Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi
ILUSTRASI/NET
| |
Menurut Sekjen Suluh Nusantara, Dahroni Agung Prasetyo, indikator hubungan ideologis PKS dengan Ikhwan ini bukan saja dari materi pengkaderan yang menggunakan rujukan buku-buku karya tokoh Ikhwan, namun juga semakin terang dalam hal dinamika politik global.
Dalam kasus Mesir misalnya, ungkap Agung, begitu gencar elit PKS mendukung presiden yang dikudeta, Mohammad Morsy. Elit PKS pun begitu sering mendesak pemerintahan SBY-Boediono untuk mengutuk keras kudeta atas politisi Ikhwan itu. Tak cukup elit, kader-kader PKS pun menggelar aksi soliditas demi Morsy.
Sebagai bahan legitimasi kepada Morsy, lanjut Agung, elit PKS sering mengutip pernyataan-pernyataan Perdana Menteri Turki, Recep Tayyib Erdogan. Erdogan sendiri adalah politisi Partai AKP atau Adalet ve Kalkinma Partisi. AKP adalah baju lain Ikhwan di Turki.
Bukti terbaru, lanjut Agung, adalah dukungan Wasekjen PKS, Mahfudz Shiddiq, atas serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Suriah. Seakan-akan Mahfud lupa bahwa AS mendukung Jenderal Asisi di Mesir untuk mengkudeta Morsy.
Agung pun menilai ada keterkaitan ideologis lagi di Suriah mengapa PKS mendukung militer AS untuk menyerang Suriah. Sebab di Suriah, kelompok Ikhwan, yang tentu saja secara resmi tidak menggunakan nama Ikhwan, sebagaimana juga Ikhwan di Indonesia menggunakan nama PKS, menjadi bagian dari pemberontak yang mau menggulingkan Assad.
"Inilah berbahanya sikap politik PKS. Ego sektoral sesama Ikhwan mengalahkan kepentingan nasional Indonesia di luar negeri. Padahal politik luar negeri Indonesia adalah bebas-aktif. Tapi ini malah mendukung invasi militer. Maka benar, ideologi trans-nasional seperti ini harus diwaspadai," demikian Agung. [ysa]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar, masukan yang sifatnya membangun blog ini.