Reporter : Henny Rachma Sari
Jumat, 6 Juli 2012 20:48:24
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia akan membangun gedung
baru senilai Rp 4,2 triliun. Gedung ini nantinya akan didesain lebih
terbuka dan transparan bagi masyarakat yang ingin mengurus visa.
"Sebagai salah satu bentuk komitmen kemitraan Amerika Serikat terhadap Indonesia, kami ingin membangun gedung baru yang menyenangkan dan ramah lingkungan di Jakarta," kata Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel seperti dilansir dari Antara, Jumat (6/7).
Dia mengatakan, pembangunan gedung berlantai 10 tersebut membuka kesempatan lapangan pekerjaan bagi warga kedua negara karena akan melibatkan kira-kira 5.000 pekerja dari Indonesia. Dibutuhkan juga sejumlah arsitek dan perencana pembangunan dari kedua negara.
Gedung Kedubes AS yang terletak di kawasan strategis Jalan Medan Merdeka Selatan No: 4, Jakarta Pusat, akan dimodernisasi dengan menggunakan teknologi dan standar tinggi dalam hal perancangan, tata ruang dan keramahan lingkungan sekitar.
Direktur Proyek Pembangunan Tamela Simpson mengatakan, rencana pembangunan gedung kedubes baru tersebut melibatkan tim perancang dari AS. Tim itu berkunjung ke Indonesia beberapa kali selama kurun waktu lima tahun untuk berkonsultasi dengan para ahli dari Indonesia.
"Selain menggunakan teknologi mutakhir, gedung kedutaan yang baru nanti juga akan mendapat sentuhan rancangan tekstil tradisional khas Indonesia," kata Simpson.
Gedung baru kedubes AS akan menggunakan dinding kaca guna menggantikan dinding batu yang menjadi ciri khas bangunan kedutaan besar AS. Selain itu, gedung baru itu akan dilengkapi dengan teknologi lapisan pelindung matahari, penadah air hujan, area taman hujan, pelapis jalan berpori dan panel tenaga surya.
Hal itu berarti gedung Kedubes AS akan memiliki kemampuan menampung air hujan dan memprosesnya untuk memenuhi kebutuhan air di komplek kedutaan itu.
Gedung baru seluas 36.000 meter persegi itu akan mampu menampung para staf kedutaan dan misi AS untuk ASEAN di Jakarta. Gedung bersertifikasi 'Leadership in Energy and Environmental Design' itu akan memiliki ruang parkir, gedung penunjang, ruang tunggu konsuler, tiga pintu gerbang dan restorasi gedung bersejarah, yaitu bekas kantor Perdana Menteri Sutan Syahrir.
"Sebagai salah satu bentuk komitmen kemitraan Amerika Serikat terhadap Indonesia, kami ingin membangun gedung baru yang menyenangkan dan ramah lingkungan di Jakarta," kata Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel seperti dilansir dari Antara, Jumat (6/7).
Dia mengatakan, pembangunan gedung berlantai 10 tersebut membuka kesempatan lapangan pekerjaan bagi warga kedua negara karena akan melibatkan kira-kira 5.000 pekerja dari Indonesia. Dibutuhkan juga sejumlah arsitek dan perencana pembangunan dari kedua negara.
Gedung Kedubes AS yang terletak di kawasan strategis Jalan Medan Merdeka Selatan No: 4, Jakarta Pusat, akan dimodernisasi dengan menggunakan teknologi dan standar tinggi dalam hal perancangan, tata ruang dan keramahan lingkungan sekitar.
Direktur Proyek Pembangunan Tamela Simpson mengatakan, rencana pembangunan gedung kedubes baru tersebut melibatkan tim perancang dari AS. Tim itu berkunjung ke Indonesia beberapa kali selama kurun waktu lima tahun untuk berkonsultasi dengan para ahli dari Indonesia.
"Selain menggunakan teknologi mutakhir, gedung kedutaan yang baru nanti juga akan mendapat sentuhan rancangan tekstil tradisional khas Indonesia," kata Simpson.
Gedung baru kedubes AS akan menggunakan dinding kaca guna menggantikan dinding batu yang menjadi ciri khas bangunan kedutaan besar AS. Selain itu, gedung baru itu akan dilengkapi dengan teknologi lapisan pelindung matahari, penadah air hujan, area taman hujan, pelapis jalan berpori dan panel tenaga surya.
Hal itu berarti gedung Kedubes AS akan memiliki kemampuan menampung air hujan dan memprosesnya untuk memenuhi kebutuhan air di komplek kedutaan itu.
Gedung baru seluas 36.000 meter persegi itu akan mampu menampung para staf kedutaan dan misi AS untuk ASEAN di Jakarta. Gedung bersertifikasi 'Leadership in Energy and Environmental Design' itu akan memiliki ruang parkir, gedung penunjang, ruang tunggu konsuler, tiga pintu gerbang dan restorasi gedung bersejarah, yaitu bekas kantor Perdana Menteri Sutan Syahrir.
[did]
Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/as-bangun-gedung-baru-di-indonesia-rp-42-triliun.html
Berita Terkait :
Dibaca: 487
Komentar: 0
0 bermanfaat
Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/as-bangun-gedung-baru-di-indonesia-rp-42-triliun.html
Berita Terkait :
Perluasan Kedubes Amerika di Jakarta Tak Lain Rencana Membangun Pangkalan Militer Bayangan
OPINI | Rabu, 1 Agustus 2012 | 01:44 WIB
Perluasan kedubes Amerika di Jalan Merdeka Selatan
mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan masyarakat, terutama dari
kalangan organisasi Islam. Gedung baru ini nantinya akan berdiri seluas
3,6 hektar dan berdiri tak jauh dari istana Negara. Jika rencana
perluasan ini berjalan mulus maka Indonesia adalah negeri ketiga yang
memiliki kedubes Amerika terbesar di dunia setelah Pakistan 7,2 hektar
dan Iraq 42 hektar.
Kedubes baru ini akan di bangun sepuluh lantaidan
pemerintah Amerika sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 4,2 Trilyun.
Kedubes ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai perwakilan diplomatik
tapi juga mampu menjalankan dan memiliki fungsi – fungsi kegiatan
intelijen dan militer. Gedung ini nantinya akan di mordenisasi dan di
lengkapi dengan alat – alat canggih.
Dalam
sejarah, Amerika tidak pernah melepaskan aktivitas diplomatiknya tanpa
di barengi dengan kegiatan intelijen dan militer. Berkaca pada kasus The US Naval Medical Research Unit
(Namru). Amerika telah leluasa bahkan tanpa control yang ketat dari
pemerintah Indonesia dalam melakukan kegiatan – kegiatan yang berkedok
penelitian.
Banyak yang menduga bahwa perluasan
kedubes ini memungkinkan Amerika nantinya akan memindahkan unit – unit
intelijen dan militernya ke dalam kedubes. Apalagi sebuah kedubes adalah
tempat di mana sebuah Negara memiliki kedaulatannya sendiri dan
pemerintah Indonesia tidak akan bisa menegakkan hukumnya di tempat
tersebut.
Predikat negeri adidaya ini sudah
tidak diragukan lagi, sederet prestasinya dalam berbagai kegiatan –
kegiatan intelijen dan militer mampu mempengaruhi dan menjadi “ancaman”
bagi kedaulatan Indonesia nantinya. Amerika akan semakin kuat
menancapkan kuku – kukunya dan membuat pemerintahan semakin tergantung
dan bersedia melayani kepentingan – kepentingannya.
Amerika
yang ingin membendung pengaruh China di Asia Tenggara menggunakan
Indonesia sebagai pangkalan militer bayangannya, untuk merespon kekuatan
China yang semakin kuat, Amerika membutuhkan persiapan – persiapan
jangka panjang
-----------------------------------------
Rahib Tampati
sumber :http://polhukam.kompasiana.com/politik/2012/08/01/3/482389/perluasan-kedubes-amerika-di-jakarta-tak-lain-rencana-membangun-pangkalan-militer-bayangan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar, masukan yang sifatnya membangun blog ini.