Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Senin, 31 Desember 2012

Teror : Mahasiswa Theologi Baptis Tewas Dibakar, 3 Pelaku Dibekuk

Semarang
Danar Widiyanto | Sabtu, 29 Desember 2012 | 05:41 WIB | Dibaca: 3944 | Komentar: 0
 
Ilustrasi. Foto: Dok
SEMARANG (KRjogja.com) - Kasus pembunuhan sadis terhadap Suparno (42) mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Baptis Indonesia (STBI)  Semarang yang mayatnya ditemukan  Kamis (23/12) malam lalu  di hutan daerah Jepara  telah terungkap dengan dibekuknya tiga pelaku.

Para pelaku dengan korban sudah saling kenal dibekuk tim khusus Polda Jateng, Jumat (28/12) di tempat berbeda daerah Jawa Tengah, yakni di Sragen dan Kudus. Mereka masing masing Amir Mahmud (29) warga Desa Ngaklingan, Gebog dan Sudarsono alias Sony (29) warga Desa Klumpit, Gebog, Kudus. Dan, satu pelaku lagi, Agus Suprapto (31) asal Dusun Semper Barat , Cililing, Jawa Barat diringkus  di Sragen.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng  Kombes Bambang Rudi Pratikyo, semalam mengatakan latar belakang karena dendam. Korban sebelum dibuang di hutan tidak cuma dihujani tusukan senjata tajam, tapi juga dibakar. Untuk menghilangkan jejak, ketiga pelaku membawa kabur motor korban agar oleh polisi dianggap korban merampokan.

Adapun, dendam kesumat yang melatar belangi pembunahan sadis itu gara-gara korban yang semasa hidupnya dengan para pelaku pernah sama-sama menekuni ajaran Islam telah beralih agama. Bahkan, Suparno kuliah lagi di perguruan tinggi theologi baptis di Semarang. Perubahan agama, itulah mendorong rekan-rekan lamanya jengkel hingga melakukan pembunuhan sadis tersebut. Ketiga tersangka kini ditahan di sel Polda Jateng Semarang. (Cry)
sumber :http://krjogja.com/read/156265/mahasiswa-theologi-baptis-tewas-dibakar-3-pelaku-dibekuk.kr

 

Sabtu, 29 Desember 2012

Aksara Batak - Lengkap

Aksara Suku Batak terdiri dari 5 (lima) macam : yaitu Aksara Batak Toba, Aksara Batak Mandailing, Aksara Batak Karo, Aksara Batak Simalungun, dan Aksara Batak Pakpak. Semua aksara batak tersebut mempunyai persamaan dan ada juga sedikit perbedaan, sebagai gambaran perhatikan tabel perbandingan Aksara-aksara Batak tersebut


Oleh karena banyak mempunya persamaan, sebagai contoh saya akan mengambil satu jenis Aksara Batak Toba

Bentuk hurup serta pengetikan

Hurup untuk mengubah bunyi.     
                       
Alboin B. Pangaribuan, SE
Sumber : dari berbagai Sumber..

   

Kamis, 27 Desember 2012

Teroris : Cegah teroris, polisi razia indekos dan toko kimia di Solo

MERDEKA.COM, Membatasi gerak dan aksi terorisme menjelang tahun baru, jajaran Kepolisian Resort Kota (Polresta) Solo, Jawa Tengah merazia sejumlah toko bahan kimia dan rumah indekos. Razia ini juga melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP).

Pantauan merdeka.com, Kamis (27/12), aparat kepolisian dan Satpol PP mendatangi sejumlah toko bahan kimia di Jalan Dr. Radjiman, Laweyan. Saat merazia sejumlah toko tersebut, selain memeriksa, aparat gabungan juga mendata seluruh bahan-bahan yang dijual.

Sementara untuk indekos yang dirazia di antaranya berada di daerah kelurahan Sondakan, Laweyan, Solo. Di beberapa tempat tersebut memang sering dihuni oleh warga pendatang yang tengah mencari usaha dan para mahasiswa.
Saat mendata, polisi juga meminta penghuni menunjukkan identitas. Sementara bagi yang sudah menikah harus menunjukan surat akta nikahnya.

Kasat Bimas Polresta Solo Kompol Juliana mengatakan, razia gabungan ini digelar untuk menghindari aksi teror seperti yang terjadi di Poso.

"Dengan razia ini, kita antisipasi adanya teror. Kita tidak ingin kecolongan seperti di Poso. Makanya pengamanan yang kita lakukan bukan hanya di titik penjagaan saja, tapi pengamanan juga diberlakukan menyeluruh," katanya.

Dalam razia ini, lanjut Juliana, pihaknya hanya menitikberatkan pada pendataan saja. Hal tersebut dimaksudkan, agar jika nantinya ada sesuatu yang mencurigakan, Polresta sudah memiliki data-datanya.
Sumber: Merdeka.com

Rabu, 26 Desember 2012

Teroris :Buntut Krisis Poso, Komnas HAM Desak Kapolri Pecat Kapolda Sulteng


Senin, 24 Desember 2012 , 17:34:00 WIB
Laporan: Samrut Lellolsima


TIMUR PRADOPO/IST

  
RMOL. Aparat kepolisian Sulawesi Tenggara (Sulteng) tidakprofesionalan dan lalai. Akibatnya, enam anggota Brimob, diserang kelompok tak dikenal, Kamis (20/12). Empat diantaranya tewas.

Kelalaian ini pun dikecam oleh Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Siane Indriani. Bahkan, Siane meminta Kapolri mengambil sikap tegas atas peristiwa tersebut dengan memberhentikan Kapolda Sulteng.

Desakan ini dilakukan sebagai tindak lanjut penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM dalam lima hari terakhir.

"Banyak kejanggalan dalam peristiwa penembakan yang mengakibatkan tewasnya empat anggota Brimob tersebut.
Jadi, Harus dilakukan pengusutan secara tuntas apa penyebab terbunuhnya empat anggota Brimob di Kalora itu, sebab dari penyelidikan kami temukan banyak kejanggalan. Dan yang lebih penting, apapun hasilnya umumkan secara terbuka di media," tegas Siane dalam keterangan pers yang diterima redaksi, hari ini (Senin, 24/12).

Sikap terbuka dan jujur aparat kepolisian Sulteng sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti saat ini, sehingga tidak menjadikan masalah berlarut-larut. Tak kalah penting adalah tidak mengakibatkan trauma mendalam di internal aparat dan masyarakat secara luas.

Siane menambahkan, jika tak mampu melakukan evaluasi atas peristiwa yang terjadi di wilayah yang dipimpinnya, Kapolda Sulteng Brigjend. Gede Parsana sudah selayaknya diberhentikan.

"Jika memang Kapolda Tak mampu melakukan evaluasi, Kapolri sebaiknya segera memberhentikannya," lanjutnya.

Mantan Pemimpin Redaksi Global TV tersebut juga mengatakan, dari hasil penyelidikannya ditemukan fakta enam polisi di Sulteng terbunuh dalam enam bulan terakhir, yang keseluruhannya tidak terungkap penyebab pastinya. Komnas HAM justru menemukan ketidakberesan dalam prosedur kerja yang diterapkan di jajaran kepolisian Sulteng, di antaranya tidak dikenakannya kelengkapaan keamanan oleh aparat dalam tugas lapangan.

Siane yang merupakan Komisioner Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan tersebut juga menekankan pentingnya dilakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP), sehingga ditemukan fakta penyebab terbunuhnya enam anggota Brimob selama ini.

"Coba selidiki proyektil yang bersarang di tubuh korban. Serta jelaskan mengapa mereka sampai melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri," tandas Siane seraya meragukan pernyataan Kapolda Sulteng yang menyebut ke enam anggota Brimob tertembak saat menjalankan tugas patroli.

Selama lima hari melakukan pemantauan dan penyelidikan langsung di Poso dan Palu, Siane mengaku mendapati kondisi yang tak kalah memprihatinkan lainnya. Yaitu rasa takut yang menghinggapi masyarakat atas kelompok sipil bersenjata yang disebut-sebut ada di sekitar mereka. Masyarakat juga mengalami trauma karena beberapa kali terjadi peristiwa salah tangkap terhadap warga.

"Dimana warga harus meminta perlindungan, bila kondisinya seperti ini," pungkasnya. [arp]
sumber:http://polhukam.rmol.co/Senin, 24 Desember 2012

Selasa, 25 Desember 2012

Ketua PBNU, Said Aqil Siradj: Warga NU Tidak Luntur Imannya Walau Ucapkan Selamat Natal

WAWANCARA
Said Aqil Siradj: Warga NU Tidak Luntur Imannya Walau Ucapkan Selamat Natal
Jum'at, 21 Desember 2012 , 09:17:00 WIB

SAID AQIL SIRADJ

  
RMOL. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, ucapan natal boleh saja disampaikan kepada umat Kristiani demi  kerukunan umat beragama.
“Asal niatnya selamat atas kela­hiran Isa Almasih sebagai Rasul Allah. Toh umat Kristiani juga se­lalu ucapkan selamat Idul Fitri dan selamat atas kelahiran Nabi Besar Muhammad. Lalu salahnya di ma­na,” kata Said Aqil Siradj, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Seperti diketahui, Ketua Maje­lis Ulama Indonesia (MUI) Ma’aruf Amin melarang umat Islam mengu­cap­kan Natal kepada umat Kristiani.
“Sebaiknya tidak usah saja lah (mengucapkan Natal). Tahun ba­ru saja. Mengucapkan Natal itu masih menjadi perdebatan,” kata Ma’ruf Amin.
Said Aqil Siradj selanjutnya me­ngatakan, dirinya  selalu me­ngucapkan Natal kepada tetang­ga­nya yang umat Kristen Katolik dan Kristen Protestan.
“Saya menghormati tokoh be­sar yang harus kita hormati dan Na­­­bi Isa itu adalah salah satu Na­bi dari kelima Nabi yang diberi­kan kebesaran dan mukjizat dari Allah. Kan umat Islam menang­ga­pi­nya sebagai Nabi Allah, bu­kan Tuhan,’’ paparnya.
Berikut kutipan selengkapnya:

Tangapan Anda atas pen­dapat MUI itu?
Memang MUI melarang itu. Tapi menurut saya itu sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Ucapan itu kan sama seperti me­re­ka mengucapkan selamat atas kelahirannya Nabi Muhammad, Musa dan Nabi-nabi  Allah lain­nya, itu kan boleh.

Kalau yang dilarang seperti apa?
Yang dilarang itu kalau ikuti ritualnya seperti yang dilakukan umat Kristiani. Nah itu yang tidak boleh. Kalau ucapkan selamat saja, saya rasa tidak salah.

Apa yang terkandung dari larangan MUI itu?
Kalau saya melihatnya, ada kekhawatiran para ulama kalau mengucapkan Natal itu akidah umat Islam dapat bergesar. Maka ada sebagian ulama yang masih melarang itu.

Kalau di NU bagaimana?
Kalau saya yakin umat Islam, terutama warga NU  tidak luntur imannya kepada Allah walau walaupun mengucapkan sela­mat Natal.
Saya pastikan akidahnya tidak akan bergeser dan berkurang atau luntur imannya kepada Allah. Maka menurut saya, tidak perlu dilarang seperti itu.
Apa ada larangan seperti itu di Al-Quran atau Hadist?
Tidak ada larangan yang spe­sifik tertulis dalam Al-Quran dan Hadist. Kalau saya mengatakan selamat kepada tetangga saya dan saudara-saudara saya yang ber­lainan agama, masa tidak boleh.

Anda menilai ucapan Natal itu sebagai apa?
Ucapan itu sebagai upaya men­jaga dan memperkuat tali persau­daraan antar umat beragama. Kita tidak bisa membangun Ukhuwah Islamiah tanpa menghargai keberadaan agama lainnya.
Kalau dibiarkan dan berhenti pada Ukuwah Islamiah saja, kita akan menjadi ekstrim, tertutup, eksklusif. Malah bisa jadi radikal. Saya berharap Ukhuwah Islamiah dibangun dengan ukhuwah watoniah.

Maksudnya?    
Kita sering bicara mari ber­juang demi agama Islam, mari mensyiar­kan agama Islam. Memperjuang­kan itu kan di atas tanah air kita. Oleh karena itu memperkuat ke­sa­­tuan tanah air itu lebih penting, ke­mudian memperjuangkan agama Islam.

Kenapa?
Kalau tercerai-berai, bagai­ma­na kita bisa perjuangkan Islam. Apa perjuangkannya di langit, di awang-awang.

 Seharusnya bagaimana?
Kita harus menunjukkan sikap yang baik sebagai umas Islam sejati. Yakni dengan membangun simpati atas sesama dalam bera­gama.
Bersikap baik dan menghargai agama lain adalah ilmu marketing dengan membuat hubungan yang menarik dan fleksibel.
Contohnya saja, para Wali Songo dulu baik-baik dengan orang Hindu, masyarakat Jawa, dan dengan kerajaan Majapahit. Lama-lama simpati itu muncul, kemudian berbondong-bondong masuk Islam.
Kalau ada larangan itu justru dikhawatirkan akan muncul an­tipati terhadap Islam itu sen­diri. Padahal keberadaan agama Islam untuk kita semua, termasuk yang non-muslim.

 Apa yang diajarkan Nabi Muhammad tentang ini?
Nabi Muhammad 13 tahun di Mekkah yang waktu itu ada 360 berhala dengan bermacam-ma­cam nama. Bahkan ada yang di­tempatkan di atas Ka’bah.’Ta­pi’­Na­bi tidak pernah meminta para sahabatnya untuk menghancur­kan berhala itu. Tapi tetap men­jalankan ibadah berdasarkan aja­ran Islam.
Setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad mampu mengua­sai Mekkah dan orang Mekkah malah berbondong-bondong masuk Is­lam. Ini karena kebaikan. Baru se­telah orang-orang itu masuk Is­lam dengan kemauannya sen­diri, lalu  menghancurkan berhala itu.

Toleransi itu sudah ter­ba­ngun sejak zaman Nabi Mu­hammad?
Ya. Bahkan Nabi Muhammad punya mertua dari Yahudi dan Kris­ten. Tapi istrinya masuk Is­lam. Ini artinya saling menghor­mati satu sama lain. Tidak boleh melakukan kekerasan atas nama agama. Sebab, pada dasarnya agama tidak mengajarkan keke­rasan. [Harian Rakyat Merdeka]  
sumber : http://www.rmol.co/Jum'at, 21 Desember 2012 , 09:17:00 WIB.

Minggu, 23 Desember 2012

Aksara Batak Toba



Aksara Batak Toba :

cara-menulis-anak-ni-surat

Jadwal Misa Natal dan Misa Tutup Tahun di Gereja Katedral Jakarta


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Memasuki prosesi perayaan Natal, Misa Malam Natal, hari Natal dan misa tutup tahun di Katedral Jakarta akan diadakan beberada kali dalam sehari lantaran umat yang hadir mencapai ribuan.
Susyana Suwadie, kordinator Humas Panitia Natal 2012
dari wilayah Santo Ignatius de Loyola mengatakan untuk bisa menampung umat yang jumlahnya ribuan, baik misa malam Natal maupun misa Natal digelar dua sampai tiga kali misa dalam sehari.
"Untuk misa malam Natal, 24 Desember 2012 ada tiga kali misa yakni pukul 17.00 wib, 19.30 win dan terakhir pukul 22.00 wib," ucap Susyana saat ditemui Tribunnews.com, Minggu(23/12/2012) di Gereja Katedral Jakarta.
Kemudian untuk misa hari Natal, 25 Desember 2012 misa dibagi dalam misa Natal pagi, misa Pontifikal (misa bersama Bapa Uskup) dan misa keluarga.
"Misa Natal pagi pukul 06.00 wib, 07.30 wib, ada juga misa bersama Bapa Uskup, misa Natal keluarga dan terakhir misa Natal sore pukul 18.00 wib," ungkap Susyana.
Susyana menambahkan untuk misa tutup akhir tahun, atau yang biasa dikenal dengan misa te deum pada 31 Desember 2012 digelar pukul 18.00 wib.

Jemaat HKBP Filadelfia Terancam Tak Rayakan Natal


TEMPO.CO, Jakarta -Sebanyak 651 orang dari jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia, Tambun, Bekasi, terancam tidak bisa merayakan ibadah Natal. "Kami belum tahu akan merayakan Natal di mana," kata pendeta Gereja HKBP Filadelfia, Palti Panjaitan, Ahad, 23 Desember 2012.

Menurut Palti, jemaatnya ingin menjalankan misa Natal di tempat yang rencananya akan dibangun gereja. Sayangnya, hingga kini sekelompok orang secara kasar menolak kegiatan mereka. Sehingga mereka belum mendapat tempat ibadah yang pasti.

Palti mengkhawatirkan gesekan terjadi lebih besar jika jemaat beribadah di tempat yang biasanya. Alasannya, untuk ibadah tiap pekan saja, polisi tidak bisa mengamankannya secara maksimal.
"Padahal kami hanya ingin menjalankan ibadah," katanya. "Sama seperti umat lain yang menjalankan ibadahnya dengan tenang." Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk secepatnya mencarikan solusi atas perkara ini.

Palti menilai pilihan memindahkan tempat ibadah bukan solusi baik. "Karena hanya memindahkan masalah ke tempat lain," ujarnya. Poin yang diminta adalah kejelasan akan hak dalam beribadah.

SYAILENDRA
 su,ber : http://id.berita.yahoo.com/jemaat-hkbp-filadelfia-terancam-tak-rayakan-natal-114107195.html

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas Ikut Misa Natal

TEMPO.CO, Jakarta -  Di tengah ramainya perdebatan di Tanah Air soal boleh-tidaknya umat muslim mengucapkan Selamat Natal terhadap kaum Nasrani, Presiden Palestina Mahmoud Abbas ternyata ikut serta dalam misa Natal di Bethlehem setiap tahunnya.
Mahmoud Abbas selalu ambil bagian dalam misa yang dirayakan di tempat yang banyak orang meyakini sebagai tempat lahirnya Yesus Kristus, bersama seluruh peziarah yang datang dari berbagai negara.
Pada misa Natal tahun lalu misalnya, ia sempat menyampaikan harapannya pada makan malam sebelum misa. Mahmoud Abbas berharap dapat mengimplementasikan perdamaian di seluruh wilayah Palestina.
»Kita ini saudara yang percaya akan kedamaian dan bekerja sama untuk menerapkan kedamaian itu,” ujarnya seperti ditayangkan situs YouTube.
Mahmoud hadir di Bethlehem hanya beberapa hari setelah Palestina mengambil langkah signifikan untuk mengikutsertakan Kelompok Hammas dan Jihad Islam dalam organisasi liberal Palestina.
Sementara itu, baru-baru ini Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa yang mengharamkan mengucapkan selamat Natal bagi umat Nasrani. Fatwa itu memang muncul saat MUI diketuai oleh Prof. Buya Hamka pada 1981.
Bagi beberapa tokoh, fatwa itu masih memungkinkan untuk didiskusikan lebih lanjut dan diubah. Seperti Gus Sholah dan mantan presiden Jusuf Kalla yang tetap mengucapkan selamat Natal.
Majelis Ulama Indonesia menyarankan umat Islam tidak mengucapkan selamat Natal kepada pemeluk agama Nasrani. "Itu jadi perdebatan, sebaiknya enggak usah sajalah," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Maruf Amin di Jakarta, Rabu, 19 Desember 2012.
TRI ARTINING PUTRI | YOUTUBE

Pemimpin Ikhwanul Muslimim Ucapkan Selamat Natal


TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pimpinan Ikhwanul Muslimin Mesir Dr. Mohamed Habib mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani. Ini bukan kali pertama Habib mengucapkan selamat natal. Pernyataan itu kerap disampaikan menjelang perayaan kelahiran Yesus Kristus tiap 25 Desember.
Habib mengucapkan selamat Hari Raya Natal dengan harapan dapat membawa kegembiraan dan kedamaian bagi seluruh umat Kristiani di dunia. »Kami berharap umat Kristiani dapat memiliki peran aktif dalam menegakkan keadilan dan kebebasan di manapun, khususnya hak kebebasan dan kemerdekaan penduduk Palestina,” katanya di sebuah rilis media Natal pada tahun 2008.
Ia juga mengajak seluruh umat Kristiani dari belahan dunia Barat dan Timur, untuk menjadi bagian dari perjuangan politik dan sosial di negara masing-masing. Perjuangan itu, menurut Habib, dapat dilakukan dengan cara menghidupkan kembali etika moral dan religius. »Itu akan membuat dunia menjadi tempat hidup yang lebih baik bagi semua orang,” kata dia.
Sementara di Indonesia, baru-baru ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan kembali fatwa yang isinya mengimbau umat muslim agar tidak mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani. Dengan tidak mengucapkan selamat Natal, MUI menilai umat Islam telah menunjukkan sikap toleran dan tidak mengganggu perayaan.
Fatwa MUI itu dikeluarkan pada 1981 di era kepemimpinan Prof Dr Buya Hamka. Fatwa tersebut fokus pada haramnya mengikuti perayaan dan kegiatan Natal, serta agar umat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah.
Oleh karena itu, menurut MUI, dalam hari-hari perayaan Natal yang dijalankan umat Kristen, umat Islam cukup memberikan sikap toleran, yakni membiarkan umat Kristen merayakannya dan tidak mengganggunya. Beragam tokoh menanggapi fatwa yang disampaikan MUI. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla misalnya, tetap mengucapkan selamat Natal bagi umat Kristiani.
TRI ARTINING PUTRI | BERBAGAI SUMBER
Sumber: http://id.berita.yahoo.com/pemimpin-ikhwanul-muslimim-ucapkan-selamat-natal-044519583.html;

Cari Blog Ini