Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.
Tampilkan postingan dengan label Polresta Bekasi Bentuk Tim Pemberantas Aksi Preman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polresta Bekasi Bentuk Tim Pemberantas Aksi Preman. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Agustus 2013

Ahok: Pimpin Jakarta harus punya nyali dan berani pasang badan

Reporter : Nurul JulaikahSelasa, 13 Agustus 2013 11:02:34
Ahok: Pimpin Jakarta harus punya nyali dan berani pasang badan
Ahok. ©2013 Merdeka.com


Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah hampir 10 bulan memimpin Jakarta bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Untuk mengatasi rumitnya persoalan ibu kota seperti macet, Ahok mengaku butuh keberanian dalam hal tersebut.

Menurut Ahok, Jakarta merupakan daerah yang memiliki masterplan jelas dan berbeda dengan wilayah lainnya seperti Belitung Timur. Jakarta menurutnya, hampir seluruh program memiliki kajian, seperti transportasi memiliki 22 kajian.

"Bahayanya persoalan di Jakarta, nah kalau kamu enggak punya nyali, mau duit ya rusak Jakarta. Kamu punya nyali, mau duit saja rusak. Permasalahan di Jakarta ya itu, selama kamu bisa bereskan itu ya enggak masalah," ungkap Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (13/8).

Masalah Jakarta, menurutnya sama seperti yang dibilang Jokowi saat kampanye dulu, yakni semua persoalan harus dilihat langsung ke lapangan setelah itu dieksekusi. Ia memisalkan seperti saat Jokowi turun ke Pasar Minggu, Jatinegara dan pasar Tanah Abang bahwa setelah ditinjau ke lapangan, penyebab kemacetan adalah PKL.

"Semua sudah tahu kan tinggal eksekusi, nah itu apa persoalannya? tinggal kamu punya nyali gak? Karena kamu akan menyenggol oknum pedagang sama oknum konglomerat ya. Itu kan kepentingan-kepentingan semua, nah kamu berani enggak? Demi menegakkan peraturan kamu pasang badan. Nah itu yang pertama," ungkapnya.

Yang kedua, politisi Gerindra ini menyebutkan Jakarta arus perputaran uang tinggi. Di sini, setiap pemimpin di uji untuk tahan tidak menyelewengkan anggaran selain harus berani.

"Nah kamu bukan hanya berani, kalau kamu berani kamu tahan enggak godaan, kalau kamu punya uang Rp 1 triliun itu, bunganya saja Rp 5,2 miliar kira-kira tiap bulan lho itu. Nah kira-kira kamu pengen enggak ngejar uang itu," jelasnya.
sumber :http://www.merdeka.com/jakarta/ahok-pimpin-jakarta-harus-punya-nyali-dan-berani-pasang-badan.html

Rabu, 27 Juni 2012

Bos FBR Dibunuh, Tiga Pembawa Golok Ditangkap

Bos FBR Dibunuh, Tiga Pembawa Golok Ditangkap


TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Tangerang Komisaris Besar Wahyu Widada mengatakan telah menangkap tiga orang bersenjata tajam dalam razia di Kota Tangerang. Razia dilakukan setelah Ketua Forum Betawi Rembug Muhidin tewas dikeroyok massa.
"Saya tidak menangkap anggota organisasi massa, tapi orang-orang yang membawa senjata tajam," kata Wahyu dihubungi Tempo, Kamis 28 Juni 2012. Wahyu menyatakan ketiga orang tersebut merupakan salah satu organisasi massa. Mereka ditangkap lantaran membawa golok. "Ketiganya sedang kami periksa," kata Wahyu.

Informasi yang diterima Tempo, tiga orang anggota organisasi massa yang ditangkap itu adalah Surono (32 tahun), warga Sudimara Jaya, Ciledug; Endi Yunus (29 tahun), warga Bakung, Kecamatan Cikande, Serang; dan Syamsudin (32 tahun), warga Cipadu Jaya, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

Ketiganya ditangkap saat menjaga rumah Lurah Muslim yang disebut sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang  PP Kecamatan Ciledug, di Peninggilan Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.  Dari tangan mereka, polisi menyita tiga bilah golok berbagai ukuran, dua ponsel, serta satu sepeda motor warna Merah hitam ber-nopol B-6047-EDB. 
Peristiwa pengeroyokan oleh massa hingga menewaskan Muhidin, Ketua Forum Betawi Rembug berlangsung di Jalan Ruko Sabar Garuda Asri, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu 27 Juni 2012 dinihari.  Massa diperkirakan berjumlah 50 orang tak dikenal. Mereka mengendarai sepeda motor kala mendatangi posko organisasi massa itu.

Di posko, terdapat sekitar 10 anggota FBR sedang berkumpul. Massa tiba-tiba menyerang. Kontan anggota FBR itu menyelamatkan diri. Muhidin bertahan dan melawan. Lantaran tak seimbang ia tewas dengan luka bacok di sekujur tubuhnya.



AYU CIPTA 
sumber :http://id.berita.yahoo.com/bos-fbr-dibunuh-tiga-pembawa-golok-ditangkap-013854001.html

Rabu, 09 Mei 2012

Premanisme :Massa Ormas di Solo Ngamuk, Aparat Tak Berdaya

M Wismabrata | Tri Wahono | Jumat, 4 Mei 2012 | 18:35 WIB

Dibaca: 31461

|
Share:
KOMPAS.com/M Wismabrata Massa ormas bergerak menuju Jalan RE Martadinata, Solo, sebelum terlibat bentrok dengan warga, Jumat (4/5/2012) siang tadi.


SOLO, KOMPAS.com — Aparat kepolisian di Kota Solo kembali disibukkan dengan aksi tawuran antara warga dan organisasi massa.
Pada Jumat (4/5/2012) siang tadi, ratusan anggota ormas kembali melakukan penyisiran di Kampung Gandekan, Jebres, Kota Solo.
Dengan jumlah yang lebih banyak dari hari kemarin, sebagian besar orang membawa pedang, pentungan, serta ketapel. Massa menyisir Jalan RE Martadinata menuju ke arah barat.
Dengan mengenakan pita warna putih di lengan, massa pun terlibat bentrok dengan warga yang berada di gang kampung.
Aksi massa yang menghunus pedang membuat ratusan anggota kepolisian yang berjaga dibuat tidak berdaya.
Bahkan, tawuran berujung jatuhnya dua korban luka bacok, Haris dan Ngatiman. Naas bagi Ngatiman, saat akan menutup bengkel tambal bannya, massa keburu datang dan menganiayanya dengan senjata tajam.
Aparat bersenjata lengkap tampak tidak berdaya menghentikan aksi penyisiran (sweeping) tersebut.
Beberapa warga, terutama para pedagang, yang berada di sepanjang Jalan RE Martadinata mengeluhkan aksi penyisiran yang berlarut-larut tanpa ada tindakan berarti dari aparat.
Seorang pemilik toko kelontong, yang enggan menyebutkan namanya, harus tutup lebih awal selama dua hari karena aksi tawuran.
"Ya, Mas, kami khawatir kalau terjadi apa-apa, makanya kami inisiatif sendiri menutup toko lebih awal," katanya.
Sementara itu, hingga saat ini Kapolresta Solo Komisaris Besar Asdjim'ain hingga saat ini belum memberikan keterangan apa pun kepada media perihal kondisi Kota Solo terkait dengan aksi tawuran tersebut.sumber: kompas.com

Selasa, 20 Maret 2012

Premanisme : Empat Orang Diamankan Terkait Bentrok Bekasi

Empat Orang Diamankan Terkait Bentrok Bekasi
Sabrina Asril | A. Wisnubrata | Selasa, 20 Maret 2012 | 14:32 WIB
Dibaca: 17686
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Ilustrasi bentrok

JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Resor Metro Bekasi mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku dalam bentrokan di perumahan Titian Indah, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medansatria, Bekasi pada Selasa (20/3/2012) pagi ini. Keempatnya masih menjalani pemeriksaan intensif.
"Empat orang diamankan terkait bentrokan di Bekasi. Status mereka masih terperiksa, sekarang ada di Polres Metro Bekasi," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Selasa (20/3/2012), di Mapolda Metro Jaya.
Rikwanto mengatakan keempat orang itu berasal dari kedua kelompok yakni warga Kampung Rawabambu dan kelompok lain. "Masih belum ada barang bukti yang diamankan," ujar Rikwanto.
Sebelumnya, keributan pecah antar warga asal daerah tertentu dengan warga setempat di Perumahan Titian Indah, Kalibaru pada Senin (19/3/2012) sekitar pukul 23.00. Keributan ini diawali pada Minggu (18/3/2012) malam ketika seorang pria membeli ninuman keras di sebuah warung, lalu membuat onar di Kampung Rawabambu.
Karena kesal, seorang warga setempat lalu memukul pria itu dengan botol saos, hingga korban luka-luka di kepalanya. Melihat temannya luka, sejumlah pria dari daerah yang sama melakukan sweeping. Dalam sweeping itu, seorang warga setempat, Septian Yahya Saputra (19), kena bacok di punggung, kepala, dan tangan kirinya.
Pemuda tanggung itu kini masih dalam perawatan di RS Ananda, Kota Bekasi. Melihat warganya semaput, sekitar 200 warga dari Kampung Rawabambu melakukan serangan balik ke kelompok pria yang tinggal di Perumahan Titian Indah pada Senin tengah malam.
Keributan berlanjut sampai Selasa pagi ini. Satu motor dan satu mobil dibakar massa, yang diduga salah sasaran. Satu orang korban luka juga di bawa ke RSUD Bekasi. "Dari data di lapangan di Bekasi dua orang tewas, dua dibawa ke rumah sakit, dan satu orang luka bisa dibawa ke rumah," kata Rikwanto
 sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2012/03/20/14320516/Empat.Orang.Diamankan.Terkait.Bentrok.Bekasi

Premanisme : Bentrokan Antarwarga Dua Tewas karena Dibakar Massa

Premanisme ...........
Ratih Prahesti Sudarsono | Robert Adhi Ksp | Selasa, 20 Maret 2012 | 14:47 WIB

|
KOMPAS/RATIH PRAHESTI SUDARSONO Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua orang yang tewas dalam betrokan antarwarga di Kelurahan Medansatria, Kota Bekasi, Selasa (20/3/2012) pagi tadi adalah Kosim (30) dan Jhony David Situmorang (30). Keduanya tewas akibat dibakar massa.
Korban kebetulan melintas di jalan itu. Massa mencegatnya. Kendaraan korban dibakar, korban juga mengalami luka bakar, selain luka akibat senjata tajam.
-- Agung Budi Maryoto
"Korban kebetulan melintas di jalan itu. Massa mencegatnya. Kendaraan korban dibakar, korban juga mengalami luka bakar, selain luka akibat senjata tajam," kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Agung Budi Maryoto, yang baru tiba dari lokasi kejadian, Selasa siang.
Massa menjegat Kosim di Jalan Kalibaru Timur, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medansatria, pada pukul 07.50. Saat itu Kosim berboncengan motor dengan seorang temannya, yang juga bekerja sabagai penagih utang sebuah perusahaan leasing.
Teman korban berhasil melarikan diri. Sedangkan Kosim yang asal Ambon, terkepung. Massa mengepung dan menganiaya korban, hingga luka back di kepala, punggung, dan tangan. Motornya. Honda Revo B 6883 KRC juga jadi sasaran amukan massa. Korban dan motornya lalu dibakar.
Sedangkan Jhon David Situmorang dihadang di Jalan Pangeran Jayajarta, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medansatria, pada pukul 08.45. Saat itu ia tengah mengendarai mobil bersama seorang temanya yang asal Ambon.
Korban terkepung sedangkan temanya berhasil melarikan diri. Ia lalu dikeroyok dan dibacok pada kepala, punggung, dan kaki. Koraban dan mobilnya, Suzuki Vitara B 1961 NI dibakar massa.
sumber :Kompas.com. Selasa 20 Maret 2012/http://megapolitan.kompas.com/read/2012/03/20/14472513/Dua.Tewas.karena.Dibakar.Massa

Cari Blog Ini