Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Minggu, 20 Juli 2014

KEBAHAGIAAN DALAM MEMBERI

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - KEBAHAGIAAN DALAM MEMBERISuatu sore, seorang mahasiswa berjalan bersama rekannya. Ketika mereka melihat sepasang sepatu butut di tepi jalan. Mereka yakin sepatu tersebut milik seorang pekerja rendahan yang bekerja dihutan. Sang mahasiswa berpaling pada rekannya seraya berkata, "Bagaimana kalau kita sembunyikan sepatunya,lalu kita bersembunyi dibalik semak-semak dan melihat apa yang terjadi kemudian." Rekannya itu menjawab, "Sobatku, kita tidak seharusnya bersenang2 dengan mengorbankan orang miskin. Engkau dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, dan itu akan mendatangkan kesenangan besar dalam dirimu. Caranya adalah memasukkan uang kedalam kedua sepatu bututnya. Setelah itu kita bersembunyi untuk melihat reaksi orang tersebut." Mahasiswa itu pun melakukan apa yg dikatakan rekannya,lalu mereka bersembunyi di balik semak2. Tak lama kemudian, si empunya sepatu keluar dari hutan dan bergegas mengambil sepatunya. Ketika memasukkan salah satu kakinya,ia merasakan ada benda yg mengganjal. Ia pun merogoh ke dalam sepatu. Ia nampak terkejut dan terheran karena ada uang dalam sepatunya. Ia memegang sambil menatap uang tersebut, lalu melihat ke sekeliling apakah ada org di sekitarnya. Tapi,ia tidak melihat seorangpun disana. Lalu ia memasukkan uang tersebut kekantongnya,sambil memasang sepatu lainnya. Tapi,lagi2 ia terkejut karena ada uang dalam sepatunya yang satu lagi. Perasaan haru menguasainya, ia jatuh tersungkur dan menengadah ke atas. Doa ucapan syukur terdengar jelas dari mulutnya. Ia berbicara m....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 15 Juli 2014

MENGENDALIKAN AMARAH

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MENGENDALIKAN AMARAHDulu, aku orang yang bersifat pemarah. Aku tidak bisa meredam amarahku setiap hari. Ayahku menyadari hal ini. Untuk mengurangi rasa amarahku, Ayahku memberikan sekantong paku dan mengatakan kepadaku agar aku memakukan paku itu ke pagar di belakang rumah tiap kali aku marah. Hari pertama aku bisa memakukan 48 paku ke pagar belakang rumah. Namun secara bertahap jumlah itu berkurang. Aku menyadari bahwa lebih mudah menahan amarah ketimbang memaku paku ke pagar. Akihrnya aku bisa menahan dan mengendalikan amarah ku yang selama ini telah memburuku. Aku memberitakukan hal ini kepada Ayahku. Ayahku mengatakan agar aku mencabut satu paku di pagar setiap hari dimana aku tidak marah. Hari-hari berlalu dan tidak terasa paku-paku yang tertancap tadi telah aku cabut dan lepaskan semua. Aku memberitahukan hal ini kepada Ayahku bahwa semua paku telah aku cabut. Ayah tersenyum memandangku, dan ia menuntunku ke pagar. Dan berkata “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas.” Aku menyadari hal ini bahwa aku setiap kali marah aku teringat pada orang yang aku dendam tersebut. Ayah tambah berkata “Seperti lubang ini … di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu … Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada …dan luka karena k....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 10 Juli 2014

BETAPA MISKINNYA KITA

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - BETAPA MISKINNYA KITASuatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin. Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya. "Bagaimana perjalanan kali ini?" "Wah, sangat luar biasa Ayah" "Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin" kata ayahnya. "Oh iya" kata anaknya "Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya. Kemudian si anak menjawab.... "Saya saksikan bahwa : Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat. Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ke tengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya. Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari. Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh. Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita. Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya. Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri. Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi." Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara. Kemudian sang anak menambahkan "Terima kasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita." Betapa seringnya kita melupakan apa y....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 09 Juli 2014

Polri Acak-acak Minoritas


18 Juni 2014 13:18  dibaca: 4014

Share
antara / dok
Aparat Kepolisian Polda DIY melakukan penjagaan di rumah Direktur Galang Press Julius Felicianus yang dirusak oleh sejumlah orang di Perumahan STIE YKPN B7 Tanjungsari, Sukoharjo, Sleman, Kamis (29/5) malam. Pengerusakan tersebut dilakukan oleh sejumlah kelompok ormas pada saat berlangsungnya ibadah doa Rosario di rumah Julius Felicianus.
Negara gagal dan menyerah kepada kelompok-kelompok intoleran.
JAKARTA - Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi, menilai tindakan Polri menersangkakan Pendeta Nico Lomboan, pemilik rumah yang diserang sejumlah orang di Pangukan, Sleman, Yogyakarta, karena melakukan ibadah di rumahnya tak masuk akal.

Hal itu menunjukkan Polri tidak melindungi minoritas, tetapi ikut mengacak-acaknya atas nama mayoritas. “Ini kebiasaan cara pandang dan cara bertindak polisi dalam menangani soal-soal kebebasan beragama,” kata Hendardi kepada SH di Jakarta, Selasa (17/6).

Alih-alih menindak pelaku kekerasan yang main hakim sendiri, Polri malah berbelok arah dengan urusan administrasi pendirian rumah ibadah. Polri, kata Hendardi, saat ini tidak sedang merawat kebebasan beragama, tetapi atas nama mayoritas sedang ikut mengacak-acak keberagaman.

“Polisi telah menghindar dari tugas utamanya yang justru harus merawat kebinekaan dan melindungi minoritas dari mayoritas sebagaimana hakiki dari HAM dan demokrasi,” tuturnya.

Terpisah, anggota Komnas HAM, Natalius Pigay, mengutuk keras sikap pihak kepolisian tersebut. Tindakan Polri tersebut menunjukkan negara gagal dan menyerah kepada kelompok-kelompok intoleran. “Saya sudah pengalaman kasus yang seperti ini. Biasanya kelompok-kelompok intoleran yang sudah jadi tersangka, mendesak polisi juga menersangkakan pihak lain," ujarnya.

Menurutnya, masalah izin rumah ibadah, seharusnya tidak serta-merta diselesaikan dengan proses pidana. Kepolisian seharusnya bisa menyelesaikan dengan cara persuasif. Penanganan pelanggaran izin penggunaan bangunan untuk rumah ibadah seharusnya juga tidak berdasarkan kasus yang muncul.

Jika polisi mau adil, mereka juga harus memeriksa perizinan seluruh rumah ibadah. "Kalau hanya setiap ada insiden baru diperiksa, itu namanya diskrimantif, apalagi jika langsung melakukan proses hukum pidana,” ucapnya.

Terhadap kelompok penyerang, kata Natalius, sudah tepat polisi menetapkan mereka sebagai tersangka. Namun, sangat janggal jika korban penyerangan yang rumahnya dirusak masa intoleran, secara cepat langsung ditetapkan sebagai tersangka. Rumah Pendeta Nico Lomboan di Sleman, Yogyakarta, 1 Juni diserang sekelompok massa dan melakukan berbagai perusakan.

Isu SARA
Secara terpisah, politikus PDIP, Eva Kusuma Sundari mengatakan, menyeruaknya isu SARA yang menyerang capres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) belakangan ini karena lawan politik tidak mampu berargumen tentang visi dan misi. Mengedepankan isu SARA dalam berpolitik, menurutnya, merupakan kemunduran dalam demokrasi.

Direktur Eksekutif Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat, Asmono Wikan menegaskan, tabloid Obor Rakyat yang seluruh isinya fitnah terhadap Jokowi hanya diterbitkan untuk tujuan politik dari penyandang dana atau investor.

"Sasaran tembak media ini sebenarnya politis. Tidak ada investor yang mau menghabiskan uang dalam jumlah besar tanpa tujuan pasar. Kalkulasi tabloid Obor Rakyat jelas bukan kalkulasi bisnis, melainkan kalkulasi politik," katanya.

Pada bagian lain, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Boy Raffi Amar mengatakan, kepolisian akan membahas laporan tim hukum Jokowi-Kalla atas tabloid Obor Rakyat bersama Dewan Pers. "Karena mengandung kegiatan jurnalistik," katanya.

Selain laporan terkait tabloid Obor Rakyat, kata Boy, Mabes Polri akan menindaklanjuti laporan lainnya yang telah disampaikan tim hukum Jokowi-Kalla.

Dia mengatakan, dua kasus lainnya yang akan ditindaklanjuti terkait surat palsu Jokowi ke Kejaksaan Agung dan kasus pencemaran nama baik Jokowi yang diduga dilakukan salah satu tim sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. (Ruhut Ambarita/Vidi Batlolone)

Sumber : Sinar Harapan
http://sinarharapan.co/news/read/140618191/Polri-Acak-acak-Minoritas

Jumat, 04 Juli 2014

MEJA KAYU

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MEJA KAYUSuatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama diruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu," ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini." Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek. Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa?". An....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saya khawatir jika Prabowo terpilih

MERDEKA.COM. Dua hari lalu, surat terbuka dari Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara sekaligus tokoh rohaniawan Katolik Romo Frans Magnis Suseno menyebar luas. Dalam surat itu dia menyatakan tidak memberikan dukungan kepada calon presiden Prabowo Subianto lantaran disokong oleh orang-orang garis keras.

Romo Magnis takut jika Prabowo terpilih kerukunan dan toleransi umat beragama bakal menjadi mimpi belaka. Kenapa? Menurut dia, manifesto Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) soal pemurnian agama merupakan ujung tanduk pembatasan toleransi umat beragama.

Dia memberi klarifikasi, dia bukan membuat surat terbuka namun mengkritik isi dari manifesto Gerindra. "Yang jelas itu salah, saya sudah sering mengatakan seperti itu," katanya semalam. "Saya juga denger mau dicabut tapi tidak juga di cabut. Tetap ada di manifesto itu."

Berikut penuturan Romo Magnis kepada Arbi Sumandoyo dari merdeka.com saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Kemarin Anda menulis surat terbuka untuk Prabowo?

Nah ini sudah keliru. Saya tidak kirim surat kepada siapa-siapa. Mungkin dari saya kirim surat elektronik mengenai masa depan bangsa tetapi saya tidak kirim surat kepada Pak Prabowo sama sekali.

Kemarin beredar di media surat terbuka ditulis oleh Anda?

Saya tidak tahu surat yang mana, di mana saya jelaskan mengapa saya tidak bisa memilih Prabowo. Itu teksnya. Kalau itu tidak ada, bukan dari saya.

Surat terbuka itu bertanggal 25 Juni?

Katanya juga ada di Tempo saya baca tapi saya tidak pernah kirim surat.

Jadi surat beredar bohong?

Itu tergantung karena ada beberapa yang beredar saya menulis saya tidak akan mendukung Prabowo karena lingkungannya. Kalau di surat itu ada kata lingkungan saya buat. Ada nggak kata lingkungan?

Di surat itu tertulis Anda tidak mendukung karena Prabowo didukung oleh Islam garis keras?

Itu ada benernya. Artinya mereka mengharapkan Perang Badar, itu yang saya kritik. Saya tidak melihatnya, tapi saya menulis saya sangat prihatin dengan Perang Badar dan sebagainya.

Jadi Anda tidak menulis surat tapi mengkritik soal pernyataan Amien Rais?

Saya menjelaskan mengapa saya tidak memilih Prabowo karena dia begitu diharapkan oleh orang-orang garis keras dalam konteks calon presiden kepada kerangka Perang Badar. Selasa sore kan juga di Yogyakarta, Prabowo ingin diberikan gelar panglima, tapi itu ditolak oleh Prabowo karena dia nggak mau gelar itu.

Apakah itu ketakutan Anda tidak memilih Prabowo?

Ketakutan saya adalah kalau Islam garis keras yang mengharamkan, misalnya mengharamkan memilih nomor dua. Bagaimana dia membayar kembali utang mereka itu. Dan orang-orang itu mendukung dia jadi presiden dan dia akan membayar kembali utang-utang itu.

Artinya Anda menduga ada kontrak politik atas dukungan itu?

Jelas kan, mereka amat mendukung akan mengharapkan kemudian dukungan itu dijawab. Tidak perlu ada kontrak. Sudah biasa itu.

Anda yakin jika Prabowo jadi tidak ada jaminan soal toleransi beragama?

Ya, misalnya di Yogyakarta dua hari lalu, mereka mengharapkan dia menjadi panglima perang menentang ajaran sesat apa saja. Dalam manifesto perjuangan Gerindra juga dibuat, negara wajib melindungi kemurnian agama terhadap penyelewengan dan sepertinya.

Itu sangat mengkhawatirkan bagi saya. Negara tidak sama sekali bertugas mengurusi kemurnian agama. Sejak kapan negara dapat tugas seperti itu.

Berarti ada yang salah dalam manifesto itu?

Yang jelas itu salah, saya sudah sering mengatakan seperti itu. Saya juga denger mau dicabut tapi tidak juga dicabut. Tetap ada di manifesto itu.

Siapa yang ingin janji mencabut manifesto Gerindra itu?

Yang jelas saya baca Pak Hashim mengatakan itu sebuah kekeliruan dan itu ingin dicabut dan ternyata tidak dicabut. Dari situ saya menarik kesimpulan tidak bisa pengaruh Pak Hashim terhadap Gerindra dan Prabowo.

Jadi ini ketakutan Anda dalam toleransi beragama?

Ya, itu ketakutan bahwa kebebasan beragama itu terancam. Mengingat adanya manifesto itu, mengingat juga adanya harapan pendukung beliau.

Manifesto itu bukan bisa jadi nantinya tidak bakal dijalankan oleh Gerindra?

Oh iya, saya tidak tahu apa akan dijalankan. Saya punya kekhawatiran.

Jadi menurut Anda, dari dua calon presiden ini, siapa mendukung toleransi beragama?

Model saya itu bukan saya memilih paling baik tetapi saya mencegah yang saya anggap bermasalah. Jadi dalam hal kebebasan beragama saya melihat masalah dukungan dari orang-orang garis keras. Dan melihat ini dianggap sebagai perang institusi. Saya membaca manifesto di mana negara akan mencampuri urusan agama-agama, lah gimana itu?

Harusnya negara tidak mencampuri warganya dalam kebebasan beragama?

Memang...memang. Harus kalimat itu dihilangkan dari manifesto partai menjadi dasar mereka kemudian merumuskan arah politik.

Jadi boleh dibilang jika Prabowo jadi, kerukunan umat beragama sama seperti saat ini?

Nggak lah, kerukunan beragama itu terlalu sederhana. Yang pertama perlu adalah hormat terhadap identitas dan melindungi segenap kelompok warga negara ada di negara ini. Kita akan rukun jika kita tidak saling mencampuri, kamu harus lain, kamu harus seperti aku. Paling penting adalah saling menghormati itu adalah hakikat dari Ketuhanan Maha Esa.

Jadi tidak ada intervensi?

Juga di dalam masyarakat bersedia menerima orang dengan keyakinan religius itu, iya. Karena dalam agama tidak boleh ada paksaan. Kok begitu sulit orang menerima itu. Sebulan lalu saya kaget membaca rumusan dari manifesto Gerindra itu dan itu membuat saya khawatir akan kebebasan beragama.
Bagaimana kita bisa rukun jika kita tidak mengerti dalam identitas religius. Kalau diakui kerukunan itu pasti berhasil.
sumber: https://id.berita.yahoo.com/saya-khawatir-jika-prabowo-terpilih-035456297.html

Selasa, 01 Juli 2014

Yakin Benar, Allan Nairn Tantang Prabowo Adukannya ke Penegak Hukum

News / Nasional

Rabu, 2 Juli 2014 | 10:14 WIB
Kompas.com/SABRINA ASRIL Jurnalis Allan Nairn


JAKARTA, KOMPAS.com
– Jurnalis Amerika Serikat Allan Nairn menyatakan tulisannya soal wawancara “off the record” dengan Prabowo Subianto yang dipublikasikan dalam blog pribadinya didasari pada fakta. Allan menyadari banyak bantahan dari kubu Prabowo saat tulisan itu muncul.
Oleh karena itu, Allan menantang Prabowo agar membawa tulisannya itu ke ranah hukum jika memang dianggap sebuah kebohongan.
“Setelah terbit artikel itu, orang Prabowo sebut saya musuh negara, kata TNI siap tangkap saya dan katakan bahwa artikel itu tidak benar, dan main-main. Jadi saya jawab dengan beberapa tantangan kepada pak Prabowo. Kalau dia nilai yang saya tulis itu tidak benar, sebaiknya dia hadapi saya dalam sidang, di Indonesia. Sebaiknya mulai proses saya atas tuduhan mencemarkan nama baik dia, silakan,” ujar Allan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (1/7/2014).
Menurut Allan, dengan cara itu, maka persoalan benar atau tidaknya tulisan soal Prabowo itu bisa diselesaikan. Allan mengaku tak khawatir apabila dirinya harus ditangkap atas tulisannya itu.
Dalam karirnya selama 40 tahun sebagai jurnalis, Allan merasa sudah menjadi musuh di banyak negara. Tulisannya tentang Prabowo yang disebutnya memiliki kedekatan dengan Amerika dan tidak percaya akan sistem demokrasi, sebut Allan, adalah dilandasi kebenaran.
“Silakan, saya di sini, saya di Indonesia, saya di Jakarta. Mereka bisa dapat saya. Kalau mereka mau menangkap saya untuk kejahatan atas kebenaran yang saya tulis tentang Prabowo, silakan,” ucap Allan.
Allan adalah seorang jurnalis investigasi yang telah banyak meliput kasus-kasus pelanggaran HAM di berbagai belahan dunia seperti Guatemela, Haiti, hingga Timor Leste. Allan bahkan menjadi orang yang dianggap mengancam Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto atas laporan-laporannya.
Pada bulan Juni dan Juli 2011 silam, Allan tengah menyelidiki kasus pembunuhan warga sipil yang dilakukan oleh militer Indonesia. Investigasinya itulah yang kemudian mempertemukan Allan dengan Prabowo yang sudah diberhentikan dari dunia kemiliteran.
Dalam wawancara itu, Allan mengaku Prabowo tidak mau menjelaskan secara spesifik kasus per kasus pembunuhan yang terjadi pada zaman Order Baru. Namun, Prabowo bercerita panjang lebar kepada Allan tentang pemikirannya akan fasisme hingga dunia militer. Prabowo juga turut bercerita soal kedekatan dengan pelaku usaha, militer, dan intelijen Amerika.
Semua pembicaraan itu, sebut Allan memang dilakukan dengan perjanjian “off the record”. Namun, Allan akhirnya melanggar etika jurnalistik itu karena merasa masyarakat Indonesia perlu tahu akan sosok Prabowo sebenarnya lantaran Prabowo akan segera dipilih sebagai calon presiden.
sumber : http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/07/02/1014434/yakin.benar.allan.nairn.tantang.prabowo.adukannya.ke.penegak.hukum?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

MICHAEL JORDAN, SANG LEGENDA BASKET

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MICHAEL JORDAN, SANG LEGENDA BASKETDunia olahraga mengenal beberapa nama sebagai legendanya masing-masing. Tinju ada Mohammad Ali. Sepakbola ada Pele dan Maradona. Golf ada nama Tiger Woods. Balap F1 ada Michael Schumacher. Dan, di bola basket, ada satu nama yang dianggap paling berpengaruh hingga sekarang, Michael Jordan. Untuk satu nama terakhir, meski sudah pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya, namun dirinya seolah tak tergantikan. Beberapa nama yang dianggap sebagai the next Jordan-di arena basketball Amerika, NBA-tetap tak bisa menggantikan ketenarannya. Nomor kaosnya-23-hingga kini juga digantung di langit-langit hall of fame sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya. Michael Jordan memang sosok yang sangat komplit. Di dalam lapangan, kemampuannya tak diragukan lagi. Berbagai atraksi menarik disuguhkan saat bertanding. Ia bahkan disebut-sebut bukan lagi sebagai seorang atlet, melainkan sudah menjadi aktor film yang mengundang decak kagum penontonnya. Karena itu, tak heran, kala ia pernah memutuskan pensiun dini-pada tahun 1993-jumlah penonton basket di dunia menurun. Dunia basket seakan kehilangan ruhnya. Tak urung, komentar yang meminta Jordan kembali ke lapangan terus bergema. Dan, hal itu akhirnya diwujudkan oleh Michael dengan bergabung lagi ke tim Chicago Bulls pada tahun 1995. "Saya mundur karena merasa sudah tak ada tantangan lagi. Dan saya kembali lagi karena saya merasa kini ada tantangan baru," sebut Jordan dalam sebuah wawancara. Sosok Jordan memang fenomenal. Jika beberapa ora....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

PENANTIAN SANG AYAH

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - PENANTIAN SANG AYAHTersebutlah seorang ayah yang mempunyai anak. Ayah ini sangat menyayangi anaknya. Di suatu weekend, si ayah mengajak anaknya untuk pergi ke pasar malam. Mereka pulang sangat larut. Di tengah jalan, si anak melepas seat beltnya karena merasa tidak nyaman. Si ayah sudah menyuruhnya memasang kembali, namun si anak tidak menurut. Benar saja, di sebuah tikungan, sebuah mobil lain melaju kencang tak terkendali. Ternyata pengemudinya mabuk. Tabrakan tak terhindarkan. Si ayah selamat, namun si anak terpental keluar. Kepalanya membentur aspal, dan menderita gegar otak yang cukup parah. Setelah berapa lama mendekam di rumah sakit, akhirnya si anak siuman. Namun ia tidak dapat melihat dan mendengar apapun. Buta tuli. Si ayah dengan sedih, hanya bisa memeluk erat anaknya, karena ia tahu hanya sentuhan dan pelukan yang bisa anaknya rasakan. Begitulah kehidupan sang ayah dan anaknya yang buta-tuli ini. Dia senantiasa menjaga anaknya. Suatu saat si anak kepanasan dan minta es, si ayah diam saja. Sebab ia melihat anaknya sedang demam, dan es akan memperparah demam anaknya. Di suatu musim dingin, si anak memaksa berjalan ke tempat yang hangat, namun si ayah menarik keras sampai melukai tangan si anak, karena ternyata tempat ‘hangat’ tersebut tidak jauh dari sebuah gedung yang terbakar hebat. Suatu kali anaknya kesal karena ayahnya membuang liontin kesukaannya. Si anak sangat marah, namun sang ayah hanya bisa menghela nafas. Komunikasinya terbatas. Ingin rasanya ia menjelaskan bahwa lion....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Cari Blog Ini