laporan: Teguh Santosa

ST. MALACHY/IST
| |
RMOL.
Archbishop Armagh di Irlandia Utara, St. Malachy atau Máel Máedóc Ua
Morgair pernah meramalkan bahwa pengganti Paus Benediktus XVI akan
menjadi Paus terakhir.
Newsmax mengingatkan kembali
ramalan St. Malachy itu mengiringi perdebatan mengenai siapa yang akan
menggantikan Paus Benediktus XVI yang akan mengundurkan diri akhir
Februari ini.
Ramalan St. Malachy yang lahir pada tahun 1094
dan meninggal dunia di Clairvaux, Prancis, pada tahun 1148, cukup
populer. Ia meramal 112 Paus yang memimpin Tahta Suci Vatikan, dan
beberapa dari yang disebutkannya dalam daftar itu sangat akurat.
Ia menggunakan kalimat singkat dalam bahasa Latin untuk menjelaskan
setiap Paus yang akan memimpin umat Katolik dari Vatikan.
Paus pertama dalam daftar St. Malachy adalah Paus Celestine II yang
menduduki Tahta Suci Vatikan antara 25 September 1143 hingga 8 Maret
1144.
Sebelum Dewan Kardinal memilih Paus Celestine II, St.
Malachy mengatakan bahwa Paus yang akan datang berasal dari sebuah
benteng atau
castle di Tiber.
Tiber adalah sebuah
sungai di Italia yang mengalir dari mataair di pegunungan Tuscan
Apennines sepanjang 405 kilometer menuju Laut Tyrrhenian atau Laut
Tevere di Ostia, sebuah kota Roma. Tyrrhenian, Tevere dan Tiber merujuk
pada hal yang sama.
Pada kenyataannya, Paus Celestine II lahir dengan nama Guido di Castello.
St. Malachy juga meramalkan Paus John Paul I dengan kalimat "dari
tengah bulan". Pada kenyataan Paus John Paul I hanya 33 hari menduduki
Tahta Suci Vatikan. Ia dipilih Dewan Kardinal sebagai Paus tanggal 26
Agustus 1978, saat bulan baru setengah penuh, dan meninggal dunia
tanggal 28 September di tahun yang sama.
Paus dengan nama kelahiran Albino Luciani ini menghembuskan nafas terakhir pada usia yang relatif muda, yakni 65 tahun.
Paus John Paul I digantikan Paus John Paul II yang menurut St. Malachy berasal dari pekerjaan matahari atau
Laboris Solis. Frase ini merujuk pada gerhana matahari.
John Paul II lahir pada 16 Oktober 1978 di Polandia dengan nama
Karol Józef Wojtyła. Ketika itu gerhana matahari yang hampir total
terlihat dari seluruh daratan Eropa. Ketika Paus John Paul II dimakamkan
pada 8 April 2005, gerhana matahari dapat dilihat dari Pasifik selatan
hingga Eropa.
Bagaimana ramalan St. Malachy untuk Paus Benediktus XVI?
Dalam catatannya, ia menulis Paus yang akan terpilih menggantikan Paus John Paul II sebagai
Glory of the Olive atau Keagungan Zaitun.
Menurut
Newsmax,
sebelum Paus Benediktus terpilih, sementara kalangan memperkirakan
seorang pengikut St. Benediktus yang akan terpilih, mengingat bahwa
aliran Benediktus yang dikembangkan pada abad ke-6 Masehi sering disebut
dengan kata Olivetan yang merujuk pada Bukit Olive pada Kitab
Perjanjian Baru.
Pada kenyataannya yang terpilih bukanlah
seorang pengikut St. Benediktus. Namun demikian Kardinal Joseph
Ratzinger memilih nama Benediktus yang merujuk pada St. Benediktus dari
Nursia, pendiri Ordo Benediktus.
Dalam daftar St. Malachy
tinggal satu lagi Paus yang belum terpilih. Itulah sebabnya, ada
anggapan bahwa Paus yang menggantikan Paus Benediktus XVI akan menjadi
Paus terakhir yang memimpin Tahta Suci Vatikan.
Selain itu,
St. Malachy juga menulis bahwa Gereja Suci Roma akan dipimpin Peter dari
Roma. Paus berikut ini akan memberkati umatnya dan setelah itu kota di
tujuh bukit yang merujuk pada Roma akan hancur dan Hakim yang mengerikan
akan menghakimi manusia.
Ada yang percaya bahwa kalimat itu meramalkan kehancuran Gereja Suci Roma, atau dunia.
Namun, anggapan itu bisa juga salah.
Anggapan lain mengatakan bahwa daftar yang berisi 112 Paus itu
mengindikasikan batas maksimal dari kekuatan atau kemampuan St. Malachy
dalam memprediksi para penguasa Tahta Suci Vatikan.
Bisa
juga, bila merujuk pada frase Peter dari Roma, ramalan St. Malachy
menggambarkan bahwa Paus berikutnya adalah kardinal dari Roma.
Ramalan St. Malachy dipublikasikan pertama kali pada 1595 oleh sejarawan dari aliran Bendiktus.
Menurut catatan tradisional, St. Malachy diundang ke Vatikan oleh
Paus Innocent II pada 1139. Selama berada di Vatikan ia berulangkali
mendapatkan penampakan mengenai pemimpin-pemimpin Tahta Suci Vatikan
yang akan datang. Dia mencatat dengan baik apa-apa yang "ditampakkan"
kepada dirinya. Catatan itu terlupakan hingga ditemukan kembali pada
1590.
Tahun lalu, penulis Cris Putnam dan Tom Horn menulis buku "
Petrus Romanus: The Final Pope Is Here” yang berisi detil Ramalan St. Malachy.
Dalam buku itu juga disebutkan bahwa Paus Benediktus XVI akan
mengundurkan diri karena alasan kesehatan dan mempersiapkan jalan untuk
Paus terakhir.
[guh]