Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Selasa, 23 Juli 2013

9 Tahun menjabat, SBY akhirnya berani sentil langsung FPI

9 Tahun menjabat, SBY akhirnya berani sentil langsung FPI

MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang kerap berkomentar soal konflik horizontal dan kekerasan yang terjadi di tanah air, termasuk beberapa yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI). Namun, pernyataan SBY sebelumnya hanya bersifat normatif.

Misalnya dalam penyerangan FPI kepada massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas pada 1 Juni 2008, SBY hanya berkomentar, "Saya sangat menyesalkan terjadinya kekerasan di Jakarta kemarin siang. Saya mengecam keras pelaku-pelaku tindak kekerasan itu yang menyebabkan sejumlah warga kita luka-luka."

Pernyataan SBY dalam jumpa pers mendadak di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 2 Mei lalu itu sama sekali tidak menyebut FPI sebagai penyerang. Begitu saat mengomentari tragedi Cikeusik yang menewaskan tiga warga Ahmadiyah, SBY tetap berbicara normatif tanpa menyebut identitas pelaku.

"Dengan tujuan siapa yang lalai, siapa yang bersalah, siapa yang melanggar hukum harus diberi sanksi," kata SBY dalam keterangan pers sehari setelah tragedi Cikeusik pada 6 Februari 2011 itu.

Baru pada Minggu (21/7), SBY dengan lugas menyebut FPI sebagai pelaku kekerasan yang terjadi di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah. Dalam bentrokan warga dan FPI itu, satu orang warga tewas karena ditabrak mobil rombongan ormas Islam radikal itu.

"Hukum harus ditegakkan, dicegah konflik atau benturan horizontal dan dicegah elemen dari manapun juga termasuk FPI yang melakukan tindakan kekerasan apalagi pengrusakan," kata SBY di Jakarta International Expo Kemayoran.

Catatan merdeka.com, sentilan SBY yang langsung menyebut FPI itu adalah pertama kali sejak dia menjabat sebagai presiden pada 2004. Komentar SBY yang bersifat normatif selama ini juga sudah banyak diartikan sebagai ketidakpedulian atau pembiaran oleh aktivis pluralisme agama.

Pengajar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi menilai ada perubahan gaya komunikasi SBY terhadap FPI. Jika pada aksi-aksi anarkisme yang melibatkan FPI seperti insiden Monas dan Cikeusik SBY tidak berani menyebut nama FPI, khusus untuk kasus Kendal SBY baru berani menegaskan FPI yang salah.

"Sepertinya SBY punya momentum untuk menegor FPI di bulan Ramadan ini. SBY seperti mengumpulkan energi dorongan dari seluruh komponen masyarakat termasuk dari berbagai kalangan dalam menanggapi aksi kekerasan yang kerap dilakukan FPI di berbagai daerah," kata Ari Junaedi kepada merdeka.com, Selasa (23/7).

Ari menilai, retorika yang disampaikan SBY ini mengandung makna kalau dia tidak alpa dalam menentang aksi anarkisme.

"Tetapi seperti biasa publik kadung memahami makna yang sebenarnya dari setiap ucapan SBY hanya sebatas wacana. Tidak ada konkretisasi di lapangan. Artinya apa yang diucapkan Presiden, tidak selaras dengan praktik bawahannya," katanya.

"Presiden bilang A, anak buah berbuat Z. Dalam kacamata komunikasi politik, pernyataan-pernyataan SBY terlanjur dimaknai sebagai bentuk pseudo communication alias tong kosong nyaring bunyinya," papar Ari Junaedi.

Agar masyarakat bisa membuktikan kelugasan pernyataannya, kata Ari, sebaiknya di sisa pemerintahannya ini, SBY lebih sering mengejawantahkan antara penyataan dengan tindakan. Masyarakat di era sekarang ini tidak butuh lagi kerasnya pernyataan tetapi kepada pembuktian.

"Jika memang dianggap melanggar hukum, bubarkan saja FPI. Tapi apa berani SBY membubarkan FPI?" tandas Ari.
Sumber: Merdeka.com

Jenderal Rekening Gendut Tidak Etis Jadi Kapolri


TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menyebut jika calon Kepala Polri harus punya rekam jejak karier yang bersih. Termasuk bersih dari kabar miring kepemilikan rekening gendut.

Dari sembilan nama calon Kapolri pengganti Jenderal Timur Pradopo, terdapat nama Kepala Lembaga Pendidikan Komjen Budi Gunawan, dan Asisten Operasi Kapolri Irjen Badrudin Haiti. Keduanya sempat terkena temuan janggal Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan dengan kepemilikan rekening gendut.

Menurut dia, sebaiknya Komjen Budi Gunawan dan Irjen Badrudin Haiti tidak dimasukkan dalam bursa calon Kapolri. "Berdasar logika, dan etika seyogyanya cari calon yang lain," kata Bambang saat dihubungi Tempo, Selasa, 23 Juli 2013.

Menurut dia, temuan PPATK beberapa tahun silam tidak bisa dianggap enteng. Meski pun temuan itu tidak benar atau tidak ditindaklanjuti, tetap saja sudah menjadi cap buruk. Parahnya, cap buruk bukan diterima kedua jenderal itu, melainkan institusi Polri. "Masyarakat lihatnya Polri tidak bersih," kata dia.

Pada akhirnya, Bambang tetap menyerahkan keputusan siapa pengganti Kapolri kepada Komisi Kepolisian Nasional, Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat. "Tinggal mereka mau cari pemimpin yang bagus buat Polri atau tidak."

INDRA WIJAYA
sumber: http://id.berita.yahoo.com/jenderal-rekening-gendut-tidak-etis-jadi-kapolri-194713336.html

Sabtu, 20 Juli 2013

Gereja dan masjid di Solo ini satu halaman dan satu dinding

MERDEKA.COM. Di Kota Solo, Jawa Tengah, ada dua buah tempat ibadah yang letaknya berdampingan, menempati lahan di atas sebidang tanah yang sama, bahkan alamat yang sama pula. Dua buah bangunan tersebut adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah. Keduanya terletak di Jalan Gatot Subroto no 222, Solo.

Tidak ada sekat tembok yang kokoh, atau batas pagar halaman yang tinggi. Satu-satunya penanda atau pemisah bangunan tersebut hanyalah sebuah tugu lilin tua, yang merupakan simbol perdamaian kerukunan umat beragama. Bahkan jamaah kedua tempat ibadah tersebut tak pernah berselisih selama puluhan tahun.

"Kita merasa bangga, bisa hidup bersama meski dengan keyakinan berbeda," ujar Sajadi, salah satu jamaah masjid, ketika ditemui Rabu (18/7).

Menurut Pendeta Nunung Istiningdya, GKJ Joyodiningratan didirikan tahun 1939, sementara musala Al Hikmah yang saat ini sudah berubah menjadi masjid didirikan tahun 1947. Suasana kondusif yang terjalin selama ini, kata Nunung, lantaran selalu terjalinnya komunikasi di antara pengurus kedua tempat beribadah itu.

"Selama puluhan tahun kami tak pernah ada konflik. Sebagai tanda kerukunan, kami mendirikan sebuah tugu lilin di antara bangunan gereja dan masjid," katanya.

Kerukunan antardua jemaah beda agama ini tidak hanya terlihat pada kegiatan ibadah sehari-hari. Saat perayaan hari besar misalnya, mereka akan saling membantu dan mengamankan kegiatan peringatan hari besar tersebut.

Pernyataan Nunung juga dibenarkan oleh Ketua Takmir Masjid Al Hikmah, Natsir Abu Bakar. Menurutnya, sebagai pengurus masjid pihaknya selalu berkomunikasi dengan gereja.

"Kami selalu berkomunikasi, apa pun yang dilakukan harus selalu rukun," terangnya.

Karena harmonisasi yang baik ini, tak jarang dua rumah ibadah tersebut menjadi rujukan pemuka agama seluruh dunia. Ada yang datang dari Singapura, Malaysia, Belanda, Jerman, Inggris, Italia, Spanyol, juga dari Filipina, Jepang, Vietnam.

Berdasarkan buku tamu gereja maupun buku tamu masjid, terlihat siapa saja yang pernah berkunjung. Kedatangan mereka ke Solo adalah untuk melihat secara langsung tentang kerukunan umat beragama di Solo.
Sumber: Merdeka.com

Jumat, 19 Juli 2013

FPI : Ruhut minta Mendagri bubarkan FPI

Reporter : Randy Firdaus
Jumat, 19 Juli 2013 12:02:09
Ruhut minta Mendagri bubarkan FPI
Figure terkait Ruhut Sitompul

Bentrok FPI Kendal. ©2013 Merdeka.com/Parwito
162


Puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) bentrok dengan ribuan warga Kendal, Jawa Tengah, kemarin. Konflik dipicu karena warga marah dengan aksi sweeping yang dilakukan FPI saat Ramadan.

Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul mengatakan, Undang-undang Ormas sudah harus diberlakukan. Menurutnya, polisi harus tegas menindak tegas segala tindakan Ormas yang melanggar hukum.

"Jadi dengan keluarnya UU Ormas, dikaitkan dengan tindak pidana hukum kita, polisi tidak perlu lagi sungkan, yang terlibat perlu dihukum seberatnya," jelas Ruhut saat dihubungi wartawan, Jumaat (19/7).

Menurut dia, Kementerian Dalam Negeri juga harus bertindak tegas membina Ormas yang melanggar hukum. Dia meminta agar FPI dapat segera dibubarkan.

"Mendagri juga sebagai pembina politik harus tegas, kalau (FPI) berlaku seperti ini harus dibubarkan," imbuhnya.

Politikus Demokrat menambahkan, Indonesia merupakan negara hukum, sehingga tak perlu ragu untuk membubarkan Ormas yang melanggar hukum seperti FPI.

"Jangan ragu-ragulah, kita negara hukum," tandasnya.
sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/ruhut-minta-mendagri-bubarkan-fpi.html

FPI : Tiga Anggota FPI Temanggung Ditetapkan sebagai Tersangka Antara

 Tiga Anggota FPI Temanggung Ditetapkan sebagai TersangkaKetua FPI Jateng Diperiksa Polisi Selama 6,5 Jam
Kendal (Antara) - Tiga anggota organisasi massa Front Pembela Islam asal Temanggung ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Resor Kendal pascabentrok dengan warga Sukorejo.
"Dari 27 anggota FPI yang kami periksa sebelumnya, tiga orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kapolres Kendal AKBP Asep Jenal Ahmadi di Kendal, Jumat.
Tiga anggota FPI yang ditetapkan tersangka itu adalah Satria Yuwono (22) dan Bayu Agung Wicaksono (22), keduanya warga Parakan, Temanggung, serta Soni Haryono (38), warga Pucungrejo, Muntilan.
Kapolres menjelaskan, tersangka Satria dan Bayu ditetapkan tersangka atas kepemilikan senjata tajam, sedangkan tersangka Soni adalah pengemudi mobil yang mengakibatkan seorang korban meninggal dunia akibat tertabrak.
"Saat ini ketiga tersangka masih terus menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres guna kepentingan penyidikan lebih lanjut," ujarnya.
Sebelumnya, penyidik kepolisian memeriksa 27 anggota FPI sebagai saksi setelah dievakuasi dari lokasi bentrok pada Kamis (18/7) malam.
Seperti diwartakan, bentrok antara sejumlah anggota FPI asal Temanggung dengan puluhan warga Sukorejo itu terjadi Kamis (18/7) sekitar pukul 14.00 WIB dan diduga dipicu oleh aksi "sweeping" yang dilakukan anggota FPI di tempat lokalisasi di Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga setempat menolak aksi "sweeping" yang dilakukan anggota FPI Temanggung karena menilai FPI tidak berhak dan bukan wilayah ormas yang bersangkutan.
Akibat bentrok tersebut, sejumlah anggota FPI dan warga menderita luka, satu unit mobil bernomor polisi AB 7105 SA milik FPI dibakar massa serta beberapa mobil lainnya rusak terkena lemparan batu.
Selain itu, seorang perempuan bernama Tri Munarti juga diketahui meninggal dunia di rumah sakit akibat tertabrak mobil yang ditumpangi beberapa anggota FPI yang panik saat dikejar puluhan warga setempat.(rr)
Sumber: Antara

FPI : Sweeping FPI di Kendal Dikecam

TEMPO.CO, Semarang -Tindakan organisasi Front Pembela Islam (FPI) yang men-sweeping lokalisasi Sukorejo, Kendal, dikecam berbagai kalangan.  Direktur Lembaga Studi Sosial dan Agama (Elsa) Semarang Tedi Kholiluddin mengecam tindakan para anggota FPI yang melakukan sweeping pada bulan puasa.  

»Kejadian di Kendal semakin meneguhkan anggapan masyarakat bahwa FPI itu organ yang mengedepankan kekerasan ketimbang kelembutan,” kata Tedi kepada Tempo di Semarang, Kamis, 18 Juli 2013.

Elsa mencatat pada bulan puasa tahun lalu FPI Jawa Tengah melakukan sweeping dan berakhir bentrok dengan warga di Bandungan, Semarang. »FPI tidak pernah belajar dari pengalaman,” kata Tedi. Tahun lalu FPI melakukan sweeping di Bandungan. Saat itu, para anggota FPI dihalau warga Bandungan.

Tedi yang juga kader muda Nahdlatul Ulama ini menilai, aksi anggota FPI melakukan sweeping sama artinya mendelegitimasi peran-peran aparat pemerintah. Tedi mempertanyakan apakah sweeping terhadap warung makan itu adalah bagian dari nahi munkar. »Itu malah nahiy munkar dengan kemunkaran,” Tedi menyindir.

Bentrok antara warga dan anggota Front Pembela Islam Jawa Tengah terjadi di Sukorejo Kabupaten Kendal, sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis 18 Juli 2013. Akibatnya, sebuah mobil minibus Toyota Avanza yang ditumpangi FPI dibakar warga. Selain itu, sebuah mobil pick up di rusak di dekat pompa bensin, tepatnya depan Gereja Santo Isodorus, Sukorejo, Kabupaten Kendal .

ROFIUDDIN

FPI : Kalla Imbau Polisi Tegas pada FPI

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengimbau Kepolisian Republik Indonesia bersikap tegas pada setiap organisasi masyarakat yang melakukan tindakan main hakim sendiri. Menurut dia, jika polisi sejak awal tegas, bentrokan warga dengan Front Pembela Islam di Kendal, Jawa Tengah, bisa dihindari. "Polisi jangan telat. Hal seperti itu janganlah masyarakat sendiri yang mengambil tindakan," katanya di kompleks parlemen, Senayan, Jumat, 19 Juli 2013.
Kalla mengatakan, polisi mestinya bertindak lebih dulu dibandingkan masyarakat. Selain itu, Kalla meminta kepolisian menindak dengan tegas siapa pun yang bersalah dalam bentrokan ini. "Mau ormas, mau siapa," kata dia.
Senada dengan Kalla, Ketua DPR Marzuki Alie juga meminta polisi bertindak tegas. Menurut dia, persoalan bentrokan di Kendal merupakan masalah penegakan hukum. "Itu urusan penegak hukum," kata dia.
Sebelumnya, bentrokan antara warga dan massa FPI terjadi di Sukorejo, Kabupaten Kendal, Kamis, 18 Juli 2013, sekitar pukul 14.00 WIB. Mobil Toyota Avanza yang ditumpangi anggota FPI dibakar warga. Selain itu, mobil pikap juga dirusak di dekat pompa bensin, depan Gereja Santo Isodorus, Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah.
Aksi pembakaran dan perusakan terjadi ketika mobil yang ditumpangi anggota FPI menabrak seorang pengendara sepeda motor di depan pompa bensin itu. Anggota FPI yang menumpang mobil itu sebelumnya terlibat aksi saling ejek dan bersitegang dengan warga di sekitar alun-alun Sukorejo.
Sejumlah pemuda dan warga setempat kesal. Apalagi FPI yang berasal dari luar Sukorejo itu juga melakukan sweeping sejumlah lokalisasi di sekitar Sukorejo.
WAYAN AGUS PURNOMO
Sumber :http://id.berita.yahoo.com/kalla-imbau-polisi-tegas-pada-fpi-101547756.html

FPI : Kronologi Bentrok di Kendal Versi FPI

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Front Pembela Islam Habib Muchsin menjelaskan kronologi terjadinya bentrok organisasi massa tersebut dengan warga Kendal, Jawa Tengah. Menurut Muchsin, aksi itu tidak direncanakan. "FPI itu menggelar kegiatan buka bersama. Lalu di tengah jalan menemukan tempat seperti itu (prostitusi), kemudian spontan," ujar Muchsin, Jumat, 19 Juli 2013.
Rombongan FPI yang berjumlah 100 orang itu pun masuk ke tempat prostitusi yang mereka sebut Alaska. Akan tetapi, mereka dihadang sekumpulan preman. "Preman yang backing tempat perjudian, prostitusi," katanya. Maka terjadilah bentrokan.
Menurut Muchsin, sebelum melakukan aksi spontan, FPI sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian setempat. Dan pada saat kejadian, polisi sempat hadir di lokasi itu. Polisi bahkan sempat membantu FPI untuk menutup tempat prostitusi tersebut.
Setelah itu, rombongan bergerak pulang. "Saat kita balik, kita dicegat preman. Kita panik. Mobil itu juga panik lari ke samping, menghindari itu preman," katanya. Kemudian mobil milik rombongan FPI menyasar tujuh orang yang sedang melintas di lokasi tersebut. Akibatnya, satu orang meninggal.
Bentrok antara warga dan masa Front Pembela Islam terjadi di Sukorejo, Kabupaten Kendal, Kamis, 18 Juli 2013 sekitar pukul 14.00 WIB. Minibus Toyota Avanza yang ditumpangi massa FPI dibakar warga. Mobil pick up dirusak di dekat pompa bensin, depan Gereja Santo Isodorus, Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah.
Aksi pembakaran dan pengrusakan terjadi setelah mobil yang ditumpangi massa FPI menabrak sepeda motor di depan SPBU, mengakibatkan seorang meninggal. Ellen menjelaskan mobil FPI yang menabrak warga itu sebelumnya terlibat aksi saling ejek dan bersitegang dengan warga di Alun-alun Sukorejo.
FEBRIANA FIRDAUS

FPI : Mengapa Istri Saya Jadi Korban?

TRIBUNNEWS.COM,KENDAL--Samsu Eko Yulianto mengaku kecewa berat karena istrinya, Tri Munarti, tewas setelah ditabrak oleh mobil yang dikendarai sekelompok orang yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI).
"Katanya mereka memperjuangkan kebenaran, tetapi kok malah istri saya yang jadi korban. Kalau sudah seperti ini siapa yang akan bertanggungjawab. Saya sangat kecewa," kata Yulianto saat ditemui di rumahnya, RT 2, RW 2, Desa Krikil, Kecamatan Pager Ruyung, Kendal, Kamis (18/7) malam.
Yulianto mengisahkan, saat itu dia dan istrinya hendak takziah ke rumah temannya sesama guru di Boja Kendal. Yulianto memboncengkan istrinya. Keduanya berangkat bersamaan dengan sejumlah guru lain yang mengendarai sepeda motor.
Lantaran sempat membeli bensin di SPBU, Yulianto tertinggal rombongan. Yulianto memilih memotong jalan lewat perkampungan Telangu kemudian tembus di sebelah SPBU Sape.
Yulianto mengaku saat itu sudah tahu di lokasi kejadian sedang terjadi ricuh antara ormas dan warga setempat. Ketika sepeda motor Yulianto keluar dari gang menuju Jalan Sapen, tiba-tiba muncul Avanza warna hitam dari arah belakang.
"Saya tidak tahu kalau ada mobil dari belakang. Saya hanya ingat badan saya terlempar ke arah kanan, sementara saya tidak tahu istri saya di mana," ujar guru SD Tambahrejo, Kendal itu.
Saat itu, Yulianto yang tersungkur di aspal akhirnya ditolong oleh warga. Yulianto sempat menepikan sepeda motornya dari tengah jalan, di antara kerumunan massa.
Ia kemudian teringat keberadaan istrinya. "Perempuan (korban) yang saya boncengkan tadi ke mana Pak," kata Yulianto kepada seorang polisi.
Setelah dicari beberapawaktu, Yulianto menemukan istrinya sudah berada di bak mobil pick-up ditemani sejumlah polwan. Sang istri sempat mengatakan kalau dadanya terasa sesak.
Yulianto yang menderita luka lecet pada tangan, kaki, dan dagunya itu kemudian ikut mengantarkan istrinya ke puskesmas. Lantaran lukanya parah, pihak puskesmas kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Ngesti Waluyo, Parakan, Temanggung.
Ketika berada di puskesmas, Yulianto juga melihat seorang perempuan yang sedang hamil menderita luka parah akibat tertabrak Avanza yang juga menabrak istrinya. "Saya menunggui istri sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir," kata dia lirih sembari menarik nafas panjang. Korban meninggalkan seorang suami dan dua anak.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Drs H Muryono, mengaku sangat kehilangan satu guru terbaik di Kabupaten Kendal, yakni, Tri Munarti. Tri Munarti merupakan guru di SD Krikil 1, Kecamatan Pager Ruyung.
Pernyataan itu diungkapkan Muryono saat mengunjungi rumah Tri Munarti. "Selaku kepala dinas saya merasa kehilangan guru terbaik di Kabupaten Kendal. Bu Tri ini sudah mengabdi sejak 1989," kata Muryono
Muryono mendapatkan informasi ada satu gurunya meninggal saat selesai menjalankan salat tarawih di Kodim. Begitu mendapat kabar, Muryono segera mengajak para kabid di Dinas Pendidikan Kendal untuk ke rumah korban.
"Saya mewakili semua pegawai di Dinas Pendidikan mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ujarnya. (tribunjateng/ape/sam)

Jumat, 05 Juli 2013

Kabupaten Morowali

Kabupaten Morowali

Contents

 [hide

Geografis

Batas dan Luas Wilayah secara administratif Kabupaten Morowali memiliki batas wilayah sebagai berikut :
Utara : Berbatasan dengan wilayah Kabupaten Tojo Una-Una
Selatan : Berbatasan dengan wilayah Propinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan
Barat : Berbatasan dengan Perairan Teluk Tolo dan Kabupaten Banggai
Timur : Berbatasan dengan wilayah Kabupaten Poso, Tojo Una-Una, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah
Luas daratan Kabupaten Morowali diperkirakan kurang lebih 15.490,12 km2 atau sekitar 22,77 persen dari luas daratan Propinsi Sulawesi Tengah. Luas Wilayah Kabupaten Morowali menempati urutan pertama bila dibandingkan dengan luas daratan kabupaten / kota lainnya di Sulawesi Tengah.


Demografi

Perkembangan jumlah penduduk Kabupaten Morowali setiap tahunnya terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2002 jumlah penduduk tercatat sebanyak 162.529 jiwa, tahun 2003 tercatat 165.542 jiwa, tahun 2004 menjadi 166.477 jiwa, tahun 2005 berjumlah 170.200 jiwa, tahun 2006 taercatat 178.328 jiwa, tahun 2007 tercatat 190.012 jiwa dan pada tahun 2008 meningkat menjadi 195.937 jiwa dengan jumlah kepala keluarga (kk) sebanyak 49.885 kk. Pertumbuhan penduduk tahun 2007 sebesar 6,5 persen dan pada tahun 2008 pertumbuhan penduduk mencapai 3,1 persen. Pertumbuhan penduduk yang meningkat juga dipengaruhi oleh migrasi penduduk dari luar ke wilayah Kabupaten Morowali dengan alasan utama ekonomi. Hal ini mengindikasikan adanya daya tarik ekonomi Kabupaten Morowali dan prospek perkembangan dimasa mendatang untuk memberikan tingkat kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat. Dan hingga saat ini kebijakan yang diambil yang berorientasi pada kepentingan publik adalah digratiskannya kartu tanda penduduk (ktp) dan akte kelahiran bagi seluruh masyarakat morowali.


Sejarah

Kabupaten Morowali merupakan Kabupaten yang terbentuk dari hasil pemekaran wilayah Kabupaten Poso Propinsi Sulawesi Tengah berdasarkan Undang-undang RI Nomor 51 Tahun 1999. Kabupaten Morowali merupakan salah satu dari sembilan Kabupaten Morowali dan satu kota yang ada di propinsi Sulawesi Tengah. Sejarah perjuangan untuk melahirkan Kabupaten Morowali sudah lama tumbuh dan menggelora di hati masyarakat. Aspirasi tersebut terus berkembang yang kemudian sampai pada tingkat lahirnya kemampuan politik dari wakil-wakil rakyat di lembaga DPRD dengan dicetuskannya Resolusi DPRD-GR Propinsi Sulawesi Tengah nomor : 1/DPRD/1966 yang isinya meminta kepada Pemerintah Pusat agar Propinsi Sulawesi Tengah dimekarkan menjadi 11 (sebelas) daerah otonom tingkat II, yaitu 2 (dua) Kotamadya dan 9 Kabupaten, salah satu diantaranya adlah Kabupaten Morowali (waktu itu masih disebut Mori Bungku).
Sejarah perjuangan panjang ini ternyata tak pernah mengenal akhir, sehingga begitu masa reformasi, peralihan orde baru ke masa reformasi saat ini, di mana kebebasan demokrasi lebih digaungkan sebagai konsep pemerintahan, dengan kemudian diterapkannya konsep pemerintahan desentralisasi, yang diwujudkan melalui kebijakan otonomi daerah ditingkat Kabupaten, dimana Kabupaten diberi porsi yang lebih besar lagi untuk mengatur daerahnya sendiri. Maka semakin luaslah potensi bagi terbentuknya daerah Kabupaten baru. Oleh karena itu moment ini direspon oleh masyarakat seluruh lapisan di daerah Morowali untuk memperjuangkan kembali aspiral lamanya, yakni pembentukan Kabupaten Poso. Dan akhirnya perjuangan dan aspirasi masyarakat daerah ini berhasil, yakni dengan keluarnya kebijakan Pemerintah Pusat untuk membentuk daerah Morowali, berdiri sebagai Kabupaten sendiri, yang diberi nama Kabupaten Morowali, berdasarkan hasil pemikiran dan kesepakatan seluruh lapisan masyarakat.
Keputusan Pemerintah Pusat untuk membentuk Kabupaten Morowali ini kemudian dituangkan ke dalam UU RI Nomor 51 Tahun 1999. Setelah terbentuknya Kabupaten Morowali, langkah selanjutnya mempersiapkan perangkat wakil rakyat di DPRD dan pemilihan Bupati, Saat ini bupati terpilih pertama yang memimpin secara definitif Kabupaten Morowali adalah Andi Muhammad Abubakar dan Datlin Tamalagi sebagai wakil bupati definitif pertama dan Drs. H. Chaerudin Zen sebagai Sekertaris Kabupaten Morowali.


Potensi

Peternakan

Pada sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura umumnya didominasi oleh tanaman Padi dan Palawija serta beragam buah-buahan.
Pembangunan sub sektor tanaman pangan khususnya padi dan palawija di Kabupaten Morowali masih tetap diprioritaskan pada komoditi padi. Hal ini terlihat dari kenaikan luas panen yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan perkembangan komoditas lainnya.

Pertambangan

Potensi sektor pertambangan telah terinventarisir berbagai jenis bahan galian, yakni sebagai berikut :
Golongan A (bahan galian strategis) Seperti : Minyak Bumi, Nikel dan Batu Bara
Golongan B ( bahan galian vital) Seperti : Kromit dan Besi
Golongan C (bahan galian non strategis dan vital) Seperti : Lempung, Batu Giok (Jade), Talk dan Marmer
Jenis bahan tambang / galian yang telah dikelola tahun 2002 antara lain :
Minyak Bumi & Gas Alam di Kec. Bungku Utara
Nikel (126.375 Ha) di Kec. Bungku Tengah dan Kec. Bungku Selatan
Chromit (1.233 Ha) di Kec. Bungku Tengah
Marmer ( 1.540 Ha) di Kec. Lembo, Kec. Mori Atas dan Kec. Petasia

Perkebunan

Perkebunan Besar

Tanaman perkebunan besar di Kabupaten Morowali terdiri dari komoditi kelapa sawit dengan luas areal 16.507,27 ha, dengan produksi 158.085,61 ton yang tersebar di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Bungku Barat, Mori Atas dan Bungku Utara serta komoditi Karet dengan luas areal 3.123 ha, dengan produksi sebesar 2.896,63 ton yang terdapat di Kecamatan Lembo.

Perkebunan Rakyat

Jenis-jenis perkebunan rakyat yang terdapat di Kabupaten Morowali terdiri atas tanaman kelapa, cengkeh, kopi, kelapa sawit, pala, lada, coklat, karet, jambu mente, vanili, sagu, kapuk dan kemiri. Dari jenis tanaman perkebunan tersebut jenis tanaman coklat mempunyai luas areal yang terbesar, yaitu mencapai 13.602,80 ha, sedangkan tanaman dengan luas areal terkecil adalah tanaman kemiri seluas 12 ha.

Kelapa

Kecamatan yang memiliki produksi terbesar adalah Kecamatan Bungku Barat dengan produksi sebesar 9.350 ton sementara Kecamatan Mori Atas merupakan daerah dengan tingkat produksi terendah yaitu sebesar 21,6 ton.

Cengkeh

Kecamatan yang memproduksi tanaman cengkeh adalah Kecamatan Bungku Selatan dengan jumlah produksi sebesar 7.500 ton sedangkan Kecamatan Soyo Jaya merupakan daerah dengan produksi terendah yaitu 0,1 ton.

Kopi

Kecamatan yang menjadi penyumbang terbesar di Kabupaten Morowali adalah Kecamatan Bungku Utara yaitu 18,13 ton sedangkan Kecamatan Petasia menjadi daerah penghasil produksi terkecil yaitu 0,2 ton.

Kelapa Sawit

Tanaman perkebunan rakyat jenis komoditi kelapa sawit di Kabupaten Morowali hanya terdapat di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Bungku Barat dengan tingkat produksi 1.096 ton dengan luas areal panen 36 ha dan Petasia seluas 911,20 ha belum berproduksi.

Pala

Kecamatan Bungku Tengah merupakan daerah penghasil pala terbesar yaitu 72 ton sedangkan Kecamatan Lembo dan Petasia merupakan daerah penghasil pala terkecil masing-masing 0,5 ton.

Lada

Kecamatan yang memproduksi lada terbesar adalah Kecamatan Bungku Tengah dengan tingkat produksi 1.575 ton sedangkan Kecamatan Soyo Jaya menjadi daerah dengan tingkat produksi terendah yaitu 0,2 ton.

Coklat

Kecamatan Bungku Tengah adalah Kecamatan yang mempunyai tingkat produksi terbesar yaitu 3.742 ton, sedangkan Kecamatan Mori Atas merupakan daerah dengan tingkat produksi terendah yaitu 6,9 ton.

Jambu Mente

Kecamatan Bungku Barat mempunyai tingkat produksi tertinggi sebesar 900 ton sedangkan Kecamatan Soyo Jaya merupakan daerah dengan tingkat produksi terendah yaitu 0,8 ton.

Vanili

Tanaman perkebunan jenis komoditi vanili hanya terdapat di Kecamatan Mori Atas dengan tingkat produksi 0,9 ton dengan luas areal panen 9,8 ha.

Sagu

Tanaman perkebunan rakyat jenis komoditi sagu di Kabupaten Morowali hanya terdapat di Kecamatan Lembo dengan tingkat produksi 0,38 ton dengan luas areal panen 7,3 ha dan Kecamatan Petasia dengan tingkat produksi 3 ton dengan luas areal panen 15,5 ha, sehingga total produksi sagu 3,38 ton dengan luas areal panen 22,8 ha.

Kemiri

Tanaman perkebunan rakyat jenis komoditi kemiri di Kabupaten Morowali hanya terdapat di Kecamatan Mori Atas dan Soyo Jaya. Kecamatan Mori Atas menjadi penyumbang terbesar dengan tingkat produksi mencapai 23 ton sedangkan Kecamatan Petasia menjadi daerah dengan tingkat produksi terendah 4,6 ton.

Kehutanan

Pada sektor kehutanan berdasarkan peta peruntukan lahan di Sulawesi Tengah, luas kawasan hutan di Kabupaten Morowali lebih dari 1 Juta hektar terdiri dari hutan lindung 436.756 ha, hutan suaka alam dan wisata 241.331 ha dan kawasan budidaya yang terdiri dari hutan produksi 480.759 ha serta Areal Penggunaan Lain (APL) 417.226 ha.
Jenis potensi yang ada di dalamnya meliputi hasil hutan kayu antara lain : kelompok meranti, rimba campuran, kelompok kayu indah seperti jati dan cempaka serta terdapat pula kelompok kayu mewah seperti eboni / kayu hitam (Dyospiros Celebica Bakhb) yang termasuk salah satu kayu langka di dunia.
Adapun hasil hutan lainnya (non kayu) antara lain dammar, kemiri, calapai serta berbagai jenis rotan, yang semuanya merupakan potensi kekayaan daerah yang tak ternilai.

Perikanan dan Kelautan

Perairan laut Teluk Tolo di Kabupaten Morowali dengan luas perairan 29.962,88 Km2 memiliki potensi biotik yang jenis dan jumlahnya cukup banyak, terdiri dari berbagai jenis ikan, lobster, kepiting bakau, cumi-cumi, gurita, rumput laut dan kerang mutiara.
Sedangkan untuk perikanan budidaya antara lain tambak dan kolam dengan jenis potensi udang windu, bandeng, ikan mas, nila dan udang gajah.

Peternakan

Perkembangan ternak di Kabupaten Morowali mengalami peningkatan populasi baik untuk ternak besar, ternak kecil maupun ternak unggas. Kecamatan dengan tingkat ternak sapi terbanyak terdapat di Kecamatan Lembo dengan jumlah populasi 6.042 ekor sedangkan untuk ternak kerbau Kecamatan Bungku Tengah menjadi Kecamatan dengan jumlah populasi terbanyak yaitu 243 ekor. Sementara ternak kecil seperti kambing dan babi populasi terbanyak terdapat di Kecamatan Lembo dengan jumlah populasi masing-masing 891 ekor dan 12.146 ekor sedangkan ternak unggas jenis ayam populasi terbanyak terdapat di Kecamatan Bungku Barat sebanyak 68.373 ekor. Adapun populasi itik terbesar ada di Kecamatan Bungku Tengah dengan jumlah 2.627 ekor.

Pariwisata

Pembangunan kepariwisataan diarahkan pada peningkatan pariwisata untuk menggalakkan kegiatan perekonomian sehingga dapat membuka lapangan kerja dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Keberhasilan dalam bidan gkepariwisataan terjamin dari semakin meningkatnya kunjungan wisatawan ke objek wisata yang ada.
Di Kabupaten Morowali terdapat berbagai jenis objek wisata yang terdiri dari wisata pantai pasir putih, goa, tanaman laut, air terjun, danau, cagar alam dan objek wisata lain. Objek wisata yang terbanyak di Morowali adalah goa yaitu 16 buah.


Wilayah Kabupaten Morowali


Sumber :
http://www.morowalikab.go.id/

Cari Blog Ini