Sambut 1 Suro di Gua Maria
Senin, 06 Desember 2010 , 23:22:00 WIB
Laporan: Hendry Ginting
ILUSTRASI |
Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka menyambut 1 Suro. Para peziarah yang datang ke sana memanfaatkan momen ini untuk membersihkan diri alias ruwatan. Tak lupa juga mereka memanjatkan doa, agar lepas dari persoalan hidup, seperti mendoakan saudara maupun kerabat yang sakit.
Ketika mengunjungi gua Maria, para ziarah disuguhkan diorama tentang proses penyaliban Yesus Kristus. Diorama itu ada di setiap tingkatan anak tangga hingga ke puncak bukit.
Sebagai tempat yang dianggap suci, peziarah tidak boleh seenaknya menaiki anak tangga. Sebelum naik, para penziarah diwajibkan membersihkan diri di Sendang Banyu Urip. Air Banyu Urip ini dipercaya juga bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Para peziarah tidak mengalami hambatan untuk mencapai Gua Maria karena anak tangga sudah dibuat permanen.
Begitu ke-18 anggota Bintang Timur yang dipimpin guru besarnya Soehardjo tiba mereka kemudian berdoa memanjatkan syukur karena tiba dengan selamat. Setelah itu, dengan tertib satu per satu mereka membasuh muka di sendang atau sumber air Banyu Urip dan kemudian bergerak menapaki anak tangga menuju gua Maria.
Di setiap pemberhentian ada diorama yang menggambarkan peristiwa yang dialami sang Mesias itu. Setelah berjalan kurang lebih 30 menit, rombongan tiba di atas puncak, dan suasana hening pun menyambut. Tampak di atas puncak bukit patung Yesus Kristus setinggi sekitar 7 meter yang diapit dua salib di belakang seperti gambaran di Bukit Golgota.
Posisi patung Sang Juru Selamat ini persis menghadap penziarah di anak tangga Perhentian XII. Sedangkan, Gua Maria terletak Persis di bawah salib Yesus Kristus. Gua berdiameter 5 x 5 meter. Di sebelah goa itu terlihat patung Maria yang dibalut busana berwarna putih kekuning-kuningan dengan tiga kuntum mawar putih, merah dan kuning emas di jubah atasnya.
Para pendekar Bintang Timur memanfaatkan momentum itu untuk mendekati patung setelah sebelumnya melepaskan sepatu dan sandal. Mereka kemudian sujud untuk memanjatkan doa di depan patung Maria. Mereka duduk bersila dengan sikap meditasi, tangan dibentangkan di atas kaki. Mata mereka terpejam. Suasana tenang menyempurnakaan doa mereka.[ald]
Sumber berita : rakyakmerdeka.co.id, kamis, 08 Desember 2010
Baca juga:
Gusti Ninil: Keraton Surakarta Kirab Besok Malam |
Keraton Solo Bersiap untuk Malam 1 Suro |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar, masukan yang sifatnya membangun blog ini.