Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Rabu, 14 Maret 2012

FPI : GP Anshor, NU, Gereja & Misionaris Kristen Bersatu Hadang FPI

GP Anshor, NU, Gereja & Misionaris Kristen Bersatu Hadang FPI

JOMBANG (voa-islam.com) – Tak mau kalah dengan gerombolan Jaringan Islam Liberal (JIL) bersama kaum bencong, pria rambut gimbal bertato dan cewek perokok bertato yang menggelar aksi "Indonesia Tanpa FPI" di Jakarta.
Di bawah payung aliansi Bhineka Tunggal Ika, GP Ansor Jombang bersama sekitar 15 ormas NU dan Kristen yang ada di Kabupaten Jombang Jawa Timur menyatakan siap menghadang masuknya Front Pembela Islam (FPI) ke kota santri itu. Bahkan, GP Anshor mengancam, jika FPI berulah, Ansor siap pasang badan dengan menurunkan Banser (Barisan Ansor Serbaguna).
Ketua GP Ansor Jombang , Solahaul Am Notobuono alias Gus Aam mengklaim sudah mengumpulkan organisasi lintas agama. Selanjutnya, 15 ormas tersebut menandatangani pernyataan sikap keberatan atas hadirnya FPI di Jombang. Ke-15 ormas itu di antaranya PC NU, Badan Kerjasama Gereja-gereja (BKSG), INTI, Ansor, Persekutuan Gereja dan Lembaga Injil Indonesia (PGLII), Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jombang, Gereja Bethany Jombang, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), PMII, Lakpesdam NU, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jombang, dan Persaudaraan Lintas Agama dan Etnis (Prasasti) Jombang.
Dalam surat pernyataan itu, mereka mendesak seluruh keamanan dan pemerintah kabupaten Jombang agar mempertimbangkan acara yang akan digelar oleh FPI di Jombang. Karena menurut mereka, jejak rekam FPI selama ini identik dengan aksi-aksi kekerasan. Nah, 15 organisasi yang tergabung dalam justru khawatir FPI akan menyebabkan keresahan warga Jombang.
Gus Aam mengatakan, Jombang merupakan tempat keharmonisan umat beragama di Indonesia. “Untuk itu kami siap mempertahankan keberadaan yang sudah kondusif ini,” tukasnya, sebagaimana dikutip sebuah situs Katolik, Rabu (29/2/2012).
Hal senada dilontarkan Pendeta Christian Muskanan, dari PGLII (Persekutuan Gereja dan Lembaga Injil Indonesia). Menurutnya, Kabupaten Jombang selama ini cukup harmonis. Mulai antar etnis hingga antar agama. Pihaknya malah khawatir kehadiran FPI dapat memperkeruh keharmonisan yang sudah terjalin di Jombang.
“Apalagi jejak rekam FPI identik dengan kekerasan. Ini sangat berbahaya,” tambah pendeta Christian.
Surat pernyataan yang keberatan sejumlah ormas itu selanjutnya akan dikirim ke Muspida setempat. Mulai dari Kapolres, Bupati, Komandan Kodim, hingga Kejari, Ketua DPRD, serta Ketua Pengadilan Negeri (PN). Dan berharap surat ini dijadikan pertimbangan.
Didukung Warga Jombang, FPI Tak Gentar
Isu pembubaran ormas FPI baik di Jakarta maupun di berbagai daerah yang terus menggelinding itu tidak membuat FPI Jombang gentar. Bahkan, mereka bertekad untuk terus mempertahankan eksistensi FPI, apapun yang terjadi. Karena FPI adalah organisasi yang legal.
Tekad itu dilontarkan oleh Ketua FPI Jombang, Habib Abu Bakar Assegaf, sepekan sebelumnya. “Kita menolak adanya upaya pembubaran FPI yang diserukan musuh-musuh. Kita adalah ormas legal,” tegas Abu Bakar.
Abu Bakar berpandangan, orang-orang yang menyerukan pembubaran FPI hanyalah aktivis liberal yang tidak pernah konsisten dalam bersikap. Artinya, di satu sisi mereka berteriak demokrasi, tapi di sisi lain ingin semua seperti mereka. Mereka tidak mau ada kelompok berbeda. Padahal jika benar demokrasi, mereka mestinya menerima setiap perbedaan yang ada.
Aktivitas FPI di Jombang, lanjut Abu Bakar, lebih cenderung sebagai majelis zikir setiap Sabtu malam di kediamannya. Nah, di tempat itulah mereka membaca berbagai macam dzikirm dan salawat diiringi rebana.
Penerimaan FPI di Jombang itu, kata Abu Bakar, dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang mengadukan keresahannya. Salah satu contohnya yakni saat Cafe D’Bor di belakang Masjid Jami, Jalan Arif Rahman Hakim terlibat konflik dengan warga di sekitarnya pada bulan puasa lalu. Saat itu, warga yang tak terima karena terusik cafe buka hingga malam hari di bulan puasa terlibat perkelahian dengan penjaga cafe. “Begitu warga mengadu ke kita, kita langsung datangi lokasi,” katanya. [silum/dbs]
Sumber : http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/03/01/17986/masya-allah-gp-anshor-nu-gereja-misionaris-kristen-bersatu-hadang-fpi/

FPI Salah Satu Ormas yang Paling Banyak Kasus di Indonesia

FPI Salah Satu Ormas yang Paling Banyak Kasus di Indonesia

Arbi Anugrah - detikNews
Jumat, 17/02/2012 19:28 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame
Jakarta Organisasi Masyarakat (ormas) yang paling sering melakukan tindakan kekerasan adalah FPI. Dari data yang ada sebanyak 29 kasus tindak kekerasan terjadi di tahun 2010 dan pada tahun 2011 terjadi 5 kasus tindak kekerasan.

"Dari data yang ada di saya hanya 1 yaitu dari FPI tahun 2010 sebanyk 29 kasus dan pada tahun 2011 itu 5 kasus. Sedangkan untuk tahun 2012 belum saya masukkan," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Saud Usman Nasution kepada wartawan di Mabes Polri Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan Jumat (17/02/2012).

Menurut dia, aksi kekerasan yang dilakukan FPI dari data-data tersebut semuanya terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

"Aksi kekerasan yang dilakukan kelompok orang yg mengatasnamakan FPI terjadi di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Sumatra Utara dan Sumatra Selatan," jelasnya.

Sementara peran Polri hanya memberikan masukan saran ke Kemendagri dan dari aspek hukum Ketua Mahkamah Agung, sedangkan di lingkup daerah Gubernur, Bupati, walikota,

Dari peraturan yang berlaku saat ini Untuk ormas yang sudah sering melakukan tindak kekerasan akan dilakukan dua tindakan yaitu pembekuan dan pembubaran terhadap organisasinya sementarta individunya kita proses hukum.

"Dua tindakan seperti pembekuan dan pembubaran akan dilakuakan setelah melalui peringatan-peringatan lisan maupun tertulis hingga memanggil ormas yang bersangkutan," ungkapnya.

sumber :http://news.detik.com/read/2012/02/17/192849/1845528/10/fpi-salah-satu-ormas-yang-paling-banyak-kasus-di-indonesia?nd992203605
(arb/gah)

FPI Akui 3 Perusak di Kantor Kemendagri Anggotanya

E Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 17/02/2012 20:32 WIB

Jakarta Aparat Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menangkap tiga orang pria yang melakukan perusakan di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu. Secara terang-terangan, Front Pembela Islam (FPI) mengaku bahwa ketiganya merupakan anggotanya.

"Kalian lihat sendiri, kalian yang sorot, mereka pakai pakaian FPI, itu betul dari FPI. Kita akui kalau itu kesalahan anak-anak kita dan langsung kita serahkan ke Polda," kata Ketua DPD FPI Jakarta Habib Salim Alatas kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/2/2012).

Ia mengatakan, FPI memiliki aturan tersendiri bagi anggotanya bila melakukan pelanggaran hukum. FPI bahkan memberikan sanksi tegas bila anggotanya terbukti melakukan kesalahan.

"Ada sanksinya. Kita pecat kalau memang bersalah," tegas dia.

Tiga orang bernama Muhammad Syafii, Mulus Sanjaya dan Firdaus bin Abu Bakar ditangkap polisi saat melakukan aksi anarkis di depan kantor Kemendagri beberapa waktu lalu saat demo penolakan pencabutan Perda miras. Ketiganya dijerat Pasal 170 dan 406 KUHP tentang perusakan.

Sementara itu, terkait pemukulan terhadap peserta demo anti-FPI di Bundaran Hotel Indonesia (HI) beberapa waktu lalu, Habib Selon membantah bahwa orang yang ditangkap polisi adalah anggota FPI.

"Kalau yang di HI, itu mungkin simpatisan. Simpatisan boleh saja tukang bakso, siapa pun. Antum juga kalau mau jadi simpatisan boleh-boleh saja," katanya.
Sumber : http://news.detik.com/read/2012/02/17/203249/1845555/10/fpi-akui-3-perusak-di-kantor-kemendagri-anggotanya?nd992203605
(mei/mad)

Tidak Pantas Menteri Foto Bareng Perempuan Seksi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II yang merupakan pembantu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pagi ini, Senin (12/3/2012), bikin heboh.

Sebuah harian terkemuka di Jakarta menampilkan foto ketiga menteri itu tengah berpose bersama 10 caddy golf, perempuan cantik dan seksi yang biasanya melayani para pegolf ketika sedang bermain golf.
Para perempuan itu mengapit ketiga menteri dalam foto dan mereka menggunakan pakaian yang umum dipakai caddy golf yakni rok mini dan baju lengan pendek yang cukup ketat.

Ketiga menteri itu adalah Menteri ESDM Jero wacik, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal.

Di Twitter, beragam tanggapan muncul mengenai foto ketiga menteri itu.
Ketua DPP Partai Hanura, Yuddy Chrisnandi, misalnya mengatakan.
"Para Menteri main Golf, wajar saja. Tapi Para Menteri mejeng foto bareng dengan 10 Gadis 'caddyGolf' disaat rakyat prihatin BBM naik,apa pantas?" ujarnya Senin(12/3/2012).

Lebih jauh dikatakan main golf boleh saja sebab golf adalah olahraga kelas menengah atas jadi wajar saja kalau olahraga golf diminati oleh para Menteri.
"Begitupun juga berfoto di lapangan Golf, wajar dilakukan untuk kepentingan dokumentasi pribadi. Namun,bila pejabat tinggi negara setingkat Menteri berfoto ria di lapangan golf bersama para gadis Caddy, apakah juga bisa dianggap wajar?terlebih dipublikasikan secara luas di media masa. Kesannya,sebagai pejabat tinggi Negara tidak berempati pada kondisi masyarakat yg tengah prihatin menghadapi kenaikan BBM didepan mata. Saya berpendapat hal ini kurang elok," ujarnya.

Sementara Mantan Sekretaris BUMN Said Didu dalam akun twitternya mengatakan itu kerjaan EO (event organizer).

Aktivis 98: Bingkai Foto Dipecahkan Peringatan Buat SBY TRIBUNnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Aksi mahasiswa memecahkan bingkai foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang terpasang di pilar-pilar lobi gedung Nusantara III komplek DPR/MPR sore ini adalah ekspresi ketidak percayaan mahasiswa. Mahasiswa, tidak percaya lagi terhadap kepemimpinan Presiden SBY yang semena-mena menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM)."Kebetulan saya tadi sempat menyaksikan sekilas aksi mahasiswa saat saya melintas di gedung Nusantara III DPR/MPR. Saya sangat mengapresiasi aksi mahasiswa yang dengan kesatria berani meruntuhkan simbol-simbol kekuasaan yang korup, tidak pro rakyat, dan tidak pro kepentingan nasional Indonesia yang disimbolkan oleh SBY-Booediono," tegas Masinton Pasaribu, Rabu (14/3/2012).
Dalam sejarahnya, kata mantan aktivis 98 ini, gerakan mahasiswa adalah garda terdepan yang bergerak menyuarakan kehendak dan aspirasi rakyat. Dan saat ini mahasiswa sudah bergerak di berbagai daerah menolak kebijakan pemerintahan SBY-Boediono menolak kenaikan harga BBM, mendesak agenda pemberantasan korupsi, dan nasionalisasi perusahaan tambang asing.
"Suara mahasiswa adalah suara yang menyuarakan penderitaan rakyat dan bangsa Indonesia yang semakin tertindas dan semakin dimiskinkan oleh sistem kekuasaan yang mengabdi pada kepentingan pemilik modal asing dan pemodal nasional yang memiskinkan Indonesia," tegasnya.
Sikap mahasiswa Indonesia, katanya lagi, sudah mengkerucut pada ketidak percayaan terhadap pemerintahan SBY-Bodeiono yang lebih berperan sebagai pemerintahan boneka yang dikendalikan oleh kekuatan asing. Sikap ketidak percayaan mahasiswa diekspresikan dengan aksi-aksi penolakan kedatangan presiden maupun wakil presiden ke berbagai daerah yang diikuti dengan pembakaran foto-foto SBY-Boediono.
"Jika presiden SBY tetap memaksakan kehendaknya tetap menaikkan harga BBM, maka mahasiswa dan rakyat Indonesia juga berhak menyatakan menolak kenaikan harga BBM dengan berbagai cara dan dengan berbagai ekspresi aksi-aksi penolakan kenaikan harga BBM," Masinton mengingatkan.
 sumber : id.berita.yahoo.com/aktivis-98-bingkai-foto-dipecahkan-peringatan-buat-sby-123708487.html;

Kamis, 08 Maret 2012

Sehat : Laser pada Operasi Katarak


05.03.2012 11:37

Penulis : Saiful Rizal   

(foto:dok/ist)
JAKARTA - Teknologi dunia kedokteran terus berkembang. Salah satu yang terbaru adalah teknik pembedahan dalam operasi katarak yang disebut Femtosecond Cataract Surgery.
Dengan teknik ini dimungkinkan operasi penggantian lensa mata tanpa sayatan pisau bedah, karena telah diganti dengan menggunakan laser.
"Dengan teknik ini, sayatan yang dilakukan jauh lebih akurat, sebab luka sayatan dalam operasi katarak dengan metode ini hanya berkisar 1,8-2,0 milimeter," kata Prof Istiantoro, ahli mata dari Jakarta Eye Center, di Jakarta, Minggu (4/3). Bahkan dengan cara seperti itu pascaoperasi pasien tidak perlu diperban matanya. Masa penyembuhannya hanya butuh waktu 1-2 hari.
Dokter ahli mata dari Jakarta Eye Center, Dr Darwan M Purba, SpM, mengemukakan katarak bukan penyakit tapi lebih karena degenerasi usia, seperti layaknya tumbuhnya uban di rambut. Katarak adalah terganggunya penglihatan akibat keruhnya lensa mata.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, angka kebutaan di Indonesia masih sangat tinggi, yaitu 3,7 juta orang. "Dari jumlah itu, 70 persen di antaranya disebabkan katarak, dan angka itu diperkirakan akan terus bertambah," ucapnya.
Salah satu penyebab katarak adalah mata terpapar langsung oleh sinar ultra violet atau sinar matahari sehingga seseorang yang karena pekerjaannya mudah terkena langsung sinar matahari, seperti buruh bangunan, nelayan, dan petani, lebih cepat terkena katarak. Lain halnya dengan orang yang bekerja di gedung perkantoran yang lebih lambat terserang katarak.
Katarak adalah perubahan yang terjadi pada lensa mata, yang tadinya jernih dan tembus cahaya, menjadi keruh. Gejala yang sering terjadi pada penderita katarak adalah saat melihat objek selalu terhalang sesuatu, seperti kabut atau asap. Selain itu, pandangan menjadi keruh dan bila terkena cahaya akan langsung menyilaukan.
"Katarak umumnya menyerang para orang tua, jumlahnya mencapai 60 persen dari total penderita katarak di Indonesia," tuturnya.
Dengan teknik Femtosecond Cataract Surgery ini, pengirisan kornea, membuat sayatan pada lensa, membelah-belah lensa, semua dilakukan dengan menggunakan laser. Pengirisan dengan menggunakan laser jauh lebih akurat daripada menggunakan pisau bedah.
Setelah pembedahan, akan ditanam lensa tiruan yang dapat bertahan sangat lama. Pada teknik ini hampir tidak ada efek samping.
Sumber: http://www.sinarharapan.co.id/content/read/laser-pada-operasi-katarak/

Senin, 05 Maret 2012

Bantuan AS di Sidang Teroris Salahi Aturan

Kerja sama penanganan teroris hanya berupa tukar menukar informasi.

Senin, 5 Maret 2012, 14:20 WIB
Eko Huda S 
 
Terdakwa teroris Umar Patek di persidangan (ANTARA/M Agung Rajasa)
 
 
VIVAnews - Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Tubagus Hasanuddin, mengatakan aparat negara asing tak boleh terlibat dalam pengamanan persidangan kasus teroris di Indonesia. Apalagi, tak ada klausul perjanjian yang menyebut bantuan tersebut.

"Itu menyalahi ketentuan," kata TB Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 5 Maret 2012.

Dalam persidangan terdakwa kasus teroris Umar Patek di Pengadilan Negeri Jakarta Barat beberapa waktu lalu, terlihat sejumlah aparat keamanan dari AS. Pengamanan itu mengundang reaksi dari beberapa pihak.

Menurut politisi PDIP ini, sangat sulit menerima kerja sama berupa bantuan pengamanan sidang dari negara manapun, termasuk Amerika Serikat. Karena, kerjasama pada umumnya lebih menekankan pada peningkatan sumber daya manusia, misalnya melalui pendidikan.

Dia mengatakan, perjanjian penanganan terorisme pada dasarnya terkait tukar menukar informasi untuk memudahkan usaha pengejaran dan penangkapan anggota jaringan teroris.
"Amerika juga tidak boleh mengerahkan pasukannya ke negara lain, pasukan khusus Army maksudnya. Tetapi, kalau CIA atau barangkali polisi federalnya itu bisa. Tetapi itu harus tetap dipertanyakan lebih jelas," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, yang baru dilantik Presiden SBY di Istana Negara, Kamis 1 Maret 2012 lalu, meminta publik tidak berlebihan menanggapi bantuan pengamanan dari AS dalam sidang kasus terorisme. Menurut dia, bantuan AS itu wajar dan tak ada kepentingan tertentu di balik pengamanan pasukan khusus tersebut.
Laporan: Oscar Ferri
sumber:vivanews.com, Senin 05 Maret2012/ http://nasional.vivanews.com/news/read/293529-bantuan-as-di-sidang-teroris-salahi-aturan

Teroris bom buku divonis 12 tahun penjara

Senin, 05 Maret 2012 15:05 wib

Pengadilan Negeri Jakarta Barat akhirnya menjatuhkan vonis hukuman penjara 12 untuk Hendi Suhartono salah seorang terdakwa kasus terorisme bom buku.

Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta hukuman penjara selama 18 tahun.

Meski mendapat vonis yang lebih ringan dari tuntutan jaksa, Hendi menyatakan pikir-pikir atas vonis yang dibacakan hakim Encep Yuliadi itu.

Sebelumnya dalam surat dakwaannya, jaksa menyatakan Hendi bersama terdakwa lainnya Pepi Fernando membuat sejumlah bom yang berbentuk buku.

Bom-bom buku itu kemudian dikirimkan ke beberapa orang yang alamatnya dicari Hendi melalui internet.

Setelah melakukan pencarian sejumlah nama kemudian dijadikan target antara lain musisi Ahmad Dhani, politisi Japto Suryosumarno, aktivis Islam Liberal Ulil Abshar Abdalla dan Kalakhar BNN Goris Mere.

Sementara itu, Pepi berperan untuk menggerakkan kelompok terornya yang beranggotakan sejumlah orang termasuk Hendi Suhartono. Jaksa menuntut hukuman penjara seumur hidup untuk Pepi Fernando.

Jaksa penuntut menganggap Pepi Fernando alias Muhamad Romi alias Ahyar mengincar iringan rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Peledakan rombongan Presiden direncanakan pada saat rombongan melintas di kawasan Cawang dan di jalan alternatif Cibubur ke arah Cikeas, Bogor.

Untuk menyerang rombongan presiden, menurut jaksa, Pepi memiliki ide membuat bom berbentuk termos dengan telepon genggam sebagai pengendali.

Lalu pada sekitar Maret 2011, Pepi kemudian merencanakan pembuatan bom buku yang diarahkan kepada sejumlah orang.
Sumber: bbcindonesia.com, Senin 05 maret 2012./http://news.okezone.com/read/bbc/2012/03/05/0/15948950/teroris-bom-buku-divonis-12-tahun-penjara

Minggu, 04 Maret 2012

Opini : Memecahkan Masalah Terorisme secara Komprehensif

DR YUNUS HUSEIN

Kakek Tunanetra Hidup dari Sangkar Ayam

Abdul Haq | Glori K. Wadrianto | Jumat, 2 Maret 2012 | 08:25 WIB
Dibaca: 14643
|
Share:
KOMPAS.com/ ABDUL HAQ Duma (70), warga Suraetampangeng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan tetap mampu bekerja menopang ekonomi keluarganya dengan membuat sangkar ayam, meski ia tunanetra.
Foto:
WAJO, KOMPAS.com – Demi menyambung hidup, Duma (70), seorang kakek tunanetra di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, harus bekerja sebagai pembuat sangkar ayam. Meski upah tergolong tak sebanding dengan keringatnya, namun pekerjaan ini harus dilakoni demi menopong kehidupan keluarganya. Setiap hari, Duma harus menganyam bambu untuk membuat sangkar ayam pesanan warga.

Ditemui digubuk kecilnya Jumat, (2/3/2012), Duma terlihat tekun menganyam bambu. Kondisi gubuk yang sempit bukanlah halangan baginya untuk tetap bekerja. Tak jarang sang isteri, Bengnga, turut merapikan kerangka sangkar ayam ini. Pasalnya, kerangka ini harus diukur dengan indera pengelihatan untuk menentukan lingkaran sangkar yang akan dibuat.

Duma mendapatkan upah Rp 15 ribu untuk tiap sangkar yang dianyamnya. Belum lagi biaya bahan dasar bambu yang harus ditanggungnya sendiri, seharga Rp 10 ribu per satu batang bambu. Artinya, Duma hanya mendapatkan hasil Rp 5 ribu per satu sangkar ayam yang dikerjakan dalam tempo tiga hari.

Meski terasa tak sebanding, namun Duma tak memiliki pilihan. “Yah mau diapa tidak ada pekerja lain. Cuma menantuku saja yang bekerja. Itupun kerjanya cuma kuli bangunan, makanya saya bikin ini kurungan ayam," ujar Duma sambil membasuh keringat yang membasahi sekujur tubuhnya.

Duma memang telah mengalami kebutaan sejak 20 tahun yang lalu akibat penyakit katarak, dan tak pernah tertangani oleh medis. Meski demikian, Duma masih tetap memiliki harapan untuk sembuh. “Dulu pernah ada dokter datang periksa. Katanya ini penyakit katarak, dan bisa sembuh kalau dioperasi," ujar Asim, anak Duma. Namun sayangnya segalanya harus terbentur oleh biaya pengobatan rumah sakit.
 sumber: http://regional.kompas.com/read/2012/03/02/08251322/Kakek.Tunanetra.Hidup.dari.Sangkar.Ayam

Cari Blog Ini