Selasa, 16 November 2010 , 07:29:00 WIB
KRIMINAL |
Saudi Gazettte edisi kemarin menulis, TKW itu datang ke Arab Saudi pada 18 Juli 2010 dengan bayaran 800 riyal/bulan. Apadaya impiannya pupus, majikanna di Madinah sangat tak berprikemanusiaan, Anggota keluarga majikannya berulang kali memukuli dan menyeterikanya.
Menurut Konsul Indonesia untuk Perlindungan WNI di Arab Saudi, Didi Wahyudi, Sumiati mulai dirawat di RS King Fahd Senin (8/11). Dia mendesak majikan Sumiati diganjar hukuman. “Kami ingin keadilan bagi pekerja kami. Korban diperlakukan dengan sangat tidak Islami dan tidak berperikemanusiaan. Ini menunjukkan keluarga sponsor (majikan) tidak bertanggung jawab dan kami akan komplain tentang itu,” semprot Didi.
Kisah Sumiati terkuak saat dia dibawa ke rumah sakit swasta di Madinah pada Senin 8 November. Petugas di sana mengatakan, luka yang dideritanya terlalu parah sehingga dia dirujuk ke RS King Fahd.
“Kondisinya sangat serius,” kata Miea Mirlina, petugas di RS King Fahd. Menurut Mirlina, luka parah yang diderita pasiennya itu, yaitu luka bakar di sejumlah bagian badan, kedua kaki nyaris tak bisa digerakkan, kulit kepala terkelupas, dan sejumlah luka lama yang dalam di tubuhnya termasuk kulit di bibir dan kepala hilang, jari tengah retak dan potongan di dekat mata.
Mirlina menuturkan, Sumiati yang tidak bisa berbahasa Arab dan Inggris, berkisah ibu dan anak perempuan majikannya memperlakukannya dengan buruk. Si ibu sering memukulinya dengan sadis dan menyeterikanya. [RM]
sumber : rakyatmerdeka.co.id
Lihat juga : Bangsa Tamak dan Sombong
Memang sungguh biadab.!!! Jika sudah begini siapa yang harus di salahkan..? Departemen tenaga Kerja seharusnya memaksa perusahaan penyalur tenaga kerja (TKI) tersebut bertanggung jawab dan menanggung kehidupannya seumur hidup..!!
BalasHapus