Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.
Tampilkan postingan dengan label Kikim di temukan Tewas di tong sampah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kikim di temukan Tewas di tong sampah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Januari 2011

SUMIATI DISIKSA

SUMIATI DISIKSA
Pemerintah Lemah, Advokat Kirim Surat Protes ke Arab Saudi
Jum'at, 14 Januari 2011 , 13:40:00 WIB
Laporan: Aldi Gultom

ILUSTRASI
  
RMOL. Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), melayangkan surat protes pada pemerintahan Arab Saudi, karena menghukum ringan majikan TKI Sumiati, TKI asal Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kita akan melayangkan surat protes ke pemerintahan Arab Saudi dan
pengadilan di sana,” tegas Ketua umum AAI, Humphrey Djemat, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (14/1).

AAI bersikap, hukuman tiga tahun penjara yang dijatuhkan pada warga Arab penyiksa Sumiati, terlalu ringan dan tidak akan menimbulkan efek jera bagi warga Arab Saudi yang suka menyiksa TKI.

"Pemerintah Arab Saudi jangan berdalih tak bisa mempengaruhi pengadilan di sana, itu hanya alasan belaka. Arab Saudi itu berbentuk negara monarki, sistem monarki seperti itu sangat memungkinkan pemerintahnya melakukan intervensi terhadap pengadilan,” katanya lagi.

Humphrey juga mendesak agar pemerintah Indonesia bersikap tegas. “Jangan hanya mendesak agar advokat pembela Sumiati di sana untuk mengajukan banding, itu hanya tindakan prosedural belaka, harus lebih dari itu,” bebernya lagi.

Humphrey sendiri menegaskan AAI tetap bertekad akan memberikan bantuan hukum kepada Sumiati dan keluarganya untuk menuntut majikan, yang telah menyiksa Sumiati itu. Sebelumnya AAI memang sudah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan BNP2TKI dalam melakukan pembelaan secara cuma-cuma kepada para TKI yang disiksa di luar negeri.

Selain memberi bantuan hukum cuma-cuma kepada Sumiati dan keluarganya, AAI juga menjadi kuasa hukum keluarga Kikim Komalasari, TKI yang ditemukan tewas di Arab Saudi.[ald]
Sumber : rakyatmerdeka.co.id  Jumat, 14 Januari 2011

Jumat, 19 November 2010

TKI Disiksa Majikan di Madinah

Arab Saudi Jamin Keadilan Ditegakkan
TKI Disiksa Majikan di Madinah
Kamis, 18 November 2010 , 08:27:00 WIB


SUMIATI BINTI SALAM MUSTAPA
  

RMOL. Arab Saudi menjamin dan menjanjikan bahwa keadilan akan ditegakkan dalam kasus penyiksaan Sumiati binti Salam Mustapa, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Pernyataan tersebut dirilis setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, telah mengirimkan satu tim diplomat ke Arab Saudi untuk mengusut kasus kesadisan yang tak selesai menimpa pahlawan devisa Indonesia itu.

”Pertama-tama, saya ingin memberikan jaminan kepada Presiden Indonesia, seluruh bangsa Indonesia, dan semua yang berkepentingan dengan kasus yang disesalkan terjadi di Ma­dinah, bahwa pemerintah Saudi akan menyelidiki masalah ini, dan akan menunaikan hak kepada semua pihak,’’ kata anggota dewan legislatif Saudi, Dewan Syura, Dr Sadaqa Bin Yahya Fadhil kepada BBC, Selasa (16/11).

“Dengan demikian, mereka sepatutnya percaya bahwa ke­adilan akan ditegakkan,” tegasnya. Sumiati (23) diduga disiksa majikan perempuan dan putrinya di rumah mereka di Madinah. Dia mengalami luka dari kepala hingga kaki, antara lain di­bakar dengan setrika dan bibirnya digunting.

Banyak tenaga pendatang yang bekerja untuk keluarga di Arab Saudi mengeluhkan kondisi kerja mereka yang buruk, serta pe­nganiayaan verbal dan fisik. Namun, Fadhil menegaskan hu­bungan antara warga Saudi dan pekerja asing pada umumnya bagus.

Tim yang dikirim Presiden SBY berangkat, Selasa, ke Arab Sa­u­di untuk memastikan Sumiati mendapat perlakuan yang baik se­telah penganiayaan yang menimpa dia. “Saya ingin hukum di­te­gakkan. Saya ingin ada misi, bikin tim untuk berangkat ke Saudi Arabia untuk memastikan bahwa yang bersangkutan men­da­patkan perawatan, pengobatan yang terbaik. Saya mendengar be­rita katanya ada upaya-upaya untuk mengaburkan. Jangan sampai terjadi. Kebenaran harus ditegakkan,” cetus SBY.   [RM]
Sumber :rakyatmerdeka.co.id

Baca juga : Kikim di temukan Tewas di tong sampah, setelah dianiaya sang majikan di Madinah..

Cari Blog Ini