Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Jumat, 02 November 2012

Terduga Teroris Poso, Jaringan 5 Provinsi



foto
Suasana perkampungan Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah. TEMPO/Rusman Paraqbueq

Terduga Teroris Poso, Jaringan 5 Provinsi

TEMPO.CO, Poso - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Dewa Parsana mengatakan ketiga terduga teroris yang ditangkap pada Rabu lalu di Kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah, merupakan jaringan teroris di berbagai wilayah, seperti Poso, Solo,  Nusa Tenggara Timur, Medan, Sumatera Selatan, dan Kalimantan.

"Mereka adalah kelompok jaringan besar," kata Dewa saat memperlihatkan barang bukti hasil penggeledahan di Markas Kepolisian Resor Poso, Jumat, 2 November 2012.

Kelompok teroris yang dimaksud Dewa adalah tiga orang yang ditangkap di Desa Karola dan Desa Bhakti Agung, Kecamatan Poso Pesisir Utara pada Rabu lalu. Ketiga terduga teroris itu berinisial N, S, dan F. Seorang lagi, bernama Jibon, tewas tertembak saat operasi penangkapan di Karola.

Dewa tidak menyebutkan secara detail pemimpin kelompok yang dimaksud. Namun, dia memastikan jaringan itu terlibat dengan berbagai aksi teror di Sulawesi Tengah, termasuk pembunuhan dua personel polisi di Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, bernama Brigadir Satu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman.

Ketiganya juga diduga terlibat dalam beberapa peristiwa, seperti kasus pembunuhan dua polisi di depan di Bank BCA Palu pada 2011, insiden penembakan warga bernama Noldi Ambo Lando di Kecematan Lege pada Agustus 2012, peledakan bom di Kabupaten Morowali pada Setember 2012, penembakan Asnan Sawo di Masani, Kecamatan Poso Pesisir, dan peledakan bom di depan rumah pegawai Dinas Pekerjaan Umum Poso, Okri Mamuaya, pada Oktober lalu, serta peledakan di kantor Pos Polisi Lalu Lintas, Bundaran Smaker, Poso Kota.

Terduga teroris itu  juga dinyatakan terlibat pelatihan paramiliter di Gunung Biru, Tamanjeka, Poso Pesisir pada 2010 sampai sekarang. Dalam catatan Tempo, angkatan pertama pelatihan paramiliter di Gunung Biru dipimpin oleh Santoso, anak gembong teroris yang telah meninggal Noor Din M. Top.

RUSMAN PARAQBUEQ
Sumber :http://www.tempo.co/read/news/2012/11/02/063439313/Terduga-Teroris-Poso-Jaringan-5-Provinsi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar, masukan yang sifatnya membangun blog ini.

Cari Blog Ini