Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Rabu, 23 Oktober 2013

Kepala BIN : Letnan Jenderal TNI Marciano Norman


Marciano Norman
Dilantik pada 19 Oktober    2011.

Letnan Jenderal TNI Marciano Norman (lahir di Banjarmasin, 28 Oktober 1954; umur 58 tahun) adalah Kepala BIN (Badan Intelijen Negara) yang dilantik pada 19 Oktober 2011.  Marciano adalah putera dari Mayjen TNI (purn) Norman Sasono, mantan Pangdam Jaya dan Danpaswalpres. Sebelum menjadi Kepala BIN, Marciano menjabat sebagai Pangdam Jaya dan Komandan Kodiklat TNI-AD sejak 26 April 2011.

Perjalanan karier

Marciano merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1978. Ia mengawali karir di Kesatuan Kavaleri TNI Angkatan Darat sebagai Komandan Peleton Yonkav 7 Kodam Jaya, Komandan Kompi Serbu 73 Yonkav 7 Kodam Jaya, Komandan Kavaleri Batalyon 7 Kodam Jaya dan kemudian menjadi Komandan Kompi Serbu 73 Yonkav 7 Kodam Jaya.
Marciano kemudian dipercaya menjabat posisi penting di berbagai kesatuan TNI AD, yaitu Komandan Kodim 1633/Nainaro, Wakil Asisten Operasi Kaskargartap I/Jakarta,Wakil Asisten Operasi Kasdam Jaya, Asisten Operasi Kasgartap I Jakarta, Asisten Operasi Kasdam Jaya, Danrem 121/ABW Kodam Tanjungpura, Direktur Analisis Lingkungan Strategis DItjen Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden sejak tahun 2008, Pangdam Jaya (dilantik pada 29 Juni 2010), dan Komandan Kodiklat TNI-AD sejak 26 April 2011.
Pada 18 Oktober 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Letnan Jenderal TNI Marciano Norman sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Jenderal Pol. (Purn) Sutanto. Keesokan harinya, pada 19 Oktober 2011 Marciano resmi dilantik menjadi Kepala Badan Intelijen Negara.

Kekayaan pribadi

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Letjen TNI Marciano Norman memiliki harta kekayaan Rp8,95 miliar, per 19 Juni 2009. Sedangkan pada 2 Agustus 2010, harta kekayaannya naik menjadi Rp9,02 miliar. Harta tersebut terdiri dari harta tidak bergerak senilai Rp6,44 miliar, kendaraan Rp80 juta, batu mulia senilai Rp2,42 miliar dan giro setara kas senilai Rp82 juta

Berita Terkait :


Kepala
Kepala BADAN INTELIJEN NEGARA adalah pejabat negara setingkat Menteri.

Daftar Kepala BIN
  • Jenderal (Purn). A.M. Hendropriyono,
    masa jabatan 2001-2004, Kabinet Gotong Royong
  • Mayor Jenderal (Purn). Syamsir Siregar,
    masa jabatan 8 Desember 2004-22 Oktober 2009, Kabinet Indonesia Bersatu I
  • Jenderal Polisi (Purn). Sutanto,
    masa jabatan 22 Oktober 2009-19 Oktober 2011, Kabinet Indonesia Bersatu II
  • Letnan Jenderal (TNI). Marciano Norman,
    masa jabatan 19 Oktober 2011-sedang menjabat, Kabinet Indonesia Bersatu II

Tugas Kepala BIN
  • Memimpin BIN sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Menyiapkan kebijakan nasional dan kebijakan umum sesuai dengan tugas BIN.
  • Menetapkan kebijakan teknis pelaksanaan tugas BIN yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Membina dan melaksanakan kerja sama dengan instansi dan organisasi lain.

Senin, 21 Oktober 2013

RAHASIA BESAR DI BALIK TSUNAMI ACEH 2004


Salam sejahtera dalam kasih yesus
Rahasia Besar di Balik Tsunami Aceh 2004
Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini.
Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.
Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.
Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain.
Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.
Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dasyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu.
Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.
“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu.
Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas.
Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang kristen itu untuk tidak merayakan Natal.
Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata: “Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami.
Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata: “Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”
Tetapi orang-orang kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota.
Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”
Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua.
Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan.
Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar.
Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal. Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali.
Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya.
Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu. Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur.
Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu Yesus datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata: “Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala.
Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”
Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”.
Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu.
Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.
Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.
Begitulah intisari cerita tante saya itu. Saya termangu-mangu, teringat pada peristiwa kebinasaan kota Sodom dan Gomora dimana Tuhan juga menyuruh semua orang percaya (keluarga Lot) keluar dari kota itu sebelum bencana itu terjadi.
Lalu saya tanya beliau dari mana tahu cerita itu. Tante saya mengatakan bahwa pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.
Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya.
Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.
Saudara dalam Yesus,
Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.
Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.

Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!
Haleluyah!!
Saya mengundang saudara untuk meninggalkan komentar, dan jika anda pernah mendengar kesaksian yang sama, mari saling menguatkan kesaksian ini.

RAHASIA BESAR DI BALIK TSUNAMI ACEH 2004


Salam sejahtera dalam kasih yesus

Rahasia Besar di Balik Tsunami Aceh 2004
Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini.
Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.
Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.
Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain.
Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.
Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dasyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu.
Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.
“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu.
Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas.
Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang kristen itu untuk tidak merayakan Natal.
Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata: “Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami.
Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata: “Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”
Tetapi orang-orang kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota.
Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”
Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua.
Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan.
Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar.
Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal. Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali.
Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya.
Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu. Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur.
Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu Yesus datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata: “Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala.
Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”
Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”.
Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu.
Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.
Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.
Begitulah intisari cerita tante saya itu. Saya termangu-mangu, teringat pada peristiwa kebinasaan kota Sodom dan Gomora dimana Tuhan juga menyuruh semua orang percaya (keluarga Lot) keluar dari kota itu sebelum bencana itu terjadi.
Lalu saya tanya beliau dari mana tahu cerita itu. Tante saya mengatakan bahwa pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.
Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya.
Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.
Saudara dalam Yesus,
Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.
Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.

Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!
Haleluyah!!
Saya mengundang saudara untuk meninggalkan komentar, dan jika anda pernah mendengar kesaksian yang sama, mari saling menguatkan kesaksian ini.

Rabu, 09 Oktober 2013

Mahkamah Konstitusi : Tiga Keajaiban dalam kemelut MK

Kamis, 10 Oktober 2013 , 04:16:00 WIB

Laporan: Ade Mulyana

RMOL. Ada tiga 'keajaiban' yang terjadi dalam kemelut Mahkamah Konstitusi (MK) serta hubungannya dengan penangkapan Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pertama, bagaimana bisa ada narkoba di kamar kerja Akil Mockhtar selaku Ketua MK padahal dari hasil pemeriksaan Badan Narkotika Nasional (BNN) dia tidak terbukti mengkonsumsi narkoba.

"Siapa yang menyimpan dan apa kepentingannya? Logikanya ada pihak yang 'numpang perkara' dalam kemelut ini," ujar mantan Ketua Umum PBNU, KH. Hasyim Muzadi dalam pesan elektronik yang diterima Rakyat Merdeka Online, Rabu (9/10) malam.

Kiai Hasyim mengatakan sebenarnya tidak banyak pihak yang punya kemampuan 'numpang dalam kemelut' karena hal ini perlu kelihaian atau kesempatan extra. Di negeri pertiwi ini yang punya kelihaian extra tidaklah banyak. Cuma anehnya, untuk hal semacam ini pihak yang berkewajiban mengusut seringkali tidak berselera mengusut sekalipun didesak masyarakat banyak, dan lama-lama tidak dibicarakan lagi.

'Keajaiban' kedua, calon incumbent Pilbup Gunung Mas, Hambit Bintih ditangkap oleh KPK melakukan penyuapan terhadap Akil Mochtar. Tapi perkara sengketa pilbubnya tetap menang di sidang MK. Dalam putusan MK yang dibacakan kemarin, Hambit Bintih dan pasangannya Arton S Dohong ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati terpilih Gunung Mas periode 2013-2018.

"Luar biasa. Benar-benar MK hanya bergerak dalam hukum administratif prosedural dan tidak sampai kepada hukum keadilan (justice); apakah terjadi kerugian negara atau tidak," ulas Kiai Hasyim.

Masalah ini, kata Kiai Hasyim, terjadi akibat MK berdiri sendiri tanpa sinergi dengan KPK atau DKPP, BPK dan PPATK dalam mengadili sengketa Pilkada. Dengan kondisi tersebut sudah pasti kebobolan keuangan negara tidak terbendung lagi. Banyak oknum yang mencuri uang negara untuk mencuri suara, dan itu bisa "dirapikan" dengan catatan administratif formal.

Keajaiban ketiga, tumben presiden buru-buru berinisiatif membuat Perppu alias peraturan pengganti perundang-undangan. Perppu memang dimungkinkan oleh UUD dalam suasana tertentu. Tapi, buru-buru pula MK keberatan dan berharap ada yang mengajukan judicial review agar MK bisa membatalkan Perppu tersebut kalau benar-benar lahir. Sementara itu, kalangan DPR kecuali dari Partai Demokrat banyak yang keberatan. Disebut tumben karena tidak biasanya presiden bertindak cepat.

"Jadi seandainya nanti ada daerah lain terjadi kecurangan material/kerugian terhadap negara namun yuridis administratif prosedural terpenuhi, tetap disahkan oleh MK. Sekalipun misalnya pihak tersebut melakukan suap kesana kemari termasuk ke MK sendiri, maka akan tetap menang padahal yang dipakai suap itu uang negara," katanya.

"Di dunia olahraga saja pemenang perlombaan yang ternyata melakukan doping dilakukan diskualifikasi atas kemenangannya, mengapa di dunia hukum tidak? Ketika hukum dilindas kekuasaan, kekuasaan dilindas oleh uang, sesungguhnya negara menuju kehancuran," demikian Kiai Hasyim.[dem]
sumber : http://www.rmol.co/read/2013/10/10/128770/Tiga-Keajaiban-dalam-Kemelut-MK-

Senin, 07 Oktober 2013

Motor Dilarang Masuk Thamrin-Sudirman

  • Oleh:  Gatot
Kemacetan di Jalan Sudirman, Jakarta Kemacetan di Jalan Sudirman, Jakarta Foto: Antara
Jakarta, Sayangi.com - Bersiap-siaplah bagi para pengendara sepeda motor yang berkantor di kawasan Jalan Sudirman dan Thamrin, Jakarta untuk kecewa. Soalnya tak lama lagi, Pemprov DKI Jakarta akan melarang sepeda motor melintas Jalan Sudirman-Thamrin. Kebijakan ini menyusul akan diberlakukannya Electronic Road Pricing (ERP) di ruas jalan tersebut.

Nantinya, penguna sepeda motor menuju ke Sudirman-Thamrin dapat menggunakan fasilitas bus gratis. Dan sepeda motornya dititipkan di tempat parkir gedung-gedung terdekat. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Nanti ada bus gratis. Motor dilarang masuk karena bahaya. Banyak kecelakaan motor. Tarif parkir motor akan ditentukan sejam Rp2.000 maksimum Rp5.000," kata Ahok, di Balikota, Kamis (3/10).

Contohnya, pengendara bisa memarkirkan motornya di Blok G. Kemudian bisa naik bus ke Monas dengan bus gratis. Pun sebaliknya. (GWH)

Kamis, 03 Oktober 2013

Gejala Diabetes Bisa Terlihat di Mulut


Oleh: drg. Arni Maharani
KLIKDOKTER.COM - Pada beberapa kasus penderita diabetes ditemukan setelah memeriksakan diri ke dokter gigi, karena mengalami gangguan dalam rongga mulut. Beberapa gejala diabetes melitus bermanifestasi dalam rongga mulut, dan yang sering dikeluhkan oleh pasien adalah gigi goyang, rongga mulut terasa kering, bau mulut tidak sedap dan sulit menelan. Manifestasi penyakit ini didalam rongga mulut ditemukan pada penderita diabetes meilitus yang sudah lanjut, karena hampir tidak ada perbedaan  antara penderita dengan yang tidak menderita diabetes melitus pada fase awal. 
Gejala-gejala yang timbul seiring dengan perjalanan penyakit ini dapat terjadi sendiri-sendiri atau bersamaan, gejala tersebut meliputi peningkatan lubang pada gigi, peradangan jaringan pendukung gigi (periodotitis) yang menyebabkan gigi-gigi menjadi goyang, gusi mudah berdarah, produksi air liur berkurang, lichen planus, kandidiasis atau jamur, sensasi rongga mulut seperti terbakar, gangguan dalam penelanan dan gangguan pengecapan. Mukosa yang pucat dan rasa sakit yang menyeluruh pada gigi tanpa adanya rangsangan (odontalgia) yang disertai perubahan warna merupakan gambaran klinis rongga mulut pada penderita diabetes yang tidak terkontrol.
Peradangan jaringan pendukung  (periodontitis) yang menyebabkan gigi menjadi goyang merupakan gejala yang mudah dikenali. Kerusakan dan berkurangnya tulang disekitar akar gigi yang terjadi karena peradangan tersebut akan mengakibatkan gigi tidak stabil kemudian goyang dan kegoyangan terjadi tidak hanya pada satu gigi saja. Mulut  terasa kering, berbau tidak sedap, ganguan penelanan serta sensasi rongga mulut seperti terbakar merupakan  gejala pada penderita diabetes melitus yang  dikarenakan produksi air liur yang berkurang.  Salah satu gejala khas pada penderita diabetes melitus adalah mulut berbau seperti bau aseton. 
Selain gejala umum pada penderita diabetes melitus seperti polifagi (peningkatan frekuensi makan), poliuri (peningkatan frekuensi buang air kecil) dan polidipsi (peningatan frekuensi minum), gejala-gejala diatas juga harus diwaspadai, apabila ditemukan gejala-gejala tersebut, sebaiknya sesegera mungkin memeriksakan diri kedokter umum atau spesialis penyakit dalam dan dokter gigi.
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](AM)
Sumber : http://id.she.yahoo.com/gejala-diabetes-bisa-terlihat-di-mulut-063640150.html

Kasus MA : Chairun Nisa, Wanita yang Ditangkap KPK ternyata Pengurus MUI Pusat

Kamis, 03 Oktober 2013 , 15:56:00 WIB

Laporan: Zulhidayat Siregar


CHAIRUN NISA
  

RMOL. Chairun Nisa, anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar yang ditangkap KPK tadi malam, ternyata juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Informasi yang diperoleh Rakyat Merdeka Online, dia menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum MUI Pusat periode 2010-2015.

Saat dikonfirmasi, Ketua MUI KH Maruf Amin membenarkan salah satu Wakil Bendahara Umum MUI bernama Chairun Nisa.

Namun, dia belum mendapat konfirmasi apakah orang dimaksud itu adalah wanita yang ditangkap KPK tadi malam bersama Ketua MK Akil Mochtar karena tersangkut suap sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

"Di MUI ada Wakil Bendahara namanya Chairun Nisa. Dia itu anggota DPR. Apakah (yang ditangkap KPK) itu Wakil Bendahara (MUI), saya belum memperoleh semacam kepastian," ujar Maruf sesuatu lalu (Kamis, 3/10).

Kiai Maruf mengakui, bahwa pengurus MUI Pusat berasal dari beragam latar belakang. Tak hanya politikus, juga ada dari kalangan pengusaha.

"Kalau seandainya betul (yang ditangkap pengurus MUI), itu tidak ada kaitan dengan ke-MUI-an. Kalau tugasnya tidak ada hubungan dengan MUI, kita mau bilang apa. Kan kita tidak bisa tahu persis semuanya," ujarnya.

Meski begitu, MUI akan merapatkannya terlebih dahulu untuk menentukan sikap seandainya sudah mendapat kejelasan bahwa Choirun Nisa yang ditangkap KPK itu adalah pengurus MUI. "Apalagi ini pertama kali (pengurus MUI ditangkap). Belum ada presedennya. Makanya nanti kita rapatkan," tegasnya.

Apa tanggapan Anda kalau betul Chairun Nisa yang ditangkap KPK itu pengurus MUI? "Saya sangat prihatin. Bukan hanya karena pengurus MUI, tapi juga sebagai anggota DPR. Apalagi dia MUI juga," jawabnya.

Informasi yang dihimpun, Chairun Nisa adalah wanita kelahiran Solo pada 27 Desember 1958. Daerah pemilihannya Kalimantan Tengah karena suaminya berasal dari Palangkaraya.

Chairun Nisa memperoleh gelar sarjana dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sementara untuk program magister dan doktor masing-masing, ia tempuh di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Negeri Jakarta.

Selama kuliah, politikus Golkar ini aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). [zul]

Kasus MA : Inilah Kronologi Lengkap Penangkapan Akil Mochtar Versi KPK

Kasus MA: Inilah Kronologi Lengkap Penangkapan Akil Mochtar Versi KPK
Kamis, 03 Oktober 2013 , 00:49:00 WIB

Laporan: Samrut Lellolsima


AKIL MOCHTAR/NET
  

RMOL. Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi membeberkan kronologis penangkapan 5 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu malam (2/10).

Dalam konferensi pers di kantor KPK, Kamis (3/10) dini hari, Johan mengatakan bahwa 5 orang ini ditangkap di dua tempat berbeda. 3 orang pertama, masing-masing Akil Mochtar CHN, dan CN ditangkap di sebuah rumah di jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan.

"Ketiganya ditangkap di sebuah rumah Jalan Widya Chandra nomor 7, Jakarta Selatan," kata Johan.

Akil Mochtar, kata Johan, adalah Ketua Mahkamah Konstitusi, sementara CHN adalah anggota DPR, sedangkan Chairun Nisa (CN) adalah pengusaha.

"Kemudian setelah melakukan tangkap di rumah di Widya Chandra, tangkap tangan juga dilakukan di sebuah Hotel di kawasan Jakpus, kalau tadi Jakbar ini sekaligus ralat. Penangkapan terhadap HB seorang kepala daerah, kemudian DH, seorang pengusaha," kata Johan. Informasinya, HB adalah Bupati Kabupaten Gunung Mas, Hambit Bintih.

Dari penangkapan itu, lanjut Johan, KPK menyita duit dolar Singapura yang sementara ini diduga berjumlah Rp 2-3 milliar.

"Pemberian ini, CHN dan CN ini diduga memberikan kepada AM. Terkait apa? Sengketa Pilkada di sebuah Kabupaten Gunung Mas, di Kalimantan Tengah," terang Johan Budi.

Posisi kelima orang itu saat ini sebagai terperiksa. KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status kelimanya. Johan menambahkan, informasi serahterima ini diterima KPK beberapa hari sebelum penangkapan.

Apakah pemberian ini yang pertama kali? "Masih didalami penyidik," terang Johan Budi. [rus]
sumber : rmol.com

Cari Blog Ini