WAWANCARASaid Aqil Siradj: Warga NU Tidak Luntur Imannya Walau Ucapkan Selamat Natal
Jum'at, 21 Desember 2012 , 09:17:00 WIB

SAID AQIL SIRADJ
| |
RMOL. Ketua
Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan,
ucapan natal boleh saja disampaikan kepada umat Kristiani demi
kerukunan umat beragama.
“Asal niatnya selamat atas kelahiran
Isa Almasih sebagai Rasul Allah. Toh umat Kristiani juga selalu
ucapkan selamat Idul Fitri dan selamat atas kelahiran Nabi Besar
Muhammad. Lalu salahnya di mana,” kata Said Aqil Siradj, kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Seperti
diketahui, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’aruf Amin melarang
umat Islam mengucapkan Natal kepada umat Kristiani.
“Sebaiknya
tidak usah saja lah (mengucapkan Natal). Tahun baru saja. Mengucapkan
Natal itu masih menjadi perdebatan,” kata Ma’ruf Amin.
Said
Aqil Siradj selanjutnya mengatakan, dirinya selalu mengucapkan Natal
kepada tetangganya yang umat Kristen Katolik dan Kristen Protestan.
“Saya
menghormati tokoh besar yang harus kita hormati dan Nabi Isa itu
adalah salah satu Nabi dari kelima Nabi yang diberikan kebesaran dan
mukjizat dari Allah. Kan umat Islam menanggapinya sebagai Nabi Allah,
bukan Tuhan,’’ paparnya.
Berikut kutipan selengkapnya:
Tangapan Anda atas pendapat MUI itu?
Memang
MUI melarang itu. Tapi menurut saya itu sebenarnya tidak perlu
dipermasalahkan. Ucapan itu kan sama seperti mereka mengucapkan
selamat atas kelahirannya Nabi Muhammad, Musa dan Nabi-nabi Allah
lainnya, itu kan boleh.
Kalau yang dilarang seperti apa?
Yang
dilarang itu kalau ikuti ritualnya seperti yang dilakukan umat
Kristiani. Nah itu yang tidak boleh. Kalau ucapkan selamat saja, saya
rasa tidak salah.
Apa yang terkandung dari larangan MUI itu?
Kalau
saya melihatnya, ada kekhawatiran para ulama kalau mengucapkan Natal
itu akidah umat Islam dapat bergesar. Maka ada sebagian ulama yang masih
melarang itu.
Kalau di NU bagaimana?
Kalau saya yakin umat Islam, terutama warga NU tidak luntur imannya kepada Allah walau walaupun mengucapkan selamat Natal.
Saya
pastikan akidahnya tidak akan bergeser dan berkurang atau luntur
imannya kepada Allah. Maka menurut saya, tidak perlu dilarang seperti
itu.
Apa ada larangan seperti itu di Al-Quran atau Hadist?
Tidak
ada larangan yang spesifik tertulis dalam Al-Quran dan Hadist. Kalau
saya mengatakan selamat kepada tetangga saya dan saudara-saudara saya
yang berlainan agama, masa tidak boleh.
Anda menilai ucapan Natal itu sebagai apa?
Ucapan
itu sebagai upaya menjaga dan memperkuat tali persaudaraan antar umat
beragama. Kita tidak bisa membangun Ukhuwah Islamiah tanpa menghargai
keberadaan agama lainnya.
Kalau dibiarkan dan berhenti pada
Ukuwah Islamiah saja, kita akan menjadi ekstrim, tertutup, eksklusif.
Malah bisa jadi radikal. Saya berharap Ukhuwah Islamiah dibangun dengan
ukhuwah watoniah.
Maksudnya?
Kita
sering bicara mari berjuang demi agama Islam, mari mensyiarkan agama
Islam. Memperjuangkan itu kan di atas tanah air kita. Oleh karena itu
memperkuat kesatuan tanah air itu lebih penting, kemudian
memperjuangkan agama Islam.
Kenapa?
Kalau tercerai-berai, bagaimana kita bisa perjuangkan Islam. Apa perjuangkannya di langit, di awang-awang.
Seharusnya bagaimana?
Kita harus menunjukkan sikap yang baik sebagai umas Islam sejati. Yakni dengan membangun simpati atas sesama dalam beragama.
Bersikap baik dan menghargai agama lain adalah ilmu marketing dengan membuat hubungan yang menarik dan fleksibel.
Contohnya
saja, para Wali Songo dulu baik-baik dengan orang Hindu, masyarakat
Jawa, dan dengan kerajaan Majapahit. Lama-lama simpati itu muncul,
kemudian berbondong-bondong masuk Islam.
Kalau ada larangan
itu justru dikhawatirkan akan muncul antipati terhadap Islam itu
sendiri. Padahal keberadaan agama Islam untuk kita semua, termasuk yang
non-muslim.
Apa yang diajarkan Nabi Muhammad tentang ini?
Nabi
Muhammad 13 tahun di Mekkah yang waktu itu ada 360 berhala dengan
bermacam-macam nama. Bahkan ada yang ditempatkan di atas
Ka’bah.’Tapi’Nabi tidak pernah meminta para sahabatnya untuk
menghancurkan berhala itu. Tapi tetap menjalankan ibadah berdasarkan
ajaran Islam.
Setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad mampu
menguasai Mekkah dan orang Mekkah malah berbondong-bondong masuk
Islam. Ini karena kebaikan. Baru setelah orang-orang itu masuk Islam
dengan kemauannya sendiri, lalu menghancurkan berhala itu.
Toleransi itu sudah terbangun sejak zaman Nabi Muhammad?
Ya.
Bahkan Nabi Muhammad punya mertua dari Yahudi dan Kristen. Tapi
istrinya masuk Islam. Ini artinya saling menghormati satu sama lain.
Tidak boleh melakukan kekerasan atas nama agama. Sebab, pada dasarnya
agama tidak mengajarkan kekerasan. [Harian Rakyat Merdeka]
sumber : http://www.rmol.co/
Jum'at, 21 Desember 2012 , 09:17:00 WIB.