Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Sabtu, 04 Januari 2014

Dayak Menjawab Tuduhan FPI


 http://www.bharatanews.com/userfiles/anti%20fpi%202.jpg

Tulisan bagus soal FPI dan suku Dayak.

Aslinya di FB :https://www.facebook.com/notes/cakra-wirawan-emil-bangkan/menjawab-tuduhan-fpi-atas-penolakan-warga-dayak-di-kalimantan-tengah/307614652621580

Ini saya copas kesini:

Menjawab Tuduhan FPI atas penolakan warga Dayak di Kalimantan Tengah -- Edited 18/2/2012
by Cakra Wirawan Emil Bangkan on Thursday, February 16, 2012 at 3:08am ·

Saat ini sedang hot-hotnya dibicarakan ketika terjadi penolakan FPI di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, namun muncul berita-berita lancung dari fihak FPI. Sebagai salah satu putra Dayak Ngaju, tentu saya merasa perlu untuk membalas berita-berita lancung tersebut.. karena memang semestinya tulisan dibalas tulisan, thesis dibalas thesis, bukan malah tulisan/argumen dibalas dengan kekerasan.

Didalam beberapa statemet FPI yang dimuat dalam media fasis agama disebutkan bahwa "Dayak Kafir, Ndeso!", "Kafir Harbi- yang halal darahnya"..

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/02/13/17720/dayak-kafir-ndeso-bernafsu-bunuh-habib-rizieq-padahal-belum-kenal/

http://arrahmah.com/read/2012/02/11/17991-munarman-kafir-yang-menghalangi-dakwah-adalah-kafir-harbi-halal-darahnya.html

Pernyataan-pernyataan ini sangat disayangkan, karena pernyataan seperti ini bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Kali ini saya akan membahas kasus ini dari sudut pandang awam saya, agar tidak terjadi kesimpang siuran (setidaknya dari teman-teman FB saya), bahwa warga dayak tidak bermasalah dengan agama Islam tetapi bermasalah dengan FPI...

Mari kita mengenal suku Dayak terlebih dahulu..

DAYAK PADA MASA KEGELAPAN

Dayak adalah suku asli yang mendiami pulau kalimantan yang memiliki ratusan sub suku dayak, memiliki bahasa yang berbeda, beberap tradisi yang berbeda namun pada umumnya jauh sebelum kepercayaan seperti Hindu, Islam dan Kristen masuk ke tanah kalimantan, orang-orang dayak telah memiliki kepercayaan leluhur, yang sekarang disebut dengan "Kaharingan"-- kaharingan memiliki makna "kehidupan". Didalam setiap sub- suku dayak memiliki beberap variasi tradisi dan adat.

Disamping itu pada zaman dulu orang-orang dayak memiliki tradisi "mengayau" dan "jipen"-- mengayau adalah tradisi memenggal kepala manusia pada masa perang atau digunakan untuk keperluan upacara-upacara adat, sedangkan jipen adalah- perbudakan hasil tawanan perang yang kemudian jipen ini dapat dikorbankan ketika upacara tiwah oleh sang pemilik jipen yang meninggal sebagai pelayannya di "lewu liau"/ Dunia orang mati.

Penulis pada bulan desember lalu pergi ke kampung halaman kakek ku di Tangkahen tidak begitu jauh dari Palangkaraya, disana penulis berkesempatan melihat sandung dan jejak rumah betang, dan menurut cerita ibuku dahulu dikampung ini ada rumah betang yang bertingkat tiga. Pada masa asang-kayau - (Pada masa orang dayak masih berperang satu sama lain, mebunuh dan mengayau) jika "asang-kayau" mulai menyerang kampung, maka semua orang segera masuk kedalam rumah betang, dimana anak-anak dan peremupuan diungsikan ditingkat paling atas, laki-laki berjaga ditingkat bawah dan tangga akan segera diangkat.

Perlu diakui orang-orang dayak pada zaman dahulu memiliki tradisi dan kebudayaan yang kurang baik, namun bukankah kebudayaan itu bersifat progresif, manusia akan semakin menemukan "era of reasoning", seperti yang dialami masyarakat eropa pada abad pertengahan juga sampai pada masa revolusi gereja dan berpengaruh pada revolusi industri. Demikian juga masyarakat arab pada jaman jahiliyah. Masyarakat Dayak menemukan titik "era of reasoningnya" pada tahun 1864 yaitu melalui Rapat Damai Tumbang Anoi. Dimana semua suku dayak untuk pertama kalinya berkumpul dan memutuskan untuk berhenti dari kebiasaan mengayau dan jipen. Dalam hasil rapat itu dihasilkan 96 pasal yang mangtur hidup bersosial dan beradat. What a wonderful story mengingat pada zaman itu transportasi yang sukar, alat komunikasi yang tidak ada, bahkan setiap sub suku dayak memiliki bahasa yang berbeda-beda namun berhasil menghasilkan suatu keputusan yang melampaui stigma "kampungan" / "ndeso" terhadap orang dayak.

MASUKNYA AGAMA SAMAWI DALAM LINGKUNGAN DAYAK

Masuknya agama Semawi kedalam tanah Borneo tidak lepas dari kedatangan bangsa Eropa, Melayu dan mubaligh dari tanah Jawa. Walau sebelumnya orang kalimantan telah menerima terlebih dahulu agama Hindu yaitu ditandai dengan berdirinya kerajaan Kuatai Kertanegara.

Stigma yang terjadi saat ini kata Dayak hanya digunakan bagi orang asli kalimantan yang masih beragama Kaharingan atau Kristen, sedangkan Dayak yang masuk Islam tidak ingin disebut dayak lagi tetapi melayu atau banjar. Stigma ini mungkin muncul akibat pengaruh politik devide et impera, dan adanya tekanan terhadap orang Dayak pada zaman dulu yang dianggap sebagai kampungan. Cerita ini banyak terjadi di kawasan Kalimantan Barat, dimana orang-orang dayak yang convert ke Islam meninggalkan budaya dan tradisinya, dan mulai mengubah identitasnya sebagai orang melayu. Penulis pernah bertugas di Balikpapan, ketika itu berkenalan dengan seseorang sebut saja namanya Bapak "Anoi", beliau mengaku dirinya orang Banjar, namun ketika saya memperkenalkan diri saya sebagai orang Dayak Ngaju, baru Bapak ini mengakui bahwa dirinya adalah orang Dayak juga tetapi dayak Bakumpai.

Walau tidak semua dayak yang convert ke islam "malu" akan identitas kedayakannya, di Kalimantan Tengah pada umumnya komposisi 50-50 Muslim dan Non Muslim, namun baik itu dayak muslim atau kristen masih mengakui dirinya sebagai orang dayak. Hal ini dapat dilihat dalam upacara Tiwah (upacara pemakaman Kaharingan) dimana dalam penyembelihan kurban dilakukan oleh orang Muslim, sehingga sodara-sodara muslim lain dapat ikut bersama upacara Tiwah. Ketika agama Semawi mulai masuk ke kalimantan tidak ada penolakan, ataupun pemaksaan untuk memeluk suatu agama manapun, bahkan tidak heran dalam satu keluarga bisa banyak terdapat agama, karena falsafah "Rumah Betang".. Rumah Betang adalah rumah panjang, dimana semua keluarga besar tinggal pada rumah yang sama saling berinterkasi dan saling tolong menolong. Stigma terhadap orang dayak yang masih menganut agama "helo" / "tatu hiang" (agama leluhur) sebagai "heiden"/ "kafir" adalah pengaruh politik devide et impera, namun falsafah rumah betang ini yang mepersatukan , ini terbukti sampai sekarang ini tidak pernah ada keributan yang bernuansa agama.

Pada tahun 2000 ketika terjadi kerusuhan Sampit, banyak oknum yang hendak mencoba mengalihkan ke isu agama. saya pernah menonton suatu video yang beredar youtube tentang kerusuhan sampit, dengan background bahasa arab dan menjelaskan bahw ini penyerangan orang2 kristen terhadap orang islam, namun itu tidaklah benar. Selama kerusuhan sampit tidak ada satupun mesjid atau rumah ibadah yang dirusak atau dibakar. Bahkan ketikan tahun 2000an itu ketika saya berada di Jakarta untuk mengikuti kongres Anak Indonesia, salah satu peserta dari daerah lain mencoba menjelaskan bahwa dalam kerusuhan sampit banyak mesjid yang dibakar. Lalu saat itu saya maju dan menanyakan adakah data mesjid yang dibakar? dan saya menanyakan dia berasal dari daerah mana? ternyata dia bukan berasal dari Kalimantan Tengah, dan dia tidak memiliki data tetapi hanya mendengar "katanya".

Jadi kesimpulan saya adalah, suku dayak adalah suku yang terbuka dan siap menerima perubahan zaman dan tidak akan melupakan identitas kesukuannya, selama falsafah rumah betang masih dipegang maka isu-isu mengenai agama tidak akan berhasil memecah belah persatuan orang dayak.

Menjawab Tuduhan FPI

Setelah kita cukup membahas tentang Dayak, sekarang saya ingin menanggapi tuduhan-tuduhan yang dilotarkan fihak FPI terhadap orang dayak baik itu melalui media online maupun TV.

1. Dayak = Kafir

Pernyataan ini dikemukakan oleh Munarman yang dimuat dalam website:

http://arrahmah.com/read/2012/02/11/17991-munarman-kafir-yang-menghalangi-dakwah-adalah-kafir-harbi-halal-darahnya.html

Pernyataan ini sungguh sangat melukai perasaan orang dayak, baik itu dayak muslim ataupun non muslim. Pernyataan ini sungguh dapat menyebabkan perpecahan bangsa. Apalagi dikatakan "halal" darahnya. saya hanya melihat dari kacamata saya yang faqir ini, secara etimologis arti kata kafir berasal dari kata kuffur, yang memiliki beberapa makna, antara lain maknanya ialah memungkiri nikmat Tuhan, dan makna lain ialah menutupi atau menyelubungi diri. Walaupun pada akhirnya kata kafir juga bergeser ditujukan kepada orang-orang yang tidak mengenal "tuhan". Dalam pandangan saya yang awam ini bahwa orang dayak bukan lah suku bangsa yang tidak tahu besyukur, orang dayak mengenal Tuhan dengan caranya masing-masing ada yang Kaharingan, Kristen dan Islam dan semua tahu bagaimana bersyukur dengan caranya masing-masing. Orang dayak pula tidaklah suku bangsa yang menutup diri. Dari sejak semula dayak terbuka dengan dakwah seperti juga terbuka dengan penginjilan sehingga kata-kata kafir ini pun tidak pantas diberikan kepada suku dayak, Sodara munarman mungkin lupa akan hal ini.

Saya mengutip perntaan Juan E campo (Juan E Campo adalah seorang akademisi, profesor of Religious Studies at University of California) Perkataan kafir pada awalnya digunakan pada abad-15 untuk "budak-budak" afrika oleh bangsa arab yang kemudian diadopsi oleh bangsa eropa (dapat dilihat dalam buku "enslopedia of Islam" yang ditulis oleh Juan E. Campo hal.422) bahkan hal ini didukung oleh catatan Richard Hakluyt yang hidup di abad ke 15 yang juga merupakan seorang penulis dan penjelajah melalaui catatatan-catatan The Principal Navigations, Voyages, Traffiques and Discoveries of the English Nation.

http://books.google.dk/books?id=OZbyz_Hr-eIC&printsec=frontcover#v=onepage&q&f=false

Pada masa islam sendiri kata-kata kafir itu muncul dala surat al kafirun:
qul yaa ayyuhaa alkaafiruun
Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
laa a'budu maa ta'buduun
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
walaa antum 'aabiduuna maa a'bud
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
walaa anaa 'aabidun maa 'abadtum
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
walaa antum 'aabiduuna maa a'bud
dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
lakum diinukum waliya diin
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku".

http://ngaji-quran.blogspot.com.au/2008/06/qs109-al-kaafiruun-orang-orang-kafir.html..

namun munarman melupakan salah satu ayat didalam quran sendiri yang berbunyi lakum diinukum waliya diini yang artinya Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. Jadi kata-kata kafir pada masa islam adalah pembeda antara orang islam dan bukan islam tetapi bernuansa toleran karena tidak ada pemaksaan agama. Berbeda dengan penafsiran munarman, bahwa orang dayak dikatakan "kafir", munarman telah menghina suku bangsa dayak. Dimana dengan mengatakan kafir dia ingin mencotoh politik devide et impera nya belanda yang memberi cap "heiden" dan juga secara tidak langsung ingin kembali kepada abad pertengahan yang memberi stigma "kafir" bagi para budak.

Perlu diingat orang dayak bukan menolak dakwah, tetapi penolakan terhadap FPI, karena FPI memiliki faham fasis dan rasis. Jika memang orang dayak menolak dakwah tidak akan ada orang dayak yang masuk islam atau mesjid berdiri. FPI bukan lah Islam, walaupun anggotanya adalah orang Islam. Mengutip pernyataan cak nun "bahwa Islam tidak butuh dibela, jika Islam butuh dibela maka Islam itu lemah, siapa FPI yang merasa bisa untuk membela Tuhan?". Kerukunan antara umat beragama di kalimantan sangat baik, jika faham-faham fasis seperti ini masuk, ditakutkan akan merusak rasa kesatuan.

2. Yang memprotes ialah preman-preman asuhan Teras Narang

Pagi ini di TV one menonton dialog salah seorang anggota FPI yang mengatakan bahwa yang demo di Palangkaraya adalah preman-preman asuhan Teras Narang. Ini jelas adalah pengalihan isu, bahkan bisa saya bilang Rampok teriak maling. Aksi kemaren sungguh merupakan aksi spontan yang dilakukan oleh orang dayak, informasi ini tersebar melalui media jejaring sosial baik itu FB dan Twitter. Ketika rencana pelantikan FPI di Kalteng mulai beredar, keresahan dan penolakan mulai muncul, sehingga keresahan ini ditanggapi oleh Dewan Adat Dayak, yang mengadakan rapat di Rumah Betang Gubernuran (Rumah Adat Dayak yang berada di kompleks kantor Gubernur Kalimantan Tengah), memang kebetulan ketua Majelis Adat Dayak Nasional adalah Pak Agustin Teras Narang. Namun desakan ini bukan berasal dari provokasi beliau. Jika dilakukan wawancara hampir seluruh masyarakat kalimantan senang dengan kepemimpinan Teras Narang, yang berhasil membawa perubahan dan menggeliatkan perekonomian di Kalimantan Tengah.Jadi tuduhan FPI jelas tidak berdasar.

3. Aksi "preman" dayak yang mengacung2kan mandau dan mengancam ingin membunuh

Sungguh statement ini sekali lagi saya anggap adalah Rampok teriak maling. Mereka lupa daftar aksi kekerasan yang mereka lakukan sendiri: http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_aksi_Front_Pembela_Islam
Orang dayak merasa FPI sebagai suatu latent atau ancaman, merupakan hal yang lumrah jika masyrakat bersifat divensive. Bahkan sebelum keberangkatan FPI ke Palangkaraya anggota FPI sudah aware bahwa sudah ada penolakan warga dayak , karena hal ini sudah dikoordinasikan dengan fihak kepolisian dan MUI, tetapi fihak FPI tetap ngotot untuk datang ke Palangkaraya, sehingga terjadi aksi pengusiran, dengan mereka tetap ngotot datang berarti mereka menantang masyarakat kalimantan. Dan hal itu lumrah tejadi dalam eforia massa, namun hal ini dapat ditenangkan ketika Teras Narang datang ke bandara, untuk menjelaskan dan menenangkan massa. Jadi sekali lagi tuduhan-tuduhan lancung ini tidak berdasar

4. FPI dibutuhkan oleh masyarakat Dayak, karena masalah agraria

Ini lagi pernyataan paling konyol, karena ini negara hukum, masa iya kalo ada masalah agraria ngadunya ke FPI, bukan ke fihak yang berwajib, jika ormas-ormas bisa bertindak sebagai "penegak hukum" maka negara ini tidak akan berjalan. Tokoh dayak seruyan yang dimaksudkan oleh FPI juga bukanlah tokoh dayak. Budiyardi yang berasal dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini berstatus daftar pencarian orang (DPO) alias buron Polres Seruyan. Masak iya DPO disebut sebagai tokoh dayak.. what a funny.. fail..

5. Aksi penolakan masyarakat dayak sebagai pelanggaran UUD

Dalam harian tempo dimuat fasal-fasal yang dituduhkan
http://www.tempo.co/read/news/2012/02/13/063383600/Rizieq-dan-FPI--Laporkan-Teras-Narang-ke-Polisi

Karenanya, FPI, kata Rizieq, menuntut dengan dugaan melakukan pelanggaran KUHP berupa perbuatan tidak menyenangkan Pasal 335, upaya perampasan kemerdekaan Pasal 333, perusakan secara bersama-sama Pasal 170, dan percobaan pembunuhan Pasal 338.

Sekali lagi ini adalah rampok teriak maling, fasal-fasal yang diajukan adalah fasal-fasal yang seharusnya dari sejak dulu diekenakan kepada FPI, banyak kasus-kasus yang dilakukan tetapi seolah-olah ada pembiaran oleh negara.FPI mengenakan standard ganda, ketika aksi anarkis2 mereka, peduli setan dengan namanya HAM, dengan namanya fasal2 UU, tetapi giliran mereka ditolak baru mencari-cari fasal untuk membela mereka, Sungguh memalukan.

6. Yang Menolak FPI adalah pendukung maksiat

Pernyataan ini dimuat di http://megapolitan.kompas.com/read/2012/02/17/11421166/Munarman.Yang.Nolak.FPI.Suka.Maksiat

Penolakan terhadap FPI oleh warga dayak bukan berarti penerimaan terhadap maksiat, kembali kecatatan pertam saya tentang "Rapat Damai Tumbang Anoi" jika andamau saja googling tentang rapat adat tumbang anoi, disana dihasilkan 96 pasal yang mengatur "belum bahadat" hidup beradat.

https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com/2010/04/18/penyeragaman-96-pasal-hukum-adat/

Dalam adat dayak kita tahu apa itu moralitas, apa yang salah dan yang tidak, perkara diskotik tempat peredaran narkoba, maka apakah dengan penolakan FPI berarti kami membiarkan narkoba beredar bebas?? silahkan direnungkan.. apakah kami mau generasi dayak kami juga rusak?? tentu tidak!! tetapi kami juga tidak mau faham-faham kekerasan intoleran masuk kedalam daerah kami yang nantinya merusak tatanan sosial dan kesatuan ditempat kami.

7. Karena dayak non muslim lantas menolak FPI

Seperti yang saya jabarkan di atas komposisi masyarakat dayak kalteng ialah 50-50 muslim dan non muslim, jika ingin mengetahui statistik diatambah pendatang maka 70% komposisi masyarakat Kalteng adalah MUSLIM, dapat di cek http://en.wikipedia.org/wiki/Central_Kalimantan . Penolakan akan FPI bukan gerakan dayak non muslim (ini jelas pengalihan isu) tetapi ini murni gerakan mayoritas suku dayak apapun agamanya baik itu Kristen, Islam, Kaharingan. Hal ini terbukti dengan ketua Dewan Adat Dayak yang menandatangani keputusan penolakan atas FPI adalah seorang muslim Dayak bernama Sabran Ahmad.
Bahkan sebenarnya FPI mesti berkaca akan banyaknya sebenarnya kasus penolakan yang datanganya dari kalangan muslim sendiri, contoh kasus di Jatim, FPI ditolak oleh ormas2 islam lain dan GP Anshor, di kediri ditolak oleh para pesilat islam, banyak lagi kasus-kasus lain. Jadi ini bukan masalah muslim dan non muslim, ini masalah ideologi dan faham kekerasan yang dianut dan dipraktekan sehingga menjadi suatu ancaman dalam tatanan kehidupan di Kalimantan bahkan secara nasional.

KESIMPULAN

1. Saya sangat mangpresiasi keberanian oleh itah yang memiliki falsafah isen mulang namun juga "mamut menteng" yaitu berani, kita berani untuk menolak sesuatu yang akan menjadi laten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Dayak tidaklah menolak dakwah, orang dayak kalteng menolak kehadiran FPI atau ormas sejenis yang membawa faham fasis agama.

3. Aksi penolakan warga dayak bukan aksi preman, atau pula karena ada unsur muatan politik. memang mungkin akan ada opportunist elit politik yang ingin mencoba memancing di air keruh, tetapi roh/spiritnya merupakan spontanitas warga adat dayak.

4. Faham FPI tidaklah sesuai dengan kehidupan dan adat masyarakat dayak yang mengedepankan toleransi, persamaan hak, dan tenggang rasa.

5. Dalam adat dayak kita tahu apa itu moralitas, apa yang salah dan yang tidak sehingga penolakan terhadap FPI oleh warga dayak bukan berarti penerimaan terhadap kemaksiatan.
Bangga menjadi orang dayak.. maju terus uluh itah... Semangat Isen Mulang..

Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata

Bekasi 16/Februari/2012
Edited
Bekasi 18/Februari/2012


sumber : https://www.facebook.com/notes/cakra-wirawan-emil-bangkan/menjawab-tuduhan-fpi-atas-penolakan-warga-dayak-di-kalimantan-tengah/307614652621580

Sumber: http://hajingfai.blogspot.com/2012/02/dayak-menjawab-tuduhan-fpi.html#ixzz2pQCSNZtI


BERITA TERKAIT :



Silahkan anda buka link-link dibawah ini,fitnah apa fakta.....???

Daftar Kebusukan FPI

Bukti kalo FPI itu menyimpang:Habib Salim jelas2 menyangkal kitab Imam Gazhali dibanding kitab Rizieq Sihab tentang ajaran amar ma'ruf nahi munkar....kalo ada lagi yg bilang kami korban media, lucu skaleeeee.....masa Imam Besar Masjid Istiqlal aja disangkal....
http://www.youtube.com/watch?v=uouWp-HvWUU&feature=related

Bukti FPI tidak suka adanya kerukunan beragama di Indonesia:
http://metrotvnews.com/.../Pertemuan-Lintas-Agama...

Bukti FPI suka maksiat:
FPI selalu tahu paling dulu kalau ada film porno yg beredar dg alasan sensor katanya... Mau gantiin Lembaga Sensor Indonesia atau mau menikmati dulu?

Majalah Porno Dihadirkan, Rizieq Protes
http://nasional.kompas.com/.../majalah.porno.dihadirkan...
http://m.kompas.com/news/read/data/2008.09.08.12112019

http://m.salingsilang.com/.../cerita-tentang-ormas-versi...

http://www.berita-terbaru.com/.../mesum-dari-istana-habib...

Lihat profile Pro-FPIers, kebanyakan doyan maksiat
Contonhnya: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=394089607267857...

Murhali Barda Provokator
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=150895348276500...
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=433223282653...
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=165885743450029...

FPI larang hormat bendera
http://www.youtube.com/watch?v=JYDXHiy--gw

Daftar Kekerasan FPI :

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_aksi_Front_Pembela_Islam

Polri: M Syarif Anggota JAT, Dibai'at Ba'asyir
http://www.detiknews.com/.../polri-m-syarif-anggota-jat...

FPI memukuli orang & menghancurkan mata pencaharian orang di bulan puasa.
http://youtu.be/j-S-GUUgQ1o


Kekerasan aktivis FPI terhadap Wanita (Istiqomah Hastari)
http://www.youtube.com/watch?v=GatPIhcam78

Tragedi Monas:
http://www.youtube.com/watch?v=zRj0N48EGNw
Tindak kekerasan pengikut FPI akhirnya bisa dilokalisir. Belasan orang mengalami luka-luka, tak terkecuali perempuan dan anak-anak. Sembilan orang di antaranya dirujuk ke rumah sakit [baca: FPI Menyerbu Massa Aliansi Kebangsaan, 14 Terluka].


Panti Asuhan di Tasikmalaya Diancam Dibakar FPI
http://news.okezone.com/.../panti-asuhan-di-tasikmalaya...

FPI & FUI mengusir GKI Yasmin Bogor untuk beribadah di gereja mereka sendiri, meskipun izin sudah keluar dari MA
http://www.tempointeraktif.com/.../brk,20101229-302357,id...

Daftar gereja yg dirusak & dibakar:
http://www.indonesiamedia.com/.../daftar-gereja-dirusak.../

Kotbah yg mencoreng Islam & mengajarkan Pembunuhan:
http://www.youtube.com/watch?v=U7RLCXNdKF4

Pembunuhan sadis 4 orang Ahmadiyah di Cikeusik
http://fotounik.net/video-penyiksaan-jamaah-ahmadiyah.../

Penusuk HKBP HANYA divonis 5 bulan
http://portalkriminal.com/index.php?option=com_content...

Penurunan Patung Budha di Vihara Tanjung Balai
http://www.gandingo.org/index.php?option=com_content...


FPI Menyerang & menutup paksa gereja di Jatinangor Bandung
http://www.vhrmedia.com/2010/detail.php?.e=4380


FPI melarang pasangan umat Pantekosta menikah di gereja
http://www.vhrmedia.com/2010/detail.php?.e=4354

Daftar Video:
Ormas yg tdk manusiawi, dgn tdk segan2 melukai wanita, anak2. Berkedok agama: http://m.vuclip.com/w?cid=408033396&z=1108...

Ketua fpi ditahan

http://m.vuclip.com/w?cid=54463644&z=1108...

Aksi kekerasan yg dilakukan fpi

http://m.vuclip.com/w?cid=27071246&z=1104...

http://m.vuclip.com/w?cid=267556367&z=1102...

Presiden sby mnyesalkan kekerasan fpi
http://m.vuclip.com/w?cid=52168192&z=1108&frm=s

Ketua fpi mnghina
http://m.vuclip.com/w?cid=266807547&z=1112&frm=s

Fpi vs aparat kpolisian
http://m.vuclip.com/w?cid=43839254&z=1108...

Berbagai Ormas Tuntut Pembubaran FPI
http://www.youtube.com/watch?v=aJq6u-d7v9c

Demo dayak kalimantan untk mmbubarkn fpi http://m.vuclip.com/w?cid=406386833&z=1102&frm=s

Demo masyarkt&tokoh muslim bogor untk pmbubaran fpi http://m.vuclip.com/w?cid=27678962&z=1108&frm=s

Demo masyarkat Surabaya untk pembubarn fpi http://m.vuclip.com/w?cid=110573270&z=1102&frm=s

Demo masyrakat kalbar untuk fp ihttp://m.vuclip.com/w?cid=55039921&z=1102&frm=s

Ketua jember fpi mmbubarkan fpi http://m.vuclip.com/w?cid=27156106&z=1106&frm=s





DIBALIK FPI ADA TNI/ POLRI



Front Pembela Islam atau FPI adalah ormas yg paling fenomenal dan kontroversial di Indonesia..dicaci maki rakyat tapi dibutuhkan penguasa, FPI itu bukan ormas agama. Bukan ormas islam. FPI itu ormas biasa yang dibentuk oleh pemerintah cq. TNI dan Polri pasca reformasi, Cikal bakal FPI adalah Pam Swakarsa yg dirikan pangab Jend Wiranto berserta pucuk pimpinan polri. Tujuannya : mencegah konflik Vertikal.


Konflik vertikal itu adalah konflik antara massa dengan pemerintah cq. Aparat keamanan : Polri dan TNI. Konflik vertikal ini merugikan. Konflik vertikal merugikan citra polisi dan TNI karena cenderung menimbulkan citra bhw Polri dan TNI itu musuh rakyat. Ini berbahaya. Sebab itu Wiranto cs membuat Pam Swakarsa. Massa demo mahasiswa/aktivis dihadapi oleh massa sipil juga. Pamswakarsa ini komandani aktivis mahasiswa. Tapi Pamswakarsa pny kelemahan mendasar. Mudah ditebak sbg antek pemerintah dan dibayar. Maka harus ditransformasi ke ormas yg lbh tepat, Maka lahirlah Front Pembela Islam. Semula mau dinamakan Front Pembela Indonesia. Kata “Islam” dipakai karena lebih “startegis”.

Biaya awal pendirian FPI 250 juta utk sewa markas dan rekrut anggota. Biaya bulanan ga tentu : 50-100 juta. Dari TNI dan polisi, Tujuan utama pendirian FPI : garda terdepan pasukan polisi, pembuat isu, maintain isu, kelola konflik, pengumpul informasi dst, Peran FPI ini persis konsep Banpol (pembantu polisi) dan Babinsa (bintara pembina desa). Jadi “pasukan marinirnya” polisi.

FPI bergerak berdasarkan sistem komando. Atas dasar intruksi dari petinggi Polri dan TNI. Agendanya jelas dan terarah. Diawal2 berdirinya FPI sempat  ada ”kesalahapahaman” antara anggota FPI dgn aparat polisi yg belum tahu bhw FPI itu “adik kandung” polisi.

Ada cerita lucu, pimpinan FPI ditangkap polisi, bawa mobil ga ada SIM& STNK. Kemudian datang pasukan ke polres, seisi polres ditampar. Atau cerita lucu yg terbaru : Munarman ditilang polisi..polisi yg menilang yang ditampar abis2an oleh Munarman. Munarmannya ga diapa2in, Jadi FPI itu adalah Front Polisi Indonesia yg menyamar sbg ormas islam. Agenda FPI adalah agenda polisi. Laporan CIA malah BIN jg bantu.

Publik pernah baca laporan CIA, bhw BIN bantu milyaran rupiah setiap tahun ke FPI. FPI itu asset pemerintah utk “berhadapan” dgn rakyat, Utk menipu publik, pimpinan FPI dipasang sosok “ulama & tokoh agama”, kata “Islam” dipakai sbg perisai FPI dari serangan/ktritik publik. Tidak ada satu kata atau satu kalimatpun dlm tujuan pendirian FPI utk : Dakwah, syiar islam, amar maruf dst…tidak ada. FPI hanya alat.


Pemerintah tahu persis risikonya jika aparat polisi/TNI yg menyerang atau menangkap aktivitas2 elemen rakyat yg dinilai “membahayakan”, Pemerintah khawatir dgn citra Polri/TNI dan pemerintah di mata internasional. Terkait isu HAM, demokrasi dst. FPI yg “dimajukan” kedepan. Sesekali FPI mmg offiside atau abused of power. Serang2 warung maksiat atau judi2 “tak berizin”. Sengaja dibiarkan agar ada legitimasi. Anggota2 FPI yg off side itu kadang ditangkap dan ditahan jika byk sorotan publik, tp langsung dilepas lagi jika sorotan publik sdh reda, Pemerintah dan FPI butuh “legitimasi” agar FPI benar2 dipercaya publik sbg ormas agama. Bukan sbg ormas bentukan polisi/TNI.

Pdhl FPI ditujukan utk agenda & tujuan politik praktis pemerintah. Itu sebabnya setiap aksi pesanan, polisi selalu hadir dibelakang FPI, Aggota/kader2 rendahan FPI tdk tahu bhw FPI itu bentukan, ditunggangi dan jalankan agenda polisi/ pemerintah. Sentimen mereka dimainkan. Sekarang ini biaya ops FPI itu rutin dari pemerintah, dari setoran bandar2 narkoba/prostitusi yg sdh “dicuci” dan dari hasil pemerasan. Sesekali FPI dibolehkan jalankan “aksi sendiri” utk maintain eksistensi FPI. Tapi aksi utama FPI tetap sbg kepanjangan tangan polri.


Siapa yg rugi? Umat islam. Kata “Islam” yg melekat pada FPI perburuk citra islam di dalam negeri& luar negeri. pemerintah aman. Bersih, Tuntutan pembubaran FPI kepada pemerintah, sampai kiamat tdk akan dipenuhi pemerintah. Karena FPI itu mmg bagian dr startegi pemerintah, FPI ttp dibutuhkan pemerintah dlm “penyelesaian kasus2 tertentu” yg sensitif, abu2, rawan dan potensial timbulkan konflik horizontal, Satu2nya cara adalah : ajukan gugatan class action ke MA utk robah nama FPI dgn cabut kata Islam di FPI atau batalkan SK pendiriannya.

Sudah lama nama islam dirusak, dicemarkan, dimanfaatkan dan ditunggani FPI/Pemerintah. Sdh saatnya diluruskan. Umat islam rugi besar, Teman2 saya yg jadi ketua/pimpinan FPI di awal2 masa pendiriannya, kini menyesal karena FPI sdh terlalu jauh melenceng dari tujuan awal, Yg untung ya polri dan pemerintah, nama mereka bersih, rakyat diadudomba, nama islam tercemar. Isu2 strategis terkendali.


Sumber: http://hajingfai.blogspot.com/2012/05/dibalik-fpi-ada-tni-polri.html#ixzz2pQ81Bhfo

Jumat, 03 Januari 2014

Buku Baasyir Dorong Teroris Ciputat Merampok

TEMPO.CO , Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Sutarman mengatakan maraknya aksi perampokan untuk mendanai kegiatan terorisme, seperti yang dilakukan teroris Ciputat, disebabkan terputusnya pendanaan dari luar negeri. Di sisi lain, Sutarman mengatakan ada juga doktrin yang membenarkan perampokan untuk kegiatan ini.

"Tadinya dia merampok ragu-ragu. Supaya ada legalisasi, ada buku dari Abu Bakar Baasyir yang berjudul Tadzkirah yang mengatakan merampok untuk kepentingan itu dihalalkan," kata Sutarman di Jakarta, Kamis, 2 Januari 2014 (baca pula: Terduga Teroris Asal Banyumas Terpengaruh Baasyir).

Sutarman mengatakan doktrin ini sangat membahayakan. Karena itu, kepolisian meminta agar para pemuka agama untuk meluruskan doktrin yang keliru ini.

"Itu ajaran dari mana? Saya kira di agama manapun tidak dibenarkan," kata Sutarman.
Sutarman berharap agar masyarakat Indonesia kritis terhadap doktrin yang membenarkan tindakan kejahatan untuk mencapai tujuan tertentu. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny F. Sompie mengatakan pendanaan terorisme dari perampokan tak hanya melanggar aturan tentang terorisme.
"Dari hasil merampok, pencurian dengan kekerasan. Apakah cara seperti itu dibenarkan, dari hukum Agama? Kalau hukum negara sudah jelas tidak benar, itu pencucian uang," kata Ronny.

Para terduga teroris yang digerebek di rumah kontrakan di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan diduga terlibat dalam sejumlah perampokan. Di antaranya perampokan Bank Rakyat Indonesia cabang Panongan, Tangerang, perampokan di BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Cililin, perampokan Kantor Pos Cibaduyut, dan perampokan toko emas di Tambora.
Berita lengkap tentang teroris Ciputat klik di sini, tentang Baasyir klik #Abu Bakar Baasyir.

BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE
Berita Terpopuler

Kelompok Teroris Ciputat Punya Rumah di Rempoa
Teroris Digerebek, Densus Sita Senjata di Bogor

Terduga Teroris Asal Banyumas Terpengaruh Baasyir

Berita Lainnya

Terorisme : Polri: Tewasnya Enam Teroris di Ciputat Bukan Eksekusi

Jumat, 3 Januari 2014 18:24 WIB
Polri: Tewasnya Enam Teroris di Ciputat Bukan Eksekusi
TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa
Tim Densus 88 Antiteror Polri melakukan pengrebekan sebuah rumah kontrakan bercat merah-jambu (pink) yang terletak di Jalan KH Dewantoro Gang Haji Hasan, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (31/12/2014). Dalam pengrebekan Polisi berhasil melumpuhkan Enam orang terduga teroris tewas. (TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa) 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri kembali mendapat sorotan setelah terlibat aksi baku tembak dengan kelompok teroris Abu Roban yang menyebabkan tewasnya enam anggota kelompok teror akibat diterjang peluru petugas.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan bahwa dalam proses penangkapan tersebut pihaknya sudah memberikan upaya-upaya imbauan kepada para pelaku untuk menyerahkan diri. Tetapi hal tersebut tidak diindahkan para teroris.
"Jadi petugas juga melakukan beberapa upaya mengimbau mereka untuk keluar dan menyerahkan diri. Prosedur negosiasi ini selalu dilakukan, jadi saya tahu persis karena saya pernah melakukan ketika menjadi Kepala Unit negosiasi Densus 88. Jadi itu di mana-mana ada negosiasi," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2014).
Dikatakannya upaya baku tembak yang terjadi di Ciputat pada malam pergantian tahun bukan merupakan eksekusi.
"Jadi ini bukannya eksekusi ya, jadi ada yang bilang ini eksekusi dan sebagainya. Ini adalah upaya penangkapan, penegakan hukum, atas berbagai aksi terorisme yang telah mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerugian harta benda milik masyarakat," ungkapnya.
Dalam penegakan hukum dikatakan Boy, Polri mengemban amanah menjalankan Undang Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang penanggulangan terorisme. Jadi dalam konteks penegakan hukum yang menghadapi kejahatan bersifat extraordinary crime, Standar Operasional Prosedur (SOP) harus dijalankan dengan penuh kewaspadaan.
"Sudah banyak contoh petugas-petugas kita meninggal dunia kalah cepat ditembak oleh mereka-mereka yang selama ini mencoba untuk melakukan penangkapan oleh petugas kita. Jadi kondisinya banyak yang mengatakan ini eksekusi, mohon diluruskan, ini bukan eksekusi, tapi upaya penegakan hukum didasarkan kepada kasus-kasus terorisme yang ada di negara kita," ungkapnya.
Aksi baku tembak antara anggota Densus 88 Antiteror Polri dengan kelompok teroris di Kampung Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten diawali saat pimpinan teroris Ciputat Nurul Hidayat alias Dayat alias Daeng sedang mengendarai sepeda motor dengan memboceng tetangga kontrakannya bernama Irwan melalui jalan Gang Haji Hasan. Dayat ke luar dari kontrakannya untuk membeli makan.
Anggota Densus 88 Antiteror Polri yang sudah menguntitnya sejak beberapa hari kemudian menguntitnya dari belakang dan menyergapnya.
Kemudian, Dayat membalas dan mengarahkan tembakan dengan pen gun kepada anggota Densus dalam jarak yang cukup dekat. Hasilnya anggota Densus 88 Antiteror Polri pun tertembak di bagian kaki kiri tepat dibawah lutut tembus ke paha kanan.
Melihat situasi tersebut, anggota polisi yang lain yang sudah siap kemudian mengarahkan senjatanya ke arah Dayat dan melesatkan tembakan ke arah Dayat yang menyebabkan Dayat meninggal dunia lebih dahulu.
Sementara tetangga kontrakan Dayat bernama Irwan diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.
Setelah aksi baku tembak dengan Dayat, kepolisian kemudian melakukan penyergapan di rumah kontrakan milik Zainab yang berada di Kampung Sawah Lama RT 04 RW 07, Ciputat, Tangerang Selatan. Setelah kepolisian mengimbau supaya lima teroris yang berada di dalam rumah menyerah, justru para teroris malah menantang polisi.
"Kalau berani masuk sini," ucap teroris dari dalam rumah saat itu.
Akhirnya aksi baku tembak pun terjadi, selama 10 jam kepolisian terus melancarkan serangan kepada teroris begitu juga sebaliknya dan aksi baku tembak pun selesai, Rabu (1/1/2014) pukul 05.00 WIB. Setelah dipastikan aman ditemukan lima jenazah masing bernama Nurul Haq alias Dirman, Oji alias Tomo, Rizal alias Teguh alias Sabar, Hendi Albar, dan Edo alias Amril.
sumber : TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA

Terorisme : Brigjen Pol Boy Rafli Amar: Ancaman Teror Masih Ada

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi baku tembak antara Densus 88 Antiteror Polri dengan kelompok teroris di Kampung Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, bukan merupakan akhir dari ancaman teror yang selama ini menghantui masyarakat Indonesia.
Pentolan teroris Poso, Santoso hingga saat ini masih belum mampu ditangkap begitu juga dengan pengikut-pengikutnya belum bisa ditangkap pihak kepolisian.
"Potensi ancaman teror masih ada, sehingga kita harus saling bahu membahu mengelola kondisi ini. Beberapa pelaku masih belum berhasil kita tangkap," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2014).
Dikatakannya pihaknya masih harus berjuang bersama unsur-unsur terkait seperti TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat dalam rangka mendeteksi keberadaan kelompok teroris tersebut. "Santoso cs ada beberapa nama pengikut yang belum ditangkap," katanya.
Aksi baku tembak antara anggota Densus 88 Antiteror Polri dengan kelompok teroris di Kampung Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten diawali saat pimpinan teroris Ciputat Nurul Hidayat alias Dayat alias Daeng sedang mengendarai sepeda motor dengan memboceng tetangga kontrakannya bernama Irwan melalui jalan Gang Haji Hasan. Dayat ke luar dari kontrakannya untuk membeli makan.
Anggota Densus 88 Antiteror Polri yang sudah menguntitnya sejak beberapa hari kemudian menguntitnya dari belakang dan menyergapnya.
Kemudian, Dayat membalas dan mengarahkan tembakan dengan pen gun kepada anggota Densus dalam jarak yang cukup dekat. Hasilnya anggota Densus 88 Antiteror Polri pun tertembak di bagian kaki kiri tepat dibawah lutut tembus ke paha kanan.
Melihat situasi tersebut, anggota polisi yang lain yang sudah siap kemudian mengarahkan senjatanya ke arah Dayat dan melesatkan tembakan ke arah Dayat yang menyebabkan Dayat meninggal dunia lebih dahulu.
Sementara tetangga kontrakan Dayat bernama Irwan diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.
Setelah aksi baku tembak dengan Dayat, kepolisian kemudian melakukan penyergapan di rumah kontrakan milik Zainab yang berada di Kampung Sawah Lama RT 04 RW 07, Ciputat, Tangerang Selatan. Setelah kepolisian mengimbau supaya lima teroris yang berada di dalam rumah menyerah, justru para teroris malah menantang polisi.
"Kalau berani masuk sini," ucap teroris dari dalam rumah saat itu.
Akhirnya aksi baku tembak pun terjadi, selama 10 jam kepolisian terus melancarkan serangan kepada teroris begitu juga sebaliknya dan aksi baku tembak pun selesai, Rabu (1/1/2014) pukul 05.00 WIB. Setelah dipastikan aman ditemukan lima jenazah masing bernama Nurul Haq alias Dirman, Oji alias Tomo, Rizal alias Teguh alias Sabar, Hendi Albar, dan Edo alias Amril.
Sumber :
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA

MENCARI KEBAHAGIAAN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MENCARI KEBAHAGIAANAda seekor celeng yang pemurung. Ia mempunyai tetangga seekor kera yang mempunyai sifat sebaliknya. Kera itu periang, banyak memiliki sahabat, serta pintar memberi nasihat. Suatu hari, celeng bertamu ke rumah kera. Kata celeng, “Kera, kudengar kau binatang paling bijaksana di rimba belantara. Benarkah itu?” Sahut kera, “Kata warga rimba, memang demikian.” “Kalau begitu, boleh aku meminta nasihat padamu?” kata celeng lebih lanjut. “Oh, silahkan.” "Begini, Kera. Aku tidak pernah merasa bahagia dalam hidup ini. Apa gerangan sebabnya?” Kera berpikir sejenak, kemudian jawabnya, “Oho, Celeng, pergilah cari pohon zonga. Buahnya berwarna ungu. Petiklah buahnya, lalu makanlah. Dengan memakan sebuah zonga saja kau akan merasakan bahagia seumur hidupmu.” “Buah zonga? Aku baru mendengar sekarang. Di mana terdapat buah itu?” Esoknya celeng berkelana. Untuk mencari buah kebahagiaan itu. Setahun kemudian tiba di rimba tempat ia lahir. Kera menyambut kedatangan celen....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Cari Blog Ini