Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Minggu, 10 November 2013

FPI : Surat Terbuka Untuk Ketua FPI (Dari Umat Muslim Bali)

10 September 2013 | 19:47 Dibaca: 204490   Komentar: 251   66


Ketua FPI yang kami hormati…
Belakangan ini ramai pemberitaan di Media Massa terkait aksi penolakan terhadap penyelenggaraan Miss World di Bali. Dari sekian banyak yang melakukan aksi penolakan, terlihat FPI sebagai garda terdepan untuk menggagalkan event ini. Berbagai alasan dikemukakan tanpa mengenal nego. Alasan tersebut diungkapkan dengan nada emosi berlebihan sekaligus mengancam, siap “perang”. Pernyataan tersebut sekali lagi memunculkan kesan bahwa agama (Islam) berwajah sangar, beringas, keras, tak kenal dialog, dan tak menghormati siapapun. Akibatnya, agama sekaligus penganutnya menjadi korban, sebagaimana keberadaan kami, Umat Muslim di Bali.
Pernyataan Anda sebagai pimpinan Ormas yang mengatasnamakan Islam, telah melukai keberadaan Umat Hindu di Bali. Kata-kata Kafir selalu Anda ungkapkan untuk menyerang bagi mereka yang tak sejalan dengan Anda. Bahkan anda secara terang-terangan mengatakan jika Gubernur kami, Bapak Made Mangku Pastika sebagai Gubernur Kafir.
Rakyat Bali, baik Hindu maupun Islam seperti kami ini, sama sekali tidak pernah sedikitpun mempermasalahkan Event ini. Walaupun juga tidak sedikit yang tidak sepakat dengan acara ini, tapi bukan berarti ingin menggagalkan. Selain sebagai wujud toleransi keberagaman, juga diakui atau tidak, acara ini jelas akan berdampak pada pertumbuhan Pariwisata Bali (termasuk Indonesia), dimana rakyat Bali sebagaian besar menggantungkan hidupnya pada sektor ini.
Jika kemudian event ini terganggu dengan aksi-aksi anarkis, apalagi sampai digagalkan dengan paksa, maka sebenarnya yang dirugikan secara langsung adalah rakyat Bali yang menggantungkan hidupnya di Pariwisata. Dengan liputan yang luas dari hampir semua Negara di dunia ini, kejadian yang semua kita tak harapkan tersebut, nantinya akan memperburuk citra Pariwisata Bali yang belum saja pulih pasca ledakan Bom Bali beberapa tahun lalu.
Dari pernyataan-pernyataan Anda yang ingin menang sendiri tersebut, secara otomotis telah memancing rakyat Bali untuk melakukan hal yang sama dengan ungkapan anda. Mencemooh dan caci maki terhadap diri Anda dan Ormas yang Anda pimpin. Lebih parahnya, rakyat Bali yang mayoritas beragama Hindu, bagi mereka yang belum paham, terpancing juga untuk mencaci maki agama Islam.
Perlu diketahui, hubungan Hindu dan Islam di Bali selama ini berjalan Harmonis. Kami saling menghargai, menghormati, dan kami bersama-sama menjaga keberagaman ini sudah sejak Nenek Moyang kami. Permasalahan ini jangan sampai meretakkan hubungan toleransi yang sudah kami jaga.
Kita bisa saksikan berbagai tulisan di berbagai media jejaring social yang mendiskriditkan Islam. Kami disini hanyalah minoritas yang akan dijadikan luapan emosi akibat pernyataan Anda. Kami tidak menyalahkan mereka yang sudah terlanjur menghina Islam. Pernyataan anda yang berlebihan, tentunya akan ditanggapi juga dengan berlebihan. Dan semua kena getahnya.
Sebagai orang awam, terus terang kami tidak mengerti apa sebenarnya yang Anda perjuangkan melalui FPI ini. Kalau Anda ingin membela Islam, justru Anda telah memperburuk citra Islam. Jika Anda mengaku Islam dan mengikuti Nabi Muhammad SAW, kenapa cara berbicara dan metode dakwah Anda sama sekali jauh dari prilaku Rasul. Jika Islam hadir sebagai Rahmatal Lil Alamin, justru Anda dan FPI hadir untuk memperkeruh suasana, memperbelah umat.
Untuk diketahui, kondisi Bali sekarang sedang siaga ekstra ketat untuk mengamankan event yang saat ini sedang berlangsung. Polisi, Pecalang, dan masyarakat Bali ikut terlibat dalam pengamanan ini. Di berbagai media bahkan banyak yang menyatakan pendapatnya untuk perang “puputan” bagi mereka yang ingin menggagalkan acara di Bali Selatan tersebut. Semua waspada, dan tentunya yang mereka curigai adalah penganut Islam.
Senada dengan ungkapan Pimpinan GP Ansor NU, bahwa jangan lekas-lekas menganggap Miss World sebagai kegiatan negative. Banyak juga hal positif dari penyelenggaraan ini, terutama bagi Bali dan rakyat Bali, baik efek langsung, maupun tak langsung.
Melalui surat ini, kami, Umat Muslim Bali sama sekali tidak terganggu, sekaligus tidak pernah mempermasalahkan penyelenggaraan Miss World di Bali. Bahkan kami sangat berharap bahwa event ini dapat berjalan lancar dan sukses.
Kami mohon dengan hormat kepada Anda dan Ormas yang Anda pimpin, untuk tidak membawa-bawa label Islam sebagai tameng dari ketidak setujuan Anda terhadap event ini. Bukan pada event ini saja, pada aktivitas FPI lainnya yang terbiasa main hakim sendiri, untuk tidak lagi mengatasnamakan Islam. Sekali saja anda bertindak, yang lain kena getahnya.
Kemudian untuk menghindari “perang” saudara sesama anak bangsa, urungkan niat Anda dan Ormas yang anda pimpin untuk menggagalkan event ini. Jika Anda tidak setuju tidak masalah, namun  bukan berarti harus menggagalkannya. Pro-kontra ini akan meluas menjadi konflik Agama, dimana rakyat Bali yang mayoritas beragama Hindu setuju dan siap mengamankan, sedangkan kelompok yang selama ini berkoar-koar tidak setuju mengatasnamakan Islam. Secara jelas Hindu Bali yang menyatakan siap perang “puputan” bagi mereka yang ingin menggagalkan event ini, sebenarnya secara tersirat Hindu Bali siap melawan Islam (oknum). Yang dirugikan adalah kami Umat Muslim di Bali, yang menjadi sasaran caci maki dan sebagainya.
Dan semua berharap, semoga anda sadar bahwa di negeri ini bukan hanya anda dan kelompok anda saja yang hidup. Jangan merasa di negeri ini Islam adalah agama mayoritas kemudian semena-mena terhadap minoritas, yang kerjaannya selalu main hakim sendiri tanpa menghormati penegak hukum. Sadarlah, setiap ucapan dan tindakan anda selalu menyisakan “getah” bagi orang lain. Dan ingat, Anda hidup di Bumi Pancasila!.
Salam Damai dari Bali!
 Sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2013/09/10/surat-terbuka-untuk-ketua-fpi-dari-umat-muslim-bali-588555.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar, masukan yang sifatnya membangun blog ini.

Cari Blog Ini