Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Kamis, 05 Mei 2011

TURUT BERDUKA CITA

 

Mengucapkan turut berduka cita atas wafat nya :

Ibu Evelin Crommelin - Muli  (78).
Hari Kamis, 05 Mei 2011,  di Eka Hospital


Semoga arwah beliau diterima disisi Nya dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
-dari  : Alboin B. Pangaribuan & keluarga.

Rabu, 04 Mei 2011

Terorisme : Telepon Kuwaiti Ungkap Jejak Osama

Telepon Kuwaiti Ungkap Jejak Osama

OPERASI komando yang menewaskan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, Senin (2/5) dini hari, hanya berlangsung 40 menit, tetapi persiapan menuju operasi menentukan itu butuh bertahun-tahun. Hampir 10 tahun Osama bin Laden berhasil menutupi jejak pelarian sampai satu panggilan telepon mengubah segalanya...
Sejak Osama berhasil meloloskan diri dari serangan masif pasukan Amerika Serikat di wilayah pegunungan Tora Bora, Afganistan, Desember 2001, jejaknya bagaikan menghilang. Ia pindah dari tempat persembunyian satu ke tempat lain dan menghindari pembicaraan telepon atau bentuk komunikasi elektronik lain yang bisa dilacak Badan Pusat Intelijen AS (CIA).
Komunikasi langsung dengan para komandan lapangan, apalagi dengan para prajuritnya, juga terlalu riskan karena akan mudah terdeteksi. Satu-satunya pilihan aman untuk berkomunikasi adalah melalui sarana kurir, pembawa pesan yang dipercaya Osama dengan seluruh jiwa raganya.
Para petugas CIA sadar betul kurir ini adalah kunci menuju tempat persembunyian Osama. Masalahnya, mencari kurir ini hampir sama susahnya dengan mencari Osama sendiri.
Dari para anggota Al Qaeda yang ditahan CIA sejak peristiwa 11 September 2001, hanya didapat nama samaran kurir tersebut, yakni Abu Ahmed al-Kuwaiti. Pemimpin nomor 3 Al Qaeda, Khalid Sheikh Mohammed, mengakui mengenal al Kuwaiti, tetapi membantah orang itu terkait gerakan Al Qaeda.
Baru pada 2004, setelah CIA menangkap Hassan Ghul, seorang tokoh operasi lapangan Al Qaeda, didapat konfirmasi bahwa al-Kuwaiti adalah seorang kurir penting. Ghul juga mengatakan, al-Kuwaiti adalah orang dekat Faraj al-Libi yang menggantikan Khalid Sheikh Mohammed sebagai komandan operasi Al Qaeda. ”Hassan Ghul menjadi mata rantai penting (dalam operasi pelacakan Osama),” tutur seorang pejabat intelijen AS yang berbicara dalam kondisi anonim karena sensitivitas masalah ini.
Mei 2005, al-Libi tertangkap. Kepada CIA ia mengaku perintah pengangkatannya menggantikan Mohammed disampaikan seorang kurir. Namun, dia mengarang nama lain untuk kurir tersebut dan membantah mengenal al-Kuwaiti.
Kengototan Mohammed dan al-Libi terkait al-Kuwaiti justru makin meyakinkan CIA akan pentingnya posisi al-Kuwaiti. Mohammed bahkan dilaporkan tak menyebut nama al-Kuwaiti sedikit pun saat disiksa dengan teknik waterboarding.
Titik balik
Melalui beberapa interogasi dengan para perwira kelas menengah Al Qaeda dan keluarganya, akhirnya CIA mendapat identitas asli al-Kuwaiti, yakni Sheikh Abu Ahmed, warga Pakistan yang lahir di Kuwait.
Meski demikian, CIA tidak tahu persis di mana Ahmed berada. Dua tahun lalu mereka hanya tahu Ahmed dan seorang saudaranya beroperasi di suatu tempat dekat Islamabad, Pakistan.
Sampai akhirnya pertengahan tahun lalu Ahmed menelepon seseorang yang sedang diawasi CIA. Satu panggilan telepon ini menjadi titik balik bagi CIA dan membuka jalan untuk menelusuri jejak persembunyian Osama.
Agustus 2010, agen-agen rahasia AS akhirnya menemukan tempat tinggal Ahmed di sebuah rumah besar di Abbottabad, Pakistan. Ia tinggal bersama keluarganya dan satu keluarga lagi yang tinggal di rumah tertutup dinding tinggi itu.
Sejak saat itu, CIA bersama Badan Keamanan Nasional AS (NSA) dan Badan Intelijen Geospasial Nasional (NGA), yang menganalisis citra satelit dan foto dari pesawat mata-mata, memusatkan perhatian pada rumah berlantai tiga ini.
Situasi pun berkembang makin cepat, dari hitungan pekan ke hitungan hari dan jam. Sampai akhirnya, setelah makin yakin rumah itu berisi tokoh penting Al Qaeda yang kemungkinan besar adalah Osama, Presiden Barack Obama, Jumat (29/4), memerintahkan operasi militer untuk menyerbu rumah itu. Akhir perjalanan Osama bin Laden telah ditentukan.(AP/AFP/Reuters/DHF)


Senin, 02 Mei 2011

Isu NII dan RUU Intelijen

Isu NII dan RUU Intelijen
Headline
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono - IST
Opini: Ava Larasati
Nasional - Senin, 2 Mei 2011 | 17:43 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Ada yang menarik seiring guliran isu seputar Negara Islam Indonesia (NII), yang mencuat seiring maraknya kasus orang hilang. Para penyokong RUU Intelijen seolah menemukan momentum untuk mendorong agar disahkan sesegera mungkin.
Di antara mereka, yang tampak sangat menonjol adalah mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono. Hendro, yang selain kian kerap muncul di layar berbagai stasiun tv, juga semakin sering terlihat mengisi halaman koran.
Satu hal yang tak henti disuarakan Hendro adalah bahwa RUU itu tidak sepatutnya ditahan-tahan dengan aneka polemik, dan segera diberlakukan. Selain itu, ada hal mendasar yang disuarakan Hendro, yakni seharusnya aparat intelijen dapat menangkap seseorang yang dicurigai, tanpa perlu mempertimbangkan hukum pidana.
Pasalnya, kata Hendro, aparat intelijen bukan penegak hukum. “Karena itu, langkah penangkapan bukan untuk hukum, tapi untuk digunakan (informasinya). Jadi tidak perlu dibikin ada UU mengatur detil soal penangkapan,” kata Hendro.
Pernyataan itu, mungkin dengan redaksi yang agak lain, selalu dikemukakannya dalam berbagai kesempatan. Dengan kata lain, pernyataan Hendro itu berarti, jika intelijen mempercayai sinyal bahwa seseorang akan merencanakan kejahatan, orang tersebut bisa ditangkap tanpa prosedur hukum.
Sepintas lalu, apalagi di saat maraknya teror bom, melesatnya isu NII dan kondisi saat ini, apa yang dinyatakan Hendro seperti sebuah oase sejuk. Sebuah solusi atas persoalan yang tak henti mengungkung keamanan bangsa. Tetapi seyogyanya kita berpikir jernih.
Apa yang dikemukakan Hendro wajar sebagai seorang yang hidup di dunia intelijen. Seorang yang manakala negara ini begitu hegemonik dan mencekam rakyat saat Orde Baru berkuasa, tak punya kemungkinan menghadapi persoalan ditangkap tanpa alasan jelas.
Padahal, solusi Hendro hanya memindahkan aktor. Jika saat ini yang menteror warga adalah teroris, kelompok pembom pengecut dan jahat, maka bilamana RUU Intelijen versi saat ini yang begitu hegemonik diterapkan, pelaku teror beralih menjadi aparat negara. Lebih tepatnya aparat intelijen.
Dan jangan katakan negara ini tak pernah memiliki sejarah kelam. Sejak Orde Lama, lalu berkuasanya Orde Baru, keterkungkungan akibat begitu kuat dan dominannya lembaga intelijen telah membuat rakyat tak mampu bahkan untuk berbicara terbuka. Semua diarahkan ketakutan akan ’mata besar’ negara yang mengawasi seluruh aspek tingkah laku warganya. Negara menjadi seperti barak-barak binatang peliharaan dalam novel George Orwell, ’1948’ dan ’Animal Farm’.
Ujung-ujungnya kita menyaksikan Indonesia menjadi negara korporasi, dimana untuk setiap pekerjaan, profesi, dibentuklah sebuah organisasi resmi dan satu-satunya. Keseragaman kemudian menjadi diniscayakan. Kita tahu, rakyat tak menyukai semua itu. Hingga reformasi 1998 pun terjadilah. Negara ini, sedikit demi sedikit menggerakkan proses demokrasi dan keterbukaan.
Artinya, siapa pun yang menyokong kembalinya negara ini kepada ketertutupan, penangkapan paksa, pengumpulan informasi dengan cara-cara tak manusiawi, tak selayaknya didengarkan. Benar ia memiliki hak untuk itu, dan seharusnya kita beri kesempatan. Tetapi mata hati dan kepala rakyat tetap harus sadar, betapa mahal harga yang harus dibayar sistem ketertutupan.
Karena itu, tentu sangat disesalkan manakala kampanye penyegeraan diundangkannya RUU intelijen itu didukung sebagai anggota DPR. Berkilah apapun, beralasan bagaimanapun, kita perlu mempertanyakan kedalaman cara berpikir mereka yang menyokong penyegeraan RUU itu.
Sebab kita tahu, betapa RUU Intelijen sendiri masih begitu perlu penyempurnaan. Draf terakhir RUU Intelijen yang saat ini sedang dibahas belum mengakomodasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip penting dalam kehidupan negara demokratis.
Termasuk belum menghormati lain nilai-nilai HAM serta menjunjung tinggi supremasi hukum dan pemerintahan yang bersih. RUU tersebut, misalnya, menolak adanya pengaturan mekanisme penyadapan melalui izin pengadilan. Hal ini tentu akan menimbulkan ancaman terhadap hak-hak privasi warga negara. Juga soal penangkapan sebagaimana di atas.
Negara ini memang harus aman, bebas dari segala upaya penggerogotan kedaulatan dan keutuhannya. Tetapi menghadirkan kembali UU yang memberi toleransi besar terhadap tindakan represif kepada warga negara seperti yang terjadi pada masa Orde Baru, tak selayaknya dilakukan. Lalu tentang heboh bom, isu NII, yang seolah mengiringi pembahasan RUU ini, tidakkah pula seharusnya kita cermati dengan sangsi? [mdr]

INILAH.COM, Jakarta/ Senin, 2 Mei 2011 | 17:43 WIB

Inilah Teknologi AS 'Berburu' Osama bin Laden


Headline
Foto: Ist
Oleh: Billy A. Banggawan
Teknologi - Senin, 2 Mei 2011 | 12:30 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Buronan paling dicari Amerika Serikat (AS), Osama bin Laden, terkenal pandai sembunyi. Berikut teknologi yang pernah dipakai AS untuk mengejar buronan ini.
AS telah mengejar-ngejar Osama bin Laden sejak peristiwa World Trade Center lalu (9/11) dan banyak cara yang tak membuahkan hasil. Berikut cara-cara yang pernah dilakukan AS untuk mengejar bin Laden.
Model pelacakan biologis
Geografer University of California-Los Angeles (UCLA) Thomas Gillespie dan John Agnew membuat model pencarian pemimpin teroris itu menggunakan teknik yang sama untuk melacak binatang dan pola migrasinya.
Murtaza Haider dari Ted School of Management Ryerson Unversity mengatakan, “Profesor geografi UCLA menggunakan analisa spasial guna menentukan tempat persembunyian bin Laden”.
Sejumlah model biologis bisa sangat berguna dalam mencari bin Laden.
Pertama disebut teori distance decay (DD). Teori ini menggambarkan efek jarak pada budaya atau interaksi spasial. Kemungkinan menemukan hewan lain menurun secara eksponen saat pergi lebih jauh dari tempat tinggal.
Kedua disebut island biogeography (IB), teori ini merujuk pada wilayah habitat yang dikelilingi wilayah yang tak bisa ditinggali.
Melalui kedua cara itu, informasi mengenai hewan tertentu akan dipersempit pada tempat hewan bisa ditemukan. Melalui DD, bin Laden diketahui tak akan pergi jauh dari tempat terakhir ia diketahui. Melalui IB, bin Laden diketahui berpeluang besar dapat ditemui di kota besar.
Rock Phone
Osama bin Laden diduga bersembunyi di gua di pegunungan Afghanistan atau Pakistan. Tentara AS berencana membeli sistem komunikasi inovatif bernama Rock Phone.
Perangkat ini bisa menembus gua, terowongan, tambang, dan struktur bangunan besar yang tak bisa ditembus frekuensi radio. Hal ini memungkinkan tentara saling berbicara dari bawah tanah ketika mendekati pemimpin paling dicari itu.
Penyedia perangkat ini, Ultra Electron, juga memasok tentara AS dengan perangkat peledak khusus yang diberi nama MI-RAMS. Perangkat ini mampu memancarkan sinyal melalui batu atau bumi untuk meledakkan bom dari jarak jauh. Untuk itu, AS menghabiskan dana US$5,7 juta (Rp 48,8 miliar). [mor]
Sumber : INILAH.COM, Jakarta / Teknologi - Senin, 2 Mei 2011 | 12:30 WIB

Mahfud MD Sebut Cuci Otak ala NII Jelas Makar


Mahfud MD Sebut Cuci Otak ala NII Jelas Makar  

Mahfud MD. TEMPO/Aditia Noviansyah
TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan aktivitas cuci otak yang dilakukan jaringan organisasi NII terhadap sejumlah siswa dan mahasiswa di Indonesia merupakan bukti adanya aktivitas makar yang jelas.

Menurut Mahfud, pemerintah harus segera menindak tegas seluruh pelaku cuci otak yang tujuannya menanamkan ide perlawanan terhadap ideologi negara Pancasila secara paksa itu.

Perlawanan terhadap ideologi negara bebas, kata Mahfud, dilakukan apabila masih dalam bentuk pemikiran karena itu merupakan bagian dari demokrasi. Namun, apabila ide itu sudah dijalankan dalam bentuk langkah nyata seperti meledakkan bom, mencuci otak, dan membuat rekening untuk penggalangan dana yang bertujuan melawan ideologi negara, hal itu bisa disebut makar.

"Pengeboman, cuci otak, dan pembuatan rekening itu jelas makar dan harus segera ditindak," ujar Mahfud seusai menguji disertasi Khoirudin, mahasiswa program doktoral pascasarjana Hukum UII, bersama anggota DPR RI Gayus Lumbun, Senin, 2 Mei 2011.

Menurut Mahfud, tindakan tegas terhadap jaringan NII memang sulit karena organisasi ini bergerak di bawah tanah dan bukan termasuk organisasi resmi. Tapi, katanya, buktinya sudah ada dan secara jelas  mereka menanamkan ide bahwa di Indonesia tidak ada masyarakat Islam dan hanya ada masyarakat Pancasila, sehingga harus dilawan.

"Seratus enam puluhan anak-anak sekolah dan mahasiswa telah terbukti dicuci otaknya. Jadi, tentu bisa dilacak pelaku-pelakunya," kata Mahfud.

Dia mengusulkan semua kampus di Indonesia menggiatkan pengajaran mata kuliah civic education untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap ideologi negara.

Upaya ini, menurutnya, akan memperkecil peluang kemunculan pengaruh ideologi organisasi yang melawan ideologi Pancasila. "Saat ini Pancasila saja banyak tidak dihafal oleh mahasiswa," ucapnya.

Pada kesempatan lain, Direktur Kemahasiswaan UGM, Sentot Haryono, mengatakan agak kecewa dengan kinerja kepolisian yang terkesan lamban dalam menangkal perluasan aktivitas NII mengingat gejalanya sudah lama muncul, terutama di Yogyakarta.

"Kesannya, aparat keamanan baru bertindak saat kasus NII meledak dan muncul di banyak media. Jadi, memang agak telat," kata Haryono di sela-sela acara sarasehan nasional 2011 tentang implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menegakkan konstitusionalitas Indonesia hari ini.

Menurut Haryono, UGM telah berkoordinasi dengan semua civitas akademika di kampus itu untuk melakukan tindakan preventif mencegah meluasnya paham NII di kalangan mahasiswa.

Kata dia, UGM kini memfokuskan perhatian untuk mengkonsolidasikan semua unit kegiatan mahasiswa bidang kerohanian agar mewaspadai NII. "Tahun ini kami juga akan memasukkan materi anti-NII di booklet yang akan dibagikan terhadap mahasiswa baru," ujarnya.

ADDI MAWAHIBUN IDHOM
Sumber :  TEMPO Interaktif, / Senin, 02 Mei 2011 | 14:56 WIB

Berita Terkait :

Antisipasi NII, Ketua RT Diminta Perketat Pengawasan Warga

Foto-foto orang hilang yang diduga direkrut oleh NII. TEMPO/Soetana Monang Hasibuan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Para ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) di Jakarta Barat diinstruksikan memperketat pengawasan terhadap warga, khususnya di daerah yang banyak rumah kos atau kontrakan. Hal itu guna menangkal perkembangan anggota dan pendukung Negara Islam Indonesia (NII).

"Secara de facto, pengamanan terkecil kan ada di RT dan RW. Jadi, memang harus diperketat dari bawah untuk mengantisipasi perkembangan NII," kata Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Barat Ahmad Fauzi

Ahmad berharap, RT bisa lebih teliti dan tidak secara gampang menerbitkan surat pengantar kepada warga yang akan membuat identitas seperti kartu tanda penduduk (KTP). Ia juga berharap para pemilik kos bisa lebih selektif dan tidak asal menerima pendatang jika tidak memiliki identitas jelas.

"Bukan menghalangi, tapi hanya harus diperketat. Soalnya, kami kan bertugas melakukan verifikasi dan pendataan warga agar lebih mudah dikontrol," ujar Ahmad lagi.

Kata Ahmad, Pemerintah Kota Jakarta Barat beberapa waktu lalu juga sudah menggelar rapat pimpinan lintas instansi membahas masalah NII. "Dukcapil (kependudukan dan catatan sipil) yang selama ini bertugas menerbitkan dan mendata masyarakat juga sudah diinstruksikan memperketat verifikasi," ujarnya.

ARIE FIRDAUS                                                                                                                                     Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2011/04/30/brk,20110430-331136,id.html

Eks Menteri NII: Punya Aset Emas 20 Ton!

Ma'had Al Zaytun
Eks Menteri NII: Punya Aset Emas 20 Ton!
yuli | Jumat, 29 April 2011 | 06:44 WIB


Dibaca: 126327
 
facebook.com/pages/I-LOVE-AL-ZAYTUN 
Bekas Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, bekas Menteri Koperasi Adi Sasono, dan bekas Menteri Penerangan Harmoko saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Zaytun di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dalam peringatan 1 Muharram 1432 H yang jatuh pada 7 Desember 2010.
JAKARTA, KOMPAS.com — Bekas Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII) Imam Supriyanto membenarkan adanya simpanan kelompok itu di Bank Century, kini jadi Bank Mutiara.

Namun, berbeda dengan data yang disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Imam Supriyanto menyebut jumlah dana justru mencapai Rp 250 miliar.
"Kalau dirupiahkan, seingat saya ada Rp 250 miliar. Itu dalam bentuk obligasi dan emas batangan lebih-kurang beratnya 20 ton," kata Imam Supriyanto kepada Tribunnews, Kamis (28/4/2011).
Imam mengaku resmi meninggalkan NII tahun 2007 setelah mendapat nasihat ibundanya yang lebih dahulu keluar dari NII.
Eks Menteri NII itu menceritakan, dana milik NII itu disimpan atas nama Imam Besar NII Abu Maarik. "Sepertinya, rekening di Bank Century tidak satu nama. Biasanya Abu Maarik juga memakai nama anaknya di Bank Century. Abu Maarik itu adalah teman dekat Robert Tantular (bekas bos Bank Century)," kata Imam.
Menurut dia, dana yang berhasil digalang NII kemudian disimpan ke Bank Century. "Abu Maarik adalah nasabah terbaik Bank Century. Abu Maarik sangat dekat dengan Robert Tantular. Bahkan, setiap tahunnya Abu Maarik kerap dihadiahi mobil mewah," kata Imam.
Ia mengaku bersedia bercerita apa adanya sebagai bentuk penyesalannya karena telah masuk organisasi NII. "Berkat jalan Allah melalui ibu saya, pada tahun 2007 saya bisa keluar dari organisasi yang saya geluti sejak 1987," ungkapnya. (Rachmat Hidayat)
Sumber : KOMPAS.com| Jumat, 29 April 2011 | 06:44 WIB/

NII Simpan Rp 46 Miliar di Bank Century
yuli | Jumat, 29 April 2011 | 06:02 WIB
Dibaca: 79780

facebook.com/pages/I-LOVE-AL-ZAYTUN Bekas Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, disambut Syekh AS Panji Gumilang saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Zaytun di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dalam peringatan 1 Muharram 1432 H yang jatuh pada 7 Desember 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang belakangan banyak disebut terkait kasus penculikan dan "cuci otak" sejumlah orang diketahui memiliki simpanan miliaran rupiah di Bank Century atau kini bernama Bank Mutiara.

Keberadaan dana simpanan NII di Bank Century pernah disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kepada Pansus DPR tentang Hak Angket Bank Century, 21 Desember 2009. Dalam laporan yang ditandatangani Kepala PPATK Yunus Husein disebutkan, simpanan sebesar Rp 46,2 miliar itu atas nama Abu Maarik.
Deposan Bank Century bernama Abu Maarik tersebut diduga kuat merupakan nama lain dari Abu Toto alias Syekh Abdus Salam Panji Gumilang. Abu Maarik adalah tokoh yang terkait erat dengan NII. Ia juga dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Al-Zaytun.
"Saya minta pemerintah segera melumpuhkan jaringan yang merusak negara, seperti kelompok NII, apalagi setelah ditemukan dana miliaran rupiah di Bank Century yang diduga milik NII. Ini tentu mengecewakan mengapa tidak terendus dari dulu," ujar Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Jakarta, Kamis (28/4/2011).
Dalam hal ini, Pansus DPR tentang Hak Angket Bank Century akan mendesak aparat penegak hukum mengungkap lebih dalam dana NII di Bank Century yang kini menjadi Bank Mutiara tersebut. (Rachmat Hidayat)

Terorisme : Ranjang Usamah Bersimbah Darah


Ranjang Usamah Bersimbah Darah

Ranjang Usmaah Bin Ladin.
TEMPO Interaktif, Islamabad - Foto-foto yang dilansir militer Amerika Serikat memperlihatkan kediaman pemimpin jaringan Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, dipenuhi ceceran dan genangan darah. Salah satunya adalah darah yang memenuhi ranjang ukuran raja yang ditiduri oleh Bin Ladin bersama istri mudanya.

Bin Ladin diyakini menikahi empat perempuan dan memiliki 24 anak. Putranya yang bernama Hamzah adalah anggota senior Al-Qaidah.

Bin Ladin tewas setelah kening kirinya tertembus peluru dari pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat, SEAL. Serbuan kemarin dinihari itu juga menewaskan putra Bin Ladin yang tidak dilansir identitasnya dan tiga pria lainnya.

Insiden itu berlangsung di kediaman Bin Ladin, sebuah rumah berlantai tiga di Kota Abbottabad, sekitar 100 kilometer sebelah uatara Ibu Kota Islamabad. Dinas intelijen Amerika CIA berhasil memastikan lokasi persembunyian Bin Ladin di kota itu September tahun lalu.

Seorang pejabat Amerika yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan mayat pria 54 tahun itu telah dikubur di laut setelah menjalani prosesi sesuai syariat Islam. Namun tidak disebutkan lokasi pastinya.

Kegembiraan langsung meluap setelah Presiden Amerika Barack Hussein Obama mengumumkan kematian Bin Ladin. Ia pun mendapat ucapan terima kasih dari dua mantan presiden Bill Clinton dan George Walker Bush .


DAILY MAIL | FAISAL ASSEGAF

TEMPO Interaktif / Senin, 02 Mei 2011 | 19:36 WIB
 http://www.tempointeraktif.com/hg/asia/2011/05/02/brk,20110502-331623,id.html

Berita Terkait :

Kekayaan Usamah Bin Ladin Mencapai Rp 2,5 Triliun  

Osama bin Laden. AP
TEMPO Interaktif, Usamah Bin Ladin dipercaya memiliki kekayaan hingga US$ 300 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun. Uang itu ia gunakan untuk membiayai operasi terorisme dan organisasi Al-Qaidah yang dipimpinnya.

Usamah Bin Ladin berasal dari keluarga kaya raya yang memiliki kedekatan dengan keluarga kerajaan Arab Saudi. Ayahnya, Mohammed Bin Ladin, merupakan seorang kontraktor yang dipercaya membangun istana kerajaan dan tempat suci Mekkah dan Madinah. 

Muhammed Bin Ladin, memiliki empat istri dan 52 anak. Usamah merupakan anak dari istri yang bernama Hanida. Usamah kehilangan ayahnya saat berusia 13 tahun ketika ayahnya tewas dalam kecelakaan helikopter pada 1967.

Perusahaan keluarga terus berkembang sepeninggal ayahnya. Perusahaan itu memiliki 35.000 karyawan dan aset senilai US$ 5 miliar atau sekitar Rp 42,8 triliun. Ketika ayahnya meninggal, Usamah mendapat bagian senilai US$ 80 juta atau Rp 684 miliar. Jumlah ini kemudian berkembang hingga US$ 250 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun.

Usamah mengembangkan bisnisnya di berbagai bidang termasuk di perbankan, perusahaan semen di Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia. Selain itu, ia juga dipercaya memiliki peran dalam perdagangan heroin.

Laporan Forbes menyebutkan jumlah kekayaannya diperkirakan mencapai Rp 2,5 triliun yang tersebar di berbagai daerah yang ia kontrol dari domisilinya di Afganistan.

Kekayaan itu ia gunakan untuk membiayai operasi terorisme internasional termasuk dalam peristiwa pembajakan pesawat yang ditabrakkan ke Gedung WTC, New York, pada 11 September 2001.

Usamah juga mengembangkan jaringan bisnis di Sudan untuk operasinya dari 1991-1996 seperti yang dilaporkan Associated Press.

Selain itu, Usamah masih mendapatkan dukungan keuangan dari keluarganya. Salah satu adik iparnya, Carmen Bin Ladin, yang tinggal di Swiss, menyatakan Usamah memiliki hubungan dekat dengan anggota keluarganya. 

TIMES | FORBES | MSNBC | AQIDA
 
TEMPO Interaktif, / http://www.tempointeraktif.com/hg/amerika/2011/05/02/brk,20110502-331503,id.html

Terorisme : Detail Lokasi Persembunyian Usamah Bin Ladin

Detail Lokasi Persembunyian Usamah Bin Ladin  

Tentara Pakistan melintas di Mansion tempat Usamah bin Laden tewas di Abbottabad, Pakistan. columnpk.com
TEMPO Interaktif, Jakarta - Tidak seperti keyakinan dinas rahasia Amerika Serikat (CIA) selama ini bahwa pemimpin jaringan Al-Qaidah, Usamah bin Ladin, bersembunyi di Pegunungan Tora Bora yang berada di sepanjang perbatasan Afganistan dan Pakistan.
Ternyata, bin Ladin, 54 tahun, ngumpet di Kota Abbottabad, sekitar 150 kilometer sebelah utara Ibu Kota Islamabad, Pakistan, atau 200 kilometer sebelah timur Peshawar yang berbatasan dengan Afganistan.
Di rumah itulah, bin Ladin bersama seorang putranya tewas setelah pasukan khusus Angkatan Laut Amerika, SEAL, menyerbu tempat itu kemarin dini hari. Ia terpaksa ditembak di kepala lantaran berusaha kabur.
Berikut detail lokasi persembunyian bin Ladin.
Lokasi: di ujung Jalan Kakul Rad di Kota Abbottabad. Kediaman bin Ladin ini hanya sekitar 91,44 meter dari akademi militer Pakistan.
Luas: Sekitar 2.500 meter persegi atau delapan kali lebih besar ketimbang rumah-rumah di sekelilingnya. Rumah mewah ini terdiri dari tiga lantai, namun tanpa telepon dan Internet. Terdiri dari sejumlah jendela.
Berdiri: 2005. BBC melaporkan dibangun 10 atau 12 tahun ;lalu oleh seorang pria beretnis Pastun. 
Nilai: Sekitar US$ 1 juta (sekitar Rp 9 miliar).
Penghuni: Tiga keluarga, yakni dua keluarga kurir bin Ladin, Usamah Bin Ladin, seorang putra, dan istri paling mudanya. Bin Ladin dilaporkan memiliki empat istri dan 24 anak.
Pengamanan: Dijaga sangat ketat dengan pagar tembok setinggi 5,5 meter dilengkapi kawat berduri dan kamera pengawas. Kompleks ini juga memiliki dua gerbang utama.
TELEGRAPH | FAISAL ASSEGAF
Sumber : TEMPO Interaktif, Jakarta / Senin, 02 Mei 2011 | 16:10 WIB 
http://www.tempointeraktif.com/hg/asia/2011/05/02/brk,20110502-331547,id.html

Beginilah Bin Ladin Tewas

Beginilah Bin Ladin Tewas   

Osama bin Laden. AP/Rahimullah Yousafzai
TEMPO Interaktif, Pakistan - Keberhasilan pasukan khusus Amerika membunuh Usamah bin Ladin jelas merupakan hasil operasi intelijen yang cukup rumit. Bin Ladin terkenal piawai bersembunyi dan mengecoh pasukan pembunuhnya. Sudah beberapa kali dia berhasil lolos, bahkan diduga tewas, namun tak lama kemudian tampil di televisi, seolah meledek Amerika.

Tapi kali ini, nasibnya tak lagi beruntung. Operasi gabungan antara dinas intelijen Amerika, CIA, dengan intelijen Pakistan (ISI) berhasil mengendus jejaknya. Berbeda dengan informasi-informasi sebelumnya, bin Ladin ternyata tidak bersembunyi di gua-gua di perbatasan Afganistan-Pakistan. Dia diketahui bersembunyi di sebuah desa bernama Abottabad.

Informasi ini mengejutkan. Sejak lama, CIA dan ISI menduga bin Ladin akan menyusup ke Pakistan untuk menyiapkan serangan memperingati 10 tahun kehancuran menara kembar WTC. Tapi, mereka tak mengira bin Ladin ternyata menyusup ke desa yang begitu dekat dengan ibu kota Pakistan, Islamabad.

Abottabad adalah ibu kota distrik Hazara, provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Desa ini tergolong ramai. Hanya berjarak sekitar 150 kilometer dari Islamabad, desa ini terkenal karena pemandangannya yang indah.Tak heran, desa ini juga ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun asing. Desa ini juga tidak tergolong miskin seperti umumnya pedesaan perbatasan Pakistan-Afganistan. Di sini, ada banyak sekolah, bahkan instalasi militer. Jelas, bin Ladin cukup cerdik dengan bersembunyi di desa ini. Dia berharap, kehadirannya tak terlalu mencolok karena desa ini sudah biasa menerima kunjungan orang asing.

Tak kalah mengejutkan adalah tempat persembunyian yang digunakan. Dia bersembunyi di sebuah rumah yang sudah disiapkan selama lima tahun oleh para pengikutnya. Rumah itu berpagar tinggi, di beberapa tempat diamankan dengan pagar kawat berduri. Rumah ini juga tidak dilengkapi telepon apalagi Internet. CIA memperkirakan biaya pembangunan rumah ini sebesar 1 juta dolar Amerika. Melihat besarnya biaya itu, ada kemungkinan rumah ini dibangun menjadi semacam benteng pertahanan.

Rumah inilah yang diintai oleh agen-agen CIA dan ISI sebelum penyerbuan dilakukan. Presiden Obama, dalam pidatonya saat mengumumkan kematian bin Ladin menyebut bahwa ini merupakan operasi gabungan Amerika-Pakistan. Tapi, yang tidak disebut Obama, rincian penyerbuan, mulai dari kapan hari-H, berapa pasukan yang turun, dan dari mana penyerbuan dilakukan, sama sekali tidak dibagi oleh Amerika ke intelijen Pakistan. Bahkan di Amerika sendiri, rincian operasi ini hanya diketahui oleh sangat sedikit orang. Amerika rupanya belajar dari kegagalan penyerbuan sebelumnya karena operasi yang mereka lakukan sering bocor.

Akhirnya, hari H itu pun tiba. Pasukan khusus Amerika datang menggunakan helikopter. Tim lain menyusup lewat jalan darat. Sebuah insiden nyaris membatalkan operasi itu, ketika helikopter yang digunakan harus mendarat darurat akibat kegagalan mesin. Namun, tak ada yang cedera sehingga operasi tetap berlangsung. "Untuk keamanan, kami hancurkan sekalian helikopter yang jatuh," kata sumber intelijen Amerika yang tak dikutip namanya kepada kantor berita CNN.

Diperlukan waktu 40 menit sebelum pasukan pembunuh ini memutuskan menyerbu masuk. Mereka harus memastikan benarkah yang berada di dalam adalah orang yang sudah 10 tahun mereka buru. Saat komando diberikan, serempak mereka menyerbu. Toh operasi tak berjalan mulus. Pengawal bin Ladin yang berjaga memberi perlawanan sengit. Terjadi tembak-menembak. Pasukan pengawal bin Ladin bahkan menggunakan seorang perempuan--tak disebut siapa dia--sebagai perisai hidup. Dalam tembak menembak inilah bin Ladin tewas. Timah panas menembus kepala orang yang paling ditakuti ini. Dalam penyerbuan, selain bin Ladin, ikut tewas tiga pengawalnya, juga perempuan malang yang menjadi tameng tadi. Di pihak Amerika, tak seorang pun tewas.

Tak jelas pula berapa tim pembunuh yang menyerbu masuk. Pejabat militer Departemen Pertahanan Amerika hanya menyebut, "Kami menurunkan sebuah tim kecil." Tidak juga disebut dari detasemen mana pasukan khusus itu. Namun, diduga tim yang turun adalah tim andalan angkatan laut Amerika, NAVY SEAL.

DARU PRIYAMBODO | CNN | AL JAZEERA 
Sumber :TEMPO Interaktif, Pakistan/ Senin, 02 Mei 2011 | 13:43 WIBhttp://www.tempointeraktif.com/hg/amerika/2011/05/02/brk,20110502-331482,id.html

Berita Terkait :
 Alasan Amerika Serikat Memburu Bin Ladin  
Kapal AS USS Cole hampir tenggelam usai ditabrak sebuah kapal kecil yang membawa bom di pelabuhan Aden, Yaman pada 13 Oktober 2000. AP/U.S. Navy
TEMPO Interaktif, Jakarta - Usamah bin Ladin, merupakan buron Amerika Serikat nomor wahid karena dianggap terlibat berbagai aksi terorisme di negeri Abang Sam. Pria kelahiran 10 Maret 1957 ini merupakan anak ke-17 dari 52 anak pengusaha Muhammad bin Ladin. Ayahnya seorang berkebangsaan Yaman dan ibunya dari Palestina. Ia mengenyam pendidikan Teknik Sipil Universitas King Abdul Aziz, Jeddah, 1979
Berikut aksi "teror" yang diduga didalangi oleh Osama bin Ladin versi AS.

26 Februari 1993
Bom di WTC New York, 6 orang tewas, 1.000 cedera

13 November 1995
Bom mobil di Arab Saudi, 5 orang AS tewas

25 Juni 1996
Bom mobil di kompleks marinir Amerika, 19 orang tewas, 400 cedera

7 Agustus 1998
Bom di Kedutaan AS di Kenya dan Tanzania, 224 orang tewas (12 orang AS), ratusan cedera

12 Oktober 2000
Bom bunuh diri di kapal perusak USS Cole di pelabuhan Yaman, 17 pelaut AS tewas, 39 cedera.

EVAN | PDAT | BERBAGAI SUMBER
 
 Berita terkait :
 Bin Ladin dan Umar Patek Bersembunyi di Satu Kota
Usama Bin Ladin
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ternyata pemimpin jaringan Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, dan Umar Patek, tokoh Jamaah Islamiyah asal Indonesia selama ini bersembunyi di kota yang sama, yakni Abbottabad. Bukan di Pegunungan Tora Bora di perbatasan Pakistan dan Afganistan, seperti yang selama ini diyakini oleh pihak intelijen Amerika Serikat.

Abbottabad adalah kota berpenduduk hampir 28 ribu jiwa dan terletak di Lembah Orash. Sekitar 150 kilometer sebelah utara Ibu Kota Islamabad, Pakistan, atau 200 kilometer sebelah timur Peshawar yang berbatasan dengan Afganistan.
Bedanya, Bin Ladin bersembunyi di sebuah rumah mewah seharga US$ 1 juta atau sekitar Rp 9 miliar. Mansion itu dibangun lima tahun lalu dengan dinding setinggi tiga meter. Rumah itu delapan kali lebih besar dari tetangganya. Warga sekitar sering membakar sampah-sampah dari rumah mewah tersebut.

Di tempat persembunyian ini, tak ada telepon, tak ada televisi dan internet. Ada banyak jendela dan akses keluar dari mansion tersebut. Ke rumah inilah 20-25 anggota pasukan US Navy Seal menyerbu kemarin pagi. Bin Ladin, buronan nomor satu Amerika sejak satu dekade lalu itu tewas dengan luka tembak di kepala.
Sementara, Umar Patek yang kepalanya dihargai US$ 1 juta ngumpet di rumah sederhana berlantai dua. Ia ditahan bulan lalu lewat operasi penangkapan yang dilakukan dinas rahasia Amerika CIA dan badan intelijen Pakistan ISI.
FAISAL ASSEGAF


Terorisme : Presiden Obama: Keadilan Telah Ditegakkan

WASHINGTON (AFP) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengumumkan tewasnya Osama bin Laden dalam sebuah operasi di Pakistan.

Dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi, Obama mengatakan operasi itu dibantu juga oleh pihak Pakistan. Dengan tewasnya Osama, kata Obama, "Keadilan telah ditegakkan," kata dia, Minggu malam waktu setempat, atau Senin (2/5) pagi waktu Indonesia barat.

Pengumuman oleh Obama itu disambut kerumunan orang yang merayakannya di luar Gedung Putih, tengah malam. Mereka menyanyikan koor "USA, USA" sambil menunggu Presiden Obama muncul dengan konfirmasi tewasnya Osama, musuh nomor satu AS itu.

"Malam ini, saya bisa melaporkan kepada rakyat Amerika dan kepada dunia bahwa Amerika Serikat telah menyelesaikan sebuah operasi yang menewaskan Osama bin Laden, pemimpin Al-Qaeda, yang juga seorang teroris yang bertanggung jawab terhadap terbunuhnya ribuan laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tak berdosa," kata Obama.

Menurut Obama, ia telah memerintahkan angkatan bersenjata AS menyerang sebuah komplek di Pakistan, Minggu, berdasar sebuah petunjuk yang pertama kali muncul pada Agustus lalu. "Tim kecil Amerika melaksanakan operasi ini dengan keberanian dan kemampuan yang luar biasa. Tak ada rakyat Amerika yang terluka. Mereka berhati-hati untuk menghindari korban sipil," Obama melanjutkan.

Setelah tembak-menembak, pasukan itu membunuh Osama dan mengambil jasadnya.
Obama memperingatkan Al-Qaeda akan terus berusaha menyerang AS.

Menurut seorang pejabat Pakistan, Osama terbunuh dalam sebuah "operasi intelijen yang sangat sensitif".

Setelah laporan matinya Osama, mata uang dollar AS segera naik terhadap euro dan yen.

Osama dituding Washington menjadi otak berbagai serangan teror sesudah dan sebelum 11 September 2001, termasuk menyerang sejumlah kedutaan besar AS di Kenya dan Afrika pada 1998.
Sumber: Yahoonews, Sennin, 02 Mei 2011
http://id.berita.yahoo.com/presiden-obama--keadilan-telah-ditegakkan.html

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK - Orang nomor dua Al Qaeda, Ayman al-Zawahri, diperkirakan akan menggantikan Osama bin Laden yang tewas dalam sebuah baku tembak dengan tentara Amerika Serikat. Al-Zawahri adalah seorang dokter ahli bedah dari Mesir.
Zawahri telah menjadi otak di belakang Osama dan jaringan Al Qaeda-nya. Dia lewat pesan video beberapa kali tampil ke publik untuk melontarkan kecaman terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.
Berdasarkan pantauan terakhir Kelompok Intelijen SITE pada bulan lalu, Al-Zawahri mendesak umat Islam untuk melawan NATO dan pasukan Amerika di Libya.
"Saya ingin mengarahkan perhatian saudara-saudara muslim kita di Libya, Tunisia, Aljazair, dan negara-negara Muslim lainnya. Jika Amerika dan pasukan NATO memasuki Libya kemudian tetangga mereka di Mesir, Tunisia, Aljazair dan negara-negara Islam lainnya, maka kita harus bangun dan melawan kedua tentara bayaran dari Qadafi dan sisanya NATO, " kata Zawahri.



Cari Blog Ini