Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Rabu, 15 September 2010

SKB PENDIRIAN TEMPAT IBADAH PERLU DI REVISI


SKB Pendirian Tempat Ibadah Perlu Direvisi

Besar Kecil Normal
Jemaat gereja HKBP Pondok Timur Indah, tetap menggelar kebaktian di lahan kosong di Bekasi, Jawa Barat. TEMPO/Hamluddin
TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung meminta keberadaan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang pendirian rumah ibadah direvisi. "Salah satu persoalan adalah yang menyangkut SKB 3 menteri yang perlu ditinjau kembali," katanya di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu (15/9)

Pramono melihat SKB 3 menteri itu sudah tidak sesuai dengan situasi kerukunan beragama saat ini. "Tantangannya sudah berbeda, kita menjadi negara demokrasi," katanya.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kemarin menyatakan Surat Keputusan Bersama Nomor 8 dan 9 tentang pendirian rumah ibadah tak perlu direvisi. Dalam surat tersebut, kata Gamawan, jelas perincian mekanisme pendirian rumah ibadah. "Kelihatan masalahnya bukan soal aturannya tapi pada pelaksanaannya. Mungkin ini belum sepakat, mungkin itu belum setuju," tuturnya.

Tapi, menurut Pramono, kalau di lapangan masih ada perbedaan multitafsir, maka timbul pertanyaan siapa yang paling bertanggung jawab di lapangan. " Kita tidak boleh menyalahkan siapa-siapa. Negara yang bertanggungjawab," tegasnya.

Negara dalam arti pemerintah dan DPR yang harus ikut bertanggungjawab terhadap kerukunan beragama. Dalam kasus hak beribadah, pemerintahan daerah, menurutnya, tak bisa apa-apa. Karena pemilik kepolisian adalah negara dan yang punya kewenangan penindakan adalah negara. "Jangan persoalan ini disimplifikasi jadi persoalan daerah, daerah menjamin warganya iya, tapi negara bertanggung jawab untuk itu," kata Pramono.

Termasuk peran Menteri Agama. Pramono meminta pernyataan Menteri Agama terhadap kasus menyangkut kerukunan umat harus menyejukkan agar dapat mengayomi semua agama. "Lebih baik Menteri Agama memperkuat persoalan agamanya daripada persoalan politiknya," ujarnya.

Selain Surat Keputusan Bersama, Pramono juga menyarankan revisi UU Organisasi Kemasyarakatan (UU No. 8 Tahun 1985). Alasannya karena beleid tersebut cukup menghambat kehidupan beragama maupun bermasyarakat. Ditambah lagi, kata dia, pemerintah sepertinya tidak tegas terhadap kasus yang menyangkut Hak Asasi Manusia, termasuk soal beragama."Apa yang dilakukan presiden ,kami menunggu hal yang lebih konkrit," tukasnya.

Presiden, dengan kewenangan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan harus bersikap lebih tegas. Dalam hal ini, kata Pramono, selain mendorong kerukunan beragama di masyarakat, tetapi presiden juga bisa meminta pertanggungjawaban kepolisian terhadap kasus-kasus yang bersifat Suku, Agama, dan Ras.

Dianing Sari 
Sumber berita :
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/09/15/brk,20100915-278331,id.html

Rekonstruksi Penusukan Jemaat HKBP

Polda Jaya Gelar Rekonstruksi Penusukan Jemaat HKBP


Polda Jaya Gelar Rekonstruksi Penusukan Jemaat HKBP
Jakarta (ANTARA) - Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya akan menggelar rekonstruksi terkait dengan insiden penusukan terhadap seorang dari jemaat Huria Kristen Protestan Batak (HKBP) Bekasi.
"Nanti ada pemeriksaan lanjutan dan reka ulang kejadian detik demi detik yang terjadi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol. Boy Rafli Amar di Jakarta, Rabu.
Boy menuturkan penyidik juga memeriksa beberapa dari jemaat HKBP yang melihat kejadian itu, termasuk dugaan adanya sejumlah orang dari jemaat yang melakukan pemukulan.
Pihak kepolisian juga masih mengembangkan penyidikan dan kemungkinan penambahan jumlah tersangka yang memicu terjadinya penusukan terhadap seorang dari jemaat HKBP.
Sementara itu, Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Pol. Timur Pradopo mengatakan pihaknya akan mengamankan sesuai dengan kebijakan Wali Kota Bekasi, Muchtar Muhammad.
Sebelumnya, Asiah Lumbuan Toruan (49) dan Pendeta HKBP Luspida (40) menjadi korban penusukan orang tidak dikenal di Jalan Raya Pondok Timur Asam, Kelurahan Cikeuting, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Minggu (12/9) sekitar pukul 08.45 WIB.
Polda Metro Jaya telah menetapkan 10 tersangka penusukan itu, antara lain Ketua DPW Front Pembela Islam Bekasi MB, serta AF sebagai pimpinan, DTS, NN, AN, ISN, PN, dan KA dengan sangkaan Pasal 351 tentang penganiayaan pemberatan dan Pasal 170 tentang penganiayaan secara bersama-sama.
Polisi juga menyita baju korban dan pelaku, kayu balok, tiga unit sepeda motor, rekaman kejadian, dan visum korban luka.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bekasi telah menyediakan dua lokasi alternatif untuk menjadi pilihan tempat ibadah jemaat HKBP.
Kedua lokasi itu merupakan fasilitas umum seluas 2.500 meter di PT Timah dan di sekitar Mustika Sari, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Sumber :

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/09/15/134873-polda-metro-jaya-reka-ulang-penusukan-pendeta-hkbp
http://id.news.yahoo.com/antr/20100915/tpl-polda-jaya-gelar-rekonstruksi-penusu-cc08abe.html

Peraturan Bersama Menteri


Inilah Pandangan Kontras Soal PBM Tempat Ibadah

Republika
Republika - 1 jam 29 menit lalu
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) No 8 dan No 9 Tahun 2006 dinilai bermasalah karena diskriminatif terhadap kaum minoritas. Selain itu, implementasi PBM rawan penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab yang duduk dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Oleh karena itu, menurut Koordinitor Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak kekerasan (Kontras), Haris Azhari, PBM tersebut harus segera dicabut. Pasalnya, Izin pendirian rumah ibadah yang tertuang dalam PBM tersebut seharusnya tidak menghalangi kebebasan menjalankan ibadah.”PBM banyak masalah cabut dan tinjau ulang segera,”ujar dia kepada Republika di Jakarta, Selasa (12/9)
Oleh karena itu, ungkap Haris, dalam pernyataan sikap sejumlah organisisasi yang tergabung dalam Forum Solidaritas Kebebasan Beragama, Senin (13/9) mendesak Presiden SBY mencabut PBM. Alasannya, semestinya lebih mengedepankan subtansi beribadah ketimbang mendahulukan persoalan administrasi.
Apalagi, FKUB gagal menjadi forum repersentatif umat beragama. Pernyataan tersebut muncul untuk menanyakan komitmen negara terhadap kebebasan menjalankan ibadah. Naifnya, penolakan terhadap pendirian rumah ibadah tak jarang berujung pada tindak kekerasan dan pemaksaan kehendak.
Haris mengemukakan, dalam konteks ini pemerintah dan kepolisian gagal menjamin kebebasan menjalankan agama. Padahal, kedua institusi itu berkewajiban memberikan perlindungan kepada warga negara melakukan ibadah.
Kewajiban itu bahkan terutang dalam sumpah mengemban tugas yang mereka ucapkan. Munculnya kasus penusukan jemaah Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) adalah pertanda pemerintah abai.
Ke depan, ujar Haris, perlu dirumuskan aturan yang lebih implementatif pendirian rumah ibadah. Aturan tersebut nantinya harus menjamin hak dan kebebasan umat beragama melaksnakan ibadah.
Tak kalah penting, proses perumusan aturan mesti melibatkan semua unsur agama dan komponen kepercayaan yang berbeda.”Aturan itu tidak boleh bertentangan dengan konstitusi tetapi justru menguatkan pelaksanaan konstitusi,”kata dia.

Selasa, 14 September 2010

KEBUN JATI

DIJUAL SEGERA KEBUN JATI
Rincian sbb :


1. Diameter 20-35 cm = 463 pohon
2. Diameter 40 cm = 193 pohon
3. Diameter 50 = 200 pohon
4. Diameter 60 = 151 pohon
5. Diameter 70 = 56 pohon
6. Diameter 80 = 24 pohon
7. Diameter 100 = 3 pohon

Itu hasil perhitungan di lapangan.....

Lokasi di Garut bagian Selatan...

Harga Rp 700.000.000,- (Nego).
Bisa menghubungi Email : pangaribuan16ab@yahoo.co.id

Kamis, 09 September 2010

DANA CEPAT

ANDA BUTUH DANA CEPAT ??
KEBUTUHAN DARURAT
MELAYANI DIATAS 1(SATU) MILYAR
SYARAT RINGAN, MUDAH, CEPAT

5 HARI CAIR SETELAH SURVEY , TIDAK ADA BIAYA DIMUKA
JAMINAN SERTIFIKAT RUMAH MENTENG, KEBAYORAN BARU, PONDOK INDAH, SIMPRUG, KEMANG, TEBET, PERMATA HIJAU, DAN LOKASI BAGUS LAINNYA.
HUBUNGI : ALBOIN
MOBILE PHONE : 0813.1660.3323

Kamis, 02 September 2010

Cara jitu memilih teman berbisnis


Cara jitu memilih teman berbisnis
Kebiasaan orang timur jika mencari teman berbisnis, kurang berhati-hati, selalu terburu-buru dan tidak cermat terhadap rekan berbisnis. Ketika bertemu dengan calon mitra bisnis biasanya terkesan hanya dari penampilan dan tutur kata manis dan bersemangat dengan gambaran usaha pasti untung. Kemudian jarang membuat perjanjian tertulis didepan Notaris. Kebanyakan berdasarkan  kepercayaan saja. Rasa sungkan mengalahkan pertemanan, apalagi kalau nuansa  “masih keluarga”padahal inilah salah satu pangkal kericuhan berbisnis kemudian hari.
Karena itu berhati-hatilah, buatlah proposal bisnis yang akan di jalankan dan pelajari matang-matang dan bila perlu jangan sungkan mintakan pendapat beberapa orang yang berpengalaman di bidang bisnis tersebut.
Ada  beberapa tip untuk memilih teman  bisnis :
1.      Tentukan jumlah setoran modal awal, dan jika kelak modal masih kurang berapa yang akan disetor, kapan dan rekening atas nama siapa. Tentukan berapa pembagian keuntungan dan kalau rugi bagaimana menanggungnya. Biasanya  saat membahas masalah untung dan rugi usaha ada perasaan kurang enak. Jadi anda harus tegar, karena salah satu keputusan yang paling penting.
2.      Ketika usaha mempunyai keuntungan, berapa persen keuntungan yang boleh dibagikan/diambil. Kapan keuntungan baru bisa diambil. Ada yang membuat perjanjian hanya 25 % dari keuntungan yang akan di bagikan, sisanya untuk modal pengembangan usaha.
3.      Jangan lupa membuat struktur organisasi : Uraian tugas, Wewenang, dan Tanggungjawab. Sehingga tidak ada  dualisme dalam menjalankan usaha tersebut.
4.      Evaluasi semua kebijakan yang telah di sepakati, apakah sesuai dengan visi dan misi awal saat mendirikan usaha patungan tersebut. Bila ternyata dirasakan terlihat berbeda dari kesepakatan awal jangan diteruskan.
disunting dari berbagai sumber

Cara jitu memilih teman berbisnis


Cara jitu memilih teman berbisnis
Kebiasaan orang timur jika mencari teman berbisnis, kurang berhati-hati, selalu terburu-buru dan tidak cermat terhadap rekan berbisnis. Ketika bertemu dengan calon mitra bisnis biasanya terkesan hanya dari penampilan dan tutur kata manis dan bersemangat dengan gambaran usaha pasti untung. Kemudian jarang membuat perjanjian tertulis didepan Notaris. Kebanyakan berdasarkan  kepercayaan saja. Rasa sungkan mengalahkan pertemanan, apalagi kalau nuansa  “masih keluarga”padahal inilah salah satu pangkal kericuhan berbisnis kemudian hari.
Karena itu berhati-hatilah, buatlah proposal bisnis yang akan di jalankan dan pelajari matang-matang dan bila perlu jangan sungkan mintakan pendapat beberapa orang yang berpengalaman di bidang bisnis tersebut.
Ada  beberapa tip untuk memilih teman  bisnis :
1.      Tentukan jumlah setoran modal awal, dan jika kelak modal masih kurang berapa yang akan disetor, kapan dan rekening atas nama siapa. Tentukan berapa pembagian keuntungan dan kalau rugi bagaimana menanggungnya. Biasanya  saat membahas masalah untung dan rugi usaha ada perasaan kurang enak. Jadi anda harus tegar, karena ini adalah salah satu keputusan yang paling penting.
2.      Ketika usaha mempunyai keuntungan, berapa persen keuntungan yang boleh dibagikan/diambil. Kapan keuntungan baru bisa diambil. Ada yang membuat perjanjian hanya 25 % dari keuntungan yang akan di bagikan, sisanya untuk modal pengembangan usaha.
3.      Jangan lupa membuat struktur organisasi : Uraian tugas, Wewenang, dan Tanggungjawab. Sehingga tidak ada  dualisme dalam menjalankan usaha tersebut.
4.      Evaluasi semua kebijakan yang telah di sepakati, apakah sesuai dengan visi dan misi awal saat mendirikan usaha patungan tersebut. Bila ternyata dirasakan terlihat berbeda dari kesepakatan awal jangan diteruskan.
5.   Pisahkan kepentingan antara urusan bisnis dan urusan pribadi.
disunting dari berbagai sumber

Minggu, 22 Agustus 2010

cara Melindungi Privasi Anda di dunia Maya

Sahabat ku dimana saja..
Bersama ini saya kutipkan beberapa cara melindungi data pribadi anda di dunia maya yang mana mungkin / barangkali bisa berguna.  Tulisan ini saya ambil dari berita TEMPO Interaktif , Edisi Sabtu, 21 Agustus 2010, dan tentu anda juga bisa membaca langsung di situs Tempo Interaktif.com  Selamat membaca..
 
TEMPO Interaktif, Jakarta - Perkembangan jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, Google, MySpace, Twitter, Bebo, Habbo, dan lainnya membuat orang lain dengan mudah dapat mengetahui informasi pribadi Anda. Meskipun berbagai "perisai" telah dipasang untuk melindungi data privasi Anda di dunia maya, bisa saja tameng itu jebol.

Sebelum data-data rahasia terbongkar keluar, ada baiknya menyimak sepuluh cara untuk melindungi privasi tersebut. Berikut tipsnya:

1. Sering-seringlah mencari nama Anda sendiri melalui mesin pencari Google. Kedengarannya memang aneh, tapi setidaknya inilah gambaran untuk mengetahui sejauh mana data Anda dapat diketahui khalayak luas dan Anda dapat mengoreksinya jika ada yang keliru.

2. Mengubah nama Anda. Saran ini tidak asing lagi karena sebelumnya, Chief Executive Google Eric Schmidt telah mengatakannya supaya kelak ketika beranjak dewasa tidak dibayang-bayangi masa lalu.

3. Mengubah pengaturan privasi atau keamanan. Pahami dan gunakan fitur setting pengamanan ini seoptimal mungkin supaya tidak semua orang dapat mengakses akun Anda.

4. Buat password sekuat mungkin. Ketika melakukan registrasi online, sebaiknya lakukan kombinasi antara huruf besar dan kecil, angka dan simbol supaya tak mudah terlacak.

5. Untag diri sendiri. Perhatikan setiap orang yang men-tag foto-foto Anda. Segera saja un-tag foto tersebut jika Anda tidak mengenali siapa yang "mengambil" foto tersebut.

6. Jangan gunakan pertanyaan mengenai tanggal lahir, alamat, nama gadis ibu, karena pertanyaan tersebut hampir selalu digunakan sebaagi pertanyaan keamanan untuk database bank dan kartu kredit. Penggunaan pertanyaan itu juga memberi peluang bagi peretas untuk mencuri identitas dan kemudian mencuri uang Anda.

7. Jangan tanggapi email yang tak jelas. Apabila ada surat elektronik dari pengirim yang belum diketahui atau dari negeri antah berantah, tak perlu ditanggapi. Kalau perlu, jangan dibuka karena bisa saja email itu membawa virus.

8. Selalu log out. Selalu ingat untuk keluar dari akun Anda, khususnya jika menggunakan komputer fasilitas umum.

9. Wi-FI. Buat password untuk menggunakan wi-fi, jika tidak, mungkin saja ada penyusup yang masuk ke jaringan Anda.

10. Jangan bergabung dengan situs jejaring sosial. Untuk menghindari segala potensi yang dapat mengakibatkan kebocoran data diri Anda, maka jangan coba-coba masuk atau bergabung dengan situs jejaring sosial manapun.

Sumber : TEMPO Interaktif .com

Selasa, 03 Agustus 2010

TERRORISM


TERRORISM
By: Alboin B Pangaribuan
A terrorist attack with conventional weapons such as firearms, explosives or incendiary bomb any state remains possible, though unlikely.
Previously learn about the nature of terrorism.
  • Terrorism often chooses targets that offer little danger to themselves and areas with relatively easy public access.
  • Foreign terrorists look for visible targets where they can avoid detection before or after an attack such as international airports, large cities, major international events, resorts, and high-profile landmarks.
Learn about the different types weapons including explosives, kidnappings, hijackings, arson and shootings.
Prepare to deal with a terrorist incident by adapting many of the same techniques used to prepare for other crises.
  • Be alert and aware of the surrounding area. They very nature of terrorism suggests that there may be little or no warning
  • Take precautions when traveling. Be aware of conspicuous or unusual behavior. Don’t accept packages from strangers. Do not leave luggage unattended.
  • Learn where emergency exits are located. Think ahead about how to evacuate a building, subway or congested public are in a hurry. Learn where staircases are located.
  • Notice your immediate surroundings. Be aware of heavy or breakable object that could move, fall or break in an explosion.

Bomb Threats.
If you receive a bomb threat, get as much information from the caller as possible. Keep the caller on the line and record everything that is said. Notify the police and the building management.
After you’ve been notified of bomb threat, do not touch any suspicious packages. Clear the area around the suspicious package and notify the police immediately. In evacuating a building, avoid standing in front of windows or other potentially hazardous areas. Don not restricts sidewalk or streets to be used by emergency official.
During in a building explosion, get out of the building as quickly and calmly as possible.
If items are failing of bookshelves or from the ceiling, get under a sturdy table or desk. If there is a fire.
  • Stay low to the floor and exit the building as quickly as possible
  • Cover nose and mouth with a wet cloth.
  • When approaching a closed door, use the palm of your hand and forearm to feel the lower, middle and upper parts if the door. If it is not hot, brace yourself against the door and open it slowly. If it is hot to the touch, do not open the door seek an alternate escape route.
  • Heavy smoke and poisonous gases collect first along the ceiling. Stay below the smoke at all times.

If you are trapped in debris.
  • Use a flashlight
  • Stay in your area so that you don’t kick up dust. Cover your mouth with a handkerchief or clothing.
  • Tap on a pipe or wall so that rescuers can hear where you are. Use a whistle if one is available. Shout only as a last resort-shouting can cause a person to inhale dangerous amounts of dust.
Assisting Victims.
Untrained persons should not attempt to rescue people who are inside a collapsed building. Wait for emergency personal to arrive.
Chemical Agents.
Chemical agents are poisonous gases, liquids or solids that have toxic effect on people, animals or plants. Most chemical agents cause serious injuries or death.
Severity of injuries depends on the type and amount of the chemical agent used, and the duration of exposure.
Were chemical agent attack to occur, authorities would instruct citizens to either seek shelter where they are and seal the premises or evacuate immediately. Exposure to chemical agents can be fatal. Leaving the shelter to rescue or assist victims can be a deadly decision.
Preparing for a Building Explosion
The use of explosives by terrorists can result in collapsed buildings and fires. People who live or work in multi-level building can do the following:
  • Review emergency evacuation procedures. Know where fire exits are located.
  • Keep fire extinguishers in working order.
  • Know where they are located, and how to use them. Learn first aid. Contact the local chapter of the Indonesian Red cross for additional information.
  • Keep the following items in a designated place on each floor of the building.
  • Portable, battery-operated radio and extra batteries.
  • Several flashlights and extra batteries.
  • First aid kit and manual.
(To be continuing)

Cari Blog Ini