Kamis, 04 November 2010 , 07:41:00 WIB
ILUSTRASI |
Pengeboman dimulai pada pukul 18.15 waktu Baghdad dan berlangsung berjam-jam. Para penyerang menggunakan bom mobil dan bom motor serta mortar pinggir jalan. Sepuluh kompleks pemukiman yang diserang dihuni penganut Syiah, sedangkan tiga kompleks lainnya merupakan pemukiman para pengikut aliran Sunni.
Serangan itu terjadi selang dua hari dari pembunuhan 58 orang di suatu gereja Katolik di Baghdad, Minggu (31/10). Penduduk pun mempertanyakan kemampuan pihak keamanan, yang didukung militer AS. Beberapa bulan lalu militer AS dan pemerintah Irak mengklaim telah mengalahkan kelompok teror.
“Mereka bilang situasi sudah terkendali. Mana buktinya? Kami hanya dapat berdiri di pinggir jalan ketika kami mendengar suara ledakan dan asap serta serpihan mobil berjatuhan dari langit,” ujar Hussein al-Saiedi (26), warga Sadr City.
Juru bicara militer AS di Irak Eric Bloom mengatakan, militer AS dan tim gegana militer Irak tengah menyisir 13 dari 17 lokasi ledakan untuk mencari kemungkinan lebih banyak lagi bahan peledak. [RM]
Sumber : rakyatmerdeka.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar, masukan yang sifatnya membangun blog ini.