Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Senin, 25 Oktober 2010

Aksi Kelompok Teroris Medan Dikendalikan dari Penjara

Foto teroris Medan Mustofa alias Abu Tholut dan Jefri alias Kamal di Mabes Polri, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan
TEMPO Interaktif, Jakarta:  Polisi menjemput seorang tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Pematang Siantar, Sumatera Utara yang bernama Toni Togar alias Indra alias Heri Kurniawan. Toni dibawa ke Jakarta untuk kepentingan penyidikan kasus terorisme yang akhir-akhir ini marak terjadi di Medan.

"Ia menjadi pimpinan yang menyiapkan semua strategi para teroris di Medan," kata Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dalam jumpa pers di Rupatama Markas Besar Kepolisian, (25/10). "Ia menjadi amir dari Mujahidin Indonesia selama persiapan aksi di Medan, dari balik penjara."
Menurut Bambang, Toni Togar adalah alumni Pondok Pesantren Ngruki  tahun 1990. Dia sempat menjadi pengajar di sana. Ia mendapat pelatihan militer dari kamp di Afganistan pada 1995.

Toni dikenal dekat dengan pentolan-pentolan teroris negeri ini. Tahun 2000 bersama Hambali, ia terlibat pemboman gereja-gereja di Pekan Baru. Bersama Nurdin M. Top dan Dr. Azhari ia melakukan pemboman di Hotel JW. Mariott, Jakarta Selatan, pada 2003. Di tahun yang sama, ia juga menjadi dalang perampokan Bank Lippo Jakarta.

Toni akhirnya ditangkap dan pada 11 Juni 2003 divonis 20 tahun penjara oleh pengadilan. Setelah vonis, ia dikurung di Lembaga Pemasyarakatan Pematang Siantar. Menurut Kepala Divisi Humas Inspektur Jenderal Iskandar Hasan, Toni bisa mudah berkomunikasi dengan kelompoknya karena penjagaan sel yang longgar. "Dia  bisa bebas menelepon dengan meminjam telepon seluler milik sipir," kata Iskandar.
Sementara Abu Tholut alias Mustofa, kata Iskandar, adalah pemimpin di lapangan. Keterangan tentang keterlibatan Toni ini didapat dari pengakuan para tersangka teroris Medan yang sebelumnya sudah ditangkap. "Keterangan mereka menyebut Toni sebagai otaknya," kata Iskandar.
Mustafa Silalahi
 Sumber : Tempointeraktif.com

Minggu, 24 Oktober 2010

Pangdam Ingatkan Kemungkinan Skenario Asing Di Indonesia

Kabar Politik

Jumat, 22 Oktober 2010 02:29 WIB

Pontianak, (tvOne)

Panglima Komando Daerah Militer XII Tanjungpura Mayjen TNI Moeldoko mengingatkan kemungkinan terjadinya berbagai konflik di beberapa daerah bagian dari skenario asing untuk memperburuk citra Indonesia di mata dunia.

"Termasuk beredarnya rekaman penyiksaan terhadap seorang warga Papua yang seolah-olah dilakukan oleh aparat TNI," kata Moeldoko di Pontianak, Kamis.

Hal itu diperburuk dengan gencarnya media dalam negeri yang cenderung memberitakan hal-hal yang negatif sehingga dunia ikut-ikutan menyoroti setiap persoalan bangsa Indonesia.

"Ada indikasi pihak asing untuk memperkeruh suasana dengan tujuan membuat Indonesia semakin lemah sehingga bisa dimanfaatkan," kata Moeldoko.

Pangdam XII Tanjungpura mengimbau, agar seluruh masyarakat Indonesia meningkatkan kewaspadaannya agar tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi oleh provokator-provokator yang menginginkan terganggunya keamanan Indonesia.

"Mari kita galang persatuan dan kesatuan, tingkatkan kewaspadaan dan jangan mudah tergiring oleh situasi yang ingin memperkeruh keadaan," ujarnya.

Menurut dia, kenapa kasus video pemukulan oleh oknum TNI terlalu dibesarkan, padahal belum tentu itu benar. "Kalaupun terbukti, silakan proses secara hukum terhadap oknum pemukulan tersebut," katanya.

Moeldoko menyesalkan, tindakan media yang memberitakan tanpa terlebih dahulu mengecek kebenarannya. "Kalau sekarang dunia terlanjur mempercayai video itu karena telah diberitakan meskipun belum tentu kebenarannya," kata Pangdam.

Bisa video itu rekayasa, karena Organisasi Papua Merdeka (OPM) pernah merampas senjata milik TNI, karena pelaku pemukulan badannya kekar dan berambut cepak lalu langsung dituding anggota TNI.

"Masyarakat saya minta berhati-hati, apalagi sekarangs sudah didukung teknologi tinggi, sehingga bukan tidak mungkin hanya rekayasa yang ingin menyudutkan TNI," kata Moeldoko.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, adanya video penganiayaan terhadap seorang warga Papua yang diduga dilakukan oleh oknum TNI harus dibuktikan kebenarannya. "Harus dipastikan dulu apa yang terjadi. Kalau memang ada prajurit yang salah, maka akan ditindak sesuai aturan yang ada," katanya.

Video yang menyudutkan anggota TNI muncul di Youtube. Dalam tayangan video berdurasi 1 menit dan berjudul "Indonesian army attacking West Papuan civilians in highland region" itu terlihat sejumlah orang yang memakai seragam TNI melakukan kekerasan pada warga Papua.
Sumber : tv0ne web news

Kamis, 21 Oktober 2010

Foto Polisi Arahkan Pistol ke Mahasiswa

Jumat, 22 Oktober 2010 | 03:57 WIB

Tribunnews.com/Herudin
Polisi berpakaian preman mengarahkan revolvernya ke massa aksi bukan ke atas saat menangani demonstrasi mahasiswa di JL Diponegoro, Jakarta, Rabu (20/10/2010).
JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang mahasiswa tertembak saat berdemonstrasi di Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (20/10/2010) lalu. Mahasiswa itu bernama Farel dari Universitas Bung Karno angkatan 2008.
Betis kiri Farel tertembus peluru dan hingga kini dirawat di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Fotografer Tribunnews.com, Herudin, sempat mengabadikan momen bentrok antara polisi dan mahasiswa ini.
Ada beberapa gambar yang menunjukkan saat seorang polisi berpakaian preman melepaskan tembakan dari revolvernya.
Seorang polisi tak berseragam tampak mengarahkan revolver nya ke aksi massa, berbeda dengan polisi lainnya yang mengarahkan senjata ke atas. Oknum polisi itu tampak masih muda. Diduga berasal dari unit intelijen atau reserse dan kriminal.
Polri mengaku sudah memeriksa delapan anggotanya. Belum diketahui apakah anggota polisi ini termasuk yang diperiksa Propam.
Sumber : Kompas.com

Mahasiswa Kendari Bakar Foto SBY-Boediono

Rabu, 20 Oktober 2010 , 17:38:00 WIB
Laporan: Zainal A. Ishaq

RMOL. Hari ini gelombang unjukrasa memprotes kinerja pemerintahan SBY- Boediono terjadi serentak hampir di seluruh tanah air.

Di Kendari, Sulawesi Tenggara, ribuan massa mahasiswa dari berbagai elemen juga turun ke jalan. Kinerja pemerintah selama satu terakhir dinilai mahasiswa gagal mensejahterakan rakyat. Dalam aksinya, mahasiswa membakar foto SBY-Boediono sebagai bentuk kekecewaan atas kegagalan pemerintahannya.

Hari ini, rabu (20/10) gelombang unjukrasa di Kendari, Sulawesi Tenggara dilakukan beberapa elemen mahasiswa dari HMI, LMND, IMM dan BEM dari beberapa fakultas di Universitas Haluoleo. Massa bergerak di sepanjang jalan Ahmad Yani kemudian terkosentrasi di alun-alun Kota Kendari. Mahasiswa kemudian serentak bergerak menuju gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.

Aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi sempat terjadi saat pengunjukrasa memaksa masuk ke dalam gedung kantor DPRD. Aksi saling dorong tersebut tidak berlangsung lama setelah ketua DPRD bersedia menemui mahasiswa. Dihadapan ketua DPRD, mahasiswa menyuarakan beberapa kegagalan pemerintahan dibawah SBY-Boediono. Pemerintah juga dianggap gagal dalam menjalankan sistem perekonomian, menciptakan kesehatan dan pendidikan yang berkeadilanserta melindungi  kedaulatanNKRI termasuk pemberantasan korupsi. Atas berbagai kegagalan dalam menjalankan pemerintahan, SBY-Boediono dituntut untuk bertanggungjawab dan segera mundur dari jabatannya sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Rusman Emba, ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara yang menerima pengunjukrasa berjanji akan menyampaikan tuntutan mahasiswa pada pemerintah pusat.

Selain berorasi menyuarakan kegagalan perintah, dalam aksinya mahasiswa membakar foto SBY-Boediono. Sikap petugas kemanan yang membiarkan mahasiswa bebas melakukan aksi bakar foto Presiden dan Wakil Presiden tersebut ternyata efektif meredam aksi massa yang mulai menunjukan gejala kericuhan.

Aksi unjukrasa mahasiswa kali ini mendapat pengawalan ketat dari ribuan personel aparat kepolisian yang telah berjaga sejak pagi hari. Karena terjadi penumpukan massa dibeberapa titik di sekitar alun-alun kota, menyebabkan arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan. Polisi pun terpaksa mengalihkan arus lalu lintas ke beberapa jalur alternatif. [wid]
Sumber : rakyatmerdeka.co.id

WN Malaysia Ditangkap Bawa 7 Ribu Detonator Di Parepare Sulsel

Kabar Hukum

Rabu, 20 Oktober 2010 23:28 WIB

Parepare, Sulsel (tvOne)

Kepolisian Resor Parepare, Sulawesi Selatan, berhasil mengamankan 7.000 keping detonator (alat pemicu bom) yang dibawa salah seorang warga negara Malaysia.

Kepala Kepolisian Resor Parepare, AKBP Pratama yang ditemui di Parepare, Rabu, mengatakan, terungkapnya pemasok ribuan detonator ini berawal dari kecurigaan aparat terhadap salah seorang penumpang Kapal Motor (KM) Cateleya Expres yang bernama Mohd Nawawi bin Malong, warga jalan bunga raya, Tawau, Malaysia.

Dia mengatakan, Nawawi memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan saat tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare, Rabu sore, sehingga aparat yang bertugas di pelabuhan tersebut langsung menggeledah barang bawaan miliknya.

"Karena memperlihatkan gerak-gerik yang mencurigakan, barang bawaan Nawawi langsung kami geledah, dan kami langsung menemukan ribuan keping detonator tersebut," katanya.

Menurut Pratama, detonator yang berhasil diamankan tersebut dikemas dalam satu karung plastik yang berisi 50 dos detonator merek Cdet Alfa masing-masing berisikan 100 keping, 19 dos detonator tanpa merek yang masing-masing dos berisi 100 keping, serta satu dos detonator tanpa merek yang berisikan 80 keping.

Sementara itu, saat ditanya oleh aparat kepolisian, Nawawi mengaku, ribuan detonator itu diselundupkan dari Tawau, Malaysia, menggunakan speed boat ke pelabuhan Nunukan, Kalimanatan Timur, lalu kemudian dibawa ke Parepare.

"Detonator ini bukan milik saya. Saya hanya ingin mengantarkan ke pemilikya yang saat ini berada di Makassar untuk kemudian dirakit menjadi bom ikan," jelasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini Nawawi ditahan di sel tahanan Polres Parepare, dan diancaman hukuman lima tahun penjara karena telah melanggar pasal 1 ayat 2 tentang undang-undang darurat.
Sumber : tv0ne WebNews

Rabu, 20 Oktober 2010

FPI akan Rutin Sweeping Lokasi Maksiat Bersama Kapolsek

Selasa, 19 Oktober 2010 , 19:14:00 WIB

Laporan: Isa Anshari Sf.


RMOL. Front Pembela Islam akan rutin menggelar "Aksi Sweeping Damai” (ASD) terhadap semua lokasi yang dijadikan tempat maksiat terutama di kawasan Kecamatan Percut Seituan, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Deliserdang, Muhammad Dahrul Yusuf didampingi  Sekretaris Muhammad Muharmadi dan Panglima Laskar Abdul Qadir, Selasa (19/10) di Sampali Percut Seituan.

Dahrul menjelaskan, gerakan ASD ini bertujuan untuk melaksanakan perintah amar makruf nahi munkar. Selain itu juga membantu pemerintah dan aparat kemanan terkait dengan keresahan masyarakat terhadap lokasi-lokasi seperti itu.

“ASD ini tetap kita gelar setiap malam Sabtu dan  Minggu, bersama Kapolsek dan pihak pemerintahan kecamatan. Walaupun pada ASD malam Minggu kemarin pihak kecamatan sepertinya tidak berani hadir. Namun kita tetap melakukan aksi tersebut,” ucap Muhammad Dahrul Yusuf.

Dia juga menyebutkan, dari hasil survei FPI menunjukkan bahwa hampir semua bangunan luar yang terdapat di Kecamatan Percut Seituan itu telah dijadikan tempat maksiat. Adapun beberapa lokasi di kawasan Percut Seituan yang menjadi target FPI untuk ditutup seperti Pub dan Night Club Barcelona di Jalan Pancing, Cafe Lina di Sampali, Cafe Naga Jln Meteorologi, Cafe Heri di Titi Runtuh Bandar Setia, Cafe Arjuna di Simpang Jodoh, Cafe Simpang Saentis, Cafe Srikandi di Kongsi 6 Sampali, Cafe Simpang Tiga  Jln Datuk Kabu, Cafe Mas Trimo di Pasar 9 dan Pakter Tuak  Jln Raya Besar Tembung depan kantor PLN.

Sementara lokasi lain yang dijadikan tempat berzinah juga sebagai target FPI untuk dikosongkan  yakni, Pintu Tol Baru Sampali, Kawasan Tol dekat Unimed, kawasan Tol Laut Dendang dan kawasan  Tol Tambak Bayan. [wid]
sumber : rakyatmerdeka.co.id

Share |

Zainuddin MZ Digugat Pidana & Perdata

Setelah membuat pengakuan telah diperkosa Zainuddin MZ, Aida Saskia akan memasukkan gugatan pidana dan perdata untuk dai kondang itu.

Beri rating item ini (145)
Elang Riki Yanuar, okeZone News - Sel Okt 19, 2010 17:59 WIT
                    Zainuddin MZ (Foto:okezone)
Zainuddin MZ (Foto:okezone)
JAKARTA - Setelah membuat pengakuan telah diperkosa Zainuddin MZ, Aida Saskia akan memasukkan gugatan pidana dan perdata untuk dai kondang itu.
"Saya dapat kuasa menuntut secara pidana dan juga perdata. Kasus ini memang sudah lama, tapi meski sudah lama bukan berarti perbuatan dia halal. Dalam kasus ini ada unsur penipuan juga karena dulu izinnya mengajak makan, bukan berbuat mesum," papar kuasa hukum Aida, Alamsyah Hanafiah, yang ditemui di Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Selasa (19/10/2010).
Unsur pidana ikut dikenakan kepada Zainuddin karena dia dianggap memaksakan kehendak melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Ketika perkosaan terjadi, Aida masih duduk di bangku SMA. Umurnya baru 16 tahun.
"Lalu kalau unsur perdatanya, ada 1365 KUH Perdata, barang siapa dirugikan bisa menuntut ganti rugi. Dia kehilangan keperawanan. Bagaimana nilai kerugiannya, nanti kita tanya pihak yang ahli," jelasnya.
Menyerang Dai Sejuta Umat itu dengan dua gugatan sekaligus, kata Alamsyah, itu memang sudah direncanakan pihaknya.
"Ibarat rudal, ini dua serangan saya lancarkan. Kalau Zainuddin bersikeras tidak mengaku, ada saksi dua makhluk Tuhan yang menyaksikan perbuatan dia yaitu satu setan dan satu malaikat," katanya setengah mengancam.
Untuk menunjukkan pihak Aida tak main-main, Zainuddin diberi tenggat waktu meminta maaf sebelum akhirnya dilaporkan ke polisi.
"Kalau untuk pidananya batas waktunya dua minggu terhitung sejak 9 Oktober. Lalu kalau untuk laporan perdatanya, tiga minggu terhitung sejak 15 Oktober," pungkasnya.
Sumber : yahoo.com
              okezone.com

Selasa, 19 Oktober 2010

Kubu KH Zainuddin MZ Tawarkan Win-Win Solution

Selasa, 19 Oktober 2010 , 10:55:00 WIB



RMOL. Aida Saskia sempat bertemu dengan pembela KH Zainuddin MZ yang tergabung dalam Forum Solidaritas Ulama (FSU) di Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10).

Detail hasil pertemuan itu diungkapkan pengacara Aida, Alamsyah. Saat itu Aida, Alamsyah, paman, dan ayah Aida bertemu dengan tiga pengurus FSU.

"Ada pun poin-poin yang kita bicarakan saat itu, pertama, ulama tersebut menawarkan untuk win-win solution. Tidak ada yang menang dan kalah, mereka dua-duanya benar. Namun Aida tetap ingin Zainuddin minta maaf ke dia dan masyarakat," kata Alamsyah.

Kedua, lanjut Alamsyah, Aida langsung mensomasi FSU karena telah membuka aib Aida di hadapan publik.

"Aida mempertanyakan dan mengklarifikasi surat pernyataan forum atau organisasi ustad itu," kata Alamsyah sambil menunjukkan surat pernyataan yang di dalamnya ada enam nama ustad yang ikut menandatangani.


Namun ternyata ketiga ulama tersebut membantah telah membuka aib pelantun tembang 'Ayam Jago' itu.

"Malah, mereka tidak tahu menahu soal hal tersebut. Dan mereka tidak menandatangani kesepakatan itu, bahkan tidak kenal dengan orang yang membuka aib Aida. Mana mungkin ulama membuka aib orang, itu kan haram katanya," jelas Alamsyah.

Para ustad yang meneken tanda tangan dalam surat itu antara lain Sholeh Mahmud, Habib Mahdi, Zuhri Yacob, Yusuf Mansyur, Hafiz Syahnara, Jeffry Al Buchori dan Habib Selon. Meski ada surat tersebut, para sebagian penandatangannya justru menyanggah.

Alamsyah mensomasi para ustad yang saat itu hadir dalam pertemuan. Dia mempertanyakan keterlibatan para juru dakwah itu ke dalam masalah pribadi kliennya. Keterlibatan itu dalam bentuk, pembeberan data hasil diskusi mereka yang cenderung menyudutkan kliennya.  [rry/zul]
Sumber : rakyatmerdeka.com

Senin, 18 Oktober 2010

Jubir FPI Protes Namanya Dicatut di Kasus Zainuddin MZ

Jum'at, 15 Oktober 2010 - 14:57 wib
Novi Muharrami - Okezone
Detail Berita
KH Zainuddin MZ-Aida Saskia. (Foto: Ist)
JAKARTA - Satu lagi ulama memprotes namanya dicatut dalam kasus Aida Saskia
dan Zainuddin MZ. Juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Pusat, KH Soleh Mahmud, menyayangkan adanya forum tersebut dan mencantumkan namanya.

“Forum Solidaritas Ulama itu bukan hasil keputusan para ulama. 
Itu sesuatu di luar konteks ulama,” ungkapnya saat kepada Okezone 
 via telepon,
Jumat
(15/10/2010).

Dia mengatakan bagi ulama, isi investigasi yang mengatasnamakan Forum Solidaritas
Ulama dan dirilis dalam siaran pers itu dinilai tidak etis. Senada dengan yang dilakukan
Ustad Yusuf Mansyur, pria yang akrab disapa Ustad Solmed ini keberatan namanya
dicatut dalam siaran pers tersebut.

“Nama saya termasuk yang dicatut juga. Ada nama saya di situ.
Saya keberatan, 
kenapa bisa keluar forum ini,” kata dia.

Menurut Ustad Solmed, seharusnya ulama bukan membuat rilis yang isinya juga
ikut menghujat Aida. “Seharusnya ulama itu menjadi pihak yang mendamaikan
keduanya,”
ujarnya.

Dalam siaran pers yang dipublikasikan oleh KH Hafiz Syahnara, disebutkan kalau
Aida Saskia merupakan pelaku kumpul kebo dan sering terlihat di diskotek Stadium.
Forum Solidaritas Ulama berkesimpulan kalau Aida Saskia didanai pihak ketiga
untuk melakukan pencemaran nama baik terhadap KH Zainuddin MZ dan keluarganya.

Tidak hanya KH Soleh Mahmud dan KH Yusuf Mansyur yang protes,
bahkan sahabat dekat KH Zainuddin MZ –Habib Mahdi. Dia menyayangkan
tindakan Hafiz yang malah memperkeruh suasana.(nov) 
Sumber : yahoo.com
               okezone.com

Pemuda Ini Bisa Terbang dan Berteman Kuntilanak

Kamis, 4 Juni 2009 | 14:56 WIB
OKTO MANEHAT
Beny Oko sang penjaga hutan cendana di Alor.
Laporan Wartawan Pos Kupang, Okto Manehat

KOMPAS.com —
Sebuah mobil Kijang warna biru membawa Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Alor Drs RJS Huan, wartawan Kompas Kornelis Kewa Ama, dan Pos Kupang menuju wilayah Otvai dan Omtel di kawasan puncak Kota Kalabahi. Di dua kawasan itu terdapat hutan milik Dinas Kehutanan Kabupaten Alor yang ditumbuhi berbagai tanaman, termasuk ribuan pohon cendana.

Waktu tempuh menuju Otvai dan Omtel antara 30 dan 50 menit, padahal jaraknya hanya 10 km. Maklum, jalannya cenderung menanjak sampai pada ketinggian 600 kaki di atas permukaan laut.

Kendati demikian, perjalanan terasa nikmat. Selain karena udaranya sejuk, mata rombongan juga dimanjakan oleh hijaunya hutan tanaman kemiri, cengkeh, kopi, jati, mahoni, johar, dan cendana di kiri-kanan jalan.

Saat tiba di kawasan hutan Otvai, wartawan lebih memilih melihat langsung lokasi cendana yang dikembangkan di atas lahan seluas 54 hektar sejak tahun 1986 itu. Cendana di hutan itu tingginya bervariasi 3-7 meter dengan diameter 30-80 cm. Mobil lalu bergerak menuju kawasan hutan Omtel. Di hutan Omtel terdapat pohon-pohon cendana yang dikembangkan sejak tahun 2007.

Sesudah mendapatkan data yang cukup, wartawan dan Kadis Huan hendak kembali ke Kalabahi. Waktu menunjukkan pukul 11.00 Wita. Dalam perjalanan pulang, masih di kawasan puncak hutan Omtel, Kadis Huan mengajak wartawan rehat sebentar di sebuah pondok milik Dishut di kawasan hutan. Pondok itu berdinding bambu, berlantai semen kasar, dan beratap seng.

Di dekat pintu masuk dapur pondok itu, seorang anak muda berkepala botak, bercelana pendek, berbaju kaus bundar leher, lengan potong tengah sedang duduk di balai-balai bambu sambil menyandarkan bahunya di dinding.

Ketika melihat Kadis Huan, anak muda itu langsung menyapa dan menyampaikan keluh-kesahnya mengenai kebutuhan dapurnya. Kadis Huan sempat mengobrol dengannya, menanyakan kondisi hutan dan anakan berbagai tanaman yang disemaikan di lokasi tersebut.

"Anak muda ini namanya Beny Oko (27). Dialah yang menjaga hutan di kawasan ini. Dia telah menyatu dengan alam hutan ini sejak tahun 2000. Dia mendiami pondok ini sendiri," kata Huan memperkenalkan Beny sambil bercanda bahwa anak muda itu bisa terbang.

Canda Huan ini langsung ditanggapi serius oleh wartawan, mengaitkannya dengan kekuatan magis. Wartawan menanyakan kepada sejumlah orang yang kebetulan berada di pondok itu mengenai ilmu yang dimiliki Beny. Namun, mereka enggan memberi jawaban. Mereka minta wartawan menanyakan langsung kepada Beny.

Obrolan langsung terjadi dengan Beny. Menurut Beny, rumah orangtuanya terdapat di wilayah Kenarilang, Kota Kalabahi. Dia putra bungsu dari empat bersaudara. Tidak tamat SD, hanya sampai di kelas V. Namun Beny mengaku bisa membaca dan menulis.

Dia tidak melanjutkan sekolah karena kondisi tubuhnya yang cacat. Kakinya pincang. Kalau berjalan, dia harus dibantu dengan tongkat. Cacat itu dialaminya sejak masih kecil.

Beny melanjutkan, dirinya mulai menempati pondok di kawasan hutan Omtel sejak tahun 2000. Ketika itu, dia bersama sejumlah warga datang ke kawasan hutan itu untuk mengerjakan proyek penghijauan Dinas Kehutanan Kabupaten Alor.

Setelah proyek selesai, dia tetap berada di pondok itu seorang diri. Beny mengungkapkan, pada saat awal tinggal di pondok itu, perasaan takut menyelimutinya. Setiap malam dia mendengar bunyi-bunyi aneh di hutan. Ada anak kecil menangis, orangtua memarahi anak-anaknya. Juga terdengar suara banyak orang yang tengah pesta pora.

Beny melanjutkan, dia mulai berani tinggal di hutan tersebut sejak mendapat ilmu dalam sebuah mimpi tidur malam. "Pada suatu malam ketika saya tertidur, saya bermimpi. Ada beberapa orangtua datang menghampiri saya. Mereka memeluk saya sambil mengatakan, 'Kami ini nenek moyang kamu.' Mereka pun mulai memutar film adegan berkelahi. Lalu mereka menanyakan, 'kamu mau yang ini?' Namun saya menolak. Berikutnya, mereka memutar film orang bisa terbang. Setelah selesai film itu, mereka kembali tanya, 'kamu mau ilmu ini?' Saya langsung menyatakan mau, dan ketika bangun pagi, dalam diri saya seperti ada kekuatan," ujar Beny.

Bekal ilmu yang didapatnya itu, kata Beny, sangat membantunya bepergian ke tempat jauh, seperti ke Kota Kalabahi atau desa-desa lain di daerah itu. Dia bisa jalan cepat dalam kondisi kaki pincang. Dia bisa terbang menuju ke suatu tempat. "Kekuatan yang saya dapat bukan hanya untuk jalan saja, tetapi membantu saya bekerja di hutan ini. Sebelumnya—karena cacat—saya tidak bisa mengangkat kayu, tetapi setelah mendapat ilmu itu, meskipun dengan kondisi cacat, saya bisa mengangkat kayu," tutur Beny.

Selain mendapat ilmu terbang, Beny juga mengaku, selama menempati hutan itu dia berteman dengan makhluk halus, arwah orang yang telah meninggal, dan kuntilanak. "Makhluk halus biasanya datang pada saat saya sendiri. Kalau ada orang yang mau meninggal dunia, biasanya hutan ini ramai seperti orang pesta. Namun, saya tidak melihat wujud mereka. Kadang-kadang orang-orang mati ini menemani saya pada pagi hari yang masih gelap ketika saya membuat perapian untuk berdiang. Ada yang datang membunyikan pohon bambu di hutan ini," tutur Beny lagi.

Kuntilanak, kata Beny, menjadi temannya hampir setiap saat. Datangnya kuntilanak biasa ditandai dengan suara tikus di luar pintu. Ketika dibuka, mahkluk ini sudah ada. Busana kuntilanak semuanya warna putih, rambutnya air panjang sampai di bokong.

"Cantiknya luar biasa, paling cantik di dunia. Kulitnya putih seperti China. Lebih cantik daripada nona-nona di Kalabahi, di Kupang, atau Jakarta. Ini China, Taiwan," ujar Beny sambil mengatakan nama kuntilanak itu Lin.

Beny mengatakan, hubungannya dengan kuntilanak yang datang hanya sebatas teman cerita, tidak lebih dari itu. "Lin biasa membawa makanan untuk saya. Makanan mereka seperti yang biasa orang makan: ada daging ayam, ikan, sayur. Pokoknya enak. Tapi saya tidak mau. Kita cerita saja. Kita sudah anggap saudara," ungkap Beny.

Di akhir ceritanya, Beny berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap dirinya. Sebab, meskipun dengan kondisi cacat, dia bisa menjaga kelestarian hutan di kawasan itu.*
Sumber : Kompas.com

Cari Blog Ini