Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.
Tampilkan postingan dengan label Jaringan Terorisme Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan Terorisme Baru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juni 2013

Teroris : Teroris Bekasi digerebek di gudang milik kader PKS?

Reporter : Ramadhian Fadillah
Sabtu, 16 Maret 2013 15:55:39
Teroris Bekasi digerebek di gudang milik kader PKS?
Kategori Peristiwa

Densus 88. ©2012 Merdeka.com/dok
56


Densus 88 menggerebek Gudang di Mustikajaya Bekasi, Jumat (16/3) kemarin. Warga sekitar menyebut gudang itu milik Edi Sofian, kader Partai Keadilan Sejahtera.
Ketua RW 03 Mustikajaya, Anin Sigkih, mengaku mengenal pemilik bangunan bengkel mebel yang menjadi lokasi penggerebekan Densus 88 Antiteror di RT 002 RW 003 Jalan Laimun, Mustikasari.
"Saya pernah lihat Pak Edi mengantarkan konsumsi untuk keperluan saksi PKS di tempat pemungutan suara (TPS) selama pelaksanaan Pilkada Kota Bekasi pada tanggal 16 Desember 2012. Beliau adalah pemilik bengkel mebel karena saya yang mengurus perizinannya," kata Anin. Demikian dikutip dari antara, Sabtu (16/3).
Hal itu juga diperkuat oleh pernyataan salah satu warga setempat yang berprofesi sebagai anggota DPRD Kota Bekasi dari PDI Perjuangan, Tumai.
"Saya tahu dia (Edi) kader PKS dari teman saya yang pernah menyaksikan dia terlibat dalam kegiatan PKS," katanya.
Sementara itu Partai Keadilan Sejahtera Kota Bekasi, Jawa Barat, menilai kabar keterkaitan kadernya dengan aksi terorisme Mustikajaya sebagai upaya menjatuhkan citra partai jelang Pemilu 2014. Mereka membantah kabar itu.
Hal itu dikatakan Ketua Bidang Humas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Bekasi Ariyanto Hendrata, di Bekasi, menyikapi kesaksian sejumlah warga Mustikajaya yang menyebutkan lokasi persembunyian dua tersangka teroris merupakan milik kader PKS, yakni Edi Novian.
"Banyak orang yang tidak kenal siapa dan bagaimana PKS. Mungkin yang dilihat warga adalah kesamaan secara fisik dan penampilan layaknya kader kami," ujarnya.
Menurut Ariyanto, pihaknya tidak menemukan daftar anggota atau kader PKS setempat yang bernama Edi Novian.
"Kalaupun pernah ada orang yang pernah membantu konsumsi saksi kami, itu sifatnya sukarela. Kami tidak bisa melarang masyarakat memberi bantuan," katanya.
Pihaknya berkesimpulan bahwa kabar tersebut sengaja diembuskan pihak tak bertanggung jawab untuk merusak citra partai di mata masyarakat.
"Tahun ini adalah tahun politik, tetapi jangan gunakan segala cara untuk merusak citra kami. Memang belakangan ini banyak pihak yang ingin menjatuhkan PKS," katanya.
[ian]
Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/teroris-bekasi-digerebek-di-gudang-milik-kader-pks.html

Rabu, 12 Juni 2013

Densus Ciduk Imam Masjid di Makassar

Densus Ciduk Imam Masjid di Makassar  
ANTARA/Ahmad Subaidi

TEMPO.CO, Makassar - Pasukan Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Republik Indonesia, Ahad, 9 Juni 2013 dinihari menangkap seorang warga di perumahan Sudiang Raya Blok H2 Nomor 11, RT 2 RW 24, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Farouq, 25 tahun, ustad yang diamankan, dikenal warga sekitar kompleks sebagai imam di Masjid Besar Al-Musabbihin di dalam kompleks perumahan.

Farouq diketahui menghilang dari rumahnya Sabtu malam selepas memimpin salat Isya di masjid. Ia diduga ditangkap di lorong dekat rumah saat hendak pulang dari masjid. "Kita temukan sandal dan kopiahnya di jalan," kata ketua RT setempat, Junaedi, Ahad, 9 Juni 2013.

Saat Tempo mengunjungi rumah Farouq Minggu pagi, terlihat sejumlah petugas yang berjaga-jaga. Menurut ketua RT, Junaedi, sebelumnya polisi telah menggelar penggeledahan di rumah tersebut. "Mereka membawa satu unit laptop," dia menyebut.
Junaedi menceritakan, Farouq terakhir terlihat Sabtu malam saat membersihkan lantai masjid. Kebetulan, saat itu digelar peringatan Israj Mi'raj di sana. Farouq sempat memimpin salat Isya sebelum menghilang. "Istrinya tanya ke tetangga. Kami cari sama-sama dan didapatlah peci dan sandal itu."

Fitri, istri Farouq, menolak untuk menemui wartawan. Natsir, 42 tahun, tetangga dekat Farouq mengatakan, Fitri sedang dalam keadaan hamil. "Mungkin dia masih trauma."

Menurut Natsir, warga sekitar kompleks tidak menyangka Farouq bakal diciduk polisi. Sebab, selama ini, menurut mereka, tidak ada yang mencurigakan dari orang tersebut. Selain memimpin salat di masjid, Farouq juga dikenal sebagai guru mengaji bagi anak-anak kompleks.

Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat membenarkan kabar penangkapan atas Farouq, seorang warga perumahan Permata Sudiang Raya, Makassar. Orang tersebut diduga merupakan jaringan teroris Poso dan saat ini diamankan di rumah tahanan Mapolda.
Juru bicara Polda Sulawesi Selatan dan Barat Komisaris Besar Endi Sutendi mengatakan orang yang diamankan bernama lengkap Umar Faruq alias Fatih. Ia tinggal di kompleks Permata Sudiang Raya dan sehari-hari bekerja sebagai imam masjid besar Al-Musabbihin yang terletak di dalam kompleks perumahan. "Dia sementara ditahan untuk diinterogasi," katanya saat dihubungi.

AAN PRANATA
Sumner : http://www.tempo.co/read/news/2013/06/09/063486863/Densus-Ciduk-Imam-Masjid-di-Makassar

Cari Blog Ini