Kamis, 21 April 2011 | 17:31
[TANGERANG] Pipa gas milik Perusahaan Gas negara (PGN) yang mensuplai wilayah
Gading Serpong kabupaten Tangerang saat ini tengah dikosongkan untuk mencegah
terjadinya ledakan akibat adanya tiga ransel yang diduga paket bom yangn ditaruh
di pipa gas di sekitar Gereja Christ Chatedral Gading Serpong.
Informasiyangdiperoleh SP dari seorang petugas yang bertugas mengawasi
pengosongan gas menyebutkan pipa gas yang dikosongkan memiliki ukuran 10 inchi
dengan panjang lebih kurang 3 km. Gas milik PGN ini dikosongkan sedikit demi
sedikit, sehingga butuh waktu lama agar semua pipa tidak lagi mengandung gas
agar paket bom yang di gantuntungi di pipa gas bisa dievakuasi.
Pipa gas yang dikosongkan itu mulai dari Jembatan yang melintas sungai
Cisadane di kawasan rumah sakit Asshobirin hingga ke belakang Universitas Multi
Media (UMN). PGN di kawasan ini mensuplai gas ke Christ Chatedral, UMN dan
Summarecon Mall Serpong. Pengosongan berlangsung lama mengingat petugas tidak
mengosongkan serta merta tetapi sedikit demi sedikit untuk mencegah terjadinya
kejadian yang tidak diinginkan. Aparat kepolisian sendiri sudah mengamankan
kawasan Gading Serpong dan mengevakuasi warga yang berada di sekitar pipa
gas,
Petugas Gegana masih akan melakukan penyisiran dan menemukan tiga paket bom
yang ditempatkan di dalam ransel dan digantung di pipa. Untuk bom yang didekat
Katedral ditempatkan di pipa gas yang berada di bawah pintu gerbang masuk
Gereja. Diperkirakan berat paket bom seberat 150 kg disimpan dalam tas ransel
berwarna hitam. Satu paket bom lainnya ditempatkan tidak jauh dari gereja.
Di dalam ransel itu juga disebut paket bom itu sudah dipasang timer sehingga
dikhawatirkan akan meledak sehinngga [petugas juga khawatir akan keselamatan
jiwa warga dan petugas.
Pengamanan pipa gas juga dilakukan Pertamina. Manager Quality Management,
Healt Safety and environment Pertamina Gas Kemas Johansyah mengatakan, sejauh
ini pipa PGN memang berjauhan dengan pipa milik Pertamina. Namun mereka tetap
akan melakukan pemantauan jagar aset Pertamina bisa diamankan. “Disini memang
ada pipa milik Pertamina tapi jalurnya beda dengan PGN,: ujar Kemas Johansyah.
[132]
terima kasih atas informasinya..
BalasHapussemoga dapat bermanfaat bagi kita semua :) D Masiv