Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Selasa, 08 Januari 2013

Jamaah Syiah: Kami Akan Ngungsi Kalau MUI Cabut Fatwa Sesat

Selasa, 08 Januari 2013 , 17:29:00 WIB

Laporan: Ihsan Dalimunthe


PENGUNGSI SYIAH/IST
  

RMOL. Tiga opsi yang ditawarkan pemerintah kabupaten Sampang dan disepakati oleh pemerintah provinsi Jawa Timur bersama MUI dan ulama di Sampang ditolak warga pengungsi. Tiga opsi tersebut transmigrasi keluar daerah Madura, ditempatkan di rumah susun Mojokerto, dan dibelikan tanah dan rumah di Madura tapi di luar Sampang.
Demikian disampaikan oleh pimpinan warga pengungsi, Iklil kepada Rakyat Merdeka Online di GOR Sampang, Madura, Minggu (6/12).
Iklil mengakui, jika para pengungsi memang sudah pernah ditawari relokasi. Namun pengungsi yang kebanyakan buta huruf dan sulit berbahasa Indonesia ini lebih memlih untuk kembali ke daerah mereka karena mereka biasa beternak dan bertani. Walau memang diakui Iklil saat ini kandang ternak dan rmah mereka sudah kebanyakan hangus dbakar.
Sebetulnya, menurut pengakuan Iklil masyakrat Sampang, terutama tempat daerah mereka diserang, Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben dan Dusun Gading Laok Desa Kecamatan Karangpenang sudah mau menerima kembali para pengungsi. Malah kata Iklil warga desa mereka siap menjemput para pengungsi di GOR.
"masyarakat desa kami sangat menerima bahkan merindukan kami, karena kami memang juga asli kampong sana dan banyak kerabat kami walau itu Sunni, tapi ada provokator dan pengaruh ulama masih sangat kuat," kata Iklil.
Jadi intinya, menurut Iklil pengungsi akan pindah jika fatwa yang menyatakan Syiah sesat segera dicabut. Pasalanya jika tidak, maka keberadaan warga Syiah, walaupun mereka direlokasi kemanapun, akan dianggap sebagai masyakrat bermasalah.
"Relokasi bukan solusi, kami ini warga Negara Indonesia yang berhak untuk tinggal di kampong halaman kami sendiri, jadi kami tidak akan pindah sebelum fatwa sesat Syiah dicabut, karena jika tidak kami tetap akan mendapat perlakukan yang tidak diinginkan karena kami dilihat sebagai orang yang bermasalah," demikian Iklil. [dem]
 Sumber : http://polhukam.rmol.co/read/2013/01/08/93286/Jamaah-Syiah:-Kami-Akan-Ngungsi-Kalau-MUI-Cabut-Fatwa-Sesat-



Baca juga:

Wakil Bupati: Syiah harus Contoh Cara Muhammadiyah Masuki Sampang
Wakil Bupati: Anggaran untuk Pengungsi Syiah Habis
Kondisi di Pengungsian Warga Syiah Sudah Aman
Anak-anak Syiah Paling Menderita di Pengungsian
Warga Syiah Sampang Sudah Jenuh Tinggal di Pengungsian

Kamis, 03 Januari 2013

Ke Mana Saja Anak Hatta Bawa BMW Maut?

  • TRIBUNnews.com
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menceritakan perjalanan sopir BMW maut, Muhammad Rasyid Amirullah, sebelum kecelakaan. Menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan awal Rasyid dan teman perempuannya, Prilia Kinanti, 22 tahun, malam sebelum kejadian, Rasyid menghadiri perayaan tahun baru di salah satu kafe kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
"Sebelumnya, dia menjemput rekanitanya di rumah di Tebet," kata Rikwanto kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Rabu, 2 Januari 2013. Setelah itu, mereka pergi bersama ke kafe di kawasan Kemang, hingga pukul 01.00 dinihari. "Mereka di Kemang tiga jam."
Lalu, pukul 01.00 itu mereka kembali ke Tebet, rumah rekan wanita Rasyid. Di sana, "Mereka mengobrol sampai jam 05.00 pagi." Kemudian, Rasyid pulang ke arah Fatmawati, melewati jalan tol depan Pancoran, lanjut ke Jagorawi. "Rencananya, mau masuk JORR." Nahas, di kilometer 3.350 tol Jagorawi, terjadilah kecelakaan itu.
Mobil BMW X5 hitam jenis SUV bernomor polisi B 272 HR yang dikendarai putra bungsu Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menabrak mobil Daihatsu Luxio hitam berpelat F 1622 CY yang dikemudikan Frans Sirait, 37 tahun, di kilometer 3.350 tol Jagorawi pukul 05.45 WIB, Selasa, 1 Januari 2013. Akibatnya, dua penumpang Luxio meninggal dunia, yaitu Harun, 57 tahun, dan M. Raihan, 14 bulan. Sedangkan tiga lainnya mengalami luka-luka.
Rasyid telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 283 junto Pasal 287 ayat 5 junto Pasal 310 ayat 3 Undang-Undang Lalu Lintas Tahun 2009. "Karena mengantuk, pelanggaran teknis mengemudi, dan kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia," kata Rikwanto.
Sumber:  http://id.berita.yahoo.com/ke-mana-saja-anak-hatta-bawa-bmw-maut-162109401.html

Beda perlakuan anak Hatta dan Afriyani saat kecelakaan maut

  • Nama Prilla Kinanti Tiba-tiba Mencuat
  • TRIBUNnews.com
MERDEKA.COM, Polisi lantang bicara ketika terjadi kecelakaan dan memakan korban jiwa. Tanpa menunggu waktu lama, polisi langsung mengumumkan status pengemudi dan menahannya. Tetapi ternyata itu tak berlaku bagi Muhammad Rasyid Amrullah, anak Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Sejumlah keganjilan muncul, mulai dari polisi yang saling lempar ketika ditanya sampai pria-pria misterius yang berjaga di RS Polri Kramatjati. Dan anehnya lagi, Rasyid beserta mobil BMW-nya raib. Kenapa?

Sampai hari ini pun status Rasyid masih belum diketahui. Ketika dicecar, polisi berdalih masih melakukan penyelidikan. Mereka justru mengungkapkan jika putra bungsu Hatta itu trauma dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Bandingkan dengan kasus kecelakaan Xenia maut yang menewaskan 9 pejalan kaki dan Livina maut di Jalan Ampera Raya, yang menewaskan dua orang. Lebih parahnya lagi, untuk kasus yang sama seorang perwira polisi bisa memberi pernyataan berbeda.

Saat kasus Xenia maut, beberapa jam kemudian Kasat Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sudarmanto mengumumkan status Afriyani Susanti sebagai tersangka. Kala itu Sudarmanto pun detail menyebut pasal-pasal yang menjerat pengemudi berbadan tambun itu.

"Afriyani Susanti kami tetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 283, 287 ayat 5, Pasal 288, Pasal 310 ayat 1, ayat 2, ayat 3, dan ayat 4," kata Sudarmanto kala itu Minggu 22 Januari 2012.

Tetapi tidak untuk kasus anak sang menteri, Sudarmanto bermain aman untuk tidak memberikan informasi. Dia pun berlindung di balik undang-undang agar jurnalis tak terus mencecarnya. Padahal polisi sudah berjanji tak akan mengistimewakan anak Hatta.

"Masih dalam proses penyelidikan jadi kami tidak boleh memberikan informasi. Pasal 18 tentang UU Keterbukaan Informasi Publik. Di mana saat dalam penyidikan kami tidak boleh beri informasi gamblang," terang Sudarmanto kemarin.

Sudarmanto juga merahasiakan di mana mobil BMW yang dikemudikan oleh Rasyid kini berada. "Ada di suatu tempat, kenapa saya tidak bisa beri tahu, ya karena balik lagi ke Pasal 18 itu tadi," katanya.

Bahkan untuk mengungkap siapa sebenarnya Rasyid, harus corong Polri yang angkat bicara, yaitu Irjen Suhardi Alius. Padahal, dalam peristiwa kecelakaan seperti ini, biasanya polisi setingkat wilayah punya otoritas untuk mengumumkan.

Contohnya adalah kecelakaan Livina maut, secara gamblang Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan Kompol Hindarso mengumumkan status pengemudi, tepat di hari kejadian, Kamis 27 Desember 2012.

"Sopir sudah pasti tersangka. Tadi sempat digebukin warga," kata Hindarso.

Tentu kita ingin siapa saja yang bersalah baik rakyat biasa, anak pejabat, kedudukannya harus sama di hadapan hukum. Jika memang bersalah ya harus dihukum, nyali polisi tak boleh ciut.

Hatta pun sudah meminta maaf kepada keluarga perihal kejadian ini. Ketua Umum PAN itu menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada aparat kepolisian. Dia merasa terpukul atas kejadian yang menimpa anaknya.

"Kami serahkan sepenuhnya proses ini kepada kepolisian, saya mohon doa restu saudara sekalian agar putra kami pulih, agar dia dapat menjalani proses hukum," kata Hatta saat melakukan jumpa pers di kediamannya di Cipete, Jakarta, Selasa (1/1).
Sumber: Merdeka.com

Senin, 31 Desember 2012

Teror : Mahasiswa Theologi Baptis Tewas Dibakar, 3 Pelaku Dibekuk

Semarang
Danar Widiyanto | Sabtu, 29 Desember 2012 | 05:41 WIB | Dibaca: 3944 | Komentar: 0
 
Ilustrasi. Foto: Dok
SEMARANG (KRjogja.com) - Kasus pembunuhan sadis terhadap Suparno (42) mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Baptis Indonesia (STBI)  Semarang yang mayatnya ditemukan  Kamis (23/12) malam lalu  di hutan daerah Jepara  telah terungkap dengan dibekuknya tiga pelaku.

Para pelaku dengan korban sudah saling kenal dibekuk tim khusus Polda Jateng, Jumat (28/12) di tempat berbeda daerah Jawa Tengah, yakni di Sragen dan Kudus. Mereka masing masing Amir Mahmud (29) warga Desa Ngaklingan, Gebog dan Sudarsono alias Sony (29) warga Desa Klumpit, Gebog, Kudus. Dan, satu pelaku lagi, Agus Suprapto (31) asal Dusun Semper Barat , Cililing, Jawa Barat diringkus  di Sragen.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng  Kombes Bambang Rudi Pratikyo, semalam mengatakan latar belakang karena dendam. Korban sebelum dibuang di hutan tidak cuma dihujani tusukan senjata tajam, tapi juga dibakar. Untuk menghilangkan jejak, ketiga pelaku membawa kabur motor korban agar oleh polisi dianggap korban merampokan.

Adapun, dendam kesumat yang melatar belangi pembunahan sadis itu gara-gara korban yang semasa hidupnya dengan para pelaku pernah sama-sama menekuni ajaran Islam telah beralih agama. Bahkan, Suparno kuliah lagi di perguruan tinggi theologi baptis di Semarang. Perubahan agama, itulah mendorong rekan-rekan lamanya jengkel hingga melakukan pembunuhan sadis tersebut. Ketiga tersangka kini ditahan di sel Polda Jateng Semarang. (Cry)
sumber :http://krjogja.com/read/156265/mahasiswa-theologi-baptis-tewas-dibakar-3-pelaku-dibekuk.kr

 

Sabtu, 29 Desember 2012

Aksara Batak - Lengkap

Aksara Suku Batak terdiri dari 5 (lima) macam : yaitu Aksara Batak Toba, Aksara Batak Mandailing, Aksara Batak Karo, Aksara Batak Simalungun, dan Aksara Batak Pakpak. Semua aksara batak tersebut mempunyai persamaan dan ada juga sedikit perbedaan, sebagai gambaran perhatikan tabel perbandingan Aksara-aksara Batak tersebut


Oleh karena banyak mempunya persamaan, sebagai contoh saya akan mengambil satu jenis Aksara Batak Toba

Bentuk hurup serta pengetikan

Hurup untuk mengubah bunyi.     
                       
Alboin B. Pangaribuan, SE
Sumber : dari berbagai Sumber..

   

Kamis, 27 Desember 2012

Teroris : Cegah teroris, polisi razia indekos dan toko kimia di Solo

MERDEKA.COM, Membatasi gerak dan aksi terorisme menjelang tahun baru, jajaran Kepolisian Resort Kota (Polresta) Solo, Jawa Tengah merazia sejumlah toko bahan kimia dan rumah indekos. Razia ini juga melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP).

Pantauan merdeka.com, Kamis (27/12), aparat kepolisian dan Satpol PP mendatangi sejumlah toko bahan kimia di Jalan Dr. Radjiman, Laweyan. Saat merazia sejumlah toko tersebut, selain memeriksa, aparat gabungan juga mendata seluruh bahan-bahan yang dijual.

Sementara untuk indekos yang dirazia di antaranya berada di daerah kelurahan Sondakan, Laweyan, Solo. Di beberapa tempat tersebut memang sering dihuni oleh warga pendatang yang tengah mencari usaha dan para mahasiswa.
Saat mendata, polisi juga meminta penghuni menunjukkan identitas. Sementara bagi yang sudah menikah harus menunjukan surat akta nikahnya.

Kasat Bimas Polresta Solo Kompol Juliana mengatakan, razia gabungan ini digelar untuk menghindari aksi teror seperti yang terjadi di Poso.

"Dengan razia ini, kita antisipasi adanya teror. Kita tidak ingin kecolongan seperti di Poso. Makanya pengamanan yang kita lakukan bukan hanya di titik penjagaan saja, tapi pengamanan juga diberlakukan menyeluruh," katanya.

Dalam razia ini, lanjut Juliana, pihaknya hanya menitikberatkan pada pendataan saja. Hal tersebut dimaksudkan, agar jika nantinya ada sesuatu yang mencurigakan, Polresta sudah memiliki data-datanya.
Sumber: Merdeka.com

Rabu, 26 Desember 2012

Teroris :Buntut Krisis Poso, Komnas HAM Desak Kapolri Pecat Kapolda Sulteng


Senin, 24 Desember 2012 , 17:34:00 WIB
Laporan: Samrut Lellolsima


TIMUR PRADOPO/IST

  
RMOL. Aparat kepolisian Sulawesi Tenggara (Sulteng) tidakprofesionalan dan lalai. Akibatnya, enam anggota Brimob, diserang kelompok tak dikenal, Kamis (20/12). Empat diantaranya tewas.

Kelalaian ini pun dikecam oleh Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Siane Indriani. Bahkan, Siane meminta Kapolri mengambil sikap tegas atas peristiwa tersebut dengan memberhentikan Kapolda Sulteng.

Desakan ini dilakukan sebagai tindak lanjut penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM dalam lima hari terakhir.

"Banyak kejanggalan dalam peristiwa penembakan yang mengakibatkan tewasnya empat anggota Brimob tersebut.
Jadi, Harus dilakukan pengusutan secara tuntas apa penyebab terbunuhnya empat anggota Brimob di Kalora itu, sebab dari penyelidikan kami temukan banyak kejanggalan. Dan yang lebih penting, apapun hasilnya umumkan secara terbuka di media," tegas Siane dalam keterangan pers yang diterima redaksi, hari ini (Senin, 24/12).

Sikap terbuka dan jujur aparat kepolisian Sulteng sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti saat ini, sehingga tidak menjadikan masalah berlarut-larut. Tak kalah penting adalah tidak mengakibatkan trauma mendalam di internal aparat dan masyarakat secara luas.

Siane menambahkan, jika tak mampu melakukan evaluasi atas peristiwa yang terjadi di wilayah yang dipimpinnya, Kapolda Sulteng Brigjend. Gede Parsana sudah selayaknya diberhentikan.

"Jika memang Kapolda Tak mampu melakukan evaluasi, Kapolri sebaiknya segera memberhentikannya," lanjutnya.

Mantan Pemimpin Redaksi Global TV tersebut juga mengatakan, dari hasil penyelidikannya ditemukan fakta enam polisi di Sulteng terbunuh dalam enam bulan terakhir, yang keseluruhannya tidak terungkap penyebab pastinya. Komnas HAM justru menemukan ketidakberesan dalam prosedur kerja yang diterapkan di jajaran kepolisian Sulteng, di antaranya tidak dikenakannya kelengkapaan keamanan oleh aparat dalam tugas lapangan.

Siane yang merupakan Komisioner Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan tersebut juga menekankan pentingnya dilakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP), sehingga ditemukan fakta penyebab terbunuhnya enam anggota Brimob selama ini.

"Coba selidiki proyektil yang bersarang di tubuh korban. Serta jelaskan mengapa mereka sampai melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri," tandas Siane seraya meragukan pernyataan Kapolda Sulteng yang menyebut ke enam anggota Brimob tertembak saat menjalankan tugas patroli.

Selama lima hari melakukan pemantauan dan penyelidikan langsung di Poso dan Palu, Siane mengaku mendapati kondisi yang tak kalah memprihatinkan lainnya. Yaitu rasa takut yang menghinggapi masyarakat atas kelompok sipil bersenjata yang disebut-sebut ada di sekitar mereka. Masyarakat juga mengalami trauma karena beberapa kali terjadi peristiwa salah tangkap terhadap warga.

"Dimana warga harus meminta perlindungan, bila kondisinya seperti ini," pungkasnya. [arp]
sumber:http://polhukam.rmol.co/Senin, 24 Desember 2012

Selasa, 25 Desember 2012

Ketua PBNU, Said Aqil Siradj: Warga NU Tidak Luntur Imannya Walau Ucapkan Selamat Natal

WAWANCARA
Said Aqil Siradj: Warga NU Tidak Luntur Imannya Walau Ucapkan Selamat Natal
Jum'at, 21 Desember 2012 , 09:17:00 WIB

SAID AQIL SIRADJ

  
RMOL. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, ucapan natal boleh saja disampaikan kepada umat Kristiani demi  kerukunan umat beragama.
“Asal niatnya selamat atas kela­hiran Isa Almasih sebagai Rasul Allah. Toh umat Kristiani juga se­lalu ucapkan selamat Idul Fitri dan selamat atas kelahiran Nabi Besar Muhammad. Lalu salahnya di ma­na,” kata Said Aqil Siradj, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Seperti diketahui, Ketua Maje­lis Ulama Indonesia (MUI) Ma’aruf Amin melarang umat Islam mengu­cap­kan Natal kepada umat Kristiani.
“Sebaiknya tidak usah saja lah (mengucapkan Natal). Tahun ba­ru saja. Mengucapkan Natal itu masih menjadi perdebatan,” kata Ma’ruf Amin.
Said Aqil Siradj selanjutnya me­ngatakan, dirinya  selalu me­ngucapkan Natal kepada tetang­ga­nya yang umat Kristen Katolik dan Kristen Protestan.
“Saya menghormati tokoh be­sar yang harus kita hormati dan Na­­­bi Isa itu adalah salah satu Na­bi dari kelima Nabi yang diberi­kan kebesaran dan mukjizat dari Allah. Kan umat Islam menang­ga­pi­nya sebagai Nabi Allah, bu­kan Tuhan,’’ paparnya.
Berikut kutipan selengkapnya:

Tangapan Anda atas pen­dapat MUI itu?
Memang MUI melarang itu. Tapi menurut saya itu sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Ucapan itu kan sama seperti me­re­ka mengucapkan selamat atas kelahirannya Nabi Muhammad, Musa dan Nabi-nabi  Allah lain­nya, itu kan boleh.

Kalau yang dilarang seperti apa?
Yang dilarang itu kalau ikuti ritualnya seperti yang dilakukan umat Kristiani. Nah itu yang tidak boleh. Kalau ucapkan selamat saja, saya rasa tidak salah.

Apa yang terkandung dari larangan MUI itu?
Kalau saya melihatnya, ada kekhawatiran para ulama kalau mengucapkan Natal itu akidah umat Islam dapat bergesar. Maka ada sebagian ulama yang masih melarang itu.

Kalau di NU bagaimana?
Kalau saya yakin umat Islam, terutama warga NU  tidak luntur imannya kepada Allah walau walaupun mengucapkan sela­mat Natal.
Saya pastikan akidahnya tidak akan bergeser dan berkurang atau luntur imannya kepada Allah. Maka menurut saya, tidak perlu dilarang seperti itu.
Apa ada larangan seperti itu di Al-Quran atau Hadist?
Tidak ada larangan yang spe­sifik tertulis dalam Al-Quran dan Hadist. Kalau saya mengatakan selamat kepada tetangga saya dan saudara-saudara saya yang ber­lainan agama, masa tidak boleh.

Anda menilai ucapan Natal itu sebagai apa?
Ucapan itu sebagai upaya men­jaga dan memperkuat tali persau­daraan antar umat beragama. Kita tidak bisa membangun Ukhuwah Islamiah tanpa menghargai keberadaan agama lainnya.
Kalau dibiarkan dan berhenti pada Ukuwah Islamiah saja, kita akan menjadi ekstrim, tertutup, eksklusif. Malah bisa jadi radikal. Saya berharap Ukhuwah Islamiah dibangun dengan ukhuwah watoniah.

Maksudnya?    
Kita sering bicara mari ber­juang demi agama Islam, mari mensyiar­kan agama Islam. Memperjuang­kan itu kan di atas tanah air kita. Oleh karena itu memperkuat ke­sa­­tuan tanah air itu lebih penting, ke­mudian memperjuangkan agama Islam.

Kenapa?
Kalau tercerai-berai, bagai­ma­na kita bisa perjuangkan Islam. Apa perjuangkannya di langit, di awang-awang.

 Seharusnya bagaimana?
Kita harus menunjukkan sikap yang baik sebagai umas Islam sejati. Yakni dengan membangun simpati atas sesama dalam bera­gama.
Bersikap baik dan menghargai agama lain adalah ilmu marketing dengan membuat hubungan yang menarik dan fleksibel.
Contohnya saja, para Wali Songo dulu baik-baik dengan orang Hindu, masyarakat Jawa, dan dengan kerajaan Majapahit. Lama-lama simpati itu muncul, kemudian berbondong-bondong masuk Islam.
Kalau ada larangan itu justru dikhawatirkan akan muncul an­tipati terhadap Islam itu sen­diri. Padahal keberadaan agama Islam untuk kita semua, termasuk yang non-muslim.

 Apa yang diajarkan Nabi Muhammad tentang ini?
Nabi Muhammad 13 tahun di Mekkah yang waktu itu ada 360 berhala dengan bermacam-ma­cam nama. Bahkan ada yang di­tempatkan di atas Ka’bah.’Ta­pi’­Na­bi tidak pernah meminta para sahabatnya untuk menghancur­kan berhala itu. Tapi tetap men­jalankan ibadah berdasarkan aja­ran Islam.
Setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad mampu mengua­sai Mekkah dan orang Mekkah malah berbondong-bondong masuk Is­lam. Ini karena kebaikan. Baru se­telah orang-orang itu masuk Is­lam dengan kemauannya sen­diri, lalu  menghancurkan berhala itu.

Toleransi itu sudah ter­ba­ngun sejak zaman Nabi Mu­hammad?
Ya. Bahkan Nabi Muhammad punya mertua dari Yahudi dan Kris­ten. Tapi istrinya masuk Is­lam. Ini artinya saling menghor­mati satu sama lain. Tidak boleh melakukan kekerasan atas nama agama. Sebab, pada dasarnya agama tidak mengajarkan keke­rasan. [Harian Rakyat Merdeka]  
sumber : http://www.rmol.co/Jum'at, 21 Desember 2012 , 09:17:00 WIB.

Minggu, 23 Desember 2012

Aksara Batak Toba



Aksara Batak Toba :

cara-menulis-anak-ni-surat

Jadwal Misa Natal dan Misa Tutup Tahun di Gereja Katedral Jakarta


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Memasuki prosesi perayaan Natal, Misa Malam Natal, hari Natal dan misa tutup tahun di Katedral Jakarta akan diadakan beberada kali dalam sehari lantaran umat yang hadir mencapai ribuan.
Susyana Suwadie, kordinator Humas Panitia Natal 2012
dari wilayah Santo Ignatius de Loyola mengatakan untuk bisa menampung umat yang jumlahnya ribuan, baik misa malam Natal maupun misa Natal digelar dua sampai tiga kali misa dalam sehari.
"Untuk misa malam Natal, 24 Desember 2012 ada tiga kali misa yakni pukul 17.00 wib, 19.30 win dan terakhir pukul 22.00 wib," ucap Susyana saat ditemui Tribunnews.com, Minggu(23/12/2012) di Gereja Katedral Jakarta.
Kemudian untuk misa hari Natal, 25 Desember 2012 misa dibagi dalam misa Natal pagi, misa Pontifikal (misa bersama Bapa Uskup) dan misa keluarga.
"Misa Natal pagi pukul 06.00 wib, 07.30 wib, ada juga misa bersama Bapa Uskup, misa Natal keluarga dan terakhir misa Natal sore pukul 18.00 wib," ungkap Susyana.
Susyana menambahkan untuk misa tutup akhir tahun, atau yang biasa dikenal dengan misa te deum pada 31 Desember 2012 digelar pukul 18.00 wib.

Cari Blog Ini