Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Kamis, 09 Desember 2010

Anjing Raksasa


Anjing-anjing Raksasa
























Sumber : Viva News. Kamis 09 Desember 2010

Chess Grandmasters Tercantik

Quote:

Russia - Alexandra Kosteniuk (2540) -------- Bosnia Herzegovina - Sanja Dedijer (2068)


UAE - Mariam Mansour (1838)-------------- Turkey - Zehra Topel (2132)

Wikileaks Ungkap Pesta Rahasia di Arab

Wikileaks Ungkap Pesta Rahasia di Arab
Pesta digelar di tempat rahasia dengan penjagaan superketat.
Kamis, 9 Desember 2010, 06:20 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
VIVAnews - Anggota kerajaan Arab Saudi diam-diam menggelar sebuah pesta Halloween akhir tahun lalu di sebuah villa yang dijaga ketat aparat keamanan. Banyak minuman keras dan wanita dalam pesta itu.

Demikian isi memo diplomatik dari Kedutaan Besar AS di Jeddah kepada Departemen Luar Negeri di Washington yang dipublikasikan di laman WikiLeaks, yang dipantau harian The Guardian, Selasa, 7 Desember 2010.

Pesta itu digelar oleh pangeran kerajaan dari keluarga Al-Thunayan. Para diplomat mengatakan identitas sang pangeran harus dirahasiakan. Pesta itu bahkan disponsori sebuah perusahaan minuman energi asal Amerika Serikat.

"Alkohol, yang dilarang keras oleh hukum Saudi dan adat setempat, namun terlihat berlimpah ruah di bar area pesta. Bartender asal Filipina yang mereka sewa meracik cocktail punch dengan sadiqi, minuman keras lokal," tulis memo itu. "Berdasarkan pengamatan sejumlah tamu wanita juga adalah pekerja malam."

Konsuler Amerika Serikat di Jeddah, Martin Quinn, mengatakan, "Meskipun tidak menyaksikan langsung, penggunaan minuman yang dilarang lumrah di lingkungan sosial mereka."

Pesta semacam itu sangat terjaga kerahasiaannya. Dengan penjagaan superketat, hanya mereka dari kalangan kerajaan dan superkaya yang bisa bergabung. Mayoritas pangeran di Arab juga umumnya memiliki bodyguard sewaan dari Nigeria atau sejumlah negara di Afrika.

Dalam sebuah pesta biasanya dihadiri lebih 150 laki-laki dan perempuan, yang mayoritas usia 20-an dan 30-an. Mereka masuk melalui penjagaan ekstra ketat. "Mirip sebuah klub malam di luar kerajaan: banyak alkohol, pasangan muda menari, seorang DJ, dan tamu berkostum pesta."
Sumber : VIVAnews.com. Kamis, 09 Desember 2010
               Yahoo Indonesia

Rabu, 08 Desember 2010

Antisipasi Terorisme

Antisipasi Terorisme
Tak Laporkan Tamu Menginap, Warga Terancam Tipiring
Rabu, 12 Agustus 2009 | 11:57 WIB
Temanggung, Kompas - Pengawasan terhadap keberadaan tamu asing di wilayah Kabupaten Temanggung diperketat. Warga yang menerima tamu menginap dalam jangka waktu 1 x 24 jam wajib melaporkan ke RT dan RW setempat. Jika hal ini tidak dilakukan, maka warga yang bersangkutan akan ditindak secara khusus.
"Oleh warga sekitar, warga yang menerima tamu dapat langsung digerebek rumahnya atau diproses untuk mendapatkan sanksi tipiring (tindak pidana ringan)," ujar Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kabupaten Temanggung Agus Sudaryono, Selasa (11/8) di Temanggung.
Menurut dia, ketentuan bahwa warga harus waspada terhadap kehadiran pendatang dan wajib melaporkan tamu yang menginap sebenarnya sudah tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan Bupati Temanggung Hasyim Affandi. Namun, dengan adanya kejadian penembakan seorang laki-laki misterius yang diduga Noordin M Top, Sabtu (8/8), pengawasan itu dirasakan harus diperketat lagi.
"Dengan kejadian penembakan terduga teroris, Sabtu kemarin, kami merasa kecolongan," ujarnya.
Bupati Temanggung Hasyim Affandi mengatakan, selain mengeluarkan surat edaran yang berisi instruksi untuk meningkatkan kewaspadaan warga terhadap pendatang, dia juga mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan pelaksanaan keamanan lingkungan (kamling).
Dia pun menegaskan, Kabupaten Temanggung bukan daerah sarang teroris. "Kalau toh sempat beberapa kali ditemukan ada teroris berada di Temanggung, hal itu semata-mata disebabkan faktor kebetulan saja," ujarnya. Tidak tahu
Namun, kehadiran pendatang atau orang asing tidak selalu diketahui dengan mudah oleh warga sekitar. Andi (35), warga Dusun Beji, mengaku tidak mengetahui kedatangan laki-laki misterius yang dititipkan di rumah Muhdjahri pada Jumat (7/8).
"Padahal, pada Jumat sekitar 02.30 hingga 03.00, saya di luar rumah, menaruh keranjang tembakau ke mobil pikap untuk dibawa ke pasar," ujar Andi rumahnya berada di depan rumah Muhdjahri.
Hal serupa juga diungkapkan Suwandi, tetangga lainnya. Dia tidak mengetahui adanya kehadiran orang asing karena baik Muhdjahri maupun Endang Istianingsih sama sekali tidak mengatakan apa-apa. (EGI/HAN)
Penulis: EGI; HAN   | 
Sumber berita : Kompas.com.  Kamis 09 Desember 2010.

Kebebasan Beragama

Kebebasan Beragama
Bangunan Ahmadiyah Digembok
Kamis, 9 Desember 2010 | 09:51 WIB

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Penyerangan Ahmadiyah di Bogor Salah satu rumah warga yang dibakar massa di Ciampea Udik RW. 5, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/10/2010). Massa menyerang desa yang dihuni sekitar 500 jemaah Ahmadiyah, menghancukan belasan rumah, membakar dua rumah dan satu masjid.
TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pagar gerbang masuk tempat penampungan anak-anak yatim jemaah Ahmadiyah, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, digembok berdasarkan keputusan kesepakatan bersama pihak jemaah Ahmadiyah, organisasi Islam, unsur aparat keamanan dan pemerintah daerah.
    
Penggembokan gerbang yang dilakukan aparat keamanan itu merupakan bentuk penutupan aktivitas peribadatan yang dilakukan jemaah Ahmadiyah di Kota Tasikmalaya, setelah seluruh unsur pihak terkait menggelar rapat koordinasi di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu.
    
Tempat yang menurut Ahmadiyah adalah penampungan anak yatim itu, disinyalir dijadikan tempat ibadah, yang berlokasi di sebuah rumah di Kampung Cicariang, Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, dan gedung pertemuan Ahmadiyah Jalan Nagarawangi, Kecamatan Cihideng, Kota Tasikmalaya.
   
Rapat koordinasi penutupan tempat peribadatan Ahmadiyah itu dihadiri Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Moch Hendra Suhartiyono, Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Infanteri, Bahram, Kepala Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Mukti Wibowo, MH, Ketua MUI, KH Acep Noor Mubarok.
    
Rapat dihadiri juga pimpinan jemaah Ahmadiyah, Kota Tasikmalaya, Iyon Sofyan, serta beberapa perwakilan dari organisasi Islam di Kota Tasikmalaya.
   
Selain penutupan tempat kegiatan jemaah Ahmadiyah, dalam rapat tersebut disepakati bersama penarikan buku dan kitab tentang Ahmadiyah serta meminta seluruh jemaah Ahmadiyah ikut bergabung dengan jemaah Islam pada umumnya.
     
Berdasarkan keterangan dari beberapa orang yang hadir dalam rapat koordinasi itu, penutupan dilakukan atas desakan ormas Islam terkait masih adanya aktivitas peribadatan Ahmadiyah yang melanggar surat keputusan bersama (SKB) tentang larangan kegiatan jemaah Ahmadiyah.
    
Perwakilan dari Ormas FPI Kota Tasikmalaya, Ustad Wahyu menilai Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menangani jemaah Ahmadiyah terkesan ragu-ragu sehingga digelar forum rapat bersama sebagai upaya mendesak pemerintah daerah menutup segala aktivitas terkait jemaah Ahmadiyah.
    
"Saya melihat aktivitas jemaah di Kota Tasikmalaya ini masih berjalan secara terang-terangan dan mereka telah melanggar SKB tiga menteri yang telah disepakati," kata Ustad Wahyu.
    
Sementara itu ketua jemaah Ahmadiyah Kota Tasikmalaya, Iyon Sofyan membantah jika dianggap melanggar SKB tiga menteri yang telah dikeluarkan pemerintah tentang larangan kegiatan jemaah Ahmadiyah.
    
"Saya tahu persis terkait SKB tersebut dan hingga kini saya telah berusaha untuk mentaatinya," katanya.
     
Selama ini, Iyon menjelaskan aktivitas yang dilakukan jemaah Ahmadiyah sebatas melaksanakan ibadah seperti shalat lima waktu, pengajian dan shalat Jumat.
    
"Yang kami lakukan hanyalah rutinitas ibadah biasa, dan tidak ada lagi kegiatan dakwah apalagi penyebaran pemahaman terhadap orang lain yang dianggap melanggar SKB tiga menteri," kata Iyon.
Hal serupa diutarakan Zafrullah Ahmad dari Jemaah Ahmadiyah Indonesia. Menurutnya, tuduhan bangunan itu merupakan tempat ibadah tidak benar. "Itu tempat penampungan anak yatim. Sementara kami tidak punya tempat ibadah. Wajar kan bila penghuninya beribadah di rumah," ujar Zafrullah pada Kompas.com, Kamis (9/12/2010).
"Saya tidak habis pikir, mengapa tempat untuk menampung anak-anak juga ditutup. Tapi saya berserah saja. Kalau memang apa yang dilakukan orang-orang itu baik biarlah Allah memberi anugerah, namun bila salah, biarlah Allah yang menghukum. Kami akan mematuhi hukum," paparnya.
Editor: A. Wisnubrata
ANT
Sumber : Kompas.com.     Kamis, 09 Desember 2010

Sambut 1 Suro di Gua Maria

JOURNALIST'S DIARY
Sambut 1 Suro di Gua Maria
Senin, 06 Desember 2010 , 23:22:00 WIB
Laporan: Hendry Ginting

ILUSTRASI
  

RMOL. Malam 1 Suro ini, pusat Pelatihan Seni Olah Pernapasan "Perguruan Tenaga Dalam "Bintang Timur" menggelar kegiatan ritual dengan mengunjungi sejumlah petilasan yang ada di Jawa Tengah seperti ziarah ke gua Maria 'Sancta Rosa Mystica', yang terletak dusun Banyu Urip, Tuntang, Salatiga dan Sendang Senjoyo yang berada di desa Tegal Waton kecamatan Tengaran, Salatiga.

Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka  menyambut 1 Suro. Para peziarah yang datang ke sana memanfaatkan momen ini untuk membersihkan diri alias ruwatan. Tak lupa juga mereka  memanjatkan doa, agar lepas dari persoalan hidup, seperti mendoakan saudara maupun kerabat yang sakit.
Ketika mengunjungi gua Maria, para ziarah  disuguhkan diorama tentang proses penyaliban Yesus Kristus. Diorama itu ada di setiap tingkatan anak tangga hingga ke puncak bukit.

Sebagai tempat yang dianggap suci, peziarah tidak boleh seenaknya menaiki anak tangga. Sebelum naik, para penziarah diwajibkan membersihkan diri di Sendang Banyu Urip. Air Banyu Urip ini dipercaya juga bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Para peziarah tidak mengalami hambatan untuk mencapai Gua Maria karena anak tangga sudah dibuat permanen.

Begitu ke-18 anggota Bintang Timur yang dipimpin guru besarnya Soehardjo tiba mereka kemudian berdoa memanjatkan syukur karena tiba dengan selamat. Setelah itu, dengan tertib satu per satu mereka membasuh muka di sendang atau sumber air  Banyu Urip dan  kemudian bergerak menapaki anak tangga menuju gua Maria.

Di setiap pemberhentian ada diorama  yang menggambarkan peristiwa yang dialami sang Mesias itu. Setelah berjalan kurang lebih 30 menit, rombongan tiba di atas puncak, dan suasana hening pun menyambut. Tampak di atas puncak bukit patung Yesus Kristus setinggi sekitar 7 meter yang diapit dua salib di belakang seperti gambaran di Bukit Golgota.

Posisi patung Sang Juru Selamat ini persis menghadap penziarah di anak tangga Perhentian XII. Sedangkan, Gua Maria terletak Persis di bawah salib Yesus Kristus. Gua berdiameter 5 x 5 meter. Di sebelah goa itu terlihat patung Maria yang dibalut busana berwarna putih kekuning-kuningan dengan tiga kuntum mawar putih, merah dan kuning emas di jubah atasnya.

Para pendekar Bintang Timur memanfaatkan momentum itu untuk mendekati patung setelah sebelumnya melepaskan sepatu dan sandal.  Mereka kemudian sujud untuk memanjatkan doa di depan patung Maria. Mereka duduk bersila dengan sikap meditasi, tangan dibentangkan di atas kaki. Mata mereka terpejam. Suasana tenang menyempurnakaan doa mereka.[ald]

Sumber berita : rakyakmerdeka.co.id,  kamis, 08 Desember 2010

Baca juga:

Gusti Ninil: Keraton Surakarta Kirab Besok Malam
Keraton Solo Bersiap untuk Malam 1 Suro

Todung Mulya Lubis: Suara Islam Tidak Bertanggung Jawab

SYAFII DISUAP ICAL?
Todung Mulya Lubis: Suara Islam Tidak Bertanggung Jawab
Rabu, 08 Desember 2010 , 12:50:00 WIB
Laporan: Sugeng Triono


RMOL. Pemberitaan Tabloid Suara Islam bahwa mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menerima hadiah apartemen dari Aburizal Bakrie senilai Rp 2 miliar dibantah keras Todung Mulya Lubis.

"Dengan ini kami selaku kuasa hukum dari Ahmad Syafii Maarif menyatakan dengan tegas bahwa rumor dalam tabloid itu tidak benar, sama sekali tidak benar. Itu hal yang tidak bertanggung jawab, serta bentuk fitnah," ujar Todung dalam jumpa pers di gedung Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (8/12).

Masih kata Todung, pemberitaan Suara Islam itu merupakan tindakan pencemaran nama baik dan upaya pembunuhan karakter terhadap Buya Syafii maarif sebagai seorang guru bangsa. Meski, Todung mengakui Buya Syafii sering tinggal di apartemen sebagaimana ditulis Suara Islam pada edisi 19 November-3 Desember 2010.

"Bahwa Buya sering tinggal disana, memang benar. Akan tetapi apartemen tersebut bukan dari Aburizal Bakrie dan tidak pula bernilai Rp 2 milar," sanggah Todung.

"Kami akan membawa hal ini ke Dewan Pers secepatnya. Dan (kami) mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kepentingan Buya Syafii sehubungan dengan masalah ini," tandas Todung. [zul]

Sumber berita : rakyatmerdeka.co.id.   Rabu, 08 Desember 2010 , 12:50:00 WIB

 Berita terkait :
Pemilik Apartemen: Tabloid Suara Islam Goblok Betul!
Rabu, 08 Desember 2010 , 11:24:00 WIB
Laporan: Aldi Gultom

SYAFII MAARIF
  

RMOL. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, meluruskan pemberitaan suap oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie terhadap dirinya.

Dalam pemberitaan tabloid Suara Islam edisi 19 November-3 Desember disebutkan bahwa Buya Syafii menerima hadiah apartemen dari Aburizal Bakrie senilai Rp 2 miliar.

Pihak Syafii Maarif yang merasa dirugikan melakukan jumpa pers dilakukan di Gedung Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (8/12). Buya Syafii tampak didampingi oleh kuasa hukumnya, Todung Mulya Lubis, tokoh Gerakan Tutup Lapindo Dedi Julianto, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh P Daulay, dan Sekjen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Rudi Ismawan.

Dedi Julianto mengatakan, apartemen di Taman Rasuna yang disebut milik Syafii Maarif dan diberikan oleh Ical sebagai suap agar tidak kritis lagi dalam kasus Lumpur Lapindo, sebetulnya milik dirinya yang dipinjamkan ke Buya. Setiap ada di Jakarta, Buya meninap di apartemen Taman Rasuna atas sarannya.

"Buya sebenarnya mau tidur di hotel saja. Tapi saya katakan kepada Buya bahwa Buya adalah sasaran tembak. Kita khawatir ada hal yang tidak diinginkan terjadi pada Buya," aku Dedi.

Nilai aparatemen itu juga tidak sampai Rp 2 miliar seperti yang diberitakan Suara Islam.

"Harganya cuma Rp 470 juta. Kalau dikatakan Rp 2 miliar sekarang sudah dapat tiga," cetusnya.

Dedi menjelaskan, isu yang dilontarkan media massa itu adalah upaya pembusukan terhadap nama baik Buya Syafii. Ia mengingatkan, beberapa waktu lampau ada pula upaya untuk menjatuhkan nama Buya oleh staf khusus Presiden, Andi Arief, terkait kasus Misbakhun.

"Berita pertemuan Andi Arief dengan Buya itu juga upaya merusak nama Buya," tegasnya.

Dengan keras ia mengkritik tabloid Suara Islam sebagai tabloid yang tidak cerdas.

"Tabloid ini bukan saja tidak cerdas, tapi goblok betul," kata Dedi disambut tawa hadirin yang menghadiri jumpa pers.

Saat ini, pihak Syafii Maarif, tengah menunggu niat baik dari Suara Islam untuk mengklarifikasi pemberitannya yang merugikan nama baik Buya.

"Kalau tidak saya bersama Buya akan melaporkan ke Mabes Polri karena ini pencemaran nama baik," ujarnya.[ald]
Sumber berita : rakyatmerdeka.co.id. Rabu, 08 Desember 2010 , 11:24:00 WIB

Berita terkait :

SYAFII DISUAP ICAL?
Terbuka Peluang Buya Syafii Polisikan Suara Islam
Rabu, 08 Desember 2010 , 10:17:00 WIB

Laporan: Zul Hidayat Siregar

  

RMOL. Kubu mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif tidak terima disebut reaktif menanggapi pemberitaan tabloid Suara Islam edisi 19 November-3 Desember.

Meski, diakui bahwa Suara Islam merupakan media kecil bila dibandingkan dengan majalah Islam lainnya, seperti Sabili atau pun Hidayatullah.

Namun, seperti dijelaskan Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Rija Ul Haq, pembaca Suara Islam segmented. Tak pelak, Buya Syafii banjir SMS yang mempertanyakan kebenaran isi berita tersebut.

"Memang ada kawan kawan yang mengatakan jangan terlalu dibesar-besarkan. Tapi yang membikin Buya marah, ini soal integritas," ujarnya saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Rabu, 8/12).

Buya Syafii rencananya mengadukan Suara Islam ke Dewan Pers agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Karena Buya Syafii tetap menghormati UU Pers dengan tidak mau mengkriminalisasi pers.

"Buya Syafii hanya meminta (Suara Islam) meralat dan meminta maaf. Tapi jika tidak mau mengindahkan, tidak tertutup akan dituntut secara pidana ke Kepolisian," tegas dia sambil mengatakan untuk soal gugatan ini Buya Syafii mempercayakan kepada kuasa hukumnya, Todung Mulya Lubis. [zul]

Sumber berita : rakyatmerdeka.co.id.     Rabu, 08 Desember 2010 , 11:24:00 WIB

Saleh menuntut Suara Islam menyampaikan permohonan maaf kepada Buya Syafii Maarif

Terluka, Kader Buya Syafii Siap Konfrontasi dengan Suara Islam
Rabu, 08 Desember 2010 , 14:32:00 WIB

Laporan: Sugeng Triono

SALEH DAULAY/IST
  

RMOL. Pemberitaan tabloid Suara Islam edisi 19 November - 3 Desember 2010 tentang mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menerima apartemen mewah senilai Rp 2 miliar dari Aburizal Bakrie telah menyisakan luka yang mendalam bagi kader-kader Muhammadyah.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay dalam jumpa pers di gedung Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta Selatan, hari ini (Rabu, 8/12).

Sebab, terang Saleh, apa yang diberitakan Suara Islam adalah fitnah dan berita itu tak bertanggungjawab. Karena itu, Saleh menuntut Suara Islam menyampaikan permohonan maaf kepada Buya Syafii Maarif dan mengungkap motif terselubung dibalik pemberitaan yang mendeskreditkan itu.

"Kami menilai bahwa pemberitaan ini tidak lahir begitu saja, tapi mungkin telah dipesan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki niat jahat atas dasar kepentingan-kepentingan pragmatis yang menggiringnya, dan Pemuda Muhammmadyah siap berdiri di barisan paling depan untuk membela dan melindungi tokoh-tokoh Muhammadyah yang sengaja difitnah, baik secara hukum maupun secara konfrontasi," tegas Saleh. [zul]
Sumber : rakyat merdeka.co.id. Rabu, 08 Desember 2010

Minggu, 05 Desember 2010

Diplomat Amerika Amerika Terancam Disisihkan

Senin, 06 Desember 2010 , 04:44:00 WIB

  

RMOL. Pembocoran kawat di­plo­matik AS dari kedutaan dan perwakilannya di seluruh dunia oleh Wikileaks sangat memalukan. Efeknya sangat mengerikan terhadap diplo­masi AS. Salah satunya, para diplomat AS akan disisihkan dari kelompok atau aktivitas tertentu.

“Dalam waktu singkat, ka­mi hampir keluar dari bisnis. Ini sangat buruk. Saya tidak membesar-besarkan. Tidak ada orang yang mau berbicara dengan kami. Beberapa orang masih berbicara dengan kami, terutama orang di dalam pe­merintahan. Orang-orang di lu­ar pemerintahan sama sekali tidak mau berbicara dengan kami,” ungkap diplomat se­nior AS yang tidak ingin di­sebut namanya. Dia me­nam­bahkan, perlu waktu dua hing­ga lima tahun untuk mem­ba­ngun kepercayaan lagi.

Wikileaks merilis 251.287 kawat diplomatik kedutaan AS dari seluruh dunia, Minggu (28/11). Data-data ini akan dirilis secara bertahap, sehing­ga memerlukan beberapa bu­lan ke depan. Data-data ini ber­isi semua hal, seperti pan­dangan AS terhadap Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang disebut Robin-nya Perdana Menteri Vladimir Putin yang diumpamakan Batman. Selain itu, ada juga sebutan Kuba dan Venezuela sebagai ‘Axis of Mischief’ (Poros Kenakalan).

Wikileaks memberikan ak­ses khusus atas data-data ini ke sejumlah media besar yang segera mempublikasi data yang sudah dibuka. Dengan kehadiran media, data-data rahasia itu pun segera tersebar ke publik.

Pejabat AS menyatakan, sekitar 1.100 kawat telah diposting online media dan Wikileaks, Jumat (3/12) ma­lam. Jumlah ini masih sedikit dibanding lebih dari 250 ribu lainnya yang juga akan muncul.

Bekas Menteri Luar Negeri AS Lawrence Eagleburger tidak yakin para diplomat AS akan disisihkan dalam per­ga­ulan internasional. “Kita ma­sih cukup besar dan cukup pen­ting sehingga orang-orang itu tidak akan bisa meng­hin­dari pembicaraan dengan ki­ta,” cetus Eagleburger.

Di antara kawat komunikasi memalukan yang sudah ter­ungkap, China meme­rin­tah­kan penyusupan ke sistem komputer Google di Negeri Tirai Bambu ini sebagai ba­gian dari upaya sabotase ter­hadap komputer pemerintah AS dan negara-negara Barat.   [RM]
Sumber :rakyatmerdeka.co.id.  Senin, 06 Desember 2010

Penahanan tersangka teroris Mujahid alias Uqbah.

Mujahid Ditahan di Mako Brimob

TEMPO/Imran
TEMPO Interaktif, Jakarta - Mabes Polri  membenarkan penangkapan dan penahanan tersangka teroris Mujahid alias Uqbah. Uqbah ditangkap di Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat 3 Desember 2010 lalu. " Ia kini ditahan di Rumah Tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua Depok" kata Juru Bicara  Mabes Polri, Inspektur Jenderal Iskandar Hasan dalam pesan singkatnya kepada Tempo, Ahad (5/12).

Menurut Iskandar, Mujahid  ditangkap karena diduga ikut berperan dalam pelatihan teroris di Pegunungan Jalinjantho, Aceh. "Dia ditangkap karena di duga ikut dalam pendanaan pelatihan paramiliter bersenjata di Aceh," ujarnya.
Mujahid menjadi salah satu donor yang menyerahkan uang kepada Ubaid, Bendaharawan Jamaah Anshorut Tauhid yang kini tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Mujahid adalah salah satu anggota Jamaah Anshorut Tauhid pimpinan Abu Bakar Ba'asyir. Ia ditangkap Jumat kemarin saat akan pulang dari pengajian oleh Datasemen Khusus 88 Anti Teror.

Pihak JAT sendiri membenarkan bahwa Mujahid adalah anggotanya. Menurut Juru Bicara JAT, Abdul Rachim, Mujahid baru satu tahun belakangan bergabung bersama mereka. Menurut Tim Pengacara Muslim, Ahmad Michdan, pihaknya telah ditunjuk keluarga Mujahid untuk mendampinginya dalam proses hukum.

Febriyan
Sumber :Tempointeraktif.com. Minggu, 05 Desember 2010

Cari Blog Ini