Kamis, 21 April 2011 | 12:08
[JAKARTA] Pihak kepolisian bersenjata laras panjang diduga menggerebek dua kontrakan di Desa Rawadas RT01/03, Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur, Kamis (21/4) sekitar pukul 05.00 WIB.
"Petugas langsung mendobrak pintu kontrakan," kata seorang warga, Zain Aminudin di Jakarta, Kamis.
Zain mengatakan petugas yang diduga anggota Detasemen 88 Antiteror itu, mengamankan empat orang pria yang menghuni kontrakan. Zain menambahkan salah satu pelaku yang ditangkap petugas, mengaku bernama Darto asal Cirebon, Jawa Barat.
Selain mengamankan empat orang itu, polisi juga menyita dokumen berupa buku yang berbentuk seperti paket bom buku.
Zain menyebutkan orang yang diamankan petugas, sudah tinggal sekitar tiga bulan dikontrakan itu.
"Namun mereka tidak bersosialisasi dengan tetangga," ujar Zain.
Hingga saat ini, pihak Mabes Polri belum memberikan keterangan resmi terkait penggerebekan kontrakan itu.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Kapolda Metro Jaya), Inspektur Jenderal Polisi Sutarman menuturkan polisi telah membuntuti sekitar lima orang yang diduga sebagai jaringan pengirim paket bom buku.
"Kita ikuti lebih dari lima orang yang dicurigai pelakunya, namun polisi masih mencari alat bukti lainnya," kata Kepala Polda (Kapolda) Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Sutarman di Jakarta, Rabu (20/4).
Sutarman menuturkan polisi telah mengidentifikasi orang yang diduga jaringan maupun kurir yang mengantarkan bom buku di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Namun petugas kepolisian belum melakukan penangkapan terhadap orang yang dicurigai pelaku maupun kurir paket bom buku karena masih menghubungkan alat bukti yang sudah ada dengan keterangan saksi.
"Kita bisa saja menangkap pelaku sekarang, namun masih harus menghubungkan alat bukti yang ditemukan di lokasi kejadian," ujar Sutarman.
Jenderal polisi bintang dua itu, menyatakan polisi masih harus melengkapi alat bukti agar pelaku yang ditangkap anggota, bisa dijerat hukuman di pengadilan. [Ant/L-9]
Sumber : http://www.suarapembaruan.com/metropolitan/dua-rumah-kontrakan-di-pondok-kopi-digerebek-densus-88/5913
"Petugas langsung mendobrak pintu kontrakan," kata seorang warga, Zain Aminudin di Jakarta, Kamis.
Zain mengatakan petugas yang diduga anggota Detasemen 88 Antiteror itu, mengamankan empat orang pria yang menghuni kontrakan. Zain menambahkan salah satu pelaku yang ditangkap petugas, mengaku bernama Darto asal Cirebon, Jawa Barat.
Selain mengamankan empat orang itu, polisi juga menyita dokumen berupa buku yang berbentuk seperti paket bom buku.
Zain menyebutkan orang yang diamankan petugas, sudah tinggal sekitar tiga bulan dikontrakan itu.
"Namun mereka tidak bersosialisasi dengan tetangga," ujar Zain.
Hingga saat ini, pihak Mabes Polri belum memberikan keterangan resmi terkait penggerebekan kontrakan itu.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Kapolda Metro Jaya), Inspektur Jenderal Polisi Sutarman menuturkan polisi telah membuntuti sekitar lima orang yang diduga sebagai jaringan pengirim paket bom buku.
"Kita ikuti lebih dari lima orang yang dicurigai pelakunya, namun polisi masih mencari alat bukti lainnya," kata Kepala Polda (Kapolda) Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Sutarman di Jakarta, Rabu (20/4).
Sutarman menuturkan polisi telah mengidentifikasi orang yang diduga jaringan maupun kurir yang mengantarkan bom buku di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Namun petugas kepolisian belum melakukan penangkapan terhadap orang yang dicurigai pelaku maupun kurir paket bom buku karena masih menghubungkan alat bukti yang sudah ada dengan keterangan saksi.
"Kita bisa saja menangkap pelaku sekarang, namun masih harus menghubungkan alat bukti yang ditemukan di lokasi kejadian," ujar Sutarman.
Jenderal polisi bintang dua itu, menyatakan polisi masih harus melengkapi alat bukti agar pelaku yang ditangkap anggota, bisa dijerat hukuman di pengadilan. [Ant/L-9]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar, masukan yang sifatnya membangun blog ini.