Selasa, 02 November 2010 , 07:24:00 WIB
ILUSTRASI PENYANDERAAN |
Insiden bermula saat sekelompok bersenjata yang mengklaim kelompok jaringan al Qaeda menyerang kantor bursa saham, Minggu pagi. Lalu, polisi Irak mengejar penyerang yang memilih lari ke arah gereja. Para jemaat sedang mendengarkan pembacaan injil saat orang-orang bersenjata itu masuk ke Sayidat al Nejat di Karrada, Baghdad tengah dekat Zona Hijau yang dijaga sangat ketat.
Menurut aparat, pria bersenjata itu lalu menahan 120 jemaat. Seorang sandera yang selamat mengatakan, hal pertama yang dilakukan penyerang saat memasuki gereja adalah menembak pendeta.
“Mereka memasuki gereja dengan senjata, memakai seragam militer. Mereka menuju aula untuk berdoa dan membunuh pendeta. Kami mendengar banyak tembakan dan ledakan. Beberapa orang terluka karena pecahan kaca, pintu, dan puing-puing lainnya,” kata pria berusia 18 tahun yang tidak ingin namanya disebut.
Beberapa jam kemudian, pasukan keamanan melakukan operasi pembebasan sandera. Juru bicara militer AS di Baghdad Eric Bloom mengatakan, para penyerang mengenakan jaket yang menyimpan bom. Mereka juga mememegang granat. Namun, salah seorang dari penyerang melakukan bom bunuh diri untuk mencegah pasukan penyelamat masuk.
“Kami membunuh lima teroris di dalam gereja,” kata Bloom seraya menambahkan, Minggu, 19 orang tewas--tujuh sandera, tujuh pasukan Irak dan lima penyerang--dan 30 terluka, termasuk seorang pendeta dan seorang biarawati.
Korban tewas bertambah menjadi 52 orang, kemarin, menurut polisi dan pejabat rumah sakit yang menolak menyebutkan nama. “Seorang pendeta dan 10 polisi tewas. Sementara dari 62 korban luka kebanyakan perempuan,” kata pejabat itu.
Informasi terkait para penyerang simpang siur. Seorang polisi Irak menyebut penyerang berjumlah 10 orang dan telah ditangkap. Juru bicara militer Irak Mayor Jenderal Qassim al-Moussawi mengatakan, Minggu malam, delapan pelaku tewas, sementara pihak militer AS menyebut lima sampai tujuh pelaku terbunuh. Dua polisi yang ikut dalam operasi berpendapat, hanya tiga penyerang tewas dan tujuh lainnya ditahan.
“Teroris itu berencana membunuh sebanyak-banyaknya sandera,” imbuh Menteri Pertahanan Abdul-Qadir al-Obeidi. Pasukan keamanan di seluruh Irak diminta waspada atas serangan baru terhadap umat Kristiani.
Kelompok Negara Islam Irak kemudian mengaku bertanggung jawab atas serangan itu melalui sebuah pernyataan yang di-posting di sebuah situs Islam radikal. Kelompok itu mencakup sejumlah organisasi ekstremis Sunni dan memiliki hubungan dengan Al Qaeda di Irak. Kelompok ini menuntut pembebasan tahanan perempuan dari penjara Irak dan Mesir dalam 48 jam.
Our Lady of Salvation merupakan satu dari lima gereja di Baghdad dan Mosul yang dihantam dalam serangan terkoordinasi pada Agustus 2004 yang menyebabkan 12 orang tewas. Populasi orang Kristen sekitar 1,5 juta dari seluruh penduduk Irak sekitar 23 juta, yang sebagian besar Muslim. Kelompok-kelompok Kristen di negara itu termasuk orang-orang Kristen Kaldea, Koptik, Katolik Roma dan Melkite, Maronit serta Orthodoks Yunani. [RM]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar, masukan yang sifatnya membangun blog ini.