Mengenai Saya

Foto saya
Shio : Macan. Tenaga Specialist Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar. Trainer Surveillance Detection Team di Kedutaan Besar Negara Asing. Pengajar part time masalah Surveillance Detection, observation techniques, Area and building Analysis, Traveling Analysis, Hostile surveillance Detection analysis di beberapa Kedutaan besar negara Asing, Hotel, Perusahaan Security. Bersedia bekerja sama dalam pelatihan surveillance Detection Team.. Business Intelligence and Security Intelligence Indonesia Private Investigator and Indonesia Private Detective service.. Membuat beberapa buku pegangan tentang Surveilance Detection dan Buku Kamus Mini Sureveillance Detection Inggris-Indonesia. Indonesia - Inggris. Member of Indonesian Citizen Reporter Association.

Senin, 10 Januari 2011

Buya Syafii: Jadi kultur kepura-puraan perlu dilawan dan diakhiri bila negeri ini mau bertahan lama,"

PELANTIKAN WALIKOTA TOMOHON
Buya Syafii: Tak Perlu Heran Republik Ini Penuh Lelucon
Senin, 10 Januari 2011 , 16:50:00 WIB

Laporan: Sugeng Triono


SYAFII MAARIF
  
RMOL. Tidak perlu heran dengan pelantikan Jefferson Rumajar, terdakwa kasus korupsi dana APBD, sebagai Walikota Tomohon.

"Kenapa heran? Ini kan negeri yang penuh lelucon. Bukannya hal biasa yang seperti ini? Di negeri ini, di republik ini, tidak ada yang serius. Jadi kultur kepura-puraan perlu dilawan dan diakhiri bila negeri ini mau bertahan lama," kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, usai pertemuan tokoh lintas agama dan beberapa aktivis lintas gerakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta (Senin, 10/1).

Buya Syafii juga menyoroti Parpol yang mengusung para pemimpin negeri dan kepala daerah, termasuk Jefferson.

"Memang itu peran Parpol, tapi Parpol tidak berperan. Mereka lebih memikirkan diri sendiri. Yang orang baik sekarang hanya kelompok kecil yang tenggelam dalam kultur pragamatis dan hedonisme," demikian Buya.[yan]
sumber : rakyatmerdeka.co.id. 10 Januari 2011

 Berita terkait :

PELANTIKAN WALIKOTA TOMOHON
Aneh, 'Pendosa' Bersumpah Tidak akan Berbuat Dosa
Sabtu, 08 Januari 2011 , 18:38:00 WIB
Laporan: Zul Hidayat Siregar


ZAINAL ARIFIN MOCHTAR/IST
  
RMOL. Seseorang yang akan dilantik untuk menduduki sesuatu jabatan, apalagi akan menjadi kepala daerah harus dipastikan dahulu, bahwa dia bersih dan tidak melakukan satu pelanggaran.

Hal itu dikatakan Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gajah Mada Zainal Arifin Mochtar menanggapi pelantikan Jefferson Rumajar sebagai Walikota Tomohon di kantor Kementerian Dalam Negeri, kemarin (Jumat, 7/1).

Jefferson terpilih kembali untuk jadi Walikota dalam pemilihan kepala daerah, pada saat ia berstatus tersangka kasus korupsi dana APBD periode 2006-2008 dengan kerugian negara sekitar Rp 33,4 miliar.

Saat ini politisi Golkar itu sudah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai terdakwa dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang.

"Karena ketika dia dilantik, dia mengucapkan sumpah, yang itu sebenarnya sangat sakral dan suci dalam sistem ketatanegaraan kita. Tetapi kan menjadi lucu ketika seorang 'pendosa' itu mengucapkan sumpah tidak akan melanggar hukum, sementara pada saat yang sama dia melanggar hukum," tegas Zainal dalam talkshow di Metro TV petang ini.

Zainal mengingatkan, orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK tidak pernah ada yang lepas. Kecuali, mantan Bupati Kutai Kertanegara Syaukani HR, yang mendapat grasi dari Presiden karena alasan kesehatan dan kemanusiaan.

Karena itu, kata Zainal, bagaimana mungkin dia akan memimpin daerahnya bila meringkuk di penjara. Apalagi, masih kata Zainal, pemimpin itu adalah yang menjadi penonton. Dia kembali mempertanyakan, masak orang yang melanggar hukum menjadi panutan. [zul]
sumber : rakyatmerdeka.co.id.   08 Januari 2011

Minggu, 09 Januari 2011

Abu Bakar Baasyir., Tersangka Teroris

Tersangka Teroris
Perkara Ba'asyir Dilimpahkan Pekan Depan
Minggu, 9 Januari 2011 | 13:22 WIB

TRIBUNNEWS/BIAN HARNANSA
Abu Bakar Baasyir.
JAKARTA, KOMPAS.com — Jaksa penuntut umum kemungkinan akan melayangkan perkara tersangka teroris, Abu Bakar Ba'asyir, ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pekan depan. Saat ini penyusunan berkas dakwaan Ba'asyir sudah dalam tahap akhir.
"Sekarang tahap penyelesaian akhir. Minggu depan mungkin bisa dilimpahkan," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan M Yusuf ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (9/1/2011).
Yusuf mengatakan, mengingat dakwaan hampir rampung, pihaknya segera berkoordinasi kembali dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan lokasi sidang Ba'asyir. Namun, Yusuf enggan menjelaskan lokasi mana saja yang menjadi pertimbangan. "Seharusnya Senin besok koordinasi. Tapi, jaksanya lagi ke luar negeri," kata dia.
Seperti diberitakan, Ba'asyir dijerat dengan sangkaan terlibat pelatihan militer kelompok teroris di Aceh Besar bersama puluhan tersangka lain. Menurut Polri, peran Amir Jamaah Anshorud Tauhid itu adalah mengoordinir dan mendanai kegiatan yang berlangsung pada Februari 2010.
Selama penyidikan, Ba'asyir menolak menjawab seluruh pertanyaan penyidik. Pengasuh Pondok Pesantren Ngruki itu hanya akan menjawab kasusnya di pengadilan. Dia juga tidak mau menandatangani seluruh berkas yang disodorkan penyidik dan jaksa.
Penulis: Sandro Gatra   |   Editor: A. Wisnubrata 
Sumber : kompas.com, Minggu 9 Januari 2011 


baca berita terkait :
  
Terorisme
Ba'asyir: Pelatihan di Aceh ialah Ibadah
Selasa, 14 Desember 2010 | 15:19 WIB
TRIBUNNEWS/BIAN HARNANSA
Abu Bakar Baasyir.

JAKARTA, KOMPAS.com — Amir Jamaah Anshar Tauhid Abu Bakar Ba'asyir, tersangka kasus terorisme, mengirimkan tadzkiroh atau peringatan dan nasihat berupa surat yang ditujukan kepada Ketua Mahkamah Agung, Jaksa Agung, Kapolri, dan Komandan Densus 88. Salinan surat yang ditulis pada 30 November 2010 lalu ini juga diterima Tribunnews, Selasa (14/12/2010).

Latihan senjata di Aceh tujuannya adalah untuk menaati perintah Allah dan rasul-Nya dalam surat Al Anfal ayat 60.

Dalam tadzkiroh-nya, Ba'asyir menjelaskan, camp pelatihan militer di Aceh Besar bukanlah sebuah aksi terorisme, melainkan aktivitas biasa untuk mempertahankan agama.
"Tadzkiroh wajib saya sampaikan setelah saya melihat ada pelanggaran berat terhadap hukum Allah dan sunnah rosulNya, yang sangat mengerikan yang dilakukan oleh densus 88. Pelanggaran hukum Allah dan rosulNya yang sangat mengerikan ini ialah: menuduh ibadah I’dad (mempersiapkan kekuatan physic dan mental serta menggunakan senjata untuk kepentingan bela Negara/Islam) yang diperintahkan oleh Allah dan rosulNya yang diamalkan di Aceh dituduh melakukan perbuatan teror dan yang mengamalkan dituduh teroris," tulis Ba'asyir.
Menurutnya, i’dad adalah amal mempersiapkan kekuatan mental dan fisik semampunya untuk menggetarkan musuh Allah dan musuh kaum muslimin agar tidak mengganggu Islam.
"Allah berfirman : (Al Baqoroh : 120), Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sehingga engkau mengikuti millah agama mereka…, Disamping itu bila ada kemampuan, mereka terus-menerus memerangi kaum muslimin untuk dipaksa murtad, Hal ini diterangkan oleh Alloh SWT dalam firmanNya : (Al Baqoroh : 217)," jelasnya.
Lanjut Ba'asyir, Allah memerintahkan i’dad ini dalam firmanNya, "(Al Anfal : 60) Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya...."
Yang dimaksud kekuatan dalam ayat tersebut, menurut Ba'asyir, yang katanya diterangkan Rasulullah SAW, adalah "kecakapan menembak". Jadi, maksudnya kekuatan senjata.
Ba'asyir menambahkan, latihan senjata di Aceh tujuannya adalah untuk menaati perintah Allah dan rasul-Nya dalam surat Al Anfal ayat 60. Oleh karena itu, menurutnya, latihan tersebut adalah amal ibadah karena sifat orang beriman adalah taat mutlak terhadap perintah Allah dan rasul-Nya, tidak membantah, dan mengamalkan menurut kemampuan.
"Maka saya dan Bapak-bapak kalau mengaku beriman, juga wajib menta’ati perintah i’dad ini bila ada kemampuan, tidak boleh membantah. Perintah i’dad ini kekuatan hukumnya sama dengan perintah salat, puasa, zakat, haji," tulis Ba'asyir.
Dalam suratnya, Ba'asyir menutup, "Yaa Alloh... berilah petunjuk kepada pemimpin-pemimpin negara ini karena mereka tidak tahu,...Amin. Yaa Allah ...saksikan (Allohummasyhad) saya sudah memperingatkan menurut kemampuan saya,..Amin."
Sumber :
Editor: Heru Margianto
Sumber : kompas.com 14 Desember 2010
 

Jumat, 07 Januari 2011

ANDA PERLU INVESTOR DALAM & LUAR NEGERI ?

BUTUH INVESTOR DALAM DAN LUAR NEGERI ?

MINIMAL Rp. 10 MILYAR KE ATAS.
JAMINAN P
ROYEK TERSEBUT.    

PROYEK YANG DIMINATI INVESTOR   Antara lain :
  • Tambang Batubara, Emas, Mangan, Biji Besi, dll
  • Rumah Sakit, Perumahan, Sekolah, Apartemen, dll
  • Jalan Tol, Kebun Kelapa Sawit, PLTU, dll
  • Airport, Pelabuhan laut, Pabrik Semen, Pabrik Kimia
  • Telekomunikasi, Pariwisata, Energi, dll 
ATAU
ANDA BUTUH DANA CEPAT ??
KEBUTUHAN DARURAT
MELAYANI  MINIMAL 1(SATU) MILYAR KEATAS
SYARAT RINGAN, MUDAH, CEPAT
7 HARI CAIR SETELAH SURVEY , TIDAK ADA BIAYA DIMUKA
JAMINAN SERTIFIKAT RUMAH MENTENG, KEBAYORAN BARU, PONDOK INDAH, SIMPRUG, KEMANG, TEBET, PERMATA HIJAU, DAN LOKASI BAGUS LAINNYA.



Hubungi : Al boin Pangaribuan :  0813 1660 3323  (SMS)

Man of Year 2010



  

Intelijen

Kalau Intelijen Kita Kuat, Freeport Akan Terusir
Jum'at, 12 November 2010 , 21:40:00 WIB
Laporan: Ade Mulyana

ILUSTRASI
  
RMOL. Perekonomian Indonesia, khususnya pertambangan dan energi, tidak akan mandiri selama negara tidak dilakukan kerja-kerja kontra intelejen asing.

Demikian disampaikan pengamat intelijen Jhon Marpii dalam diskusi "Intelijen, Kemandirian Ekonomi dan Energi Nasional" di Doekoen Coffee, Pancoran, Jakarta (12/11).

Kepentingan-kepentingan asing bisa masuk dan bercokol di Indonesia, karena mereka melakukan kerja-kerja intelijen.

"Freeport, Newmont dan KS mereka kuasai, karena mereka sudah punya hitungan. Mereka tahu kapan harus pergi dari Freeport dan tahu di mana harus buka ladang baru," katanya.

Celakanya menurut Jhon, sekarang ini kita tidak punya intelijen yang bekerja melakukan kontra intelijen tadi.

"Intelijen yang ada hanya intelijen administrasi yang kerjanya hanya mencatat. Itu pun hanya mencatat siapa yang melakukan demo, berapa masanya, siapa donaturnya. Atau mencatat berapa korban bencana, lalu berapa bantuan yang dibutuhkan," katanya.

Jika intelijen kita hebat, sebut Jhon, pemerintah pasti sudah tahu harus melakukan apa untuk menghentikan asing di Freeport, mengusir mereka di Newmont dan tidak akan pernah mau menjual KS. [arp]
sumber: rakyatmerdeka.co.id

Baca juga:

Datang ke KTT G-20, Infid Ingatkan SBY Tidak Pro Agenda Neolib
Kita Malah Bangga Dijajah Obama
Cornelis Lay Beberkan Kekuatan Pembendung Neolib
G20 Terus Kurung Indonesia dalam Berbagai Skema Utang
YLKI Desak Negara-negara G 20 Lindungi Konsumen Jasa Perbankan

Kasus Terorisme

Pemasok Senjata Teroris Divonis 10 Tahun
Kamis, 6 Januari 2011 | 12:48 WIB

DOK SERAMBI INDONESIA
Ilustrasi: Foto daftar DPO teroris di Aceh yang masih buron.
JAKARTA, KOMPAS.com — Dua terdakwa tindak pidana terorisme, Tatang Mulyadi dan Abdi Tunggal, divonis hukuman pidana selama 10 tahun dikurangi masa tahanan. Kedua mantan anggota Polri terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 15 jo Pasal 9 UU No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
"Terdakwa Tatang Mulyadi dan Abdi Tunggal terbukti memasok 28 pucuk senjata api, 19.999  amunisi, dan 72 magasin ke kelompok teroris di Aceh," kata hakim ketua Tri Widodo dalam sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Pulomas, Kamis (6/1/2011). Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum sebelumnya, yakni pidana 12 tahun penjara dikurangi masa tahanan.
Menurut hakim ketua, ada hal-hal yang memberatkan, antara lain perbuatan kedua terdakwa sebagai anggota polisi bukannya menjaga citra kepolisian, justru merusak. Selain itu, mereka membuat rasa takut masyarakat, menikmati hasil kejahatan, punya andil dalam kegiatan terorisme di Indonesia.
Adapun yang meringankan bagi majelis hakim adalah berkelakuan baik, kedua terdakwa mengakui perbuatannya sehingga tidak menyulitkan proses persidangan, mengungkapkan rasa bersalah dan mempunyai tanggungan keluarga dan anak.
Atas vonis tersebut, penasihat hukum kedua terdakwa meminta waktu berpikir-pikir untuk mempelajari. Hal serupa disampaikan jaksa M Natsir.
Tatang bertanggung jawab menjaga gudang bengkel senjata api di Markas Logistik Polri di Cipinang, yaitu di Balki (pengembalian akhir), Hapus (penyimpanan senjata api yang rusak berat), maupun Beng Senri (senjata api ringan). Sejak Juni 2009, dia bersama Abdi Tunggal menjual senjata dan peluru kepada saksi Ahmad Sutrisno yang kemudian dijual kembali ke Sofyan Tsauri. Oleh Sofyan, senjata dan amunisi tersebut dikirimkan ke kelompok teroris di Aceh.
Dalam kurun Oktober 2009 hingga Maret 2010, terdakwa menjual 28 pucuk berbagai jenis senjata api dan 19.999 butir peluru. Senjata api tersebut antara lain senjata AK-47 sebanyak 4 buah, M-16 (11 pucuk), M-58 (2 buah), pistol jenis revolver (6 pucuk), senjata jenis remington (2 pucuk), pistol jenis challenger (1 buah), dan pistol jenis browning (2 pucuk).
Penulis: Adi Dwijayadi   |   Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber : kompas.com   6 Januari 2011


Baca juga berita terkait :

Dulu Polisi, Kini Teroris - 1
Beli 19.999 Peluru Polri untuk Teror
Jumat, 24 September 2010 | 07:39 WIB

Tribunnews.com/Bian Harnansa
Mantan anggota Polri, M Sofyan Tasauri, mulai diadili di Pengadilan Negeri Depok karena terlibat terorisme di Aceh, Kamis (23/9/2010).


JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan anggota Samapta Polres Depok (disersi), Muhammad Sofyan Tsauri alias Abu Ahyass alias Marwan mulai diadili di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, Kamis (23/9/2010).

Sofyan diadili terkait jaringan dan aksi teroris di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Ia didakwa dengan empat pasal berlapis dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Sofyan dipecat dari kesatuan Polri karena alasan poligami. Pasca pemecatan itulah Sofyan mulai menjalin hubungan dengan kelompok teroris. Ia lantas aktif dalam jaringan teroris hingga turut dalam pendirian kamp pelatihan kemiliteran teroris di Jantho, Aceh.

Februari 2009, Sofyan membawa anak didiknya yang berlatih kemiliteran di Aceh ke Jakarta yang selanjutnya berlatih di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok.

Setelah tak menjadi polisi, Sofyan sering berlatif air soft gun di Depok. Ia juga menjadi pedagang senjata maupun peralatan permainan air soft gun di Depok.

Sejak Juni 2009, Sofyan membeli senjata dari dua anggota Polri yang bertugas di gudang bengkel senjata api Polri Cipinang, Jakarta Timur, yakni Tatang Mulyadi dan Abdi Tunggal.
Perantaranya adalah Posma Barimbing, anggota Polri Bagian logistik di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Hingga Maret 2010, telah terjual 28 pucuk senjata dalam berbagai jenis, serta 19.999 butir peluru kepada Sofyan Tsauri.

Senjata-senjata itulah yang kemudian dipergunakan Sofyan untuk berlatih di kamp pelatihan teroris di Aceh. Ketika digerebek Densus 88 dan Brimob Polda NAD, senjata itu dipergunakan untuk melawan sehingga dua polisi tewas. (Bian Harnansa dan Nurmulia Rekso P)
Sumber : kompas.com 

Senin, 03 Januari 2011

Kabar Internasional

Iran Larang Penjualan Kartu dan Hadiah Valentine

Senin, 3 Januari 2011 09:38 WIB

Teheran, (tvOne)
Menjelang perayaan Valentina Februari mendatang, toko-toko di Iran telah dilarang menjual kartu dan hadiah untuk merayakan hari kasih sayang tersebut. Bila ada toko atau tempat penjual yang tetap nekat menjual souvenir-souvenir Valentine, maka dipastikan akan menghadapi tuntutan hukum.

"Menjelang hari Valentine pada 14 Februari serikat para pemilik percetakan telah mengeluarkan larangan yang diinstruksikan bagi pencetakan dan pendistribusian barang-barang yang mempromosikan hari itu," ungkap kantor berita ILNA.

"Pencetakan dan produksi setiap barang yang terkait dengan hari itu termasuk poster, kotak dan kartu yang dihiasi dengan hati atau separuh-hati, bunga mawar merah dan setiap kegiatan untuk mendorong hari itu dilarang," lanjutnya.

Dalam tiga dasawarsa terakhir lebih rezim konservatif Iran memang telah berusaha untuk mencegah meluasnya budaya Barat itu di antara penduduk muda negara itu yang meningkat.

Namun, hari Valentine telah menjadi sangat populer di Iran dalam satu dasawarsa terakhir. Di hari kasih sayang tersebut, para pria dan wanita-wanita muda bertukar cokelat, bunga, parfum, beruang teddy, dan hadiah lain pada 14 Februari.

Setiap tahun toko-toko hadiah di kota-kota besar dihiasi dengan perlengkapan dan perhiasan hari Valentine dan restoran-restoran di Teheran dipadati dengan pria-pria dan wanita-wanita muda yang keluar untuk kencan.

Namun, kecenderungan itu telah dikritik dengan keras oleh tokoh-tokoh konservatif yang melihat tidak ada ruang dalam kebudayaan Islam penyelenggaraan perayaan seperti itu.

Sebagian kaum nasionalis Iran juga mengusulkan untuk mengganti hari Valentine dengan Mehregan -- perayaan pra-Islam dan kuno pada awal Oktober -- untuk menandai saat ketika waktu siang dan malam sama lamanya pada musim gugur dan menghormati bidadari cinta Persia kuno, Mithra. (Ant)

sumber : tv0ne Webnews. 3 Januari 2011

Polisi dan Umat Kristen Mesir Bentrok

Pasca Pengeboman Gereja di Malam Tahun Baru
Senin, 03 Januari 2011 , 07:03:00 WIB


ILUSTRASI, UMAT KRISTIANI BENTROK DENG­AN APARAT KEPOLISIAN
  

RMOL. Umat Kristiani bentrok deng­an aparat kepolisian setelah sebuah bom bunuh diri meledak saat mi­sa malam Tahun Baru di gereja di sebelah utara kota Alexandria, Mesir, Sabtu (1/1). Insiden itu menewaskan sedi­kit­nya 21 orang.
Kementerian Dalam Negeri Mesir menyatakan, elemen luar yang bertanggung jawab atas kejadian itu, sementara Gubernur Alexandria menuduh al Qaeda yang jaringannya berada di Irak sebagai dalang serangkaian teror kepada umat Kristen serta meng­ancam komunitas Kristen Orto­doks Koptik.

Sebelumnya, ledakan bom yang terjadi di ibukota Nigeria, Abuja, diklaim menewaskan sekitar 30 orang. Bom di Nigeria ini terjadi di pasar dekat barak tentara Nigeria yang sedang berkumpul untuk merayakan malam Tahun Baru.

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Sabtu (1/1) ma­rah dan mengecam pe­nge­­boman di Mesir dan Nige­ria, pada malam pergantian tahun. Menurut Oba­ma, pelaku sera­ngan itu tidak memiliki peng­hormatan pada hidup dan mar­tabat manusia. “Mereka ha­rus dibawa ke peng­adilan ka­rena tindakan kejam itu,” tegas Oba­ma. “Amerika Se­rikat me­­­­­­nyam­paikan duka cita ter­­da­lamnya pada keluarga orang-orang yang tewas dan pada yang terluka dalam dua sera­ngan itu. Kami berdiri bersama rakyat Nigeria dan Mesir pada waktu yang yang sulit ini,” pungkasnya.  [RM]
 Sumber : rakyatmerdeka.co.id,  Senin, 3 Januari 2011

Minggu, 02 Januari 2011

Granat Brimob Ditemukan di Mobil DPR

Granat Brimob Ditemukan di Mobil DPRD
Senin, 6 Desember 2010 | 17:57 WIB
Ilustrasi: Granat
SUNGAI RAYA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kubu Raya Syarif Said menyatakan, granat gas air mata yang ditemukan di mobilnya, milik anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Kalimantan Barat berinisial HS.

"Saya sudah memberikan keterangan kepada penyidik di Polresta Pontianak, tinggal menunggu proses berikutnya saja, dan saya akan berusaha proaktif mengenai permasalahan ini," kata Syarif Said saat memberikan keterangan kepada wartawan Sungai Raya, Senin (6/12/2010).

Dia menjelaskan kronologis kejadian adanya granat tersebut di mobilnya, diawali saat anggota Brimob menumpang di mobilnya sekitar satu pekan lalu. Kebetulan HS adalah teman dekat Said dan biasa jalan bersama.

"Saat itu dia melihatkan kepada saya granat tersebut di dalam mobil. Karena dia anggota polisi saya tidak menaruh curiga sedikitpun," ujarnya.

Said juga mengaku tidak tahu kalau granat tersebut tertinggal di mobilnya. Karena dia dan HS memang berteman sejak lama dan sering bercanda.

"Saat dia menunjukkan granat tersebut, juga sambil bergurau, tidak tahunya granat tersebut tertinggal di mobil saya," ucapnya.

Anggota Komisi C DPRD Kalbar itu juga mengakui sejak saat itu dia tidak menyadari kalau granat tersebut tertinggal di mobilnya. Dia baru tahu setelah ada panggilan dari Polresta Pontianak.

Polisi menemukan granat tersebut di dalam kendaraan pribadi Syarif Said saat sedang menjalani perbaikan di sebuah agen kendaraan karena kerusakan mesin.

Saat diperbaiki itulah pihak agen kendaraan itu menemukan granat tersebut dan langsung menyerahkannya kepada polisi.

"Saya yakin teman saya itu kemungkinan juga tidak sadar kalau granat itu tinggal di mobil. Yang jelas saya sudah memberikan keterangan kepada polisi, bahkan saya siap diperiksa tanpa menunggu lagi izin dari gubernur, saya hanya ingin proaktif dalam hal ini," kata Said.

Menanggapi kasus itu, Ketua DPRD Kubu Raya, Sujiwo menyatakan dia sudah menggelar rapat kecil dan melakukan pemanggilan terhadap Said untuk mencari keterangan lebih jauh.

"Yang jelas kita juga akan proaktif dan tidak akan menghalang-halangi pihak kepolisian memanggil anggota kita," kata Sujiwo.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Kubu Raya itu menambahkan, jika nantinya terbukti Said sengaja menyimpan granat tersebut, dia mempersilakan pihak kepolisian untuk memprosesnya.

Namun bila dari hasil pemeriksaan tidak terbukti, dia mengharapkan Polresta Pontianak dapat meluruskan kasus tersebut, agar tidak menjadi berkepanjangan.

Dia juga berharap kasus itu tidak dipolitisir oleh pihak lain. Mengenai keputusan apa yang diambil untuk Said nanti, secara kelembagaan dia menyatakan tidak memiliki wewenang, melainkan menjadi wewenang Partai.
ANT
Sumber : Kompas.com
Editor: Benny N Joewono Dibaca : 1774


Baca Juga :
 
 
Pemulung Temukan Granat Tangan
Minggu, 2 Januari 2011 | 15:41 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pemulung ketakutan menemukan benda yang diketahui sebuah granat tangan di Jalan Benyamin Sueb Blok C2 Pademangan, Jakarta Utara, pagi tadi (Minggu, 2/1/2011 ).
"Granat tangan ini ditemukan seorang pemulung dan ditunjukkan ke dua orang saksi yang juga ketakutan," kata Komisaris Besar Baharudin Djafar, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya kepada wartawan, Minggu (2/1/2011 ).
Dua saksi ini, Tukimin (41) dan Karsim (46), yang berprofesi sebagai petugas keamanan kemudian melapor ke Kepolisian Sektor Metro Pademangan. Granat tersebut diletakkan di pot tanaman pembatas Jalan Benyamin Sueb.
"Setelah olah TKP yang berkoordinasi dengan satuan Gegana diketahui, granat tersebut tidak aktif dan tidak memiliki detonator. Barang bukti ini sudah diamankan," kata Baharudin.
Sumber :Kompas.com
 

BUTUH INVESTOR DALAM DAN LUAR NEGERI ?

ANDA PERLU INVESTOR DALAM & LUAR NEGERI ?

MINIMAL Rp. 10 MILYAR KE ATAS. 
JAMINAN POYEK TERSEBUT.    


PROYEK YANG DIMINATI INVESTOR   antara lain :
  • Tambang Batubara, Emas, Mangan, Biji Besi, dll
  • Rumah Sakit, Perumahan, Sekolah, Apartemen, dll
  • Jalan Tol, Kebun Kelapa sawit, PLTU, dll
  • Airport, Pelabuhan laut, Pabrik Semen, Pabrik Kimia
  • Telekomunikasi, Pariwisata, Energi, dll 


Hubungi : Al boin Pangaribuan :  0813 1660 3323  (SMS)

Cari Blog Ini