Jum'at, 12 November 2010 , 21:40:00 WIB
Laporan: Ade Mulyana
ILUSTRASI |
Demikian disampaikan pengamat intelijen Jhon Marpii dalam diskusi "Intelijen, Kemandirian Ekonomi dan Energi Nasional" di Doekoen Coffee, Pancoran, Jakarta (12/11).
Kepentingan-kepentingan asing bisa masuk dan bercokol di Indonesia, karena mereka melakukan kerja-kerja intelijen.
"Freeport, Newmont dan KS mereka kuasai, karena mereka sudah punya hitungan. Mereka tahu kapan harus pergi dari Freeport dan tahu di mana harus buka ladang baru," katanya.
Celakanya menurut Jhon, sekarang ini kita tidak punya intelijen yang bekerja melakukan kontra intelijen tadi.
"Intelijen yang ada hanya intelijen administrasi yang kerjanya hanya mencatat. Itu pun hanya mencatat siapa yang melakukan demo, berapa masanya, siapa donaturnya. Atau mencatat berapa korban bencana, lalu berapa bantuan yang dibutuhkan," katanya.
Jika intelijen kita hebat, sebut Jhon, pemerintah pasti sudah tahu harus melakukan apa untuk menghentikan asing di Freeport, mengusir mereka di Newmont dan tidak akan pernah mau menjual KS. [arp]
sumber: rakyatmerdeka.co.id
Baca juga:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar, masukan yang sifatnya membangun blog ini.