Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Minggu, 03 Februari 2013

Skndal Pajak Presiden RI -SBY - versi Fuad Bawazier Cs


Share |
Fuad Bawazier dan Ratna Sarumpaet Cs Desak KPK Usut Skandal Pajak SBY, Agus, dan Ibas Yudhoyono
Senin, 04 Februari 2013 , 12:49:00 WIB
Laporan: Samrut Lellolsima

THE JAKARTA POST

  

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera mengusut skandal pajak keluarga Presiden SBY.

Desakan itu disampaikan anggota Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI), Boni Hargens dalam jumpa pers di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Senin, 4/2). Boni datang bersama sejumlah aktivis MKRI lainnya, di antaranya, Haris Rusly, Neta S. Pane, Fuad Bawazier, Ratna Sarumpaet, Adhie Massardi.

"Kami datang kesini bawa kerjaan baru kepada KPK untuk kerjakan pekerjaan baru yang kami sebut Yudhoyono Gate. Jadi 3 Yudhoyono," kata Boni.

Persoalan pajak keluarga Presiden SBY ini, kata Boni, sangat penting, namun entah mengapa belakangan mulai hilang karena kasus korupsi daging sapi yang menjerat Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Persoalan pajak keluarga SBY ini, kata Boni lagi, sudah sangat jelas dari laporan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tahun 2011.

"Presiden SBY memperoleh kekayaan dalam SPT 2011 kuartal pertama, Rp 1,37 milliar dalam 1 tahun dengan tambahan 107 juta sebagai royalti. Dalam dokumen tersebut juga terungkap SBY buka rekening bank dengan total Rp4,98 milliar dan 589.189 US Dolar atau sekitar Rp5,7 Miliar. Dalam SPT itu tak disebutkan detail dari mana sumber keuangan itu," kata dia.

Lanjut Boni, dalam dokumen itu tercatat kalau putra sulung SBY, Agus Harimurti juga memiliki persoalan yang sama yakni tentang pertanggungjawaban. Padahal dalam dokumen SPT disebutkan penghasilan Agus per tahun sebagai perwira Kostrad hanya sebesar Rp70,2 juta.

"Dokumen pajak memperlihatkan Agus membuka rekening  4 bank berbeda dan akun deposito dengan total Rp1,63 milliar dengan pertambahan lain-lain termasuk dari istrinya. Semua ini menurut DJP tidak ada klarifikasi yang rasional tentang sumber-sumber pendapatan dan dikaitkan dengan jabatan mereka," terang Boni.

Karenanya, Boni mewakili MKRI meminta KPK untuk segera melakukan investigasi terkait skandal pajak SBY ini. "Kenapa kasus pajak presiden tidak diinvestigasi dan tidak lebih dulu ditindaklanjuti. Kita desak KPK untuk kerjakan, selesaikan skandal pajak 2013," demikian Boni.[zul]
Sumber :http://www.rmol.co/read/2013/02/04/96952/Fuad-Bawazier-dan-Ratna-Sarumpaet-Cs-Desak-KPK-Usut-Skandal-Pajak-SBY,-Agus,-dan-Ibas-Yudhoyono-
Baca juga:

Burhanuddin Muhtadi: Jika Punya Bukti Skandal Pajak Keluarga Istana, Silakan Diungkap!
Sudah Saatnya KPK Gunakan Data LHKPN untuk Ungkap Skandal Pajak
Sutan Bhatoegana: Biarlah Keluarga Cikeas yang Menjelaskan
Inilah Isu Pajak Keluarga Yudhoyono yang Dikaitkan dengan Operasi KPK

Jumat, 01 Februari 2013

Buntut Presiden PKS Lutfi Hasan di tangkap KPK....

"Turunkan SBY" Diserukan Saat Orasi Politik Anis Matta
Jum'at, 01 Februari 2013 , 16:42:00 WIB
Laporan: Aldi Gultom

ANIS MATTA/IST
  
RMOL. Ada peristiwa menarik di tengah orasi politik Presiden PKS yang baru, Anis Matta, di kantor DPP PKS, Jakarta, tadi (Jumat, 1/2).

Seperti diketahui, Anis berorasi berapi-api sampai meneteskan air mata setelah secara resmi diumumkan Majelis Syuro PKS sebagai pengganti Luthfi Hasan Ishaaq.

Orasi politik yang disiarkan lengkap dan langsung dua televisi berita nasional itu memang menggugah.

Apalagi jika mendengar takbir Allahu Akbar yang berkali-kali dilontarkan para kader PKS sepanjang orasi pria asal Makassar tersebut.

Beberapa pokok orasi sang presiden, yang baru terpilih di tengah guncangnya PKS karena kasus suap Luthfi Hasan Ishaaq, mendapat perhatian media massa dan menjadi tema pemberitaan.

Mungkin, saking emosionalnya orasi ala aktivis tersebut, membuat sebagian kader PKS kelepasan.

Seolah tanpa dikomando, ketika intonasi suara Anis Matta meninggi dan air mata berjatuhan dari matanya, seorang kader yang berdiri di ruangan jumpa pers meneriakkan "Turunkan SBY". Sorakan itu terdengar jelas karena muncul di tengah keheningan. Suara lantang itu juga tertangkap jelas lewat siaran langsung kedua media TV nasional.

Suasana sempat hening. Namun, Anis Matta tak menghiraukan. Dia tetap tenang, fokus dan melanjutkan pernyataan politiknya. [ald]


sumber : http://polhukam.rmol.co/read/2013/02/01/96619/Turunkan-SBY-Diserukan-Saat-Orasi-Politik-Anis-Matta-
 


Baca juga:


Anis Matta: Kader PKS Harus Mulai dari Tobat Nasional
Anis Matta: Konspirasi Besar Bangunkan Macan Tidur PKS!  

Presiden PKS Lutfi Hasan Terima uang haram..??

Ngaku Korban Konspirasi, Elit PKS Ditantang Lakukan Sumpah Poncong
Jum'at, 01 Februari 2013 , 19:58:00 WIB
Laporan: Ade Mulyana


  

RMOL. Tuduhan Presiden PKS, Anis Matta, penangkapan Lutfi Hasan Ishaaq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan konspirasi otoritas harus dibuktikan, bukan sekedar isapan jempol. Secara inplisit Anis Matta sudah melakukan tantangan dan ancaman kepada kelompok yang dianggap melakukan konspirasi otoritas.

"Tuduhan penangkapan LHI dianggap merupakan konspirasi otoritas menjadi sesuatu yang tendensius, apalagi disebutkan membangunkan "macan tidur". Jika elit PKS yakin partainya tidak "korup", Lumbung Informasi Rakyat (Lira) mendesak mereka melakukan "sumpah pocong" agar rakyat yakin PKS masih menjadi partai yang lurus," tegas Presiden Lira, HM. Jusuf Rizal, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (1/2).

Jika Anis Matta menganggap partainya bersih dan tidak korup, menurut dia, setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan. Pertama, membuktikan konspirasi otoritas seperti yang dituduhkannya. Kedua, membuktikan bahwa yang melakukan penyalahgunaan wewenang bukan hanya PKS, tapi elit partai lain serta pejabat lainnya. Ketiga, melakukan sumpah pocong ramai-ramai yang intinya bahwa PKS merupakan partai yang bersih dan tidak korup.

Jika PKS mau melakukan sumpah pocong, setidaknya PKS yang saat ini citranya sudah negatif di mata masyarakat mampu membalikkan kepercayaan masyarakat. Sebab dengan tertangkapnya Luthfi Hasan Ishaaq, apalagi PKS membawa icon "Islam" bagi masyarakat, merupakan tamparan bagi partai yang mengusung agama sebagai platform perjuangan.

"Keberanian sumpah pocong setidaknya menjadi cara pembelaan diri PKS daripada menuduh adanya konspirasi otoritas," demikian Jusuf. [dem]

Selasa, 29 Januari 2013

Kabupaten Katingan - Kalimatan Tengah

Lambang dan Motto


lambang
Lambang Daerah berbentuk Tameng (Perisal) dengan tima sisi yang bermakna kemampuan untuk menangkis dan bertahan terhadap serangan musuh, juga melambangkan jiwa kepahlawanan untuk mempertahankan dan meneruskan cita-cita Prokiamasi Kemerdekaan bertandaskan Pancasila.
Warna mempunyai arti sebagai berikut:
  • Warna Merah dan Merah hati meLambangkan keberanian dan jiwa kepahiawanan atau semangat juang untuk kemajuan daerah.
  • Warna Putih melambangkan kesucian dan kejujuran.
  • Warna Hitam melambangkan kekuatan, keteguhan dan keadilan.
  • Warna Kuning dan Kuning Tua melambangkan kejayaan, kebesaran dan keluhuran.
  • Warna Hijau dan Hijau Muda melambangkan kesuburan yang menjadi sumber kemakmuran.
  • Warna Abu-abu melambangkan kesetiaan dan kejujuran.

Unsur - unsur yang terdapat pada Lambang Daerah:
Tutisan Kabupaten Katingan adalah nama Kabupaten Katingan yang terbentuk berdasarkan UU
No : 5 Tahun 2002
Tutisan Penyang Hinje Simpei merupakan Motto Daerah
  • Penyang = Semangat, iLmu, iman, Kekuatan.
  • Hinje = Bersatu, bermusyawarah dan beriman
  • Simpei = Menyatukan dan menguatkan/ Memperkokoh.
yang secara harafiah adalah semangat Persatuan dan Kesatuan
lambang1
Belanga ( Guci ), melambangkan kekayaan sumber daya yang terdapat di Kabupaten Katingan.
lambang2
Uei (Rotan ), melambangkan ikatan rasa persatuan dan kesatuan.
lambang3
Tangkai Padi 20 butir dan Tangkai Bunga Kapas 7 bunga, melambangkan tanggal 20 dan bulan 7 peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Katingan dan juga melambangkan kemakmuran.
lambang4
Telawang (Perisai), melambangkan kemampuan untuk mengayomi, melindungi dan memelihara sumber daya yang terdapat di Kabupaten Katingan.
lambang5
Bintang, melambangkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
lambang6
Dohong Mantikei ( Senjata Tradisional ), melambangkan ketajaman berfikir dan bertindak untuk melaksanakan pembangunan disegala bidang.
lambang7
Garantung ( Gong), melambangkan adanya arah atau pedoman guna suksesnya pembangunan.
lambang8
Simpei Rotan Lima Ikatan, melambangkan kokohnya persatuan dan kesatuan di bumi Kabupaten Katingan yang dilandasi sila-sila dan Pancasila.

Kabupaten Katingan - Kalimantan Tengah

Profile Bupati (Drs. Duwel Rawing)

bpt-thumbNama : Drs. Duwel Rawing
Motto : Concern dengan pembangunan bidang pendidikan

Jika Drs. Duwel Rawing, Bupati Kabupaten Katingan untuk periode 2008 -2013 ditanya mengapa beliau memfokuskan pembangunan pendidikan, maka beliau dengan antusias akan meberikan jawaban bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan investasi dasar dan berjangka-panjang untuk pemberdayaan dan pembangunan Katingan. Suatu upaya menyiapkan rakyat Katingan dalam menghadapi perkembangan dan perobahan. Dengan kata lain, pembangunan SDM adalah mutlak diperlukan guna menyiapkan Kabupaten Katingan dalam menyongsong dan menghadapi tantangan pembangunan di masa yang akan datang.
    Tidak tanggung-tanggung, dalam upayanya untuk meningkatkan pendidikan ini, pemerintah Kabupaten Katingan tidak hanya menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan dari mulai jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA, serta perguruan tinggi saja, akan tetapi  juga membantu Mahasiswa-mahasiswi Katingan yang jumlahnya ratusan orang yang tengah belajar di berbagai kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Malang dan Bogor, terutama untuk masalah pemondokan mereka. Selain itu, Pemeritah Kabupaten Katingan juga mengirimkan lulusan-lulusan SMA tebaik ke berbagai perguruan tinggi seperti ITB Bandung dan IPB Bogor. Kedepan, diharapkan dengan  tersedianya SDM yang berkualitas maka proses pembangunan di Kabupaten Katingan dapat terakselerasi sehingga cita-cita terwujudnya kesejahteraan masyarakat katingan dapat terealisir.
    Drs. Duwel Rawing lahir di Tumbang Terusan pada 25 Juli 1950. Karir beliau di pemerintahan diawali dengan menjabat sebagai Staf Biro Umum Kantor Gubernur KDH Tingkat I Kalteng  di Palangka Raya (1974 – 1979). Setelah itu, beliau menjabat sebagai Staf Itwilprop Dati I Kalteng di Palangka Raya (1980 – 1982). Tahun 1982 – 1985, beliau  mendapatkan Tugas Belajar pada IIP Jakarta. Sekembalinya dari tugas belajar, beliau kemudian berturut-turut menjabat sebagai Camat Tewang Sanggalang Garing (1985 – 1993), Kabid Pendataan dan Pelaporan Bappeda Kaltim (1993 – 1999) di Sampit,  Sekertaris Bappeda (1999 – 1999) di Sampit, Asisten Tata Praja Setda Kabupaten Kotim (1999 – 2002) di Sampit, Plt Sekda Kabupaten Kotawaringin Timur  (2001 – 2002) di Sampit, Plt Kepala Dinas Ketertiban dan Kesatuan Bangsa (2001 – 2002)di Sampit dan akhirnya beliau dipercaya menduduki jabatan sebagai PJ Bupati Katingan (2002 – 2003) di Kasongan.
    Tahun 2003, dalam pemilihan Bupati Katingan untuk masa jabatan 2003 – 2008, beliau akhirnya secara definitif terpilih menjadi Bupati Katingan. Berkat keberhasilan Drs. Duwel Rawing dalam melaksanakan program pembangunan di Kabupaten Katingan, akhirnya dalam pemilihan Bupati untuk masa jabatan 2008 -2013, beliau terpilih kembali untuk mempimpin Kabupaten Katingan yang dijabatnya hingga saat ini.
    Selain masalah pendidikan, masalah investasi juga menjadi fokus beliau di dalam pembangunan perekonomian di Kabuapten Katingan. Ini bias dipahami mengingat kekayaan Sumber Daya Alam di Kabupaten Katingan hingga saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan. Diharapkan dengan masuknya investasi, pemanfaatan dan pengelolaan SDA di Kabupaten ini akan semakin optimal sehingga pada gilirannya akan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah yang akan membawa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 

Profile Sekda (Ir. Christantwo Tatel Ladju, MM)

Nama : Ir. CHRISTANTWO TATEL LADJU, MM Motto : Hidup senang dan berarti bagi orang lain

    Sejak masih kecil, kemampuan serta bakat kepemimpinannya, sudah terlihat, dimana Christantwo Tatel Ladju sangat disenangi dan dikagumi oleh teman-teman sepermainannya.
    Suami dari Evi Kahayanti selaku anggota DPRD Kabupaten Katingan ini,  sejak kecil dibimbing oleh ajaran Kristiani yang taat beribadah. Hal ini terlihat dari perilakunya di masyarakat. Integritas pribadinya diakui sangat ramah dan bersahaja dan inilah yang membuatnya dekat dengan lapisan masyarakat.
    Christantwo Tatel Ladju, pria kelahiran Palangka Raya tanggal 3 Februari 1961, setelah lulus dari SDN – 1 Palangka Raya tahun 1973 melanjutkan pendidikannya ke SMPN – 1 tahun 1976 dan melanjutkan pendidikannya ke SLTA pada tahun 1976 dengan jurusan A1.dan kemudian memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang S1 Fakultas Perikanan Unlam dari tahun 1985 di Banjar Masin. dan selanjutnya ke S2  Di STIE IPWI Jakarta pada Tahun 2000.
    CHRISTANTWO TATEL LADJU mulai menapak kariernya ketika pada tahun  1986 sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Di Departemen  Pertanian  Di Jakarta  sampai dengan tahun 2000. sambil bekerja dan melanjutkan pendidikan ke S2 di STIE IPWI di Jakarta Lulus Tahun 2000.Pada saat di Departemen Pertanian di tugaskan mengikikuti Diklat “ The Tecnology of Effective Microorganisme “  di Saburi Thailan dari tanggal 14 s/d 17 Agustus 1987,pengalaman jabatan dari tahun 1989 sampai dengan tahun 1999, sebagai pemeriksa pada IRBA Perikanan Wil I,    dilanjutkan dengan Diklat Fungsional Penjenjangan Auditor sebagai Ketua Tim ,tahun 2000 menjabat sebagai Auditor Ahli Muda,kemudian tahun 2001ditugaskan mengikuti Diklat Kembali  sebagai Penyidik dan Investigasi ,Kemudian ditugaskan kembali ke Kampung halaman Kota Kasongan sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Katingan dari 2002 sampai dengan 2009.Pada bulan Maret 2009 di lantik menjabat Assisten III dan terhitung  mulai 1 April 2009 ditugaskan sebagai Plt.Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan.
    Perjalanan karier birokrat CHRISTANTWO TATEL LADJU  kemudian mengantarnya sampai pada tugas ketika dilantik oleh Bupati Katingan  atas nama Gubernur Kalimantan Tengah sebagai Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan pada tanggal 19 Februari 2010 sampai dengan saat ini ..


Profile Wabup (H. SURYA, SH)

Nama : H. Surya, SH
wabup-thumbPutra kelahiran Tumbang Samba, 03 Maret 1959 ini menapak karirnya sebagai seorang PNS di Biro Hukum Pemerintah Kabupaten Barito Selatan pada tahun 1988 sampai dengan 1993. Namun dalam perkembangannya tahun 1995 ia menanggalkan status PNS dan menjadi seorang notaris hingga sekarang. Ia dilahirkan oleh keluarga sederhana yang selalu taat beribadah. Putra ketiga dari lima bersaudara anak H. Abdullah Kurdi bin Idris asal Tumbang Samba dan Ibu Hj. Bawiyah (Alm.) binti H. Inur asal Desa Mendawai.
    Masa kecil H. Surya dihabiskan di Desa Samba Kahayan hingga Sekolah Tingkat Pertama. Dia juga dikenal luwes dalam pergaulan. Karena sifatnya yang ramah dan sederhana H. Surya disenangi oleh teman-temannya.
Setelah menamatkan pendidikannya di SMP Negeri Tumbang Samba pada tahun 1976, ia kemudian melanjutkan pendidikan SMAnya di Sampit, Kotawaringin Timur. Berpisah jauh dari orang tuanya mengejar pendidikan di daerah lainnya tentu sangat sulit baginya.
    H. Surya meneruskan pendididikannya di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat banjarmasin. Selain menjalani rutinitas sebagai seorang mahasiswa, disini ia juga aktif mengikuti kegiatan-kegiatan kampus. Terakhir ia sempat menjadi Wakil Ketua I Senat Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat. Selepas lulus dari Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat banjarmasin, aktivis kampus ini selanjutnya diterima sebagai PNS di Kabupaten Barito Selatan.
    Sembari menekuni profesi sebagai PNS, H. Surya kemudian mendapatkan ijin belajar melanjutkan studinya di Universitas Airlangga Surabaya dan lulus pada tahun 1993. Selang beberapa tahun kemudian, ia memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan untuk melanjutkan karir sebagai notaris di Kotawaringin Barat. H. Surya juga tercatat sebagai Ketua Dewan Kehormatan INI ( Ikatan Notaris Indonesia) Kalimantan Tengah.
    Bermodalkan pengalaman dan wawasan yang dimilikinya, membuat ia sangat tertarik untuk ikut berperan serta dan mengabdi membangun tanah kelahirannya Kabupaten Katingan. Pembangunan Kabupaten Katingan dalam lima tahun ini sudah berada pada rel pembangunan yang benar. Pondasi pembangunan Kabupaten Katingan yang sejahtera bagi masyarakatnya telah dijalankan dengan baik.
    Bagi H. Surya pembangunan adalah sebuah proses yang dapat dicapai secara instant. Pemahaman konsep pembangunan yang sama dengan Drs. Duwel Rawing inilah yang kemudian membuat H. Surya memutuskan untuk menjadi Wakil Bupati Katingan mendampingi Drs. Duwel Rawing untuk mencapai visi dan misi pembangunan Kabupaten Katingan.
    Sebagai seorang muslim yang taat, suami dari Dra. Hj. Eka Murni Kamariati, MM serta ayah dari Dian Novita, Ronny Richardo dan M. Rafli Richardo ini percaya hanua kepada Sang Khaliqlah tempat kita mengabdi dan berserah diri. Kepada-Nya pula segala daya dan upaya disandarkan demi mencapai yang kiota cita-citakan yaitu Kabupaten Katingan yang maju dan mandiri berlandaskan Iman dan Taqwa serta menjunjung tinggi harkat dan martabat melalui Huma Betang.


Peta Kawasan Kota Kasongan



Peta Potensi Sumber Daya Alam

 



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perkebunan

Komoditi utama yang telah dikembangkan dan telah mengarah kepada kegiatan usaha agribisnis oleh petani perkebunan dan PBS yaitu kelapa sawit, karet dan kelapa. Adapun luas komoditi perkebunan Kabupaten Katingan sebesar 218.693 Ha, meliputi komoditi dominan adalah : Kelapa Sawit seluas 180.789 Ha, Karet 34.682 ha, Kelapa seluas 3.319 Ha, dan komoditi lainnya 3.215 Ha.

Realisasi komoditi perkebunan besar swasta (PBS) tahun 2008
No. Komoditas Luas areal (ha) Produktivitas (kg/ha) Produksi (ton)
1 Kelapa Sawit 280.704 723.33 8.68
2 Karet 42.790 - -
Realisasi komoditi perkebunan rakyat tahun 2008
No. Jenis komoditi perkebunan Luas areal (ha) Produktivitas (kg/ha) Produksi (ton)
1 Kelapa Sawit 107 500 53.05
2 Karet 15.419 400 6.168
3 Kelapa 30 970 29.00
4 Kopi 34 547 18.06

PeLuang Investasi
  1. Perkebunan KeLapa sawit terutama di Kec. Katingan Tengah dan Kec. Sanaman Mantikei dan PuLau Malan
  2. Perkebunan Karet terutama di Kec. Katingan Tengah, Kec. Pulau MaLan, Kec. Katingan huLu dan Kec. Tewang Sanggalang Oaring
  3. Perkebunan keLapa potensiaL di Kecamatan Katingan KuaLa
Data Perkebuinan Besar Swasta (PBS) di Kabupaten Katingan Tahun 200X
No. Nama Perusahaan Lokasi Kecamatan Luas Lahan
(Ha)
Jenin Komoditi Produkni
CPO TBS
1 T Bisma Dharma Kencana wg S. Oaring 8500 Kelapa Sawit 74500 42712.560
2 T Bumi Hutan Lestari atingan Tengah 10926 Kelapa Sawit 131876 138.593
3 T Karya Dewi Putra atingan Tengah 2218 Kelapa Sawit
7 173,6
4 T Kereng Pangi Perdana ulau Malan dan Katingan Tengah 13500 Kelapa Sawit

5 T. Hampalit Jaya Katingan HiIr 8.000 Kelapa Sawit

6 T. Katingan Hijau Lestari anaman Mantikei 10.000 Kelapa Sawit

7 T Tinma Perdana Mandiri anaman Mantikei 5000 Kelapa Sawit

8 T. Pahang Mitra Sniaran wg. S. Oaring dan Katingan Hihr 25.000 Kelapa Sawit

9 T Ruta Zona Lenten ulau Malan dan Twg S Oaring 20000 Kelapa Sawit

10 T Katingan Mitra Snjati atingan Tnngah 18000 Knlapa Sawit

11 ‘T. Arjuna UtamaSawit Kamipang 11.250 KelapaSawit

12 T. Ramba Raya Citra anaman Mantikei 4.000 Kelapa Sawit

13 T. Katingan Maknar Perkana Katingan Tengah dan S. Mantikei 7.890 Kelapa Sawit

14 T. Beffy Lentani Makmur Mendawai 3.000 Kelapa Sawit

15 T. Andalan Borneo Abadi atingan Tnngah dan S. Mantikni 10.000 Kelapa Sawit

16 T. Mendawai lnndawai 14.000 Knlapa Sawit

17 ‘T. Mcdi Sawit Perdana Mendawai 17.000 Kelapa Sawit

18 T. Tanaman Sumber Sejahtera Pulau Malan 30.000 Kelapa Sawit

19 T. Katingan Sawit Sentona wg. S. Oaring dan Katingan Hilir 13.500 Kelapa Sawit

20 T Sarana Sawit Sabar Pulau Malan 13000 Kelapa Sawit

21 T. Mitra Jaya Cemnrbng ulau Malan dan Katingan Tengab 15.000 Kelapa Sawit

22 ‘T. Prima Unaha Saknnn ulau Malan 10.000 Knlapa Sawit

23 ‘T. Mantikni Batarung anaman Mantikei 7.900 Kelapa Sawit

T T. Harapan Subur Lestari anik Payawan den Katingan Hilir 15.825 Kelapa Sawit

25 T Putra Katingan Pratama atingan Tengah 12500 Karet

26 T Citra Sementa Lnntari annman Mantikni 11500 Karet

Komoditi Knlapa Sawit (Ha)
274.779

Komoditi Karat (Ha)
42.790

TOTAL
317.569

Sumbar: Dinas Pertanian Kabupaten Katingan

perkebunan katingan


                                            
perkebunan katingan (1) perkebunan katingan (2) perkebunan katingan (3)
Sumber:http://www.katingankab.go.id/selayang-pandang/pengembangan-produk/perkebunan.html
bupati-ok








































































































































































































Penyebab Kerusuhan di Sumbawa

 


Rabu, 23 Januari 2013 | 15:48:26 WITA | 562 HITS
Penyebab Kerusuhan di Sumbawa

JAKARTA,FAJAR -- Polri memastikan kerusuhan yang terjadi di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat pada Selasa 22 Januari kemarin, akibat kesalahpahaman peristiwa kecelakaan yang berkembang menjadi isu lain.

"Kita duga sebagai miss komunikasi dan informasi terkait adanya korban akibat kecelakaan lalu lintas. Infonya ini diisukan akibat dari penganiayaan yang mengakibatkan reaksi keluarga dan menggerakkan sejumlah orang untuk bersikap anarkis," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (KaroPenmas) Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Humas Polri, Jakarta, Rabu 23 Januari.

Pemicu kerusuhan itu bermula saat sepasang sejoli hendak menuju Sumbawa dari Desa Kanar, Sumba Besar, Sabtu (19/1/2013), sekitar pukul 23.00 Wita, dengan menggunakan Yamaha Mio DK 2861 WY. Saat berada di Kilometer 15-16 motor yang ditumpangi mengalami kecelakaan. Dari kasus kecelakaan lalu lintas itu kemudian berkembang liar menjadi isu pemerkosaan dan berujung pada aksi perusakan. "Ada aksi anarkis, yang dilakukan oleh sekitar 200 orang yang melakukan pengerusakan," kata Boy.

Massa yang telah terhasut itu lantas merusak 13 unit rumah, 2 toko, dan sebuah hotel di sana. Meski tak ada korban jiwa, fasilitas publik tersebut rusak parah dan menimbulkan kerugian materil.

Meski kondisi masyarakat kini telah kondusif, Polri meminta agar masyarakat Sumbawa tak mudah terprovokasi atas isu-isu yang tak jelas. "Hentikan cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan masalah, kita berharap dapat duduk, dialog menyelesaikan persoalan yang ada," katanya. (mvi)

Rabu, 23 Januari 2013

Teror : Kerusuhan Sumbawa, 1.800 Warga Mengungsi

Kerusuhan Sumbawa, 1.800 Warga Mengungsi

TEMPO.CO, Sumbawa Besar - Sekitar 1.800 warga yang menjadi korban kerusuhan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungsi di Markas Kodim Sumbawa Besar. Rumah mereka menjadi sasaran pembakaran dalam kerusuhan yang terjadi Selasa kemarin, 22 Januari 2013.
"Kami mengungsi sejak kemarin pagi pukul 09.00," kata Wayan Sarda, salah seorang korban, ketika ditemui Tempo di lokasi pengungsian, Rabu, 23 Januari 2013.
Menurut Sarda, lebih dari 30 rumah warga di Jalan Baru, Kelurahan Uma Sima, rata dengan tanah setelah dibakar massa. "Rumah saya habis. Sehelai baju pun tak ada yang tersisa," ujarnya.
Sarda mengaku tidak tahu pasti penyebab kerusuhan yang disertai penyerangan terhadap rumah warga itu. Namun, pada Selasa pagi, 22 Januari 2013, saat dirinya berada di dalam kendaraan ketika hendak mengantar anaknya ke sekolah, tiba-tiba kendaraan yang ditumpangi dicegat dua orang.
Sarda ditanya mau dibawa ke mana anaknya. Sarde tak melawan meski dibentak oleh dua orang tersebut. Sikap Sarda yang tak melawan membuatnya lolos dari amukan. "Ibu-ibu yang ada di samping saya ikut bantu, jadi saya dibiarkan antar anak saya ke sekolah," ucapnya.
Saat sampai di sekolah anaknya, Sarda mendapat telepon yang mengabarkan akan terjadi penyerangan terhadap warga kampungnya. Saat pulang, Sarda melihat ratusan orang mengamuk dan menenteng senjata tajam. Rumahnya dan seluruh isinnya ludes dilalap api. "Untung anak dan istri saya selamat," tuturnya.
Seorang pengungsi lainnya, Made, menuturkan bahwa para pengungsi membutuhkan pakaian, selimut, dan makanan siap saji. "Tadi pagi kami sudah diberi makanan oleh pihak Pemda Sumbawa," katanya.
Menurut Made, sejumlah saudaranya yang rumahnya selamat dari amukan massa masih bertahan di Sumbawa Besar. "Setiap rumah dijaga polisi," kata Made pula.
Selasa kemarin terjadi kerusuhan massa yang disebabkan beredarnya informasi tentang kematian Arniati alias Atik, 29 tahun. Warga Dusun Berang Belo, Desa Berang Rea, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, itu dikabarkan tewas setelah diperkosa pacarnya, seorang oknum Polres Sumbawa, Brigadir Polisi I Gede Eka Suarjana. Peristiwa pemerkosaan terjadi setelah keduanya mengunjungi lokasi wisata pantai Watugong, Kecamatan Badas.
Namun, isu tersebut dibantah pihak kepolisian yang mengatakan kematian Atik disebabkan kecelakaan lalu lintas. Sepeda motor yang ditmnpangi pasangan kekasih itu tiba-tiba jatuh dan Atik mengalami luka berat hingga meninggal dunia.
Kepala Bidang Humas Polda NTB, Ajun Komisaris Besar Sukarman Husein, mengatakan nama korban adalah Arniyasi binti Abdul Hamid, 32 tahun. »Karena kecelakaan tunggal. Out of control.”
Akibat kerusuhan tersebut, puluhan bangunan berupa rumah, fasilitas bisnis, rusak dan terbakar. Massa juga membakar sejumlah kendaraan.
AKHYAR M NUR | SUPRIYANTHO KHAFID
sumber : http://id.search.yahoo.com/search;_ylt=A2oKsi_g._9Qru0Aki9uf445?cs=bz&norw=1&fr=fp-sbtts-713&p=Kerusuhan+Sumbawa

Kamis, 17 Januari 2013

Operasi Cakra Bhakti TNI Jaring 1.123 Prajurit Desersi

Panglima Serius Tegakkan Hukum Di Internal
Jum'at, 18 Januari 2013 , 09:53:00 WIB

ILUSTRASI

  

RMOL. TNI membuktikan keseriusan menegakkan hukum di internalnya. Setidaknya, ada 1.123 prajurit desersi yang ditindak dalam operasi Cakra Bhakti yang digelar tahun lalu.
Hitungan Markas Be­sar TNI jumlah tersebut menga­lami peningkatan diban­dingkan tahun lalu sebesar 1.109 prajurit. “Tahun ini bertambah sebanyak 14 kasus,” kata Pang­lima TNI Agus Su­hartono dalam Pembu­kaan Gelar Operasi Penegakan Ke­tertiban dan Yustisi TNI di Mar­kas Besar TNI, Rabu lalu.
Operasi Cakra Bhakti merupa­kan nama sandi upaya penegakan hukum yang dilakukan secara ru­tin. Tujuannya mencegah ter­jadinya pelanggaran serta per­buatan melawan hukum yang di­lakukan prajurit TNI.
“Pelaksanaannya bisa mandiri maupun gabungan di wilayah hu­kum masing-masing dengan me­­libatkan Pomad, Pomal, Po­mau dan dibantu Satuan Provost Pol­ri,” terangnya.
Untuk Operasi Cakra Bhakti TNI pada tahun ini akan meli­batkan 1.389 personel, terdiri dari Mabes TNI 57 personel, TNI AD 281 personel, TNI AL 281 perso­nel, TNI AU 281 personel, serta panitia dan pendukung sebanyak 294 personel.
Menurutnya, seorang prajurit ti­dak hanya harus profesional, me­lainkan juga mempunyai mo­ralitas tinggi dan patuh pada hukum. Dengan demikian tidak ada alasan bagi prajurit untuk disiplin. “Sudah dapat remunerasi dan gaji serta fasilitas, seharusnya tak ada alasan melanggar aturan,” tegasnya.
Dikatakan, efek media infor­masi dan globalisasi berpengaruh cukup luas pada pemahaman ma­sing-masing prajurit tentang di­siplin. “Apa yang masuk lang­sung diterima para prajurit. Apa­lagi mereka punya pemahaman masing-masing. Ke depan, semo­ga kedisiplinan prajurit bisa di­tingkatkan,” harapnya.
Selain desersi, pada 2012 juga terja­di beragam kasus. Misalnya, pelanggaran disiplin murni, lalu lin­tas, asusila dan narkoba (Leng­kapnya baca tabel).
Lalu bagaimana dengan pene­ga­kan disiplin Anggota TNI di daerah? Komandan Polisi Militer Kodam IV Diponegoro Kolonel CPM Sudirman mengatakan, pelaksanaan Operasi Penegakan Hukum dan Tata Tertib (Gaktib) TNI yang digelar Polisi Militer sangat efektif untuk menekan ang­ka pelanggaran di kalangan prajurit TNI AD. Buktinya, angka pe­lang­ga­ran yang terjadi di jajaran Ko­dam IV Diponegoro, Semarang-Jawa Tengah menga­lami penuru­nan. “Ada penurunan indeks kasus atau pelanggaran di tahun 2012 sekitar 27,6 persen,” katanya.
Dikatakan, penuntasan proses hukum kasus di 2012 sebanyak 155 kasus. Sisanya, 2 kasus akan diselesaikan pada tahun ini. Pe­langgaran tertinggi yang dila­kukan anggota TNI AD di wila­yah Kodam IV Diponegoro ma­sih didominasi kasus disersi.
Khusus untuk kasus disersi tahun 2011 ada 46 kasus, sedang pada 2012 turun menjadi 39 kasus. Sementara pelanggaran lain­nya adalah kedisiplinan ber­lalu lintas. Pada 2011 terdapat 25 kasus, dan 2012 turun menjadi 23 kasus.
“Selain menggalakkan operasi Gaktib, peningkatan pembinaan prajurit yang dilakukan di satuan masing-masing para komandan sa­tuan adalah kunci untuk mem­perkecil angka pelangga­ran,” jelasnya.
Dalam operasi Gaktib yang akan digelar sepanjang tahun ini, sa­sarannya adalah anggota TNI AD yang terlibat pembackingan, pengguna & pengedar narkoba, perjudian & curanmor, desersi, per­kelahian massal & penga­nia­yaan serta pelanggaran pidana mau­­pun tata tertib lainnya.
Terkait Pemilukada Jawa Te­ngah Mei mendatang yang ter­da­pat calon-calon dari bekas TNI, Danpomdam IV tetap menjun­jung tinggi instruksi komando atas un­tuk menjaga netralitas.
Perlu Diketahui Rekam Jejaknya
TB Hasanuddin, Wakil Ketua Komisi I DPR
Meninggalkan tugas dinas militer atau disersi merupakan tin­dakan yang memalukan bagi seorang prajurit TNI.
“Kalau jumlahnya seribu, itu hampir setara satu setengah ba­talyon. Hal tersebut menun­juk­kan tingkat penerapan disiplin yang lemah.”
Kondisi itu terjadi aki­bat re­krutmen calon anggota TNI tidak dilakukan secara menyelu­ruh. Dalam proses rekrutmen, Mabes TNI hanya melakukan tes fisik, ideologi, dan akademik. Bila TNI ingin lebih serius meng­anti­sipasi prajurit desersi, seharusnya dila­kukan tes analisa lingkungan.
“Untuk mengetahui rekam je­jaknya, lakukan cek ke tempat ting­galnya, lingkungan, sekolah. Bagaimana sikap calon prajurit itu. Apakah mereka memiliki ca­tatan kriminal atau pelanggaran norma-norma di dalam masya­rakat atau tidak.”
Selain itu banyaknya perilaku desersi dan kriminal di kalangan pra­jurit TNI disebabkan pembi­naan yang lemah. Selama ini sistem pembinaan yang dilaku­kan para perwira tidak efektif dan efisien. “Dua masalah utama itu­lah yang menjadi penyebab uta­ma perilaku desersi dan kriminal anggota TNI.”
Karena Faktor Ekonomi Ada Yang Jadi Pengojek
Endriartono Sutarto, Bekas Panglima TNI
Berbagai macam alasan anggota TNI melakukan desersi dan pelanggaran hukum. Paling banyak adalah faktor ekonomi. Bahkan ada prajurit yang rela men­jadi pekerja serabutan se­perti menjadi tukang ojek dan su­­pir angkot untuk memenuhi ke­­butuhan hidup keluarganya.
“Di zaman kepemimpinan saya, kesejahteraan TNI belum terjamin. Pilihan mengojek dan me­nyupir terpaksa diizinkan ata­san demi mencukupi kebutu­han hidup, asal tidak melanggar hukum dan tugas.”
Sedangkan, pada zaman konflik di Ambon dan GAM di Aceh, beberapa prajurit juga me­lakukan desersi dan pe­lang­garan dengan alasan menjaga keamanan keluarga dan mem­balas dendam, karena ada ang­gota keluarganya yang tewas dalam konflik tersebut.
Berdasarkan pengalaman, perilaku desersi pra­jurit di­penga­ruhi pergaulan ka­wan-ka­wan di luar prajurit. Me­reka ter­pengaruh dan merasa iri dengan kebebasan yang dimili­ki teman­nya. Selanjutnya, lari dan me­ninggalkan tugas karena ti­dak tahan dengan disiplin du­nia mi­liter. “Mentalnya prajurit seper­ti itu, sangat cengeng.”
Saat ini dengan perhatian yang diberikan kepada TNI, ke­sejahteraan para prajurit lebih terjamin. Kebijakan kenaikan remunerasi sudah mencukupi kebutuhan hidup prajurit TNI dan keluarganya selama satu bu­lan. Harapannya tidak ada lagi prajurit yang melakukan de­sersi atau melakukan tinda­kan kriminal hanya untuk me­me­nuhi kebutuhan hidupnya.
Meski kesejahteraan hidup prajurit jauh lebih baik, tapi, buk­tinya masih saja ada prajurit yang menyalahgunakan wewe­nang dengan melakukan krimi­nal dan meninggalkan tugas di­nasnya. Bahkan ada yang meng­konsumsi dan menge­dar­kan narkoba.
“Kebanyakan mereka yang menyalahgunakan penggunaan narkoba adalah prajurit-prajurit muda akibat pergaulan yang salah. Kalau sudah kecanduan, maka gaji yang diperoleh tidak akan cukup memenuhi kebutu­han konsumsi narkoba.”
Celakanya, gaji yang didapat tidak mencukupi membeli nar­koba, maka pilihan terakhir ter­paksa menjadi pengedar. “Tapi prajurit yang semacam ini jum­lahnya sangat sedikit.”
Prajurit yang mengkonsumsi dan mengedarkan narkoba dapat dipastikan akan memiliki masa depan suram  karena akan habis dibalik penjara. “Itu resi­ko yang harus ditanggung pra­jurit. Mati atau masuk penjara.”
Kondisi tersebut harus men­jadi perhatian para pimpinan TNI. Sebab, bagaimanapun TNI merupakan salah satu con­toh tauladan, bukan malah ikut merusak moral.”  [Harian Rakyat Merdeka]
sumber:  http://www.rmol.co/read/2013/01/18/94624/Operasi-Cakra-Bhakti-TNI-Jaring-1.123-Prajurit-Desersi-

Senin, 14 Januari 2013

8 Makanan Terburuk untuk Dikonsumsi

Hindari 8 makanan di bawah ini dalam menu Anda :

1. Pencuci mulut yang digoreng
Jangan terlena dengan pisang goreng atau nanas goreng mentang-mentang buah. Karena dibuat dengan adonan pembungkus dan sirup, mereka adalah pencuci mulut yang buruk.

2. Makanan yang digoreng dan berlapis keju

Pada dasarnya, semua gorengan buruk bagi kesehatan. Jadi jika kentang goreng dilapisi keju, tentu makanan ini masuk dalam daftar paling buruk untuk dikonsumsi. Keju biasanya mengandung lemak 10 kali lebih bayak dari ikan dan daging putih. Apalagi ditambah karbohidrat goreng.

3. Minuman bersoda


Minuman ringan dan soda buruk bagi kesehatan karena mengandung banyak kalori, meskipun dikonsumsi dalam jumlah kecil. Berdasarkan hasil studi, minuman bersoda dapat meningkatkan risiko kerapuhan tulang alias osteoporosis, sakit gigi, dan serangan jantung. Selain itu, minuman-minuman diet juga tidak direkomendasikan karena berpotensi meningkatkan risiko erosi gigi (karena gelembung-gelembung dalam minuman itu bersifat masam).

4. Alcopop berwarna

Alcopop adalah minuman yang mengandung alkohol dengan kadar 4-7 persen. Alcopop mengandung kalori yang tinggi, karena mengandung gula dan alkohol berkalori. Ditambah lagi, minuman itu penuh pewarna dan perasa, yang membuatnya menjadi minuman yang cukup beracun. Panduan yang cukup praktis adalah, semakin cerah warna alcopop, maka semakin buruklah minuman itu untuk dikonsumsi.


5. Daging olahan

Daging olahan punya nama lain “daging misteri”, karena tidak jelas apa yang terkandung di dalamnya. Namun satu hal yang pasti, jika daging olahan itu dikemas dalam kaleng dan jenis dagingnya tidak jelas, maka daging tersebut tidak baik bagi tubuh. Berusahalah untuk menghindari sosis dan salami, karena hasil olahan dengan lemak dan garam.

6. Chicken nugget

Chicken nugget hampir sama dengan sosis, yakni berasal dari daging sisa dicampur dengan tepung. Dan saat nugget-nugget kecil itu digoreng, maka akan meningkatkan levelnya sebagai makanan terburuk untuk dikonsumsi. Sepotong kecil nugget yang digoreng menyerap lebih banyak lemak dari hasil penggorengan itu.

7. Donat

Jika ada satu makanan yang melambangkan makanan junk food abad ke-21, itu adalah donat. Baik dilapisi, diisi, dikilapkan dengan gula dan selai, atau yang polos sekalipun, makanan ini tidak baik bagi tubuh. Bukan hanya sekedar masalah tepung halus dan gula halus, namun makanan ini juga digoreng dalam minyak sulingan. Donat akan mengganggu keseimbangan gula darah Anda, dan dapat mempercepat proses pembakaran, sehingga Anda akan cepat merasa lapar lagi.
 
8. Sup Kaleng

Sup memang bukan makanan yang buruk dan tidak layak dibandingkan dengan makanan-makanan di atas. Namun jika sudah berbicara mengenai garam dan makanan kemasan, maka tentu saja sup kaleng masuk daftar. Akan jauh lebih baik bila Anda memasak sup sendiri. Bukan kalengan.

sumber : dari berbagai sumber

Kantor Golkar Milik Negara..!!

  Yusril Ihza Mahendra: Bukankah Kantor Golkar Milik Negara?
Selasa, 08 Januari 2013 , 01:01:00 WIB
Laporan: Ruslan Tambak

YUSRIL IHZA MAHENDRA/IST
  

RMOL. Komisi Pemilihan Umum (KPU) jadi bulan-bulanan partai politik baru dan non parlemen yang disebut-sebut tidak akan diloloskan dalam tahap verifikasi faktual.

Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menuding KPU berlaku tidak adil dan memberikan pemihakan kepada parpol besar yang kini punya kursi di Parlemen.

"Kantor DPP Partai Golkar di Slipi itu milik siapa? Setahu saya, itu milik negara. Itu aset milik Sekretariat Negara," kata Yusril memperkuat argumentasinya dalam rapat rekapitulasi hasil verifikasi faktual sekaligus penetapan parpol peserta pemilu 2014 di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin malam (7/1).

Aturan pemilu tegas mengatur bahwa syarat sekretariat partai politik menempati gedung milik sendiri, pinjam pakai atau sewa. Kalau menyalahi berarti tidak bisa lolos dan jadi peserta pemilu.

"Nah ini kapan (Partai Golkar) menyewa, coba buktikan? Semua aset negara harus terdaftar di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Setneg tidak bisa menyewakannya. Kalau pinjam pakai, apakah boleh aset negara digunakan oleh partai politik?" tanya Yusril disambut riuh gaduh kader parpol non parlemen mengiyakan pernyataan Yusril. [dem]
sumber: http://polhukam.rmol.co/read/2013/01/08/93163/Yusril-Ihza-Mahendra:-Bukankah-Kantor-Golkar-Milik-Negara-

Cari Blog Ini