawan yang sebelumnya Widyaiswara Utama Sespim Lemdikpol Polri.
Mutasi lainnya, yakni Kapolda Riau Brigjen Suedi Husen akan menjadi Kasespimmen Sespim Polri Lemdikpol, digantikan oleh Brigjen Condro Kirono yang sebelumnya adalah Karobinops Sos Polri, Kapolda Jateng Irjen Didiek Sutomo Triwidodo bakal menjadi Wakabaintelkam Mabes Polri.
Posisinya digantikan oleh Irjen Dwi Priyatno yang sebelumnya adalah Sahlisospol Kapolri, Kapolda Sulsel Irjen Mudji Waluyo menjadi Sahlisospol Kapolri. Jabatannya digantikan Irjen Burhanuddin Andi yang sebelumnya adakah Widyaiswara Utama Sespim Lemdikpol Polri.
Lainnya, Kapolda Kepri Brigjen Jotje Mende akan menjadi Kasespimti Sespim Polri Lemdikpol. Jabatannya akan diisi oleh Brigjen Endjang Sudrajat yang semula adalah Dirsosbud Baintelkam, Kapolda Kaltim Brigjen Anas Yusuf dipromosikan menjadi Wakabareskrim). Posisi yang ditinggalkannya diisi oleh Brigjen Dicky D Atotoy yang sebelumnya Kapolda Sulut. 
Posisi Kapolda Sulut diisi oleh Brigjen Robby Kaligis yang sebelumnya adalah Irwil V Itwasum Polri.
Terakhir Kapolda Kalteng Brigjen Bachtiar Hasanuddin Tambunan akan menjadi Inspektur I Inspektorat BNN. Posisinya digantikan oleh Brigjen Djoko Mukti Haryono yang sebelumnya adalah Analis Kebijakan Utama Bidang Kamneg Baintelkam Polri. (Norman Meoko)
Sumber : Sinar Harapan (http://www.shnews.co/detile-20572-mutasi-polri-dinilai-regenerasi-positif.html)

Selasa, 19 Maret 2013

Kasus Irjen Djoko diacak-acak, apa kabar rekening gendut?

Reporter : Dedi Rahmadi
Rabu, 20 Maret 2013 09:17:51
Kasus Irjen Djoko diacak-acak, apa kabar rekening gendut?
Figure terkait Djoko Susilo Susno Duadji

Ternyata kasus rekening gendut jenderal Polri bukan pepesan kosong. Buktinya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan kekayaan Irjen Djoko Susilo senilai lebih dari Rp 100 miliar.
Bagaimana dengan sejumlah jenderal di Korps Bhayangkara diketahui memiliki rekening jumbo, seperti Irjen Mathius Salempang, Irjen Budi Gunawan, Komjen Susno Duadji dan Irjen Badrodin Haiti.
Sejumlah pihak sebenarnya sudah mendesak agar polisi mau membuka ini. Bahkan, ICW juga pernah mengirimkan surat permintaan data ke Mabes Polri untuk mengumumkan siapa pemilik rekening, namun tak digubris.
Akhirnya Indonesian Corruption Watch (ICW) melaporkan Mabes Polri ke Komisi Informasi Pusat (KIP). ICW menilai Polri sengaja menutupi informasi terkait laporan rekening tersebut.
Melalui sidang ajudikasi, KPI memutuskan agar Mabes Polri membuka 17 rekening gendut milik sejumlah perwira Polri. Bukannya mengikuti dan menghormati putusan itu, Mabes Polri malah mengajukan banding ke PTUN. Namun, pada 6 Juni 2011, Mabes Polri mencabut banding itu.
Hingga kini tidak ada tanda-tanda rekening gendut akan dituntaskan. Padahal, telah ada Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 2 Tahun 2011 tentang Tata cara Penyelesaian Sengketa Informasi Publik di Pengadilan.
Tentu publik berharap temuan soal rekening gendut ini dapat segera dituntaskan. Kapolri Jenderal Timur Pradopo harus berani mengambil tindakan jika memang anak buahnya melakukan penyimpangan.
Bukan tanpa alasan Polri enggan mengungkap rekening gendut itu jika salah satu petingginya, Irjen Djoko memiliki harta dari Jakarta hingga ke Bali.
Di Jakarta, Irjen Djoko Susilo diketahui memiliki rumah di Jalan Prapanca Raya, Jalan Cikajang, Jalan Elang Mas di Tanjung Mas, Jakarta. Di Depok, IrjenDjoko Susilo memiliki sebuah rumah di kawasan Pesona Kayangan Depok, Jawa Barat.
Sementara di Solo, penegak hukum itu memiliki sejumlah rumah yang terletak di Jalan Samratulangi No 16, RT 01 RW 07 Manahan, Banjarsari dan Jalan Perintis Kemerdekaan Kelurahan Sondakan Solo, Jawa Tengah.
Di Semarang, Irjen Djoko Susilo juga memiliki rumah yang beralamat di Jalan Bukit Golf, kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Sementara, di Yogyakarta Irjen Djoko Susilo juga memiliki rumah yang terletak di Jalan Patehan Lor No 34 dan 36, di Jalan Langenastran Kidul No 7 Yogyakarta. Saat ini seluruh rumah tersebut telah disita KPK.
KPK juga menemukan aset kekayaan Irjen Djoko Susilo dalam bentuk SPBU. Tak tanggung-tanggung, perwira tinggi Polri itu memiliki tiga unit SPBU yang tersebar di Ciawi, Bogor; Kapuk, Jakarta; dan Kaliungu, Semarang. Saat ini tiga SPBU itu telah disita KPK. Namun, masih tetap beroperasi seperti biasa.
Tak cukup sampai di situ, KPK juga menyita tiga mobil mewah dan satu Avanza milik Irjen Djoko Susilo. Tiga mobil mewah itu di antaranya Jeep Wrangler, Nissan Serena, dan Toyota Harrier.
Beberapa waktu lalu, KPK juga menemukan aset kekayaan Irjen Djoko Susilo dalam bentuk bus pariwisata. Enam buah bus pariwisata tersebut sebelumnya disimpan irjen Djoko Susilodi Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Namun, saat ini empat di antaranya telah di parkir di samping Gedung KPK, Jakarta.
Terbaru, Irjen Djoko Susilo juga ternyata memiliki aset kekayaan di Bali. Aset kekayaan itu dalam bentuk rumah di Perumahan Harvestland Jl Raya Kuta, dan tanah atau sawah seluas 7.000 meter yang terletak di Tabanan Desa Sudimara.
[ian]
Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/kasus-irjen-djoko-diacak-acak-apa-kabar-rekening-gendut.html

Cari Blog Ini