Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Rabu, 15 Januari 2014

Izin Mendirikan Bangunan ditegakkan secara tidak rata di Indonesia

Sejumlah rumah ibadah di Indonesia telah disegel atau dibongkar karena tidak memiliki izin yang diperlukan. Tetapi sejumlah pihak berkata, bahkan masjid arus utama pun biasanya dibangun tanpa izin.

Oleh Okky Feliantiar untuk Khabar Southeast Asia di Jakarta

April 20, 2013
Dalam beberapa tahun terakhir, tidak adanya izin mendirikan bangunan (IMB) yang layak telah sering disebutkan menjadi alasan penyegelan – dan dalam satu kasus baru-baru ini, pembongkaran - rumah-rumah ibadah di Indonesia.
  • Bendera Indonesia berkibar di tengah reruntuhan Gereja Huria Kristen Batak Protestan Taman Sari di Setu, Bekasi, dekat Jakarta. Pemerintah daerah menghancurkan bangunan tersebut dengan buldoser pada tanggal 21 Maret. Pada saat itu, jemaat sedang dalam proses untuk mendapatkan izin mendirikan bangunan. [Okky Feliantar/Khabar] Bendera Indonesia berkibar di tengah reruntuhan Gereja Huria Kristen Batak Protestan Taman Sari di Setu, Bekasi, dekat Jakarta. Pemerintah daerah menghancurkan bangunan tersebut dengan buldoser pada tanggal 21 Maret. Pada saat itu, jemaat sedang dalam proses untuk mendapatkan izin mendirikan bangunan. [Okky Feliantar/Khabar]
Namun sebagian besar rumah ibadah tidak memiliki IMB, menurut Imdadun Rahmat, wakil ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
"Delapan puluh lima persen rumah ibadah di Indonesia tidak memiliki izin. Mayoritas adalah masjid," kata Imdadun kepada Tempo pada tanggal 9 April. "Jika Anda mengharuskan izin IMB, Anda perlu mempersiapkan banyak buldoser."
Bulan lalu, Gereja Huria Kristen Batak Protestan Taman Sari (HKBP) di Setu, Bekasi telah dihancurkan oleh buldoser menyusul perintah dari bupati, di tengah demonstrasi oleh Forum Umat Islam Taman Sari (FUIT). Gereja sedang dalam proses panjang untuk memperoleh IMB.
"Saya setuju dengan Imdadun. Banyak masjid di Indonesia tidak memiliki IMB. Saya pikir pernyataannya mengandung nilai moral untuk mengingatkan semua orang bahwa penutupan gereja baru-baru ini di Jawa Barat serta Masjid Ahmadiyah di Bekasi terlalu keras," kata Titien Hartati, seorang mahasiswi di Universitas Tangerang, kepada Khabar Southeast Asia.
Pemerintah Bekasi menyegel Masjid Al-Misbah pada tanggal 4 April, karena pejabat Islam menganggap Ahmadiyah sebagai aliran sesat. Jemaat telah beribadah di sana sejak tahun 1998.
Proses yang panjang
Berdasarkan peraturan yang ditetapkan pada tahun 1969, dan diamandemen pada tahun 2006, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk memberikan IMB bagi rumah ibadah berdasarkan komposisi warga setempat. Beberapa pihak mengatakan proses perizinan yang panjang merupakan diskriminasi terhadap kelompok minoritas.
Untuk mendapatkan IMB, jemaat harus memberikan nama dan KTP dari minimal 90 anggota, surat dukungan dari 60 warga setempat lainnya, dan rekomendasi tertulis dari Kementerian Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), sebuah panel pemuka agama setempat.
Banyak rumah ibadah dibangun tanpa IMB karena prosesnya bisa memakan waktu lebih dari satu dekade, namun masyarakat harus memiliki rumah ibadah sesegera mungkin, kata Imadun.
Buldoser pertama berbicara
Marzuki, seorang ulama Islam di Jakarta, mengatakan ia setuju dengan wakil ketua Komnas HAM.
"Banyak masjid di Indonesia mungkin tidak memiliki IMB, tetapi mereka tidak bermasalah di banyak tempat. Para tokoh masyarakat dan agama telah hidup berdampingan selama beberapa dekade."
"Saya menyaksikan pembongkaran sebuah rumah ibadah yang baru saja terjadi. Sangat sedih untuk melihat dan mendengarnya. Hal ini tidak hanya merupakan cerminan buruk dari kesatuan kita sebagai sebuah negara, tetapi juga menyiratkan bahwa tingkat toleransi kita menurun," katanya kepada Khabar.
"Bagi saya, pertanyaan moralnya bukanlah apakah gereja atau masjid harus dibongkar, melainkan 'mengapa?' Saya tahu banyak Muslim tidak setuju dengan pembongkaran, menyebutnya sebagai proses yang tidak perlu. Jika kita bisa mendiskusikan melalui dialog, mengapa buldoser harus berbicara dulu?" tanya Marzuki.
"Saya berharap pemerintah akan menangani situasi bagi Muslim Ahmadiyah secara serius dan segera," Sulistyorini, warga Yogyakarta dan lulusan Universitas Islam Indonesia, berkomentar kepada Khabar.
"Kita harus menghormati keputusan orang untuk mempraktikkan agama mereka tanpa mengintimidasi atau mengancam mereka. Saya tahu FPI tidak setuju dengan ajaran Ahmadiyah Islam," katanya, merujuk ke Front Pembela Islam.
"Namun, itu tidak berarti bahwa mereka dapat menyerang dan mengancam mereka. Ini bukan ajaran Islam kepada kita. Islam toleran dan menghormati keputusan rakyat. Kami menghantarkan perdamaian, bukannya bahaya," katanya.
Sumber :http://khabarsoutheastasia.com/id/articles/apwi/articles/features/2013/04/20/feature-02

Aceh : Bagi kaum minoritas agama Aceh, ada sedikit ruang untuk berdoa


Agama minoritas di Aceh menghadapi peraturan yang sulit untuk membangun fasilitas gedung untuk beribadah.

Oleh Nurdin Hasan untuk Khabar Southeast Asia di Banda Aceh

Januari 10, 2014
Di Provinsi Aceh, umat Kristen merupakan minoritas kecil - hanya 1,2% dari populasi, menurut data sensus 2010.
  • Anak-anak berjalan melintasi Gereja Methodist Banda Aceh pada tanggal 7 Desember 2013. [Nurdin Hasan/Khabar] Anak-anak berjalan melintasi Gereja Methodist Banda Aceh pada tanggal 7 Desember 2013. [Nurdin Hasan/Khabar]

Tulisan Yang Berhubungan

Hanya ada tiga gereja di ibukota provinsi itu dan meskipun populasi umat Kristen di Aceh sedang berkembang, persyaratan izin yang ketat dan tekanan dari Front Pembela Islam (FPI) telah mempersulit agama minoritas untuk membangun tempat beribadah di tempat ini, menurut para pengamat.
Pada bulan Oktober 2012, pemerintah Banda Aceh memerintahkan sembilan tempat ibadah milik umat Kristen dan umat Buddha ditutup, menyatakan bahwa mereka gagal untuk mematuhi undang-undang perizinan. Enam penutupan terjadi setelah demonstrasi FPI, yang menuntut kota itu menutup tempat-tempat ibadah tersebut.
Enam bulan sebelumnya, tekanan publik dari pihak garis keras menyebabkan langkah serupa oleh Kabupaten Singkil di selatan Aceh, untuk menutup 17 tempat ibadah Kristen.
Zulfikar Muhammad, yang memimpin LSM Koalisi HAM di Aceh, mengatakan peraturan ini membatasi kaum minoritas dalam menjalankan agama mereka.
“Jika kita lihat Undang-Undang Dasar, tidak ada alasan untuk melakukan pembatasan seperti itu. Saya melihat peraturan seperti itu sebagai bentuk otoriter negara terhadap warga minoritas,” kata Zulfikar kepada Khabar Southeast Asia.
“Beribadah dan berkumpul sesuai keyakinan seseorang adalah hak dasar yang dibawa sejak lahir yang tidak boleh dihalangi. Aturan negara yang membatasi hak dasar seseorang merupakan bentuk pelanggaran HAM,” katanya, mengacu pada aturan yang diterapkan pada tahun 2006 dan 2007 yang mengatur cara anggota dari setiap agama - termasuk Islam - bisa mendapatkan izin untuk membangun rumah ibadah.
Pada tahun 2006, Departemen Agama dan Departemen Dalam Negeri Indonesia bersama-sama memutuskan bahwa pemberian izin memerlukan daftar 90 jemaat, bukti identitas, dan surat dukungan yang ditandatangani oleh setidaknya 60 warga setempat.
Satu tahun kemudian, Gubernur Aceh mengeluarkan peraturan perizinan yang lebih ketat lagi di tingkat provinsi, yang membutuhkan minimal 150 jemaat dan 120 tanda tangan dukungan warga.
“"Dengan surat keputusan bersama dua menteri saja sudah sulit mendapat dukungan 60 warga, apalagi harus ada 120 dukungan masyarakat Aceh untuk membangun rumah ibadah di sini. Tentu tidak mungkin untuk memenuhinya,” ujar Sondang Marbun, yang mengetuai unit urusan Kristen di kantor Departemen Agama di Aceh.
Mengomentari peraturan perizinan tersebut, Tengku Faisal Ali, ketua Nahdhatul Ulama (NU DPW) untuk Aceh, menolak pendapat bahwa intoleransi di provinsi itu sedang berkembang.
“Dalam Islam, penghormatan terhadap kaum minoritas sangat dijunjung tinggi. Tidak ada larangan sama sekali jika umat non Muslim melakukan ibadah sesuai perintah agama mereka,” katanya kepada Khabar.
Sumber : http://khabarsoutheastasia.com/id/articles/apwi/articles/features/2014/01/10/feature-04

Selasa, 14 Januari 2014

Toleransi : Rakyat Indonesia berpawai untuk Toleransi Agama


Rakyat Indonesia berpawai untuk toleransi beragama

Puluhan ribu orang mewujudkan semangat Bhinneka Tunggal Ika (“Berbeda-Beda Tetapi Tetap Satu”) di Indonesia, pada saat mereka berpawai untuk kerukunan antaragama dan masyarakat.

TIGA AYAM PETELUR

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - TIGA AYAM PETELURSuatu hari tiga telur menetas bersamaan dalam rimbun jerami tua di pesawahan desa. Anak-anak ayam itu terlihat begitu cantik dengan bulu kuning halusnya. Tak lama kemudian pak tani pemilik sawah menemukan mereka dan memeliharanya hingga mereka tumbuh besar menjadi ayam-ayam betina yang sehat dan kuat. Tibalah saat mereka untuk mulai bertelur. Pak tani mulai menyiapkan tempat khusus dan nyaman untuk ayam-ayamnya dan seperti yang diharapkan, ayam-ayampun bertelur. Ayam pertama saat mulai bertelur, begitu gembira terutama melihat pak tani tersenyum pada telurnya. Namun disayangkan si ayam mulai merasa dimanfaatkan pak tani ketika telur diambil dari kandang. Iapun mogok bertelur. Pak tani lalu memberikan berbagai macam vitamin dan pakan kesukaan si ayam. Ayam pun mulai bertelur kembali meski sering tersendat-sendat. Pada akhirnya pak tani memutuskan untuk memotong ayam pertama karena ongkos pakan yang lebih tinggi daripada telur yang dihasilkan. Ayam kedua saat bertelur juga merasa bah....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Terorisme : Kontra Terorisme Berangkat dari Perspektif Konyol

Selasa, 31 Desember 2013 , 08:03:00 WIB

ILUSTRASI/NET
  

INDONESIA meninggalkan tahun 2013 bergerak mengikuti pendulum waktu masuk 2014. Ada satu soal yang kerap saya dapatkan dalam beragam perhelatan diskusi (majlis) selama masa kurun waktu 2013; kapan terorisme di Indonesia akan berakhir?

Saya banyak melihat wajah pesimis dengan soal tersebut, karena berpijak kepada asumsi "terorisme" sudah menjadi komoditi penting bagi pihak tertentu. Ada sebagian yang optimis karena melihat komitmen pemerintah melalui seluruh instrumen terkait yang dimilikinya, terlihat berkerja secara massif sistemik bahkan dengan kekuatan yang sangat eksesif.

Bagi saya, dalam tataran konsep secara sederhana terorisme akan berakhir atau minimal teredam jika faktor (akar) dan sebab-sebab pemicunya juga hilang. Namun soal "terorisme" di Indonesia bukan hal sederhana. Karena perang melawan terorisme dalam sepuluh tahun terakhir di Indonesia adalah produk kebijakan politik keamanan Nasional resonansi dari politik keamanan global dimana Barat menjadi episentrum pemegang kepentingan.

Kebijakan politik keamanan yang berdiri diatas "doktrin" tendensius dan tidak obyektif serta tidak jujur, karenanya di tahun-tahun mendatang isu terorisme akan terus menyeruak eksis.

Tahun 2014 bukan akhir cerita terorisme di Indonesia, bahkan di tataran global terorisme telah menjadi judul baku sebuah "drama" panjang  imperialisme Barat.

Kenapa saya katakan "doktrin" tendensius, tidak obyektif dan tidak jujur?. Karena kebijakan politik keamanan telah terpasung dalam mindset (paradigma) yang menempatkan Islam Ideologis sebagai akar terorisme. Sederhananya, radikalisme pemikiran dalam Islam adalah akar terorisme. Dan membuat simplikasi aksi-aksi terorisme terkait dengan nilai kayakinan radikal yang berkembang di Indonesia.

Ini adalah realita mindset yang tendensius dan berimplikasi kepada pemahaman tentang terorisme dan solusinya tidak tepat. Namun secara culas menutupi faktor dan sebab-sebab utama lainnya yang tidak kalah penting.

Padahal jika mau jujur dan obyektif sejatinya terorisme adalah fenomena komplek yang lahir dari beragam faktor yang juga komplek. Ada faktor domestik seperti kesenjangan ekonomi (kemiskinan), ketidakadilan, marginalisasi, kondisi politik dan pemerintahan, sikap represif rezim yang berkuasa, kondisi sosial yang sakit, dan faktor lain yang melekat dalam karakter kelompok dan budaya.

Ada Juga faktor internasional seperti ketidakadilan global, politik luar negeri yang arogan dari negera-negara kapitalis (AS), imperialisme fisik dan non fisik dari negara adidaya di dunia Islam, standar ganda dari negara superpower, dan sebuah potret tata hubungan dunia yang tidak berkembang sebagaimana mestinya (unipolar).

Di samping adanya realitas kultural terkait substansi atau simbolik dengan teks-teks ajaran agama yang dalam interpretasinya cukup variatif.

Ketiga faktor tersebut kemudian bertemu dengan faktor-faktor situasional yang sering tidak dapat dikontrol dan diprediksi, akhirnya menjadi titik stimulan lahirnya aksi kekerasan ataupun yang kemudian di cap terorisme.

Oleh karena itu, menurut saya kontra terorisme di Indonesia berangkat dari perspektif konyol, semua piranti dan perangkatnya (khususnya Densus88 dan BNPT) telah menempatkan Islam dan sebagian kelompok umatnya sebagai musuh. Dan ketika Indonesia dianggap sebagai negara yang berdiri tidak berdasarkan agama maka otomatis menempatkan Islam Ideologis dan pengusungnya secara diametrikal sebagai musuh terhadap eksistensi NKRI.

Dan "doktrin" ini menjadi energi untuk terus menerus memangkas setiap geliat kebangkitan Islam Ideologis di Indonesia. Menjadi legitimasi "drama" perang melawan terorisme untuk di lembagakan dan dilestarikan dengan beragam makar (muslihat)-nya.

Dan terlihat sekali bahwa target jangka panjang dibalik proyek perang melawan terorisme adalah membungkam kebangkitan kekuatan politik Islam dan umatnya, serta dalam rangka menjaga Indonesia dalam bingkai sekulerisme dan menjadi ordinat kepentingan imperialisme modern Barat. [***]

sumber : http://www.rmol.co/read/2013/12/31/138215/Kontra-Terorisme-Berangkat-dari-Perspektif-Konyol-

Harits Abu Ulya

Pemerhati Kontra Terorisme dan Direktur The Community Of Ideological Islamic Analyst (CIIA)

Akil Timbun Dolar di Tembok Ruang Karaoke


TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md. mengaku kaget saat mendengar tembok ruang karaoke rumah dinas Ketua Mahkamah Konstitusi sempat diisi lembaran uang. Adalah penerusnya di Mahkamah, Akil Mochtar, yang menempatkan uang itu di sana.
"Ternyata uang Akil disimpan di tembok ruang karaoke saya dulu," ujarnya setelah diperiksa penyidik di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin, 13 Januari 2014.
Menurut Mahfud, tim penyidik KPK bertanya soal ruangan karaoke di rumah dinas Ketua Mahkamah Konstitusi di Widya Chandra yang dulu sempat ditempatinya. Mahfud mengaku mengetahui keberadaan ruangan tersebut karena kebetulan dia yang membangunnya.
Saat itulah, menurut Mahfud, dia mendapat informasi tentang penuhnya rongga tembok ruangan itu oleh uang dolar Amerika Serikat simpanan Akil, yang kini menjadi tersangka KPK dalam empat kasus. Penyidik KPK, kata Mahfud, telah menyita uang itu.
"Gila, itu kayak Presiden Tunisia, Ben Ali, yang uangnya disimpan di lemari perpustakaan. Akil gitu juga, tapi di ruang karaoke," kata Mahfud.
Mahfud mengaku tak tahu berapa jumlah uang yang ditimbun Akil di sana."Saya enggak tanya dan enggak ingin tahu juga," tuturnya.
Pada Senin malam, 13 Januari 2014, Mahfud diperiksa sebagai saksi kasus korupsi penanganan sengketa pemilihan kepala daerah yang menyeret bekas koleganya, Akil Mochtar, sebagai tersangka.
Mahfud mengatakan penyidik menanyakan apakah ia pernah melihat keanehan dalam kinerja Akil. Dia menjawab secara umum tak ada yang aneh, namun nama Akil pernah disebut dalam penanganan sengketa pemilihan Wali Kota Kotawaringin Barat.
"Saya menjelaskan saya sudah melaporkan (ke KPK) tahun 2011. Dan ternyata (KPK) tidak menemukan apa-apa," ujarnya.
Mahfud mengaku juga sudah melaporkan kasus penanganan sengketa pemilihan Bupati Simalungun kepada KPK. Dalam soal sengketa tersebut, Refly Harun sempat menuding Akil meminta duit kepada pihak beperkara.
BUNGA MANGGIASIH
sumber : http://id.berita.yahoo.com/akil-timbun-dollar-di-tembok-ruang-karaoke-230610939.html

PETA HARTA KARUN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - PETA HARTA KARUNAda seorang pria dewasa sedang berjalan-jalan di pantai. Pantai itu sangatlah indah. Pria itu lalu melihat sebuah botol kaca. Pria itu memungutnya dan melihat ada secarik kertas di dalam botol. Dia kemudian menarik gabus penyumbat botol dan menjumpai bahwa kertas tersebut ternyata sebuah peta harta karun. Tetapi pria itu tidak percaya, sehingga ia memasukkan peta harta karun itu kembali dalam botol, menyumbat botol, dan melemparkan botol itu ke laut. Beberapa saat kemudian, pria dewasa lain sedang berjalan di pantai dan melihat botol itu. Dia juga mengambil botol, membukanya, dan menemukan peta harta karun. Orang ini cukup penasaran dengan harta karun tersebut. Ia mencoba berjalan menuju tempat yang ditunjukkan peta tersebut, yaitu sekitar 30 meter ke tengah laut. Tetapi ketika tinggi air laut mencapai paha, ia memutuskan untuk berhenti. “Ini cuma jebakan!” katanya. Jadi, ia bergegas kembali ke tepi pantai dan membuang botol itu kembali ke laut Beberapa saat kemudian pria dewasa ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

OMBAK KECIL DAN OMBAK BESAR

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - OMBAK KECIL DAN OMBAK BESARAlkisah, di tengah samudra yang maha luas, tampaklah ombak besar sedang bergulung-gulung dengan suaranya yang menggelegar, tampak bersuka ria menikmati kedasyatan kekuatannya, seakan-akan menyatakan keberadaan dirinya yang besar dan gagah perkasa. Sementara itu, jauh di belakang gelombang ombak besar, tampak sang ombak kecil bersusah payah mengikuti. Ia terlihat lemah, tertatih-tatih, tak berdaya, dan jauh tersisih di belakang. Akhirnya, ombak kecil hanya bisa menyerah dan mengekor ke mana pun ombak besar pergi. Tetapi, di benaknya selalu muncul pertanyaan, mengapa dirinya begitu lebih lemah dan tak berdaya? Suatu kali, ombak kecil bermaksud mengadu kepada ombak besar. Sambil tertaih-tatih ombak kecil berteriak: “Hai ombak besar. Tunggu!” Sayup-sayup suara ombak kecil didengar juga oleh ombak besar. Lalu sang ombak besar sedikit memperlambat gerakannya dan berputar-putar mendekati arah datangnya suara. “Ada apa sahabat?” Jawab ombak besar d....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 13 Januari 2014

KUPU-KUPU

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - KUPU-KUPUSeseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul dari kepompong. Orang itu duduk dan mengamati selama beberapa jam bagaimana si kupu-kupu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Ternyata, Kupu-kupu itu mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, dan sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yg mungkin akan berkembang dalam waktu. Ternyata Semuanya tak pernah terjadi. kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Kebaikan dan ket....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Prifil :KH. Nuril Arifin Husein

DR. KH NURIL ARIFIN HUSEIN, MBA ( Gus Nuril )
Tanggal Lahir            :12 Juli 1959
Kota Asal                    : Ujungpangkah kulon, Gresik, Indonesia
Pandangan Politik  : Pluralisme yang rahmatan lil alamin
Agama                          :Islam – Sufi
Informasi Pribadi
Aktivitas                    : Seminar, ceramah dan maulid nabi, diba, berzanji dan tabligh
Minat                           : Semua kehidupan menjadi minat bagi tertanamnya kecambah kedaimaian  di muka bumi
Tentang Saya            : Pecinta Gus Dur sampai akhir.Dan pecinta Wali,pengharap syafaat Nabi.
Informasi Kontak
Email                          : gusnuril@gmail.com
Web Blog                   : http://www.gusnuril.co.cc
Nomor Ponsel        : 0818249033
Alamat Sekarang   : Jalan sendang guwo raya  pesantren, Semarang, Indonesia
Pendidikan dan Pekerjaan
Perguruan Tinggi:
·    APPD ’83
·    Wartawan
SMA
·    Sultan Agung ’78
Lembaga/Perusahaan    :Pesantren Sokotunggal
Jabatan                                 :Qodimuhu ma’had
Tempat                                  :Semarang dan Jakarta Indonesia
Deskripsi                               : Sebagai ketua Forkhagama

Cari Blog Ini