Aksi unjuk rasa mewarnai pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi, di Gedung DPRD Kota Bekasi.
BEKASI-
Rahmat Effendi yang akrab disapa Pepen, dilantik sebagai Walikota
Bekasi periode 2013-2018 bersama wakilnya, Ahmad Syaikhu, dilantik Ahmad
Heryawan, Gubernur Jawa Barat di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) Bekasi, Minggu (10/3)
Pasangan
yang menang pada pilkada 16 Desember lalu ini, diambil sumpahnya dalam
sidang paripurna istimewa DPRD. Pepen dan Syaikhu, diusung Partai
Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Hanura, dan Partai Kebangkitan
Bangsa itu, mendapat pesan dari Gubernur Jawa Barat, agar jabatannya
dijadikan sebagai ladang amal. Itu untuk mewujudkan kesejahteraan
seluruh masyarakat Kota Bekasi.
“Jadikan
jabatan sebagai amanah untuk amal, berbuat baik, dan bekerja demi
kesejahteraan rakyat,” ujar Heryawan, di sela sambutannya.
Lebih
lanjut, dia berharap agar kepimpinan mereka menghadirkan keteladanan,
baik dalam kinerja maupun moral. Sebab, kepemimpinan Rahmat-Syaikhu
bukan milik partai, melainkan untuk seluruh masyarakat Kota Bekasi.
SATGAS BIKIN RICUH
Suasana
pelantikan diwarnai aksi unjukrasa oleh sejumlah elemen masyarakat dan
kisruh karena terlalu over aktingnya Satgas dari Pandu Keadilan
Sejahtera dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).
Mahasiswa meminta walikota terpilih memiliki itikad baik dalam memimpin daerah dan kalau perlu menggunakan teropong,
“Walikota harus memakai teropong,” ujar mahasiswa, sambil menitipkan teropong kepada polisi untuk dititipkan ke walikota.
Sementara itu Satgas yang berjaga di tangga Gedung DPRD memukul sejumlah wartawan, saat mau wawancara Gubernur Jawa Barat.
Kamerawan
Trans7, Dedi Beben, dipukul rusuk kanannya oleh satgas berseragam
loreng kuning itu saat tengah mengambil gambar wawancara.
Spontan
dia berteriak agar pemukulan itu dihentikan. “Dari awal kami sudah
kasih tahu akan doorstop, Gubernurnya saja nggak keberatan kok, kenapa
kami yang dipukuli?,” kata Beben.
Arogansi
satgas pendukung Rahmat Effendi itu tak hanya berhenti di situ.
Beberapa pekerja media, termasuk fotografer juga menjadi sasaran
pemukulan.
“Saya nyaris jatuh dan
terinjak, lengan saya diseret, padahal mereka tahu kami wartawan. Sampai
sekarang masih kerasa nyerinya,” kata Leny, reporter situs berita
online lokal.
Gubernur Jawa Barat,
Ahmad Heryawan mengatakan, dirinya tak punya masalah dengan keberadaan
wartawan yang hendak mewawancarainya.
“Saya
nggak minta dikawal begitu ketat. Kalau ada kejadian seperti tadi,
tolong jangan salahkan saya. Kalau saya masih dianggap salah juga, ya
saya minta maaf,” kata Ahmad Heryawan, saat mengetahui wartawan kabur
meninggalkan diaSumber :http://cahayareformasi.com/berita/2013/satgas-pukuli-wartawan-pelantikan-walikota-bekasi-berlangsung-ricuh/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar, masukan yang sifatnya membangun blog ini.