Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Selasa, 21 Agustus 2012

Ustad Tewas di Tangan Jamaah Diduga Aliran Sesat

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekelompok warga mengamuk dan membakar rumah di Kampung Cisalopa, Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah,  Sukabumi saat hari raya Idul Fitri. Pembakaran dipicu atas hilangnya tokoh agama Ustad Edin.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Martinus Sitompul mengatakan kejadian tersebut berawal pada Minggu (8/7/2012) dimana Polres Sukabumi menerima informasi dari masyarakat Tentang adanya aliran sesat TORIQOH ATIJANI mutlak CIMAHI bentukan Sumarna.
"Berdasarkan informasi tersebut Kapolres Sukabumi,  Muspida dan MUI mengamankan pimpinan dan pengikut aliran tersebut," kata Kombes Martinus kepada Tribunnews.com, Selasa (21/8/2012).
Setelah diamankan, Martinus mengatakan dilakukan pertemuan dan pengucapan dua kalimat syahadat sebagai pertanda dengan ikhlas kembali kepada ajaran Islam.
"Pada hari Kamis 16 agustus 2012 masyarakat  Desa Bojongtipar Kecamatan Jampangtengah dan sekitarnya berkumpul di sekitar rumah Sumarna. karena pernyataan  Sumarna bahwa pada pukul 02.00 wib hari Jumat tanggal 17 Agustus 2012 akan terjadi Kiamat," ujar Martinus.

Akhirnya Polres Sukabumi dan Aparat TNI mengamankan  penganut aliran  sesat TORIQOH ATIJANI mutlak CIMAHI dan menangkap pimpinananya Sumarna dan adiknya  Budiman.
Martinus lalu mengungkapkan pada Minggu 19 Agustus 2012 pukul 14.15 WIB di Kecamatan Jampangtengah berkumpul sekitar 1000 orang yang mencari tokoh agama Ustad Edin, yang juga pimpinan ormas Garis. Ustad Edin tidak
diketahui keberadaannya sejak hari Selasa 14 Agustus 2012 dan diduga berada di rumah  Sumarna.
"Karena tidak menemukan keberadaan Ustad Edin  di sekitar rumah  Sumarna massa merusak dan membakar rumah  Sumarna," katanya.
Setelah penyelidikan dan penyidikan Polres Sukabumi, ternyata terungkap Ustad Edin dibunuh oleh Sumarna dan pengikutnya pada Selasa 14 Agustus 2012.
"Jenazah Ustad Edin dikuburkan di belakang rumah Sumarna, ditemukan dalam posisi telungkup menggunakan celana pendek, kaos dan jaket hitam dalam keadaan mulai membusuk," kata Martinus.
Akibat penemuan jenazah Ustad Edin, masyarakat sekitar dan ormas Garis melakukan perusakan dan pembakaran.
"Mereka  berupaya melakukan pengerusakan dan pembakaran terhadap rumah Sumarna yang masih tersisa satu rumah dan pengikutnya," ujarnya.
sumber: http://id.berita.yahoo.com/ustad-tewas-di-tangan-jamaah-diduga-aliran-sesat-070734381.html

Berita terkait :
Diduga Ikuti Aliran Sesat, Puluhan Warga Dievakuasi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -— Puluhan warga yang diduga anggota aliran sesat At Tijaniyah pimpinan Sumarna di Kampung Cisalopa, Desa Bojong Tipar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi dievakuasi Kamis (16/8) malam. Hal ini terpaksa dilakukan aparat keamanan karena warga di sekitar kampung meminta aliran tersebut dibubarkan.
Warga yang tidak suka keberadaan aliran tersebut mendatangi komunitas ini karena mendengar masih adanya aktivitas menyimpang kelompok itu. Padahal, sebelumnya aliran tersebut berjanji akan membubarkan diri. Terlebih, aliran tersebut dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi karena meniadakan kewajiban shalat Subuh dan shalat Jumat.
‘’Warga kecewa karena mengaku sudah bubar tapi aliran itu ternyata masih berjalan,’’ terang salah seorang warga, Ali Mukti, Jumat (17/8). Ali mengatakan, warga menuntut agar aliran tersebut dibubarkan. Selain itu para anggota aliran tersebut dikembalikan ke Bogor, karena berasal dari daerah itu.
Dalam aksinya warga sempat membakar sebuah saung dan menggulingkan mobil milik anggota aliran itu. Proses evakuasi puluhan anggota aliran Attijaniyah pimpinan Sumarna mendapatkan pengawalan dari Polres Sukabumi dan aparat TNI. ‘’Permasalahan ini sebenarnya sudah ditangani Pemkab Sukabumi dan MUI,’’ ujar Kapolres Sukabumi, AKBP M Firman di lokasi kejadian.
Bahkan, MUI telah menyatakan aliran ini sesat karena meniadakan shalat Subuh dan Jumat. Namun, diduga para anggota aliran ini masih beraktivitas sehingga memancing amarah warga. Polres Sukabumi, kata Firman, mengevakuasi pengikut aliran Attijaniyah ke sebuah tempat yang aman.
sumber: http://id.berita.yahoo.com/foto/diduga-ikuti-aliran-sesat-puluhan-warga-dievakuasi-foto-090233337.html


Senin, 13 Agustus 2012

Kasus Simulator SIM, Pemimpin KPK Disadap Polisi?

Kasus Simulator SIM, Pemimpin KPK Disadap Polisi?

TEMPO.CO, Jakarta - Perang antara Markas Besar Kepolisian Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus simulator uji Surat Izin Mengemudi (SIM) terus berlangsung.  Genderang perang telah terdengar dari Trunojoyo, tempat Markas Besar Kepolisian.  Hal itu terungkap dalam laporan utama majalah Tempo edisi 13 Agustus 2012 yang berjudul "Mengapa Polisi Bertahan".
Seorang perwira tinggi menyebutkan operasi-operasi gelap telah dilakukan. Di antaranya penyadapan komunikasi pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. Dari penyadapan itu, ia mengklaim, bisa diketahui siapa pemimpin KPK yang paling getol mendorong pengusutan perkara di Kepolisian. Penguntitan terhadap beberapa petugas Komisi Pemberantasan Korupsi juga dilakukan. "Peluru" untuk membidik pemimpin KPK juga disiapkan. Kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan mereka pada masa lalu ditelisik kembali.
Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, Kepala Biro Penerangan Markas Besar Polri, mengatakan tidak bisa mengomentari soal itu. "Saya baru tahu dari Anda," ujarnya kepada Elliza Hamzah dari Tempo.
Petinggi Kepolisian rupanya mati-matian menahan agar kasus korupsi simulator di Korps Lalu Lintas tidak sepenuhnya disidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebab, jika itu dilakukan, penyimpangan pada proyek-proyek sejenis di Korps Lalu Lintas akan juga terbongkar. "Ada banyak proyek yang nilainya ratusan miliar," kata seorang perwira polisi.
Selama ini, Markas Besar Kepolisian memperoleh kemudahan dalam proyek pengadaan menggunakan dana alokasi penerimaan negara bukan pajak. Sepanjang 2011, pagu pos ini di dalam daftar isian proyek Polri tercatat Rp 3,12 triliun--melompat 74,4 persen dari tahun sebelumnya, Rp 1,79 triliun.
Kementerian Keuangan mengizinkan Kepolisian menggunakan langsung 90 persen penerimaan yang berasal dari pengurusan surat izin mengemudi, surat tanda nomor kendaraan, buku pemilik kendaraan bermotor, tanda nomor kendaraan bermotor, juga mutasi antardaerah. "Dana ini yang dipakai untuk membiayai sejumlah pengadaan di Korps Lalu Lintas," kata seorang sumber.
Pada 2011, Korps Lalu Lintas juga menangani pengadaan material tanda nomor kendaraan bermotor senilai Rp 702,5 miliar. Proyek ini digarap Primer Koperasi Polisi (Primkoppol) Direktorat Lalu Lintas. Belakangan, seluruh pengadaan bahan baku pelat nomor kendaraan ini diserahkan ke Budi Susanto, Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi. Dalam wawancara dengan Tempo pada Mei lalu, Budi membenarkan soal ini. "Saya dan Primkoppol bekerja sama," ujar pemilik perusahaan peleburan aluminium di Kilometer 57, Kerawang, Jawa Barat, ini.
Ada juga pengadaan surat tanda coba kendaraan senilai Rp 75,17 miliar, pendukung surat izin mengemudi Rp 210 miliar, dan mutasi luar daerah Rp 21,3 miliar. Seluruh pengadaan ini dikhawatirkan akan juga diusut Komisi Pemberantasan Korupsi dalam pengembangan perkara korupsi simulator kemudi. "Ini berbahaya bagi banyak petinggi Polri," katanya.
Seorang perwira polisi mengatakan, selama ini, Korps Lalu Lintas menjadi sumber pemasukan gelap banyak pejabat. Ia menyebutkan Korps Lalu Lintas merupakan "gerbang uang sejumlah jenderal".
Kepada wartawan, Jenderal Timur Pradopo memastikan akan mengusut semua petinggi Kepolisian yang terlibat. "Kalau ada keterangan saksi dan bukti yang mendukung, akan kami telusuri," ujarnya.
Sumber:http://id.berita.yahoo.com/kasus-simulator-sim-pemimpin-kpk-disadap-polisi-044455067.html
SETRI YASA | TRI SUHARMAN | ANGGITA | AYU PRIMA

Rabu, 08 Agustus 2012

Gereja Paroki Parung Bogor Disegel

Gereja Paroki Parung Bogor Disegel  

TEMPO.CO, Bogor - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor menyegel bangunan Gereja Paroki Santo Johanes Baptista di Kampung Tulang Kuning, Desa Waru, Kecamatan Parung, Senin, 6 Agustus 2012. Penyegelan ini dilakukan setelah pemerintah daerah melayangkan tiga surat peringatan kepada pihak gereja.

Kepala Seksi Pemeriksaan Satpol PP Kabupaten Bogor, Comerain La Ode, mengatakan gereja yang sudah ada sejak enam tahun lalu tersebut terpaksa disegel lantaran tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Dinas Tata Bangunan Kabupaten Bogor telah melayangkan surat teguran sebanyak tiga kali agar pihak gereja tidak melakukan kegiatan keagamaan di bangunan itu karena tidak memiliki izin.

"Sesuai dengan aturan, bangunan ini kami segel. Jika tujuh hari ke depan masih digunakan, kami akan bongkar," kata Comerain.

Pemimpin Gereja Paroki Santo Johanes Baptista, Romo Gaib, menyatakan pihak gereja akan tetap melakukan kegiatan peribadatan di tempat tersebut meskipun bangunan sedang disegel.

Apalagi, menurut Romo Gaib, pihaknya sudah lama beritikad mengurus perizinan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Namun, hingga kini izin tersebut belum juga dikeluarkan. Untuk itu, jemaaat Gereja Paroki tetap akan menjalankan ibadah di Gereja Tulang Kuning.

"Kami sudah melakukan sesuai prosedur, tetapi sepertinya agak susah dan dipersulit," kata Romo Gaib.

Bangunan gereja saat ini masih berupa bangunan semipermanen dengan tenda sebagai atapnya. Namun, upaya pihak gereja mengurus IMB tak kunjung dipenuhi pemerintah daerah setempat.

Camat Parung, Daswara Sulanjana, mengatakan pihaknya sudah berkali-kali melayangkan surat peringatan tertulis agar pihak gereja mengurus izin operasi ibadah. Namun, pihak gereja dinilai mengabaikan surat teguran.

"Berkali-kali sudah saya ingatkan untuk tidak beribadah di situ dulu sebelum ada surat izin, tapi tetap ngeyel," kata dia.

Penyegelan dilakukan sekitar pukul 11.00 dengan dikawal ketat puluhan personel Satpol PP dan aparat Polsek Parung. Setelah disegel, aparat kepolisian juga memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi.

“Kami hanya bertugas mengamankan saja. Untuk legal formal bangunan itu kewenangan pemda,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Parung, Komisatis Ipik Kusmaya, kepada wartawan.
Sumber :http://www.tempo.co/read/news/2012/08/07/214421999/Gereja-Paroki-Parung-Bogor-Disegel

ARIHTA U SURBAKTI

Senin, 16 Juli 2012

GP Ansor Siap Berantas Radikalisme Agama

GP Ansor Siap Berantas Radikalisme Agama

Tribunnews.com - Senin, 16 Juli 2012 21:46 WIB
Share this
Share
 Text  +  
GP Ansor Siap Berantas Radikalisme Agama
IST
Logo Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor).
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan
TRIBUNNEWS.COM COM, SOLO - Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyatakan siap membantu pemerintah dalam memberantas radikalisme agama yang belakangan ini marak terjadi. Pernyataan itu diungkapkan langsung oleh Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat peringatan hari lahir (Harlah) GP Ansor ke-78 di Stadion Manahan Solo.
Saat menyampaikan pidato pembukaan, Nusron bertanya pada puluhan ribu banser yang memadati stadion Manahan. "Apakah kalian semua siap membantu pemerintah melawan radikalisme agama," katanya, Senin (16/7) malam. Pertanyaan itu langsung dijawab "Siap" secara serentak oleh seluruh hadirin yang lantas bertepuk tepuk tangan.
"Jadi Bapak Presiden, kami seluruh Ansor siap membantu pemerintah dalam memberantas radikalisme agama yang bisa memecah belah persatuan," ujar Nusron. Namun ia menegaskan kepada seluruh Ansor untuk tak membuat gerakan radikalisme baru untuk memberantas radikalisme yang ada.

Nusron juga menyatakan Ansor siap untuk ikut aktif bersama pemerintah dalam menjaga kedaulatan NKRI. Ansor tetap bertekad bahwa keutuhan NKRI adalah harga mati. Sebagai bentuk persatuan Ansor sengaja melibatkan paduan suara Universitas Kristen Satya Wacana untuk mengisi acara Harlah.
"Bukan Indonesia kalu tak ada Islam, Kristen, Hindu, Budha, Katolik. Maka, panitia memang melibatkan teman-teman dari Universitas Kristen Satya Wacana," kata Nusron lagi. Selain kedua hal tadi, Ansor juga siap membantu pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Ansor meminta agar pemerintah serius memberantas korupsi dengan memberikan hukuman setimpal. (*)
sumber : http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5752769965580897188#editor/target=post;postID=6965570955331527726

KPK Didesak Usut Aliran Dana Sandiaga Uno ke SBY

  • Antara
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Gerindra Desmon J Mahesa mendesak KPK menelusuri aliran dana pengusaha Sandiaga Uno ke Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat kampanye Pemilihan Presiden 2009 lalu.
"Ini bisa dikatakan melanggar Undang-Undang, termasuk Undang-Undang Pencucian Uang (money laundring). Ini pun berakibat jabatan SBY haram. Ini adalah ujian, apakah mereka (KPK) bisa membuktikan sebagai penegak hukum yang bisa dipercaya," kata Desmon kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/7/2012).
Untuk diketahui, PT Persada Capital Investama, salah satu perusahaan milik Sandiaga Uno, diketahui menyumbang dana sebesar Rp 3,5 miliar. Transaksi tersebut tercatat pada 25 Juni 2009.
Sementara, PT Saratoga Investama Sedaya, yang dimiliki Sandiaga Uno juga menyumbang Rp 4,17 miliar. Bukan hanya sekali, Saratoga tercatat beberapa kali mengirimkan sumbangan dana kampanye.
Setidaknya pada 25 Juni 2009 perusahaan ini mengirimkan dana sebesar Rp 400 juta sebanyak empat kali.
Tanggal 26 Juni PT Saratoga kembali mengirimkan uang sebesar Rp 400 juta sebanyak empat kali. Tanggal 29 Juni 2009 kembali mengirimkan Rp 400 juta dalam tiga kali transaksi atau senilai Rp 1,2 miliar.
Terkait aliran dana tersebut, kata Desmon, KPK harus mengusut apakah dana yang dialirkan itu berasal dari praktek bisnis hitam atau bukan. Sebab, kalau SBY mendapatkan dana dari bisnis hitam, maka hal ini melanggar aturan.
Terlebih lagi, kata anggota Komisi III DPR ini, tersangka kasus korupsi Muhammad Nazaruddin mengungkapkan keterlibatan pengusaha muda, Sandiaga Salahuddin Uno dalam kasus dugaan korupsi wisma atlet SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan.
Namun pengakuan Nazaruddin yang menyebut Sandiaga sebagai 'pengusaha muda' tidak pernah ditindaklanjuti oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Informasi yang beredar pun menyebutkan, ada aliran dana dari Sandiaga ke partai pemenang Pemilu 2009 itu. Hal itu diperkuat dokumen laporan audit dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang menyebutkan Sandiaga menyumbang Rp1 miliar.
Transaksi Sandiaga tercatat pada tanggal 30 Juni 2009. Dalam kolom keterangan disebutkan alamat Sandiaga di Jalan Galuh 2 No 18 RT 3/1 Selong Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bukan hanya itu, Sandiaga juga menyumbang kampanye pemenang Pemilu 2009 ini lewat sejumlah perusahaannya.
sumber: http://id.berita.yahoo.com/kpk-didesak-usut-aliran-dana-sandiaga-uno-ke-174514875.html

Kamis, 12 Juli 2012

Cara jitu memilih teman berbisnis

Cara jitu memilih teman berbisnis
Kebiasaan orang timur jika mencari teman berbisnis, kurang berhati-hati, selalu terburu-buru dan tidak cermat terhadap rekan berbisnis. Ketika bertemu dengan calon mitra bisnis biasanya terkesan hanya dari penampilan dan tutur kata manis dan bersemangat dengan gambaran usaha pasti untung. Kemudian jarang membuat perjanjian tertulis didepan Notaris. Kebanyakan berdasarkan  kepercayaan saja. Rasa sungkan mengalahkan pertemanan, apalagi kalau nuansa  “masih keluarga”padahal inilah salah satu pangkal kericuhan berbisnis kemudian hari.
Karena itu berhati-hatilah, buatlah proposal bisnis yang akan di jalankan dan pelajari matang-matang dan bila perlu jangan sungkan mintakan pendapat beberapa orang yang berpengalaman di bidang bisnis tersebut.
Ada  beberapa tip untuk memilih teman  bisnis :
1.       Tentukan jumlah setoran modal awal, dan jika kelak modal masih kurang berapa yang akan disetor, kapan dan rekening atas nama siapa. Tentukan berapa pembagian keuntungan dan kalau rugi bagaimana menanggungnya. Biasanya  saat membahas masalah untung dan rugi usaha ada perasaan kurang enak. Jadi anda harus tegar, karena salah satu keputusan yang paling penting.
2.       Ketika usaha mempunyai keuntungan, berapa persen keuntungan yang boleh dibagikan/diambil. Kapan keuntungan baru bisa diambil. Ada yang membuat perjanjian hanya 25 % dari keuntungan yang akan di bagikan, sisanya untuk modal pengembangan usaha.
3.       Jangan lupa membuat struktur organisasi : Uraian tugas, Wewenang, dan Tanggungjawab. Sehingga tidak ada  dualisme dalam menjalankan usaha tersebut.
4.       Evaluasi semua kebijakan yang telah di sepakati, apakah sesuai dengan visi dan misi awal saat mendirikan usaha patungan tersebut. Bila ternyata dirasakan terlihat berbeda dari kesepakatan awal jangan diteruskan.
      (mmp)



Sabtu, 07 Juli 2012

Waspada dan Hati-hati dengan link URL yang disingkat


Dulu pernah dibahas tentang adanya  tool ataupun website yang bisa menyingkat URL atau link yang panjang menjadi singkat seperti  tinyURL ataupun bit.ly serta yang lainnya. Tool seperti ini tentu saja sangat berguna apabila kita mempunyai alamat URL yang sangat panjang yang susah diingat atau memang ingin dirahasiakan, namun terkadang cara ini disalah gunakan oleh pihak-pihak tertentu.
Terkadang link yang disingkat ini digunakan untuk mengarahkan ke suatu website yang menyimpan kode jahat yang apabila kita klik link tersebut komputer kita akan terkena serangan. Jadi, hati-hati dengan link yang disingkat.
Hal pertama yang harus diingat adalah anda jangan sembarangan klik suatu link yang nyata-nyata telah disingkat. Selain itu sebenarnya ada cara yang lebih efektif, bagi penguna browser Firefox anda bisa menginstall add-on yang bisa memperlihatkan alamat URL asli dari sebuah alamat URL yang telah disingkat. Beberapa add-on firefox tersebut misalkan  Long URL Please, LongURL, Long URL Mobile expander, Interclue, DeTinyURL URL Expander, Long URL Editor, dan lain-lain.

 Bagi pengguna browser Internet Explorer, anda bisa menggunakan add-on Preview and Launch URL       
Dengan mengetahui alamat asli suatu link URL, maka tentunya kita bisa lebih berhati-hati agar tidak mengunjungi website yang berisi malicious code yang bisa merusak komputer yang kita gunakan.

Semoga bermanfaat!
sumber: dari berbagai sumber
 

Kamis, 05 Juli 2012

Terjemahan 3.226 Ayat Al-Quran Pemerintah Keliru


Terjemahan 3.226 Ayat Al-Quran Pemerintah Keliru?
TEMPO.COTEMPO.CO – 5 jam yang lalu

Terjemahan 3.226 Ayat Al-Quran Pemerintah Keliru?
TEMPO.CO , Medan: Ratusan miliar rupiah anggaran pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama kini diselisik Komisi Pemberantasan Korupsi. Tak hanya indikasi dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek kitab umat Islam menuai perhatian dan permasalahan. Terjemahan versi Kementerian Agama terhadap Al-Quran juga menuai protes.
Majelis Mujahidin Indonesia mencatat ada 3.226 ayat Al-Quran terjemahan versi pemerintah keliru. »3.226 ayat Al-Quran versi pemerintah yang diteliti Amir Mujahidin, Ustad Muhamad Thalib, keliru,” kata Ketua MMI Sumatera Utara, Zulkarnain, kepada Tempo, Kamis, 5 Juli 2012.
Zulkarnain menyebutkan, terjemahan Al-Quran versi pemerintah banyak terjadi kekeliruan. »Yang paling fatal itu pada Surat Al-Baqarah ayat 191, yakni bunuh di mana pun kamu temukan mereka (kafir),” kata Zulkarnain.
Terjemahan itu, lanjut Zulkarnain, sangat terkesan Islam itu radikal. ”Semestinya terjemahannya arti tafsiriah. Pemerintah menerjemahkannya kata demi kata, harfiah,” ujar Zulkarnain.
Sejak 2010, MMI telah mengingatkan Kementerian Agama terhadap kekeliruan itu. ”MMI di Sumatera Utara, saya di 2011 bertemu dengan pejabat Kanwil Kementerian Agama, saat itu Syariful Mahya Bandar memberikan terjemahan dari penelitian 10 tahun Ustad Muhamad Thalib, tapi mereka menyatakan itu bukan domainnya,” kata Zulkarnain.
Kepala Bidang Qurais Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, Zulfan Arif enggan memberikan komentar soal itu. Dihubungi Tempo, Zulfan berkilah hal itu sudah lama.
Mengenai penerimaan Al-Quran, Zulfan tidak tahu. »Tanya kepada Kabid Pondok Pesantren dan Pengembangan Masjid, Jaharudin,” kata dia.
Jaharudin yang mengaku tengah berada di Batam, tidak hafal dengan jumlah Al-Quran yang diterima oleh Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara. ”Sudah 4 hari saya di Batam, saya tidak berani menyebutkannya karena takut salah, bisa gawat,” kata dia.
Jaharudin melanjutkan, sejak tiga hari lalu Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama telah meminta laporan penyaluran Al-Quran. ”Laporannya telah dikirim oleh staf, hari ini, mereka sudah keluar kantor dan tidak ingat jumlahnya,” ujar Jaharudin.
Kementerian Agama, sebut Jaharudin, kerap memberikan Al-Quran ke Kanwil Kemenag Sumatera Utara. ”Berdasarkan permintaan, Al-Quran dibagikan ke masyarakat dan masjid-masjid,” kata Jaharudin.
Tudingan MMI soal terjemahan Al-Quran bukan kali pertama disampaikan. Pada April 2011, Ketua Lajnah Tanfidziyah MMI Pusat, Irfan S. Awwas, mengatakan bom bunuh diri di masjid Kepolisian Resor Kota Cirebon pada medio April 2011 adalah tanggung jawab Kementerian Agama. Ia menilai pemerintah salah menerjemahkan Al-Quran selama puluhan tahun. Kesalahan terjemahan pada sekitar 3.400 ayat itu diduga memicu tindakan radikalisme.
Kementerian Agama membantah tuduhan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) bahwa terjadi kekeliruan dalam menerjemahkan 3.400 ayat Al-Quran ke dalam bahasa Indonesia.
SOETANA MONANG HASIBUAN
Sumber: http://id.berita.yahoo.com/terjemahan-3-226-ayat-al-quran-pemerintah-keliru-215407898.html

Cari Blog Ini