Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Sabtu, 09 Maret 2013

RAHASIA BESAR DI BALIK TSUNAMI ACEH 2004

Dibaca yaaaa......:)
copas dari hidayah

RAHASIA BESAR DI BALIK TSUNAMI ACEH 2004
 Posted by siapmurtad Salam sejahtera dalam kasih Yesus Rahasia Besar di Balik Tsunami Aceh 2004
Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini.    Sampai kapanpun orang tidak akan pernah
lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.   Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman  modern.   Tak seorangpun yang akan lupa betapa
stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia
bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan,
tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan  tempat-tempat lain. Para reporter
melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai
tumpukan ikan di pasar ikan. Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik
peristiwa dasyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu. Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.
“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik
perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu.
 

Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di
Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas.
Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang kristen itu untuk tidak
merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata: “Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
Tetapi massa itu tidak menggubris dan
kurang lebih berkata: “Sekali tidak boleh,
ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang- orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”

Tetapi orang-orang kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu
massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di
dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami
ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”

Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan.
Di suatu tempat, mereka mulai membersihkan rumput dan belukar,
mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon- pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. 

 Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal. Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali.
Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu. Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur.
Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu Yesus datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata: “Kuatkanlah hatimu, hai anak Ku.  Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala.  Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua  saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!” Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak
percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka
memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu.


Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-
keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.
Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di
pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama
kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi. Begitulah intisari cerita tante saya itu. Saya termangu-mangu, teringat pada peristiwa kebinasaan kota Sodom dan Gomora dimana Tuhan juga menyuruh semua orang percaya (keluarga Lot) keluar dari kota itu sebelum bencana itu terjadi. Lalu saya tanya beliau dari mana tahu cerita itu. Tante saya mengatakan bahwa pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.
Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya. Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku
harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”. Saudara dalam Yesus,
Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di
internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada,
berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.
Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net. Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia.
Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP! Haleluyah!! Saya mengundang saudara untuk meninggalkan komentar, dan jika anda pernah mendengar kesaksian yang sama, mari saling menguatkan kesaksian ini.
sumber: Copas

Kamis, 07 Maret 2013

Kapuspen TNI Beber Akar Masalah Pembakaran Mapolres di Sumsel

oleh Fredrick Rieuwpassa
Posted: 07/03/2013 10:31
Kapuspen TNI Beber Akar Masalah Pembakaran Mapolres di Sumsel
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul.
Liputan6.com, Jakarta : Markas Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan dibakar oleh sekitar 90 sampai 100 anggota TNI. Puncak peristiwa ini diduga dipicu keributan anggota TNI dan Polri yang menewaskan anggota TNI AD Armed 15 Martapura, Pratu Heru Oktavianus (23).

"Inilah akar masalahnya. Mereka datang untuk menanyakan masalah tersebut. Mungkin anggota TNI AD mendapat jawaban yang kurang enak," kata Kepala Pusat Penerangan TNI AD Laksaman Muda Iskandar Sitompul saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (7/3/2013).

Pratu Heri Oktavianus meninggal dunia akibat tertembus peluru. Senjata yang digunakan untuk menembak Pratu Heru diduga berasal dari Brigadir Polisi W yang juga anggota Polres OKU Timur pada Minggu 27 Januari 2013.

Penembakan itu berawal ketika Brigadir Polisi W sedang berjaga di Pos Polantas Simpang Empat Sukajadi. Tiba-tiba, Pratu Heru yang sebelumnya tidak diketahui sebagai anggota TNI AD melintas dan diduga melakukan pelanggaran lalu lintas. Ketika ditegur, Pratu Heru langsung tancap gas menghindari pemeriksaan, petugas berhasil mengejar dan terjadi penembakan.

Iskandar Sitompul membenarkan perusakan dan pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan itu dilakukan anggota TNI AD.

Menurut Iskandar, peristiwa itu terjadi saat sejumlah anggota TNI AD datang ke Mapolres OKU untuk menanyakan kasus hukum anggota TNI yang ditembak anggota Polres OKU. (Frd)
Sumber:http://news.liputan6.com/read/529464/kapuspen-tni-beber-akar-masalah-pembakaran-mapolres-di-sumsel

Wikileaks Beberkan Kunci Utama Penyergapan Osama

08 March 2013 | 11:11:59


Teknologi | oleh Desika Pemita
Posted: 28/02/2012 22:28
Wikileaks Beberkan Kunci Utama Penyergapan Osama
Wikileaks
Liputan6.com, Islamabad: Situs whistle-blower Wikileaks membeberkan kuci utama penyergapan gembong teroris dunia Osama bin Laden. Media ZeeNews mewartakan, Selasa (28/2), ternyata Angkatan Darat Pakistan dan agen mata-mata Inter-Services Intelligence Pakistan atau ISI memberitahukan posisi Osama kepada pasukan khusus Amerika Serikat.

Situs Wikileaks melaporkan, sebelumnya pasukan Angkatan Darat pakistan dan ISI telah mengetahui tempat persembunyian Osama di Abbottabad, Pakistan. Hal itu diperkuat dengan diterbitkannya lebih dari lima juta email dari perusahaan keamanan global berbasis analisis Stratfor. Bocoran itu awalnya dicuri kelompok hacker Anonim.

Email itu dilaporkan 13 Mei ke salah satu direktur regional perusahaan untuk Asia Selatan setelah operasi terhadap pemimpin Al Qaeda itu. "Penjabat menengah dan tinggi ISI, dengan satu pensiun militer Umum mengetahui posisi Osama," tulis Fred Burton, wakil presiden Stratfor untuk intelijen, dalam salah satu surat elektroniknya. Ia juga menulis kurang dari selusin orang-orang dalam ISI dan militer Pakistan memiliki informasi mengenai Osama.

Anonim sebelumnya mengatakan, mereka telah mencuri email sekitar 100 karyawan Stratfor pada Desember tahun lalu. Kelompok ini menyatakan akan mempublikasikan data sehingga orang akan tahu kebenaran tentang operasi Stratfor itu.(BOG)
Sumber :http://tekno.liputan6.com/read/379605/wikileaks-beberkan-kunci-utama-penyergapan-osama

Pengakuan Anggota Navy SEAL yang Tembak Kepala Osama Bin Laden

08 Maret 2013 | 11:03:50

oleh Elin Yunita Kristanti
Posted: 12/02/2013 06:19
 
 
Pengakuan Anggota Navy SEAL yang Tembak Kepala Osama Bin Laden
Osama Bin Laden (dailyrecord.co.uk)
Liputan6.com, Washington : Minggu 1 Mei 2011 lalu di ruang kontrol Gedung Putih, para petinggi Amerika Serikat menatap layar yang menayangkan secara langsung detik-detik penyergapan Osama Bin Laden di rumah persembunyiannya di Abbottabad, Pakistan.

Presiden Barack Obama, berjaket hitam, duduk di pojok. Namun yang paling mengundang tanya adalah reaksi Hillary Clinton yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Dalam foto yang dirilis Gedung Putih, ia terlihat menutup mulut dengan tangan, matanya membelalak. Syok.

Kala itu, Hillary mengaku menutup mulut untuk mencegah batuk tersembur dari mulutnya. Alergi musim semi, katanya. Namun pengakuan anggota pasukan elit Navy SEAL yang menembak kepala Osama Bin Laden, bisa jadi menguak tabir "horor" di wajah Bu Menteri. Untuk kali pertamanya ia buka suara.

Sebut saja dia "The Shooter" -- atau si penembak. Nama aslinya tak diungkap demi keselamatan keluarganya. Pria itu adalah anggota Tim 6.

Dalam wawancara dengan Majalah Esquire untuk edisi Maret 2013, The Shooter mendeskripsikan secara rinci ketegangan dan apa sebenarnya yang terjadi dalam dua menit krusial, dalam penyerbuan Bin Laden, yang mengubah sejarah.

Osama Ditembak Tiga Kali

Dia mengatakan, awalnya, seorang perempuan, anggota CIA memberitahukan, "Osama 100 persen berada di lantai tiga rumah persembunyiannya".

Saat berhadapan dengan targetnya, pria itu mengaku kaget dengan penampakannya. Bin Laden terlihat lebih tinggi dari yang disangka -- paling tinggi di antara pengikutnya, berbadan kurus, janggut pendek, dan kepala pelontos.

Osama berlindung di balik istrinya, Amal -- yang diduga menjadi tameng hidupnya. The Shooter dan timnya bisa melihat jelas apa yang terjadi melalui kaca mata malam (night vision), namun Bin Laden hanya bisa mengandalkan pendengarannya.

"Ia berjalan ke depan. Aku tak tahu apakah istrinya itu memakai rompi peledak. Osama juga bisa saja meraih senjata di dekatnya, dari manapun di kamar itu. Dia adalah ancaman. Jadi aku harus menembak kepalanya sehingga mereka tak punya kesempatan untuk meledakkan diri," kata dia, seperti dimuat Daily Mail (11/2/2013).

"Detik itu juga, aku menembaknya, dua kali di dahi. Bap! Bap! Tembakan yang kedua melumpuhkannya, ia lalu jatuh ke lantai, di depan tempat tidurnya. Lalu, aku menembaknya lagi, Bap! Di tempat yang sama."

The Shooter mengaku menggunakan senjata EOTech red-dot holo sight. "Osama tewas. Ia sama sekali tak bergerak. Lidahnya terjulur ke luar."

Ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri, Osama menghembuskan nafas terakhirnya. "Aku masih ingat, ia menghela nafas terakhirnya. Saat itu aku berpikir, apakah ini hal terbaik yang aku lakukan, atau sebaliknya, yang terburuk."

Osama tewas mengenaskan, dengan dahi pecah membentuk huruf "V", organ dalam kepalanya merembes keluar. "Sesuatu yang orang AS tak ingin mengetahuinya."

Ayah dua anak itu menceritakan, istri Osama, Amal sontak menjerit melihat suaminya ditembak. Setelah mengikat perempuan itu ke tempat tidur, ia baru sadar, putra termuda Osama, berusia dua atau tiga tahun kala itu, juga menyaksikan adegan mengerikan tersebut.

"Dia berdiri di sisi lain tempat tidur. Aku tak ingin menyakitinya, aku tak seliar itu. Ditingkahi suara jeritan, anak itu hanya menangis, syok." Bocah itu lalu ditempatkan dekat ibunya.

Pernikahan Hancur

Penyerbuan di lantai tiga rumah Osama hanya berlangsung singkat, 15 detik. Namun dampaknya luar biasa bagi The Shooter.

Ia kembali dari misi dengan kondisi bangga, sekaligus gundah. The Shooter juga mengungkap bagaimana tugasnya saat itu ikut andil dalam kehancuran rumah tangganya. Ia juga mengklaim Pemerintah
AS mengabaikan para veteran militernya.

Pasca penyerbuan Osama, pernikahan The Shooter dan istrinya berakhir, meski mereka terpaksa tetap hidup bersama untuk menghemat uang.

Dia mengaku Pemerintah AS tak memberinya apa-apa. Tak ada pensiun, tidak ada perawatan kesehatan, tidak ada perlindungan bagi keluarganya.

Ia pun mengajarkan pada keluarganya apa yang harus dilakukan jika rumah mereka menjadi target serangan balasan pendukung Osama.

Dia mengajarkan anak-anak bersembunyi di bak mandi, karena itu adalah tempat paling aman. Ia juga mengajari istrinya -- sekarang mantan -- untuk menggunakan senapan dan pisau cadangan yang disimpan di lemari.

Mereka juga menyiapkan ransel darurat berisi pakaian, makanan, dan kebutuhan lain yang cukup untuk bersembunyi selama dua minggu.

Jurnalis, Phil Bronstein, pemimpin eksekutif Center for Investigative Reporting, yang menghabiskan waktu setahun bersama The Shooter berhasil mendapat kepercayaannya dan menyusun kisahnya dalam artikel yang terdiri dari 15.000 kata di Esquire.

CIA Diinvestigasi

Kisah penggerebekan Osama sudah diangkat dalam film "Zero Dark Thirty" yang disutradarai Kathryn Bigelow dan skenario ditulis Mark Boal, yang jadi kontroversi karena menggambarkan adegan penyiksaan dalam misi penyerbuan Osama.

Senat baru-baru ini telah menggelar sebuah investigasi untuk menentukan apakah CIA memberikan akses pada pembuat film soal informasi rahasia. Atau, apakah oknum CIA memberi informasi palsu untuk meyakinkan mereka bahwa teknik interogasi keras efektif dalam menghasilkan informasi yang mengarah ke Bin Laden.

Sementara, hingga kini foto jasad Osama tak dirilis. Sebab, Presiden Barack Obama mengatakan, jika diungkap, foto itu bisa memicu kekerasan terhadap warga AS.

Pemerintah Obama hanya mengatakan, jasad Bin Laden diangkut kapal induk USS Carl Vinson menuju laut lepas untuk dilarung, tata caranya sesuai dengan tradisi Islam. Osama tak sempat dimintai keterangan.(Ein)
Sumber : http://news.liputan6.com/read/509898/pengakuan-anggota-navy-seal-yang-tembak-kepala-osama-bin-laden

Oknum Polisi Tembak Prajurit TNI Proses Penyelidikan

Palembang (ANTARA) - Oknum polisi Brigpol WJ yang melakukan penembakan terhadap Pratu HER prajurit TNI di perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ulu Timur pada 27 Januari lalu, sekarang ini masih dalam proses penyelidikan.
Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod kepada wartawan di Palembang, Selasa mengatakan, sekarang ini oknum polisi yang melakukan penembakan tersebut sedang diproses di Polda Sumsel.
Sebagaimana sebelumnya pada Minggu (27/1) terjadi kasus penembakan yang dilakukan oknum Prigpol WJ, anggota Satlantas Polres Ogan Komering Ulu terhadap korban HER (23), anggota TNI AD Armed 76/15 Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Memang, pihaknya mengambil alih penyelidikan kasus penembakan itu, sehingga oknum tersebut masih dalam tanahan Polda Sumsel.
Ia berharap, kasus tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin sehingga tersangka dikenakan tindakan sesuai hukum yang berlaku.
Mengenai sanksi hukuman yang akan dikenakan terhadap pelaku, dia mengatakan, pihaknya belum bisa memutuskan karena sekarang ini masih dalam tahap penyelidikan.
Bisa saja ancaman pemecatan bila penembakan ada unsur kesengajaan, kata dia.
Menurut dia, hal ini karena penembakan dapat dilakukan bila ada unsur pembelaan diri.

Namun demikian, dari hasil proses hukum itu selesai dan terbukti bersalah, bila ancaman hukumannya lebih dari lima tahun maka bisa dilakukan pemecatan dari keanggotaan sebagai polisi, katanya.
Namun yang jelas, pihaknya terus melakukan penyelidikan dan mendalami kasus tersebut supaya diketahui kejadian sebenarnya.(rr)

Pasca diserang TNI, mapolres dipindah ke Mapolsek Baturaja

MERDEKA.COM. Pasca kasus pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, oleh sejumlah anggota TNI pagi tadi, aktivitas di mapolres sementara dipindahkan ke Mapolsek Kota Baturaja Timur, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Insiden itu telah merusak hampir seluruh ruangan di Mapolres OKU hangus.

"Maka itu kegiatan mapolres sementara dipindahkan ke Mapolsek Kota," kata Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol M Zulkarnain di Baturaja, demikian dikutip dari Antara, Jumat (8/3).

Zulkarnain sangat menyesalkan melihat ulah petugas TNI yang seharusnya tak perlu terjadi. Dalam pandangannya, jika anggota TNI AD bisa bersikap profesional, maka peristiwa memalukan tersebut tidak akan terjadi dan terulang kembali.

Kepada jajarannya, Zulkarnain mengimbau tetap tetap dan jangan terpancing emosi apalagi sampai berniat melakukan aksi balas dendam.

Terpisah, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan seluruh anggota Yon Armed Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur untuk diredam emosinya.

Menurut Pangdam, kejadian ini berawal dari kasus penembakan yang dilakukan oknum anggota Satlantas Polres setempat terhadap anggota Yon Armed Martapura, Pratu Heru Oktavianus pada 27 Januari lalu mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Para anggota Yon Armed itu datang ke Mapolres mempertanyakan kenapa kasus tersebut dibawa ke Palembang, bukan diselesaikan di Polres Baturaja," ungkapnya.

Pangadam mengaku, pihaknya berusaha keras meredam situasi di lapangan agar kondusif, namun prajurit sangat sulit dikendalikan. Sementara Komandan Yon Armed Martapura, Mayor Irfin tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah anak buahnya melakukan pembalasan.

"Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Sekarang saya sudah memerintahkan aparat POM untuk melakukan investigasi guna mencari siapa yang memprovokasi dibalik insiden ini. Siapapun yang menjadi dalang akan mendapatkan sanksi tegas sesuai aturan berlaku," tegasnya.

Akibat tindakan anarkis tersebut, selain menghanguskan hampir seluruh bangunan gedung Mapolres, juga menyebabkan korban luka-luka baik terhadap tiga orang anggota TNI yang berupaya meredakan situasi yakni Dansubdenpom OKU, Kapten Martin Nuri yang mengalami luka memar dipunggungnya.

Selanjutnya, Koptu Rudi Kurniawan (anggota Subdenpom OKU) memar pada kepala belakang dan Praka Hendra anggota Batalion Armed 76/15 Martapura, OKU Timur luka robek di lengan tangan kanan.

Sedangkan korban dari pihak Polres yang terluka akibat peristiwa tersebut yakni Aiptu Marbawi luka tusuk pada paha kanan, Briptu Berlin Mandela luka tusuk pada dada kiri, Aiptu Hasibuan juga luka pada tubuhnya dan Aipda M Solahudin keracunan asap, termasuk Edi Maryono, pegawai sipil Mapolres mengalami luka bakar cukup serius.

Lebih memprihatinkan lagi, peristiwa tersebut berlanjut di tempat berbeda di mana Kapolsek Martapura Kompol Ridwan mengalami luka tusuk di punggung hingga tembus ke pinggang dan luka bacokan di punggungnya termasuk Aiptu Marbawi Aidil mengalami luka serius keduanya terpaksa dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Sumsel di Palembang menggunakan helikopter.
Sumber: Merdeka.com
http://id.berita.yahoo.com/pasca-diserang-tni-mapolres-dipindah-ke-mapolsek-baturaja-213100927.html

Selasa, 05 Maret 2013

Lima buronan Al Qaidah

Kelompok Islam militan Al Qaidah merilis daftar orang-orang laing dicari oleh mereka, seperti dilansir situs digitaljournal.com (4/3). Daftar itu bahkan sudah dipublikasikan melalui majalah Inspire, majalah yang dijadikan jaringan Al Qaidah untuk menyebarkan pesan jihad.
Tidak salah jika kelompok ini gregetan dengan mereka yang tidak henti-hentinya menyudutkan Islam bahkan semakin hari semakin gencar. Al Qaidah menginginkan kelima orang ini dalam keadaan hidup atau mati.
Dilansir dari stasiun televisi Aljazeera, surat kabar Al Arabiya, dan surat kabar the Huffington Post, berikut lima buronan Al Qaidah itu.

Lima buronan Al Qaidah

Reporter : Ardini Maharani
Selasa, 5 Maret 2013 07:02:00
Lima buronan Al Qaidah

1. Geert Wilders

Tidak ada yang lebih membenci Islam dibanding Geert Wilders. Lelaki kelahiran Belanda 6 September 1963 ini pantas berada di peringkat pertama daftar orang paling diburu kelompok Islam militan Al Qaidah. Politikus sayap kanan ini terang-terangan menegaskan tujuan hidupnya menghentikan muslim tersebar di Eropa dan dunia.

Lelaki 50 tahun ini menambahkan dia akan meningkatkan upaya untuk menghapus Islam dari daftar agama dunia. Utamanya di Belanda dan akan merambah ke negara lain seperti Australia, Amerika Serikat, Swiss, dan banyak lagi.

Wilders terkenal sebab melansir film dokumenter Fitna yang menuding Alquran mengajarkan kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan. Dia juga menyerukan agar kitab suci umat Islam itu dilarang beredar di Negeri Kincir Angin dan menyerukan pada pemerintah agar menghentikan masuknya imigran muslim terutama dari Timur Tengah.
 

Selasa, 5 Maret 2013 07:02:00
Lima buronan Al Qaidah

2. Terry Jones

Ini dia pastor paling terkenal sejagat di abad ini lantaran kebenciannya pada muslim sangat mengakar pada dia. Tak salah jika kelompok Islam militan Al Qaidah memasukkan nama Terry Jones dalam daftar orang paling dicari hidup atau mati.

Jones pastor senior asal Kota Gainsville, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat menjadi orang pertama membakar Alquran tiga tahun lalu dan aktif menyebarkan kebencian pada agama Nabi Muhammad itu. Dia selalu memakai latar belakang peristiwa runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001 untuk menyudutkan Islam. Bagi dia serangan ke gedung WTC merupakan bukti Islam agama tanpa kasih dan hanya memberi rasa takut untuk sejagat.

Dia juga menggerakkan banyak orang untuk membakar dua ratus Alquran sebagai protes keberadaan Islam di Amerika sekaligus tanda simpati bagi korban September Hitam itu. Jones mengatakan kitab suci muslim itu merupakan propaganda berbahaya yang isinya menyuruh berbuat kejahatan.

Tak hanya Al Qaidah, kelompok Hizbullah di Libanon juga memberi hadiah Rp 19 miliar bagi siapa saja berhasil memenggal kepala pastor itu.


Reporter : Ardini M
  

Lima buronan Al Qaidah

3. Salman Rushdie

Ahmad Salman Rushdie masuk dalam daftar orang paling dicari kelompok militan Islam Al Qaidah. Dia penulis berdarah Inggris-India dan menjadi orang pertama menghina Islam secara terang-terangan dengan menerbitkan novel Ayat-Ayat Setan pada 1988. Novel menceritakan tokoh fiktif bernama Mahound, diduga Muhammad, menerima tiga Tuhan seperti ramalan Makkah. Menurut legenda, Mahound mengganti tulisan asli pada kitab suci dengan ayat-ayat setan. Dia mengaku mendapat bisikan dari malaikat Jibril serta iblis menggodanya.

Buku ini langsung dilarang beredar di negara mayoritas muslim yakni Indonesia, Singapura, Venezuela, Pakistan, Afrika Selatan, Sri Lanka, Kenya, Thailand, Tanzania, India, Sudan, dan Bangladesh.

Setahun kemudian setelah terbitnya buku itu, pemimpin Revolusi Iran Ayatullah Ruhallah Khomeini memberi fatwa disebarkan lewat radio Ibu Kota Teheran. Dia menawarkan hadiah bagi mereka mau membunuh Rushdie. Harga kepala penulis itu mencapai Rp 31,4 miliar. Pengarang buku Luka dan Api Kehidupan, dicetak dua tahun lalu itu harus hidup dalam kawalan polisi ketat selama tujuh tahun sebab fatwa ini.


Lima buronan Al Qaidah 

4. Stephane Charbonnier

Stephane Charbonnier pemimpin redaksi majalah Charlie Hebdo sekaligus ilustrator kartu keluaran Prancis itu menjadi target selanjutnya dari kelompok Islam militan Al Qaidah. Dia secara gamblang membuat kartun soal Nabi Muhammad yang mengundang kemarahan muslim dunia, bahkan menerbitkan dalam edisi khusus 64 halaman tahun lalu. Al Qaidah menginginkan dia hidup atau mati.

Kartun biografi berjudul The Life of Muhammad itu langsung membuat marah muslim Prancis. Namun lelaki akrab dipanggil Charb ini mengatakan sebelum umat Islam marah ada baiknya mengenal karakter kartun dan sosok yang diceritakan terlebih dulu. "Muslim berpendidikan tidak akan menemukan hal salah dalam edisi itu sebab penerbitannya dibuat secara pantas oleh sosiolog Prancis-Tunisia," ujar Charb tanpa menyebutkan siapa sosiolog itu.

Sebelumnya majalah ini juga membakar emosi kaum muslim dengan menerbitkan kartun pendek soal Nabi Muhammad pada 2006 bahkan sebelum edisi itu terbit kantor Charlie Hebdo sempat dibom.
                                                                                                                                                             
Lima buronan Al Qaidah

5. Flemming Rose

Flemming Rose seorang redaktur budaya dari sebuah harian asal Denmark Jyllands Posten. Lelaki lahi pada 11 Maret 1958 itu menerbitkan kartun Nabi Muhammad dalam selusin edisi berturut-turut yang mengundang reaksi keras umat Islam sejagat.

Peristiwa pada 2005 ini membekas amat sangat lantaran menjadi inspirasi bagi media lain, terutama Charlie Hebdo untuk menerbitkan pelecehan serupa pada Rasulullah. Tak salah jika Al Qaidah memburunya hidup atau mati. Gara-gara pemuatan ini pula beberapa negara Islam seperti Libya, Arab Saudi, dan Suriah menarik duta besarnya dari Denmark.

Surat kabar ini juga harus membayar mahal atas ulah mereka. Tiga kartunisnya sudah terbunuh dan Al Qaidah berjanji Rose bakal menjadi orang selanjutnya.

Daftar itu bahkan sudah dipublikasikan melalui majalah Inspire, majalah yang dijadikan jaringan Al Qaidah untuk menyebarkan pesan jihad.
sumber :http://www.merdeka.com/dunia/lima-buronan-al-qaidah/flemming-rose.html


Senin, 04 Maret 2013

Turunkan SBY

Buruh Desak Pemakzulan SBY
Saiful Rizal | Senin, 04 Maret 2013 - 13:20:25 WIB
: 138


(dok/antara)
Buruh adalah elemen masyarakat yang paling dirugikan dengan adanya UU BPJS.

JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai terbukti menindas rakyat dengan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan dan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penerima Bantuan Iuran (PBI).
 
Melalui dua aturan itu, pemerintah hanya membayar premi jaminan kesehatan sekitar 96,4 juta rakyat, sedangkan mayoritas lainnya diwajibkan untuk membayar iuran sendiri. Sejauh ini, ada tiga usulan besar PBI. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan Rp 15.483, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Rp 22.201, dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Rp 27.000.

Untuk buruh dikenakan kewajiban pembayaran iuran melalui persentase gaji. Aturan ini mengubah aturan sebelumnya, di mana pengusaha membayar jaminan kesehatan buruh secara keseluruhan, sedangkan buruh tidak dipungut iuran sama sekali.
 
Oleh karena itu, serikat buruh yang tergabung dalam Front Nasional Tolak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) saat ini terus menyosialisasikan kepada seluruh buruh di Tanah Air agar menolak keberadaan UU BPJS. UU itu mencederai perjuangan buruh selama ini.

"Kami terus melakukan konsolidasi antarkelompok-kelompok buruh dan seluruh buruh di Indonesia. Tujuan kami adalah terus mendesak Presiden SBY agar mengeluarkan Perppu (Peraturan Pengganti Undang-Undang) BPJS," kata Sekjen Front Nasional Tolak BPJS Joko Heriyono saat dihubungi SH, Senin (4/3).

Joko mengatakan, untuk memenuhi tuntutan besar mereka itu, buruh mempunyai dua senjata besar, yakni siap menarik dana Jaminan Hari Tua (JHT) di PT Jamsostek yang jumlahnya sekitar Rp 100 triliun. Selain itu, buruh juga akan mendesak DPR agar memakzulkan Presiden SBY. Menurutnya, semua itu akan diputuskan setelah peringatan Hari Buruh Sedunia pada 1 Mei mendatang.

Isi dalam pasal di UU BPJS tersebut banyak yang dianggap dapat merugikan buruh dan sangat mendiskriminasi buruh. UU itu bukan jaminan sosial yang diinginkan buruh, sebaliknya, menjadi alat asuransi sosial karena buruh dan masyarakat diwajibkan membayar iuran.

Dia menambahkan, buruh adalah elemen masyarakat yang paling dirugikan dengan adanya UU BPJS ini. Ini karena selama ini, dalam UU Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jamsostek, iuran Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) sepenuhnya ditanggung pengusaha dengan besaran iuran 3 persen dari upah sebulan untuk buruh lajang dan 6 persen dari upah sebulan bagi buruh berkeluarga.
 
"Tapi dengan berlakunya UU BPJS. Lalu di mana tanggung jawab negara yang berkewajiban menyejahterakan rakyatnya?" kata dia.

Sesuai dengan UU, sistem jaminan sosial nasional yang dikelola BPJS akan berjalan pada 1 Januari 2014. Pemerintah akan melakukan percobaan di tiga kota, yakni Jawa Barat, Gorontalo, dan Aceh pada pertengahan tahun ini.
 
Namun, di sisi lain, distribusi Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang saat ini dirasakan manfaatnya oleh rakyat kacau. Di sejumlah daerah ditemui fakta, orang miskin tidak mendapatkan Jamkesmas. Bahkan, ada juga pasien miskin yang kini masih dalam perawatan sudah tidak lagi mendapatkan Jamkesmas.

Dirjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) Akmal Taher saat menemui anggota Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) dari berbagai provinsi mengatakan, untuk mengatasi persoalan itu, Kemenkes memperpanjang masa berlaku Jamkesmas yang lama selama satu bulan ke depan. Kemenkes juga akan meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan hingga lima tahun ke depan. (Tutut Herlina)
Sumber : Sinar Harapan
 http://www.shnews.co/detile-15811-buruh-desak-pemakzulan-sby.html

Hati-hati Memilih Pensil 2B


Hati-hati Memilih Pensil 2B
Widjil Purnomo | Senin, 04 Maret 2013 - 13:22:35 WIB
: 93


(dok/ist)
Penggunaan pensil 2B palsu bisa mengakibatkan siswa tidak lolos ujian.

Ujian masuk perguruan tinggi berlangsung setiap tahun. Menjelang pelaksanaannya, orang tua akan disibukkan dengan pemenuhan perlengkapan ujian. Salah satu perlengkapan penting yang harus disiapkan menjelang ujian adalah pensil 2B.
 
Namun, untuk mendapatkan pensil yang tepat harus hati-hati memilihnya. Jika salah membeli pensil 2B, dipastikan Anda tidak lulus ujian, meski jawaban yang Anda berikan dalam lembar jawaban komputer (LJK) betul seluruhnya.

Kesalahan dalam memilih pensil 2B mengakibatkan seluruh jawaban dalam LJK akan diabaikan oleh komputer karena pensil yang digunakan itu tidak memiliki standar lead grafit yang bisa mengeluarkan citra hitam cukup kuat untuk membuat komputer bisa membaca jawaban tersebut.

Saat ini, pensil 2B palsu ditengarai banyak beredar di masyarakat. Bahkan, pada 26 Februari 2013, Direktorat Penyidikan Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Hukum dan HAM memusnahkan 837.752 batang pensil 2B merek Exam Grade yang dipalsukan di Karawang. Barang sebanyak itu disita hanya dari satu tempat, di gudang dan toko PD Trijaya yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.  

Selain pensil 2B, 54.000 rautan merek Exam Grade palsu juga dimusnahkan. Berdasarkan hasil penyidikan Direktorat Penyidikan Dirjen HKI, PD Trijaya adalah pihak yang memproduksi pensil 2B dan rautan merek Exam Grade palsu tersebut. Perusahaan ini sudah cukup lama memalsukan pensil 2B Exam Grade dan telah mengedarkannya ke berbagai kota, namun baru Juli 2012 dilakukan penyitaan oleh Direktorat Penyidikan Dirjen HKI.
 
Penggerebekan ke gudang dan toko PT Trijaya dilakukan setelah Schwan-Stabilo Schwanhaeusser GmbH & Co.K Germany selaku pemilik merek itu mengendus pemalsuan itu. Bisa jadi, masih banyak pensil 2B palsu buatan Bandung itu yang tetap dijual di toko-toko di daerah lain.

M Arif Rohman, kuasa hukum Schwan-Stabilo Schwanhausser GmbH & Co.K mengakui, meski ratusan ribu pensil 2B buatan PD Trijaya itu telah dimusnahkan, tidak bisa dipastikan hilangnya pensil palsu itu dari peredaran di pasar. Oleh karenanya, ia meminta masyarakat khususnya pelajar yang akan mengikuti ujian nasional untuk lebih teliti dalam membeli pensil 2B.

Menurutnya, perbedaan antara pensil 2B asli dan palsu terletak pada label di pensil. Dalam pensil 2B yang asli, tercantum Schwan-Stabilo sebagai pemilik sah merek Exam Grade. Sementara itu dalam pensil 2B buatan Bandung yang telah dimusnahkan di tempat pengolahan limbah milik PT Tenang Jaya Sejahtera itu tidak tertera tulisan tersebut.

Ia mengungkapkan, pemalsuan pensil 2B Exam Grade ini sangat merugikan masyarakat luas karena pembuatannya tidak memenuhi standar tertentu yang lazim digunakan sebagai alat tulis yang dikombinasikan dengan sistem komputer. Penggunaan pensil palsu yang tingkat kegelapan dan arsiran tidak tepat sehingga tidak mengeluarkan citra yang bisa dibaca komputer.

“Jadi pensil palsu ini sangat merugikan bagi pelajar yang ikut tes pilihan ganda seperti halnya ketika dalam ujian nasional atau masuk perguruan tinggi, karena jawaban dalam lembar jawaban komputer tidak  bisa dibaca oleh komputer,” katanya saat ditemui SH di lokasi pemusnahan pensil 2B palsu itu di Karawang.

Sistem Kerja

Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA/MA akan diselenggarakan pada 15-18 April. Sementara itu untuk tingkat SMK dan SMALB, UN akan digelar pada 15-17 April. Bagi siswa yang sakit atau berhalangan hadir dapat mengikuti UN susulan yang diselenggarakan pada 22-25 April 2013.
 
Seperti diketahui, LJK siswa yang mengikuti UN  diperiksa dengan  menggunakan alat bantu berupa komputer yang di dalamnya terdapat scantron atau alat pembaca LJK. Mesin ini memiliki sistem kerja dengan menyinari cahaya melalui LJK kemudian dibaca oleh alat yang bernama phototube.

Supaya jawaban dapat terbaca secara sempurna, cahaya harus terhalang arsiran pensil pada bulatan dalam LJK itu. Alat satu-satunya yang aman untuk digunakan adalah pensil 2B. Penggunaan pensil ini memberikan kesempatan untuk mengoreksi jawaban pada LJK jika terjadi kesalahan.
 
Grafit pada pensil 2B juga memiliki tingkat kehitaman yang cukup untuk menghalangi cahaya scantron karena molekul  grafit akan memantulkan banyak cahaya dari bulatan LJK yang terarsir pensil 2B. Jika arsiran pada bulatan tidak cukup hitam untuk dapat menghalangi cahaya scantron, jawaban dalam LJK itu diabaikan sehingga memiliki nilai nol.

Meski tidak bisa menarik semua pensil 2B palsu buatan PT Trijaya itu, penyitaan dan pemusnahan pensil palsu ini bisa membuat jera perusahaan itu.
sumber :http://www.shnews.co/detile-15812-hatihati-memilih-pensil-2b.html
 
Kasubdit Penindakan Direktorat Penyidikan Dirjen HKI Abdul Hakim mengakui, tindakan ini memberi efek jera kepada para pelanggar UU No 15 Tahun 2011 tentang Merek. Tindakan ini juga untuk melindungi konsumen dan produsen. Ia berharap tindakan ini juga dapat melindungi masa depan generasi muda.

Kerugian akibat pemalsuan merek pensil 2B ini bukan saja dialami pihak Schwan-Stabilo Schwanhaeusser GmbH & Co.K selaku pemilik sah merek Exam Grade saja, tetapi juga pelajar. Banyak siswa pintar tidak diterima masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di tempat yang dituju akibat menggunakan pensil 2B palsu saat mengisi lembar jawaban dalam ujian masuk.
 
Bahkan ada juga siswa pintar yang tidak lulus UN hanya karena persoalan yang sama. Oleh karena itu, pemberantasan pensil 2B palsu ini harus terus diupayakan agar terhindar dari kerugian yang lebih besar.
Sumber : Sinar Harapan

Jumat, 01 Maret 2013

Pemerintah Akui Gagal Upayakan Dialog


Saiful Rizal | Jumat, 01 Maret 2013 - 15:50:00 WIB
: 49


(Foto:dok/officialwaru.wordpress.com)
Ilustrasi.
Tidak adanya sanksi hukum suburkan tindak kekerasan.

JAKARTA – Pemerintah mengakui aksi-aksi intoleran yang dilakukan gerombolan militan terhadap para penganut agama minoritas masih sering terjadi. Upaya pemerintah untuk mendorong dialog dari pihak yang bertikai selama ini belum membuahkan hasil karena masing-masing pihak menutup pintu dialog. Demikian dikatakan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menanggapi survei Human Right Watch (HRW), lembaga internasional pemerhati hak asasi manusia, yang menuding pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono yang lembek menghadapi gerombolan militan antipluralisme.

"Sejauh ini pemerintah telah cukup berkeringat mengatasi masalah ini. Namun selama pintu dialog sulit dibuka oleh semua kelompok, upaya penyelesaian masalah intoleran seperti yang terjadi di beberapa daerah sulit terjadi," ungkapnya, Jumat (1/3).

Menurut Nasaruddin, masyarakat Indonesia sebenarnya sangat menjunjung perdamaian dan keterbukaan. Hal itu dibuktikan dengan kemauan berbagai suku dan budaya di Indonesia yang bersedia bergabung dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bangsa ini, ditambahkannya, sebagai negara maritim tentu lebih egalitarian dan demokratis daripada negara-negara lain. Ini karena sejak dahulu, pesisir pantai di seluruh wilayah kepulauan di negeri ini sudah terbuka terhadap datangnya "tamu-tamu" dari bangsa lain. Dengan dasar itu, dia meyakini seluruh penduduk di negeri ini pada prinsipnya sangat siap untuk berdialog dengan perbedaan.

"Pemerintah akan terus melakukan pendekatan kepada setiap elemen di negeri ini, dengan menggunakan berbagai pendekatan, seperti pendekatan hukum, politik, dan teologi, sebab prinsip semua agama maupun aliran kepercayaan sebenarnya sama, yaitu menjunjung perdamaian," ungkapnya.

Sebelumnya, riset terbaru yang dirilis HRW di Jakarta, Kamis (28/2), mengungkap kegagalan pemerintah Indonesia dalam mengatasi gerombolan-gerombolan militan, yang melakukan intimidasi dan serangan terhadap rumah-rumah ibadah serta anggota minoritas agama. Temuan HRW menyebut gerombolan militan ini makin lama makin agresif. Sasaran mereka termasuk Ahmadiyah, Kristen, maupun muslim Syiah. Satu lembaga pemantau kekerasan mencatat 264 kasus kekerasan terjadi tahun lalu.

HRW melakukan riset di 10 provinsi di Jawa, Madura, Sumatera, dan Timor, serta mewawancarai lebih dari 115 orang dari berbagai kepercayaan. Direktur HRW di Asia, Brad Adams, mengatakan, Presiden Yudhoyono harus tegas dan minta zero tolerance terhadap siapa pun yang main hakim sendiri atas nama agama. “Kegagalan pemerintah Indonesia dalam mengambil sikap dan melindungi kaum minoritas dari intimidasi dan kekerasan tentu saja merupakan olok-olok terhadap klaim bahwa Indonesia adalah negara demokratis yang melindungi hak asasi manusia,” ungkapnya di Jakarta, Kamis.

Penguatan Identitas
Sosiolog dari Unika Soegijapranoto, Hermawan Pantjasiwi, melihat adanya peningkatan konflik bernuansa agama yang dilakukan oleh kelompok-kelompok intoleran salah satunya disebabkan adanya tuntutan penguatan identitas kelompok pada zaman yang semakin keras. Sementara itu pembiaran yang dilakukan oleh negara terjadi karena kondisi pemerintahan yang rapuh.

“Kondisi negara yang berasal dari partai-partai beraneka warna membuat siapa pun yang berada dalam jaringan kekuasaan menjadi diam saja karena takut. Pemerintah menjadi tidak sehat dan tidak mempunyai wibawa, karena lebih mengutamakan teror dari kelompok-kelompok tertentu yang bisa merongrong partainya,” ungkapnya. Sementara itu dalam waktu yang cepat, kelompok-kelompok berbasis agama tumbuh dengan pesat dan juga ingin menunjukkan keberadaannya.

Pakar hukum dan politik Universitas Padjajaran Bandung, Indra Perwira, mengatakan tindak kekerasan jelas pelanggaran hukum. Jadi jika pemerintah sengaja melakukan pembiaran, lanjut Indra, itu sama artinya pemerintah tidak mampu menegakkan hukum. Kondisi ini merupakan ironi di negara yang menjunjung tinggi hukum seperti di Indonesia.

"Semestinya pemerintah tegas. Tidak boleh melakukan pembiaran terhadap kekerasan yang dialami kelompok minoritas," katanya. Tidak adanya sanksi hukum justru menyuburkan aksi kekerasan.

Namun terkait aksi kekerasan terhadap kaum minoritas, Indra melihat sumber persoalannya semata-mata adalah faktor ekonomi. Kesenjangan ekonomi yang terjadi mudah menyulut aksi kekerasan dengan dalih apa pun. Terutama aksi kekerasan yang ditujukan ke kaum minoritas yang secara ekonomi dianggap lebih mapan.

Teddy Molindo, seorang pengusaha dari Malang, menyayangkan sikap lembek pemerintah dalam menghadapi  aksi-aksi kekerasan di masyarakat. “Harusnya pemerintah bisa bertindak tegas terhadap ormas keagamaan yang sudah tidak sejalan dengan hukum yang berlaku di negara ini. Janganlah membiarkan terjadinya pelecehan hukum dengan dalih agama atau kelompok tertentu, karena negara ini berdiri atas plural keanekaragaman,” ujarnya.

Harapan senada disampaikan oleh Uddy Saifudin, seorang pengusaha perhotelan di Kota Batu. “Radikalisme harus dijawab dengan ketegasan. Negara tak boleh kalah dengan pemaksaan kehendak golongan tertentu atas golongan lainnya. Kegagalan atau ketidakmampuan pemerintah mengatasi hal itu akan menumbuhkan ketidakpercayan yang akhirnya akan berujung pada pembenaran dengan tafsir yang berwarna-warni,” ungkapnya. Menurut riset yang dilakukan Setara Institute, Jawa Timur adalah salah satu provinsi di mana tingkat intoleransinya cukup tinggi, selain Jawa Barat.  (Didit Ernanto/Eka Susanti/Retno Manuhoro)
Sumber : Sinar Harapan
http://www.shnews.co/detile-15701-pemerintah-akui-gagal-upayakan-dialog--.html

Cari Blog Ini