Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Selasa, 20 Maret 2012

Premanisme : Empat Orang Diamankan Terkait Bentrok Bekasi

Empat Orang Diamankan Terkait Bentrok Bekasi
Sabrina Asril | A. Wisnubrata | Selasa, 20 Maret 2012 | 14:32 WIB
Dibaca: 17686
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Ilustrasi bentrok

JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Resor Metro Bekasi mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku dalam bentrokan di perumahan Titian Indah, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medansatria, Bekasi pada Selasa (20/3/2012) pagi ini. Keempatnya masih menjalani pemeriksaan intensif.
"Empat orang diamankan terkait bentrokan di Bekasi. Status mereka masih terperiksa, sekarang ada di Polres Metro Bekasi," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Selasa (20/3/2012), di Mapolda Metro Jaya.
Rikwanto mengatakan keempat orang itu berasal dari kedua kelompok yakni warga Kampung Rawabambu dan kelompok lain. "Masih belum ada barang bukti yang diamankan," ujar Rikwanto.
Sebelumnya, keributan pecah antar warga asal daerah tertentu dengan warga setempat di Perumahan Titian Indah, Kalibaru pada Senin (19/3/2012) sekitar pukul 23.00. Keributan ini diawali pada Minggu (18/3/2012) malam ketika seorang pria membeli ninuman keras di sebuah warung, lalu membuat onar di Kampung Rawabambu.
Karena kesal, seorang warga setempat lalu memukul pria itu dengan botol saos, hingga korban luka-luka di kepalanya. Melihat temannya luka, sejumlah pria dari daerah yang sama melakukan sweeping. Dalam sweeping itu, seorang warga setempat, Septian Yahya Saputra (19), kena bacok di punggung, kepala, dan tangan kirinya.
Pemuda tanggung itu kini masih dalam perawatan di RS Ananda, Kota Bekasi. Melihat warganya semaput, sekitar 200 warga dari Kampung Rawabambu melakukan serangan balik ke kelompok pria yang tinggal di Perumahan Titian Indah pada Senin tengah malam.
Keributan berlanjut sampai Selasa pagi ini. Satu motor dan satu mobil dibakar massa, yang diduga salah sasaran. Satu orang korban luka juga di bawa ke RSUD Bekasi. "Dari data di lapangan di Bekasi dua orang tewas, dua dibawa ke rumah sakit, dan satu orang luka bisa dibawa ke rumah," kata Rikwanto
 sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2012/03/20/14320516/Empat.Orang.Diamankan.Terkait.Bentrok.Bekasi

Premanisme : Bentrokan Antarwarga Dua Tewas karena Dibakar Massa

Premanisme ...........
Ratih Prahesti Sudarsono | Robert Adhi Ksp | Selasa, 20 Maret 2012 | 14:47 WIB

|
KOMPAS/RATIH PRAHESTI SUDARSONO Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua orang yang tewas dalam betrokan antarwarga di Kelurahan Medansatria, Kota Bekasi, Selasa (20/3/2012) pagi tadi adalah Kosim (30) dan Jhony David Situmorang (30). Keduanya tewas akibat dibakar massa.
Korban kebetulan melintas di jalan itu. Massa mencegatnya. Kendaraan korban dibakar, korban juga mengalami luka bakar, selain luka akibat senjata tajam.
-- Agung Budi Maryoto
"Korban kebetulan melintas di jalan itu. Massa mencegatnya. Kendaraan korban dibakar, korban juga mengalami luka bakar, selain luka akibat senjata tajam," kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Agung Budi Maryoto, yang baru tiba dari lokasi kejadian, Selasa siang.
Massa menjegat Kosim di Jalan Kalibaru Timur, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medansatria, pada pukul 07.50. Saat itu Kosim berboncengan motor dengan seorang temannya, yang juga bekerja sabagai penagih utang sebuah perusahaan leasing.
Teman korban berhasil melarikan diri. Sedangkan Kosim yang asal Ambon, terkepung. Massa mengepung dan menganiaya korban, hingga luka back di kepala, punggung, dan tangan. Motornya. Honda Revo B 6883 KRC juga jadi sasaran amukan massa. Korban dan motornya lalu dibakar.
Sedangkan Jhon David Situmorang dihadang di Jalan Pangeran Jayajarta, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medansatria, pada pukul 08.45. Saat itu ia tengah mengendarai mobil bersama seorang temanya yang asal Ambon.
Korban terkepung sedangkan temanya berhasil melarikan diri. Ia lalu dikeroyok dan dibacok pada kepala, punggung, dan kaki. Koraban dan mobilnya, Suzuki Vitara B 1961 NI dibakar massa.
sumber :Kompas.com. Selasa 20 Maret 2012/http://megapolitan.kompas.com/read/2012/03/20/14472513/Dua.Tewas.karena.Dibakar.Massa

Senin, 19 Maret 2012

Premanisme : Polresta Bekasi Bentuk Tim Pemberantas Aksi Preman


AntaraAntara – Jum, 2 Mar 2012
Bekasi (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota, Jawa Barat, membentuk tim khusus pemberantasan aksi preman di wilayah setempat guna menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
"Tim tersebut beranggotakan satu peleton petugas Pengendali Massa (Dalmas) yang dibantu juga unsur reserse kriminal dan intel. Di tingkat kepolisian sektor pun, tim serupa disiagakan dengan anggota yang lebih sedikit," ujar Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Polisi Priyo Widiyanto, di Bekasi, Jumat.
Kapolresta Bekasi Kota Kombes Priyo Widiyanto mengatakan pembentukan tim tersebut akan mengintensifkan penindakan terhadap aksi-aksi preman di sejumlah lokasi rawan yang kerap meresahkan warga di wilayah setempat.
"Tim ini setiap harinya bertugas menyisir titik-titik yang dianggap meresahkan masyarakat akibat keberadaan premannya," ujar Priyo.
Priyo mengatakan, tim tersebut sudah menangkap sedikitnya 16 preman dari berbagai lokasi, seperti terminal, stasiun, dan pasar. Terhadap mereka sudah dilakukan penindakan sesuai perbuatannya.
"Misalnya yang melakukan penganiayaan, kami jerat dengan pasal penganiayaan. Demikian juga dengan pelanggaran lainnya," kata Priyo.
Dikatakan Priyo, tim tersebut lebih mengintensifkan pemantauan terhadap orang-orang yang sudah dicurigai terlibat aksi premanisme.Kecurigaan dilatarbelakangi oleh catatan kepolisian yang dimiliki pihaknya.
Priyo menambahkan, salah satu preman ternama yang berdomisili di Kota Bekasi adalah JK yang saat ini berstatus sebagai tersangka pembunuh bos PT Sanex.
"Aksi premanisme di Kota Bekasi belum masuk kategori mengkhawatirkan. Meskipun JK dan anggotanya berdomisili di Kota Bekasi, laporan dari masyarakat perihal kelompok tersebut yang masuk ke kepolisian sangat minim," katanya.
Kalaupun terjadi laporan prihal kelompok tersebut, kata dia, biasanya ulah segelintir anggota JK yang mengganggu masyarakat karena pelanggaran kecil seperti tidak mau membayar apa yang dibeli atau tindakan lain.
"Biasanya, laporan yang masuk ke kami adalah ulah segelintir preman yang tidak mau bayar rokok di warung, memalak warga dan sejenisnya. Namun itu sudah kami proses dan hingga saat ini belum ada laporan lagi," demikian Priyo. (tp)
Sumber: http://id.berita.yahoo.com/polresta-bekasi-bentuk-tim-pemberantas-aksi-preman-060221803.html

Sabtu, 17 Maret 2012




Gerbang Makopassus

"Lebih Baik Pulang Nama Dari Pada Gagal di Medan Tugas"




sumber:http://kopassus.mil.id/page.php?lang=id&menu=Page_view&page_id=1#target

Cari Blog Ini